Senin, 15 November 2010

Sebagian Warga Bulukumba Lebaran Selasa

Foto illutrasi, dikutip dari http://hizbut-tahrir.or.id/ --------- Sebagian warga Kabupaten Bulukumba akan melaksanakan salat Idul Adha, Selasa, 16 November 2010, di Lapangan Pemuda, Bulukumba. Hal tersebut telah disepakati bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Bulukumba untuk tetap melakukan lebaran bersama kalangan Muhammadiyah. Sebagian warga lainnya melaksanakan salat Idul Adha di halaman kantor Bupati dan di Lapangan Pemuda, Rabu, 17 November 2010.


--------------------------------------------------
Sebagian Warga Bulukumba Lebaran Selasa

Laporan: Samsul Bahri
Harian Tribun Timur, Makassar
Senin, 15 November 2010
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/137095/Besok_Muhammadiyah_Bulukumba_Lebaran

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Sebagian warga Kabupaten Bulukumba akan melaksanakan salat Idul Adha, Selasa, 16 November 2010, di Lapangan Pemuda, Bulukumba. Hal tersebut telah disepakati bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Bulukumba untuk tetap melakukan lebaran bersama kalangan Muhammadiyah.

Sebagian warga lainnya melaksanakan salat Idul Adha di halaman kantor Bupati dan di Lapangan Pemuda, Rabu, 17 November 2010.

Perayaan hari raya Idul Qurban, Selasa, akan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bulukumba Syamsuddin, sedangkan Bupati Zainuddin Hasan akan hadir pada pelaksanaan hari raya keesokan harinya.

Pada Rabu (17/11/2010) mendatang, yang bertindak sebagai Khatib adalah Ustas Nasri dan bertindak sebagai Imam Abdul Wahab.

Senin malam, sebagian warga Bulukumba bersama warga dan simpatisan Muhammadiyah telah mengadakan takbiran keliling di kota, sedangkan bagi warga yang akan lebaran besok juga akan melakukan hal yang serupa seperti menghadirkan Komunitas Musik Bumi di Rumah Jabatan Bupati (Rujab).

"Tadi pagi, PHBI telah menyepakati jadwal pelaksanaan hari Raya Idul Qurban yang berlangsung Selasa bagi kalangan Muhammadiyah dan Rabu bagi kalangan masyarakat lainnya," kata Daud Kahal, Kepala Bagian Humas Bulukumba, kepada Tribun, Senin (15/11/2010).(*)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

CPNS Bulukumba Serbu Catatan Sipil



Keterangan gambar: Sejumlah pelamar CPNS di depan Kantor Catatan Sipil (Capil) Bulukumba Senin (14/11/2010). Para warga banyak yang antri dan berdesakan untuk mengesahkan KTP yang akan dipakai mendaftar. (foto: samsul bahri/tribun timur).  Hari pertama dibuka pendaftran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Bulukumba, terlihat masih sepi di lokasi pendaftaran. Namun di tempat lain seperti di Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Capil) telah dipadati pendaftar CPNS.

-----------------------------------------
CPNS Bulukumba Serbu Catatan Sipil

Laporan: Samsul Bahri
Harian Tribun Timur, Makassar
Senin, 15 November 2010
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/137074/CPNS_Bulukumba_Serbu_Catatan_Sipil


BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Hari pertama dibuka pendaftran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Bulukumba, terlihat masih sepi di lokasi pendaftaran. Namun di tempat lain seperti di Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Capil) telah dipadati pendaftar CPNS.

Mereka berdatangan di hari pertama pendaftran CPNS itu untuk mengurus pengesahan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang telah menjadi syarat untuk mendaftar sebagai CPNS di daerah itu.

Tidak hanya itu, sejumlah tempat foto kopi lainnya sejak pagi sampai sore kemarin juga masih terlihat sejumlah calon pelamar memadati tempat itu.(*)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Amma towa, melihat masa depan (2-habis)

BERDUKA. Masyarakat adat Tanah Toa Kecamatan Kajang Bulukumba berduka setelah Ammatoa Puto Bekkong wafat Kamis dinihari Wita, 22 Juli 2010. (FOTO SYAMSU RIZAL/FAJAR) ------- 

Minggu, 14 November 2010

Dari dunia kajang, penjaga hutan... (bag-1)

BAU gunung mulai terasa. Jalan mulai berliku, mendaki menuruni lekuk bukit, tak lama setelah mobil meninggalkan Bulukumba kota kabupaten di kaki Pulau Sulawesi. Lalu jalan itu menikungi jembatan sempit. Di bawahnya air bening mengalir gemericik di sela batu-batu besar. Inilah perjalananku ke Kajang. Kajang, masyarakat yang lebih dikenal sebagai mitos ketimbang keadaan sebenamya.

Legislator Bulukumba Habiskan Rp 1,4 M

Perjalanan dinas legislator Bulukumba sudah menghabiskan dana sekira Rp 1,4 miliar. Frekuensi perjalanan yang digunakan 40 angggota DPRD itu dilakukan antara empat hingga lima kali lawatan di luar kota. Sekretaris Komisi A DPRD Bulukumba, Hamzah Pangki juga tidak membantah tentang frekuensi perjalanan dinas anggota DPRD ini. Bahkan dia mengakui dirinya dan beberapa legislator sudah melakukan perjalanan dinas hingga enam kali.





---------------------------------------
Legislator Bulukumba Habiskan Rp 1,4 M

Harian Fajar, Makassar
Jumat, 29 Oktober 2010
http://lokalnews.fajar.co.id/read/108559/123/legislator-habiskan-rp14-m

BULUKUMBA – Perjalanan dinas legislator Bulukumba sudah menghabiskan dana sekira Rp 1,4 miliar. Frekuensi perjalanan yang digunakan 40 angggota DPRD itu dilakukan antara empat hingga lima kali lawatan di luar kota.

Setiap perjalanan dinas dianggarkan paling rendah Rp 6 juta hingga Rp 7,5 juta per anggota. Padahal, jumlah perjalanan ini baru setengah dari jatah yang direncanakan tahun ini yakni 12 kali setiap anggota DPRD.

Sekretaris DPRD Bulukumba, Andi Cawa Miri mengatakan, dari 12 kali agenda perjalanan, enam kali di antaranya untuk peningkatan SDM, dan enam kali untuk perjalanan dinas dalam bentuk koordinasi. Dia menganggap, perjalanan dinas ini tak perlu diributkan karena dianggap sebagai bagian dari kinerja DPRD untuk meningkatkan kapasitas.

"Memang anggota dewan harus melakukan perjalanan dinas. Soal anggarannya kan sudah jelas jumlahnya. Jadi tidak lagi harus menjadi persoalan tentang keberangkatan itu,” ujarnya, Kamis, 28 Oktober 2010.

Soal produk yang dihasilkan, Cawa Miri tidak memungkiri belum banyaknya yang bisa dilakukan anggota DPRD.

"Tapi kan banyak juga hal yang sudah direkomendasikan terkait apa yang ditemukan dewan. Selain itu, anggota dewan juga sudah banyak turun melihat langsung apa yang dialami masyarakat," tambahnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Bulukumba, Hamzah Pangki juga tidak membantah tentang frekuensi perjalanan dinas anggota DPRD ini. Bahkan dia mengakui dirinya dan beberapa legislator sudah melakukan perjalanan dinas hingga enam kali. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Kejari Bulukumba Sudah Kantongi Nama Tersangka



Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba tampaknya serius menindaklanjuti kasus pengurangan bobot pin 40 anggota DPRD Bulukumba. Kejari sudah meningkatkan kasus ini dari penyelidikan menjadi penyidikan.



--------------------------------------------------
Kejari Bulukumba Sudah Kantongi Nama Tersangka
- Terkait Kasus Pin Legislator


Harian Fajar, Makassar
Senin, 15 November 2010
http://lokalnews.fajar.co.id/read/109819/123/kejari-sudah-kantongi-nama-tersangka

BULUKUMBA -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba tampaknya serius menindaklanjuti kasus pengurangan bobot pin 40 anggota DPRD Bulukumba. Kejari sudah meningkatkan kasus ini dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Itu berarti, Kejari sudah yakin ada penyelewengan dalam kasus ini. Bahkan Kejari mengaku sudah mengantongi nama yang akan dijadikan tersangka dalam tersebut. Hanya saja, Kejari menolak membeberkan nama dimaksud. Alasannya, mereka masih melengkapi bukti penunjang.

Kajari Bulukumba Raden Sjamsul Arifin mengatakan, dirinya saat ini sisa mencari bukti tambahan sebelum menetapkan tersanga. Dia mengaku sudah mempelajari sejumlah dokumen yang terkait dengan kasus ini. Baik dokumen proses pengadaan hingga anggaran yang digunakan saat pengadaan barang ini pada 2009.

Setelah itu, dia akan melakukan pemanggilan sejumlah nama yang dianggap mengetahui masalah ini. Bahkan tidak menutup kemungkinan Ketua DPRD Bulukumba Edi Manaf dipanggil untuk memberikan keterangan secara resmi kepada penyidik kejaksaan.

"Tunggulah, karena kasusnya jelas sudah naik ke penyidikan. Kami sudah bidik orang yang kami anggap paling bertanggungjawab,” katanya.

Pokoknya, kata dia, kejaksaan sudah menganggap bukti yang dimiliki sudah lengkap. Karena itu, tidak ada lagi alasan untuk tidak menetapkan tersangka.

Sebelumnya, anggota Komisi A DPRD Bulukumba, Abdul Razak mengatakan, kasus ini harus diselesaikan untuk mengetahui penyimpangan yang terjadi. Apalagi, kata Razak, pengurangan bobot pin jelas terjadi karena dia sendiri yang mengalaminya sebagai anggota dewan.

Bahkan dia mengaku baru mengetahui bahwa terjadi kekurangan bobot pin dari tujuh gram menjadi lima gram setelah banyak diperbincangkan sesama anggota dewan.

Selain itu, Razak juga menyatakan bahwa indikasi kuat adanya penyelewengan dalam kasus ini adalah dengan adanya uang yang dikembalikan setelah kasus ini mencuat. Dia juga mengakui bahwa sama sekali tidak ada pemberitahuan yang dia terima saat kebijakan untuk mengurangi bobot pin dilakukan.

Hal ini, kata dia, jelas keputusan tersendiri meskipun dengan alasan bahwa kebijakan ini diambil lantaran harga emas saat itu melonjak.

"Jadi harus ditelusuri terus ini. Saya tidak pernah diberitahu dan teman-teman lain juga demikian,” katanya. (arm)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Gubernur Sulsel Puto Salama' dan Kapolda Sulselbar Puto Panganro


Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo diberi gelar Puto Salama'. (Foto: M Nasir/Humas Pemprov Sulsel)


Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman diberi gelar Puto Panganro. (Foto: M Nasir/Humas Pemprov Sulsel)



Gubernur Sulsel Puto Salama' dan Kapolda Sulselbar Puto Panganro

Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Kamis, 11-11-2010
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=56185

Hutan bagi warga Tana Toa, Kajang, merupakan hal yang sangat vital. Karena itu, ada aturan-aturan adat yang Ammatoa terapkan untuk melindungi kelestarian hutan.

Usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan-Syamsuddin, Selasa, 9 November 2010, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo dan rombongan langsung menuju ke Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Turut serta dalam rombongan, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman dan Wakil Bupati Bulukumba H Syamsuddin.

Setiap orang luar yang akan masuk ke Desa Tana Toa tidak bisa langsung masuk begitu saja. Ada prosesi adat yang harus dilalui. Pasalnya, warga Tana Toa yang selalu mengenakan pakaian berwarna hitam, dikenal sangat teguh memegang adat istiadat. Bahkan, alat-alat transportasi seperti sepeda motor atau mobil dilarang memasuki Desa Tana Toa. Sehingga, gubernur dan rombongan harus berjalan kaki sekira 500 meter sampai di balai pertemuan.

Tiba di Desa Tana Toa, Kajang, Gubernur dan rombongan langsung disambut secara adat oleh Kepala Desa Tana Toa, Suttang dan pemangku adat, Puto Palasa. Sarung adat berwarna biru tua dipakaikan kepada Gubernur dan rombongan. Tak lupa, passapu atau ikat kepala sebagai penghargaan turut dipasangkan. Sedangkan, pemangku adat wanita mempersembahkan bakul berisi buah pinang dan beberapa lembar daun sirih.

Usai disambut secara adat, gubernur dan rombongan langsung menanam pohon di sekitar hutan Tana Toa. Penanaman pohon dilakukan sebagai salah satu bentuk penghargaan gubernur dan rombongan terhadap peranan dan fungsi hutan bagi masyarakat Tana Toa. Sekira 1.000 pohon disumbangkan kepada mereka.

Dalam dialog antara Syahrul beserta rombongan dengan para pemangku adat Tana Toa, nama Syahrul diganti menjadi Puto Salama'. Puto merupakan gelar tertinggi di masyarakat adat Kajang, sedangkan Salama' artinya membawa keselamatan bagi seluruh rakyat Sulsel.

Sedangkan Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman diberi nama Puto Panganro. Yang artinya, pelindung bagi masyarakat Sulsel.

Syahrul mengatakan, ia datang ke Kajang bukan hanya sebagai gubernur. Tapi, juga sebagai keturunan Raja Gowa. Dimana, Kajang dan Kerajaan Gowa merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Bahkan, dalam sejarah Gowa yang ditulis dengan aksara lontara Ammatoa beberapa kali disebut.

“Adat yang dipegang teguh Ammatoa harus tetap dijaga kelestariannya karena merupakan salah satu kekayaan budaya Sulsel,” ujarnya.

Ajaran-ajaran Ammatoa juga harus tetap dilaksanakan. Seperti menjaga kelestarian hutan, cinta kepada pepohonan dan alam demi kelangsungan hidup masyarakat Tana Toa.

“Meskipun adat dipegang teguh, pendidikan anak-anak kita saya harapkan tidak dilupakan. Karena, pendidikan akan menjadi penentu masa depan mereka nantinya,” pesan Syahrul.

Sementara, pemangku adat Tana Toa, Puto Palasa, dengan menggunakan bahasa Konjo, menjelaskan, Tana Toa masih sangat ketat dalam mempertahankan adat dan budayanya. Sehingga, Ammatoa melarang segala sesuatu yang berbau modern masuk ke Tana Toa. Seperti listrik, alat-alat elektronik dan alat transportasi modern seperti mobil dan sepeda motor.

“Tanah di sini sangat sederhana. Hutan dianggap sumber kehidupan yang mampu melindungi mata air karena itu harus dilindungi,” tuturnya.

Puto Palasa menuturkan, ada empat hal yang tidak boleh dilakukan terhadap hutan di Tana Toa. Antara lain, mengambil kayu, rotan, mengganggu marga satwa dan lebah.

“Soal pendidikan, meskipun memegang adat, kami juga sangat peduli pendidikan anak-anak kami,” pungkasnya. (*aka-dul/E) (Dewi Yuliani)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Zainuddin Prihatin Kebersihan RSUD Sulthan Dg Raja



Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan menegur pihak RSUD Bulukumba yang menyimpan foto Pahlawan Nasional Haji Andi Sultan Daeng Radja yang terpampang di atas pintu masuk menuju koridor rawat inap Rumah Sakit tersebut, karena ukurannya terlalu kecil.


----------------------------------------------- 
Zainuddin Prihatin Kebersihan RSUD Sulthan Dg Raja

Laporan: Syamsul Bahri
Harian Tribun Timur, Makassar
Minggu, 14 November 2010
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/137002/Zainuddin_Prihatin_

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM -- Bupati Bulukumba mengungkapkan rasa keperihatinannya soal kebersihan di Rumah Sakit Umum (RSUD) Sultan Dg Raja yang dinilainya kurang bersih saat berkunjung ke tempat itu, Sabtu (13/11/2010) pagi lalu.

Bupati melihat beberapa sampah di dalam pekarangan RSUD tersebut dan dianggapnya menjadi masalah di Rumah Sakit rujukan di kawasan selatan Sul-Sel ini.

"Bagaimana bisa sehat kalau kondisinya seperti ini, orang akan bertambah sakit jadinya" kata mantan Bupati Pahuwato Provinsi Gorontalo ini, di tempat itu, berdasarkan rilis yang dikirim oleh Kabag Humas Pemkab Bulukumba Daud Kahal.

Mencoba mencari tahu penyebab kotornya rumah sakit, Bupati lalu mendapat penjelasan dari Saharuddin Kepala Tata Usaha, salah satunya karena gaji tenaga kebersihan yang sangat kecil, hanya Rp 300 ribu per bulan.

Selanjutnya Bupati langsung menanggapi masalah itu dengan mengatakan bahwa mana cukup upah sebesar itu, masalah tersebut harus ditingkatkan dan direncanakannya tahun depan menjadi Rp 750 ribu per orang yang penting kerjanya bagus, rumah sakit bisa bersih kesejahteraan harus ditingkatkan.

''Kalau ingin pengelolaan kebersihan rumah sakit bagus, sebaiknya dipihak-ketigakan saja, gunakan jasa cleaning service,'' harap Bupati.

Selain itu, Zainuddin juga menegur pihak RSUD yang menyimpan foto H A Sultan Daeng Radja yang terpampang di atas pintu masuk menuju koridor rawat inap Rumah Sakit tersebut.

Saat berjalan menuju koridor Bupati sempat terhenti sambil memperhatikan foto Pahlawan Nasional kelahiran Bulukumba yang diabadikan namanya untuk rumah sakit Bulukumba tersebut.

"Foto ini harus diperbesar ukurannya, terlalu kecil untuk kantor seperti ini, bingkainya juga harus dibuat lebih bagus, ini pahlawan kebanggaan kita" kata Bupati.


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Makassar Juara, Bulukumba Juru Kunci




DAYUNG PORDA. Sejumlah atlet dayung berlomba pada kelas kayak nomor K-2 500 meter putra pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sulsel di Danau Tanjung Bunga Makassar, Sabtu, 6 November 2010. Pada Porda Sulsel cabang dayung peringkat pertama peraih medali emas yaitu Makassar (3 emas, 2 perak, 1 perunggu), disusul Palopo (3 emas, 0 perak, 3 perunggu) dan Gowa (2 emas, 3 perak, 1 perunggu). FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/ed/pd/10

Sabtu, 13 November 2010

15 Ribu Pohon Mangrove Ditanam di Herlang


Hutan bakau (mangrove).


15 Ribu Pohon Mangrove Ditanam di Herlang

Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Sabtu, 13-11-2010
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=56292

BULUKUMBA, UPEKS—Sebanyak 15 ribu pohon mangrove ditanam di Kecamatan Herlang. Penanaman pohon mongrover tersebut, bertujuan memperbaiki dan menjaga kelestarian lingkungan.

Penanaman pohon mangrove dipusatkan di Dusun Bajang, Desa Guntur, Kecamatan Herlang, Kamis (11/11).

15 ribu pohon mangrove yang ditanam itu, merupakan bagian dari Gerakan One Billion Indonesua Tree (OBIT) kerjasama Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bulukumba, dengan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Andi Misbawati, mengatakan kegiatan ini bertujuan menumbuh kembangkan budaya tanam dan memelihara pohon bagi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan secara umum.


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Kadis Catatan Sipil Bulukumba Nyaris Tertipu


Telepon rumah atau telepon seluler kini dimanfaatkan oleh banyak orang untuk menipu. Sudah banyak korban yang tertipu lewat telepon gelap, tetapi ada juga yang cerdas sehingga berhasil menghindarkan dirinya dari tipu daya melalui telepon gelap. Salah seorang yang berhasil menghindarkan dirinya dari tipu daya melalui telepon gelap yaitu Kepala Dinas Catatan  Sipil dan Kependudukan Kabupaten Bulukumba, Andi Kurniadi.


---------------------------------------------------------- Kadis Catatan Sipil Bulukumba Nyaris Tertipu

Harian Tribun Timur, Makassar
Sabtu, 13 November 2010
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/136799/Kadis-Catatan-

Bulukumba, Tribun - Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Kadis Capil) Bulukumba, A Kurniadi, Jumat (12/11), nyaris tertipu oleh oknum yang mencatut nama pejabat di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba.

Kurniady mengaku dimintai uang Rp 15 juta oleh oknum yang mencatut nama Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Bulukumba, Syahrul Juaksa Subuki.

"Dia meminta tolong dibantu Rp 15 juta," kata Kurniady ketika dihubungi melalui telepon, kemarin.

Saat dikonfirmasi, Kurniady mengaku sedang berada di Makassar. Kurniady menuturkan, orang yang hendak menipu itu mengaku, uang tersebut untuk Kajari Bulukumba, Sjamsul Arifin, yang sedang ada urusan di Jakarta. Ia hanya diminta oleh kajari menghubungi kadis capil.

Kurniady tidak percaya, karenanya ia tidak mentransfer uang sesuai permintaan orang itu. Ia kemudian meminta kepada oknum itu agar kajari menghubunginya. Mendengar permintaan Kurniady, oknum ini menghentikan pembicaraan sejenak dan mengaku akan menyampaikannya ke kajari.

Beberapa menit kemudian, oknum ini kembali menghubungi Kurniady dan mengatakan, jika tidak bisa ditransfer, akan dijemput pada Senin (15/11) di kantor capil.

Karena masih penasaran, Kurniady menghubungi salah seorang staf kejaksaan yang juga kerabatnya, A Adi. Kerabatnya ini kemudian menyampaikan, oknum itu hendak menipu.

Diperoleh informasi, pada hari yang sama, pejabat di Dinas Pertanian Bulukumba juga dihubungi dengan modus yang sama. (smb)


Kejaksaan Minta Lapor Polisi

PIHAK Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba melalui Kasi Intel, Andi Taufik, meminta para kepala SKPD di lingkup Pemkab Bulukumba untuk hati-hati penipuan. Taufik juga meminta mereka melapor ke polisi, jika dihubungi oknum yang mencatut nama pejabat kejaksaan.

"Ini perlu dilaporkan ke polisi, karena merupakan penipuan yang menjual nama pejabat kejaksaan," katanya, kemarin.

Ia menegaskan, tidak ada permintaan seperti itu.

"Apalagi Pak Syahrul Juaksa Subuki sedang berada di Makassar dan tidak ada kegiatan di Kejari," jelas A Taufiq.

Ia menambahkan, kejaksaan akan segera mengirim surat kepada kepala-kepala SKPD untuk tidak meladeni oknum yang meminta dana dengan menjual nama pihak kejaksaan. Taufik meminta mereka yang menemui kasus seperti ini melapor ke polisi, agar nomor telepon yang digunakan segera dilacak. (smb)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Jumat, 12 November 2010

Dua Pelajar Bulukumba Kedapatan Pesta Miras

Minuman keras sudah banyak memakan korban, termasuk pelajar. Selain terjerumus ke pergaulan bebas, juga banyak pelajar yang akhirnya ditangkap aparat berwajib, masuk penjara, atau meninggal dunia. Kasus terbaru, dua pelajar SLTA di Bulukumba, ditangkap polisi saat melakukan pesta miras.


---------------------------------------------------


Dua Pelajar Bulukumba Kedapatan Pesta Miras

Laporan: Syamsul Bahri
Jumat, 12 November 2010
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/136720/Dua_Siswa_SMA_1

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Dua pelajar di Kabupaten Bulukumba diamankan oleh aparat kepolisian karena kedapatan menenggak minuman keras di salah satu rumah di Jl Jati, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba.

Mereka adalah Ek (17) Sl (17) yang kesemuanya merupakan pelajar salah satu sekolah lanjutan tingkat atas negeri Bulukumba. Mereka didapati oleh anggota kepolsian Polres Bulukumba telah meminum miras tradisional (ballo kampung).

Polisi mendapati mereka setelah mendapatkan laporan dari warga sekitar bahwa telah terdapat dua pelajar di daerah itu tengah menikmati miras.

Kepala KSPK Polres Bulukumba Aiptu Massarappi di Mapolres Bulukumba usai menerima laporan itu mengatakan bahwa dalam kejadian tersebut bukan hanya dua pelajar yang terlibat melainkan ada beberapa orang lainnya yang berhasil melarikan diri.

"Siswa ini ditangkap saat sedang pesta miras di rumah kosong di Jl Jati. Dan dua di antaranya melarikan diri sebelum diamankan oleh polisi. Mereka akan dibebaskan jika pihak orang tua masing-masing bertandatangan untuk menjaga anaknya dan tiodak akan mengulangi lagi perbuatannya," katanya, usai mengambil keterangan para siswa itu di Mapolres Bulukumba.

Selain menangkap dua orang pelajar polisi juga mengamankan barang bukti berupa tiga botol miras lokal jenis ballo yang dikemas dalam botol mineral, dan satu unit sepeda motor Honda Revo DD. 2376.HA yang digunakan pelaku ke rumah kosong tersebut.(*)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Bulukumba ''Juru Kunci'' Porda Sulsel 2010


CATUR. Kontingen Bulukumba meraih dua medali perunggu dari cabang olahraga catur pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke-14 Sulsel 2010, di Pangkep, 6-13 November 2010. foto: palopo pos, http://www.palopopos.co.id/?vi=detail&nid=31846)

Kamis, 11 November 2010

Ritual Kejujuran Masyarakat Kajang Bulukumba


RITUAL KEJUJURAN. Pemuka adat Kajang menyentuhkan kakinya dengan besi panas untuk meyakinkan kejujurannya di kawasan adat Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Sabtu, 23 Oktober 2010. Masyarakat adat Kajang merupakan masyarakat adat yang menjauhkan diri dari modernitas dan menutup diri dari kehidupan masyarakat luar. (FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/IP/1)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Pelepasan Kapal ke Laut Lepas di Bulukumba


PELEPASAN KAPAL. Sejumlah warga menarik kapal kayu saat pelepasan di kawasan industri kapal rakyat, Tana Beru, Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin, 25 Oktober 2010. Pelepasan kapal nelayan tersebut merupakan salah satu budaya yang masih dijaga oleh masyarakat pembuat kapal di Tana Beru. (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/nz/10)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Bupati Bulukumba Sumbang Masjid Agung Rp 20 Juta


Bupati Bulukumba, H.Zainuddin Hasan, MBA menyumbangkan uang pribadi Rp 20 juta untuk celengan Mesjid Agung setelah melaksanakan shalat jumat berjamaaah di mesjid tersebut, Jumat, 12 November 2010. Seusai shalat Jumat Zainuddin sempat memberikan pidato sekitar lima menit di hadapan jamaah mesjid.

----------------------------


Bupati Bulukumba Sumbang Masjid Agung Rp 20 Juta

RCA FM (Radio Cempaka Asri, Bulukumba)
Jumat, 12 November 2010
http://www.rca-fm.com/2010/11/rp20-juta-dari-zaidin-

Bulukumba, RCAnews- Bupati Bulukumba, H.Zainuddin Hasan, MBA menyumbangkan uang pribadi Rp.20 juta untuk celengan Mesjid Agung setelah melaksanakan shalat jumat berjamaaah di mesjid tersebut, Jumat, 12 November 2010. Seusai shalat Jumat Zaidin sempat memberikan pidato sekitar lima menit di hadapan jamaah mesjid.

Ini merupakan shalat Jumat pertama bagi Zaidin bersama warga Bulukumba sejak dilantik menjadi bupati Bulukumba terpilih periode 2010-2015. Dalam pidato singkatnya, Zaidin juga mengutarakan janjinya untuk menyumbangkan sapi pada Mesjid Agung untuk Idul qurban. Zaidin juga mengingatkan jamaah bahwa dirinya akan meneruskan Pembangunan Mesjid Agung Bulukumba yang terbengkalai dan akan dirampungkan pembangunannya.

Seusai pidato yang ditimpali gemuruh tepuk tangan para jamaah, mantan Bupati Pohuwatu, Provinsi Gorontalo, dikerumuni para jamaah yang berjumlah ratusan untuk bersalaman. Zaidin tampak rela meluangkan waktunya beberapa menit untuk melayani ucapan selamat dari para jamaah yang mengerubunginya.


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Guru Dominasi Rekrutmen CPNS


Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) mulai dibuka pekan depan. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) se Sulsel menerima rincian formasi CPNS 2010 dari Pemprov Sulsel, Jumat, 12 November hari ini. Penerimaan formasi di Kantor Gubernur Sulsel bersamaan dengan rapat koordinasi mekanisme pelaksanaan seleksi CPNS. 

--------------------

Guru Dominasi Rekrutmen CPNS
- Hari Ini Pengumuman Formasi


Harian Fajar, Makassar
Jumat, 12 November 2010
http://metronews.fajar.co.id/read/109666/61/guru-dominasi-rekrutmen-cpns

MAKASSAR -- Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) mulai dibuka pekan depan. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) se Sulsel menerima rincian formasi CPNS 2010 dari Pemprov Sulsel, Jumat, 12 November hari ini.

Penerimaan formasi di Kantor Gubernur Sulsel bersamaan dengan rapat koordinasi mekanisme pelaksanaan seleksi CPNS. Rencananya, bila pendaftaran mulai dibuka pekan depan, maka seleksi atau ujian CPNS dijadwalkan pada pekan kedua Desember.

Total CPNS se Sulsel yang akan direkrut tahun ini sekira 2000 orang di 24 kabupaten/kota, termasuk Pemprov Sulsel. Kuota CPNS Pemprov yang mendapat persetujuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) sebanyak 277 orang.

Kementerian PAN dan RB menyerahkan rincian formasi CPNS sejak Selasa, 9 November. Formasi tidak diserahkan langsung ke pemerintah kabupaten, tetapi melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel.

Kepala BKD Sulsel, Andi Murny Amien Situru mengatakan, pemprov tidak berhak mengintervensi formasi CPNS kabupaten, meski menerima langsung dari Kemenpan. Amplop berisi rincian formasi CPNS hanya boleh dibuka bupati atau kepala BKD masing-masing.

Dia mengaku tidak tahu jumlah formasi yang Menpan berikan ke setiap kabupaten.

"Biar masing-masing bupati saja yang membukanya. Ini untuk menghindari persepsi negatif ada penambahan maupun pengurangan kuota atau formasi di pemprov," kata Andi Murny, Kamis, 11 November 2010.

Pembukaan pendaftaran seleksi CPNS se Sulsel dijadwalkannya pekan depan sehingga calon pendaftar memiliki waktu yang cukup menyiapkan berkas. Persyaratan pendaftar juga akan disusun lebih hati-hati, agar tidak menimbulkan multitafsir dari calon pendaftar.

Khusus penerimaan CPNS Pemprov Sulsel, BKD mengumumkan formasi dan kualifikasi pendidikan melalui media Harian FAJAR.

"Kami belum dapat mengumumkannya sebelum ada Surat Keputusan Gubernur Sulsel," katanya.

Penyusunan tahapan seleksi, mekanisme pelaksanaan ujian, hingga pembahasan perguruan tinggi negeri yang akan ditunjuk sebagai pembuat naskah soal ujian akan dibahas pada rapat koordinasi BKD se Sulsel, hari ini. Pelaksanaan ujian seleksi CPNS pemprov dan kabupaten dilakukan serentak.

Selain mekanisme pendaftaran yang masih melalui jasa pengiriman PT Pos Indonesia, berkas yang dibutuhkan sebagai syarat pendaftaran juga masih sama dengan tahun lalu. BKD Sulsel hanya mensyaratkan foto copy ijazah dan transkrip nilai yang telah dilegalisasi, surat permohonan pendaftaran yang ditujukan kepada Gubernur Sulsel, serta pas foto.

Berkas pelengkap seperti kartu pencari kerja atau juga lazim disebut kartu kuning, surat keterangan bukan istri kedua, keterangan dokter, dan keterangan berkelakuan baik hanya dibutuhkan bila pendaftar telah dinyatakan lulus ujian seleksi CPNS.

Andi Murny memastikan pengumuman pendaftaran CPNS sebelum akhir Desember. Terhitung masa tugas atau TMT CPNS perekrutan 2010 berlaku mulai 1 Januari 2011 sehingga pengumuman dan penyerahan berkas sebelum akhir 2010.

Jatah Makassar 210

Sementara itu, Kota Makassar untuk seleksi CPNS mendapatkan jatah 210 orang. Angka tersebut didapatkan setelah mendapatkan tambahan kuota 38 orang, dari sebelumnya hanya 172 orang. Makassar sebenarnya mengusulkan tambahan kuota 200 orang namun yang dipenuhi hanya 38.

Dari 210 kuota Makassar, 104 di antaranya untuk formasi guru. Sebelum ada tambahan kuota 27, jatah guru hanya 77 orang. Untuk formasi tenaga kesehatan, Makassar tahun ini mendapatkan jatah 63 orang dari sebelum adanya penambahan yang hanya 52. Jadi ada tambahan kuota tenaga kesehatan 11 orang.

Selebihnya, jatah CPNS Makassar adalah 43 orang untuk tenaga teknis. Pada tambahan kuota, tenaga teknis tidak mendapatkan jatah lagi.

Kepala BKD Makassar, Sittiara, malam tadi membeberkan hal itu. Menurut dia, hari ini akan dilakukan penerimaan persetujuan formasi dari BKD Sulsel yang sebelumnya telah mewakili kabupaten kota di Kemenpan.

"Kita juga akan rapat untuk menentukan penerimaan CPNS dalam hal ini segala sesuatunya termasuk soal mitra kerjasama dengan siapa dan pengaturan jadwalnya," kata Sittiara.

Bulukumba dan Sinjai

Dari Bulukumba dilaporkan, formasi guru juga mendominasi penerimaan CPNS tahun ini. Dari 232 kuota yang diberikan Badan Kepegawaian Nasional (BKN), 103 di antaranya merupakan formasi guru. Selebihnya, tenaga kesehatan dan tenaga teknis, masing-masing dijatah 70 dan 59 orang.

Kondisi tidak jauh berbeda terjadi di Sinjai. Di daerah tetangga Bulukumba itu, kuotanya malah mengalami penyusutan signifikan. Jika tahun lalu mendapat jatah 456, maka tahun ini hanya kebagian 224 orang saja.

Dari jumlah tersebut, formasi tenaga guru juga berada pada urutan teratas dengan kuota 101 orang. Berikutnya, tenaga kesehatan 67 orang, dan 56 lainnya tenaga teknis.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Bulukumba, Hartatiah menyatakan bahwa formasi guru masih menjadi yang terbesar karena tingkat kebutuhan guru masih besar. Sayangnya, dia belum memberikan rincian secara detail kebutuhan tenaga guru per jurusan yang akan diterima tahun ini. Alasannya, hal ini baru akan dirapatkan di Kantor Gubernur Sulsel, hari ini.

"Rincian formasi per jurusan termasuk syarat dan waktu pendaftarannya baru akan diketahui setelah pertemuan besok (hari ini, red). Yang bisa saya sampaikan baru kuota dan total masing-masing formasi," kata Hartatiah yang saat dikonfirmasi sedang dalam perjalanan menuju Makassar, sore kemarin.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BKDD Sinjai Taufik menjelaskan, saat ini daerahnya masih kekurangan 500 hingga 600 guru. "Makanya tahun ini kami masih memberikan prioritas terbesar untuk formasi guru," ucap Taufik. (rif-amr-arm)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Di Mobil Mewah Bupati Bulukumba Wajib Ada Pisang

Di Mobil Mewah Bupati Bulukumba Wajib Ada Pisang

Laporan: Samsul Bahri
Harian Tribun Timur, Makassar
Kamis, 11 November 2010
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/136624/Di_Mobil_Mewah_

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan sering meminta sopir menghentikan laju mobilnya hanya karena ingin menyalami warga yang ada di jalan. Ini terlihat Kamis siang, 11 November 2010, hari kedua ia menjabat sebagai Bupati Bulukumba.

Seperti terlihat siang tadi saat ke Desa Gunturu Kecamatan Herlang untuk mengikuti sosialisasi dan penanaman mangrove Gerakan One Billion Indonesian Tree (OBIT). Ia menggunakan mobil jenis Hummer yang harganya cukup mahal.

"Pak Bupati sering tiba-tiba minta mobil berhenti dan turun dari mobilnya menyalami warga-warga yang sedang dilewatinya. Kami di atas mobil terkadang ketawa melihatnya dengan tingkah itu," kata Dedy Suharjo, sopir pribadi Zainuddin.

Selama bertugas, Zainuddin dikawal anggota Polres Bulukumba yang juga menjadi ajudannya. Di atas mobilnya tidak ada barang yang istimewa. Hanya ada tape disk dan tempat tisu di samping kiri sopir pribadinya. Padahal mobil itu mobil mewah dan menggunakan bahan anti peluru.

Tetapi di dekat tempat duduk bupati terdapat bosara (tempat kue) berisi dua sisir pisang. "Ini wajib ada karena bupati suka makan pisang," tutur Dedy.

Saat mencalonkan diri Zainuddin memang tiap kali mengunjungi desa dan ke tempat-tempat permukiman warga selalu dilengkapi dengan pengaman dari personil kepolisian setempat(*)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Mahasiswa Komunikasi Unhas Rekam Kebudayaan Kajang


Klub Kine dan Fotografi (KIFO) Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOSMIK) Universitas Hasanuddin, Makassar, akan berburu foto di perkampungan adat masyarakat Kajang yang berada di Desa Tana Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Jumat hingga Minggu, 12-14 November 2010.


----------------------------------


Mahasiswa Komunikasi Unhas Rekam Kebudayaan Kajang

Laporan Citizen Reporter Muh Idham Ama dari Kajang
Harian Tribun Timur, Makassar
Kamis, 11 November 2010
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/136616/CITIZEN_REPORTER_

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Klub Kine dan Fotografi (KIFO) Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOSMIK) Universitas Hasanuddin, akan berburu foto di perkampungan adat masyarakat Kajang yang berada di Desa Tana Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Jumat hingga Minggu (12-14/11/2010).

Kegiatan ini diadakan dalam rangka ulang tahun KIFO-KOSMIK Unhas yang ke-22. Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung selaman tiga hari, Jumat-Minggu (12-14/11/2010). Sekitar 20 anggota KIFO akan ikut dalam hunting foto tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana, Andi Maulana Armas menjelaskan tujuan hunting foto ini agar kita dapat mengetahui kebudayaan komunitas adat Kajang, yang dikenal sebagai kelompok masyarakat adat tertua yang ada di Sulawesi.

Hasil hunting foto yang diadakan di Kajang tersebut akan dipajang pada pameran foto yang juga rangkaian dari ulang tahun klub foto yang berdiri pada 09 November 1988 itu. (*)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Bupati Bulukumba Tidak Boleh Pimpin Parpol

Bupati Bulukumba Tidak Boleh Pimpin Parpol
- Sesuai Dengan Kontrak Politik PKS


Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Kamis, 11-11-2010
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=56156

MAKASSAR, UPEKS—Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Sulsel, Ariady Arsal berharap, Zainuddin Hasan, bupati Bulukumba diharapkan menaati kontrak politik yang sudah diikrarkan pada kampanye Pemilukada lalu. Ada dua hal yang sangat penting untuk diingat, kata Ariady, sebagai janjinya, bupati terpilih, Zainuddin tidak akan menuntut gajinya selama menjabat sebagai Bupati Bulukumba.

“Dan yang paling utama, sesuai kontrak politik, selama menjabat sebagai bupati, Zainuddin tidak boleh menjadi pemimpin partai politik. Sebagai kepala daerah, dia harus berada di semua golongan,” tegasnya di DPRD Sulsel, belum lama ini.

Anggota Komisi C DPRD Sulsel itu mengingatkan, ada efek dan sanksi tegas yang akan diberikan jika yang bersangkutan melanggar kontrak politik yang telah ada.

“Saya melihat selama ini Zainuddin cukup terbuka. Semua yang disampaikan pada masyarakat bisa terwujud,” tandasnya.

Selasa (9/11) lalu pasangan bupati/wakil bupati Bulukumba terpilih Zainuddin Hasan-Syamsuddin (Zaidin) dilantik secara resmi oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Banyak harapan disematkan di pundak Zaidin yang akan memimpin di Bumi Panrita Lopi itu selama masa jabatannya 2010-2015. ()


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Zainuddin Tabur Bunga di TMP Andi Sultan Daeng Radja

Zainuddin Tabur Bunga di TMP Andi Sultan Daeng Radja

Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Kamis, 11-11-2010
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=56133

BULUKUMBA, UPEKS—Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan, Rabu 10 November 2010. Upacara berlangsung di Lapangan Pemuda Bulukumba.

Ratusan pejabat, PNS, TNI/Polri serta pelajar mengikuti upacara. Upacara peringatan Hari Pahlawan, merupakan kegiatan di hari pertama sejak Zainuddin Hasan dilantik menjadi Bupati Bulukumba, periode 2010-2015 oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Selasa (9/11).

Usai upacara di Lapangan Pemuda Bulukumba, Bupati Zainuddi Hasan bersama unsur muspida Bulukumba, melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ta’ccorong, di Desa Polewali, Kecamatan Gantarang.

Dari TMP Ta’ccorong, Bupati Zainuddin Hasan, bersama rombongan melakukan tabur bunga di TMP Andi Sultan Daeng Radja, di Ponre, Kecamatan Gantarang.

Pahlawan nasional Andi Sultan Daeng Radja, adalah kakek dari mantan Bupati Bulukumba, periode 2005-2010, AM Sukri Sappewali, yang dikalahkan Zainuddin Hasan pada pemilukada lalu.


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Miras Sudah Sampai di Kajang

Miras Sudah Sampai di Kajang

Laporan: samsul bahri
Harian Tribun Timur
Kamis, 11 November 2010
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/136621/Laskar_Jundullah_

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Laskar Jundullah Kabupaten Bulukumba meminta aparat kepolisian di Bulukumba menertibkan aksi peredaran minuman keras (miras) dan judi togel yang beredar di Kota Bulukumba, khususnya di Kecamatan Kajang.

Sul Madjid dari Laskar Jundullah mengungkapkan miras antara lain beredar di Jenta Palletoe dan sejumlah kafe di Pantai Merpati. Sementara judi togel banyak ditemui di dalam kota hingga di pelosok Kecamatan Kajang.

"Peredaran miras dan judi togel bukan rahasia lagi, polisi maupun masyarakat harus kerjasama dan menertibkan hal itu," kata Sul Madjid, Kamis (11/11/2010) sore.

Sebelumnya di daerah ini sebanyak lima orang keracunan dan empat di antaranya meninggal di Rumah Sakit Umum Sultan Dg Raja Bulukumba. Sedangkan satu orang lainnya meninggal di rumahnya.(*)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Aktivis Minta Kasus SIM Diusut

Aktivis Minta Kasus SIM Diusut

-Rencana Dipasang di DPRD Bulukumba
-Dianggarkan 2006, Tak Ada Realisasi


Kamis, 11 November 2010
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/136546/Aktivis_Minta_Kasus_SIM_Diusut

Bulukumba, Tribun - Sejumlah aktivis mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Bulukumba, terus berjuang menyuarakan desakan pengusutan berbagai kasus yang diduga merugikan keuangan negara di daerah itu.

Salah satu di antaranya adalah pemasangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di Sekretariat DPRD Bulukumba pada tahun 2006 lalu.

Desakan mengusut pengerjaan proyek ini dikemukakan aktivis Front Perjuangan Rakyat (FPR), kemarin. Koordinator FPR Bulukumba, Rudi Tahas, mengatakan, pemasangan SIM itu belum terlaksana hingga sekarang. Padahal, sudah dianggarkan tahun 2006 lalu sebesar Rp 350 juta melalui APBD.

Menurut Rudi, rencana pemasangan SIM itu telah diperiksa oleh pihak Inspektorat dan mereka menemukan dugaan kerugian negara sekitar Rp 150 juta.

"Ini harus ditangani oleh Kejari Bulukumba, karena indikasi korupsinya besar," kata Rudi, Rabu (10/11).

Menurutnya, kasus ini mestinya diusut tuntas oleh pihak berwenang, karena berdasarkan temuan Inspektorat, ada dugaan kerugian negara. Rudi menambahkan, kasus-kasus lain di daerah itu juga harus diproses hukum. (smb)

Sekwan Membenarkan

Sekertaris Dewan (Sekwan) Bulukumba, Andi Cawa Miri, membenarkan hal itu, namun dirinya belum menjabat sekwan ketika itu. Menurutnya, sekwan ketika itu adalah Muhlis Rauf.

"Itu terjadi sebelum periode saya. Inspektorat menemukan ada kerugian negara di situ sebesar Rp 150 juta. Kejaksaan juga sudah menyelidiki, namun ia tidak tahu sudah sejauh mana perkembangannya," katanya.

Ia menjelaskan, SIM merupakan sistem informasi yang dimaksudkan untuk mempermudah anggota legislatif dan pihak sekretariat dewan mengakses semua peraturan perundang-undangan.

Dengan SIM ini, anggota dewan dan pihak sekretariat tidak perlu lagi bolak-balik ke Jakarta hanya untuk mengetahui perkembangan perundang-undangan.

Cawa Miri menegaskan, tidak terealisasinya proyek itu sangat merugikan anggota dewan periode ini maupun pihk sekretariat. Sebab harus ke Jakarta untuk urusan undang-undang.

Dihubungi terpisah, Kasintel Kejari Bulukumba, A Taufiq, mengatakan, akan mengkoordinasikan kembali kasus ini dengan Kajari Bulukumba saat ini, Sjamsul Arifin. Sebab kasus ini terjadi pada periode Kajari Bulukumba sebelumnya, Muhammad Yusuf. (smb)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Rabu, 10 November 2010

Kebahagiaan Saat Menerima Hadiah Juara Lomba

Kebahagiaan Saat Menerima Hadiah Juara Lomba

Oleh Asnawin


Keterangan gambar: Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kiri) menyalami Ketua Seksi Pendidikan PWI Sulsel, Asnawin, pada acara penyerahan hadiah juara Lomba Karya Tulis Jurnalistik HUT ke-341 Provinsi Sulawesi Selatan, di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Kamis, 11 November 2010. (foto: m nasir/humas pemprov sulsel)


Meskipun bukan lagi yang pertama dan juga bukan juara pertama, tetap saja ada kebahagiaan tersendiri saat menerima hadiah juara lomba karya tulis jurnalistik dalam rangka HUT ke-341 Provinsi Sulawesi Selatan, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Kamis siang, 11 November 2010.

Kebahagiaan yang paling terasa adalah ketika saya menerima ucapan selamat dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Patabai Pabokori.

''Mudah-mudahan tahun depan lebih baik,'' kata Syahrul sambil menjabat erat tangan saya.

Patabai Pabokori yang mantan Bupati Bulukumba sambil bercanda mengatakan bahwa seharusnya tulisan sayalah yang juara pertama.

''Tulisanta' bagus sekali. Seharusnya kita yang juara. Kalau saya yang jadi juri, pasti kita yang juara,'' katanya sambil tersenyum.

Saya tahu pernyataan mantan Bupati Bulukumba dua periode itu hanyalah sebuah canda, maka saya pun hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada beliau.

Pada lomba kali ini, saya ''hanya'' keluar sebagai juara harapan II dalam kapasitas sebagai Ketua Seksi Pendidikan PWI Sulsel.

Tulisan yang saya ikutkan lomba yaitu yang dimuat pada harian Fajar, edisi Rabu, 20 Oktober 2010, dengan judul ''Kuncinya Political Will dan Komitmen, -Catatan Atas Program Pendidikan & Kesehatan Gratis di Sulsel.''

Ketika tulisan tersebut dimuat, saya juga merasa bahagia karena harian Fajar dibagi-bagikan kepada puluhan gubernur pada acara Pertemuan Gubernur se-Indonesia, di Hotel Clarion Makassar. Saya yakin pasti ada di antara gubernur tersebut yang membaca tulisan saya, minimal membaca judul dan beberapa paragraf awal.

Sangat Bermafaat

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengatakan, karya tulis dan karya foto wartawan akan sangat bermanfaat dan menjadi sebuah memori dari tahun ke tahun yang kita lewati bersama.

''Media adalah segalanya. Sekarang ini era media. Uni Sovyet kalah dari Amerika bukan karena letusan senjata, tetapi karena pencitraan. Jadi sekarang ini adalah eranya perang pencitraan,'' katanya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Agus Sumantri mengatakan, lomba tersebut bertujuan memberikan motivasi kepada para jurnalis dan fotografer.

''Insya Allah lomba ini akan dijadikan kalender tahunan yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Provinsi Sulawesi Selatan,'' katanya.

Agus menambahkan, lomba Karya Tulis dengan tema ''Peranan Pendidikan dan Kesehatan Gratis dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Masyarakat Sulawesi Selatan'' diikuti 20 peserta, sedangkan lomba Foto Jurnalistik HUT dengan tema ''Potensi-potensi Positif Provinsi Sulawesi Selatan'' diikuti 41 peserta (205 karya foto).

Kabag Humas Biro Humas dan Protokol Setprov Sulsel Lukmanuddin mengatakan, lomba karya tulis jurnalistik dalam rangka Hari Jadi ke-341 Sulawesi Selatan, dengan topik ''Sulsel Menulis untuk Hari Jadi ke-341'', terbuka untuk umum.

''Lomba karya tulis jurnalistik dan lomba foto ini terbuka untuk umum, tetapi karya yang diikutkan lomba harus sudah pernah termuat di media cetak,'' jelasnya.

Khusus lomba fotografi Bidik Sulsel, syaratnya karya foto belum pernah dipublikasikan dan juga belum pernah diikutkan lomba. Peserta diberi kebebasan dalam memilih objek yang memiliki potensi positif pada 24 kabupaten dan kota se-Sulsel. Setiap peserta dapat mengirim maksimal lima foto dalam bentuk cetak 5R dan soft copy.

Para Juara

Juara pertama lomba karya tulis jurnalistik direbut Ahmad M Sidik (wartawan harian Berita Kota Makassar). Tulisannya yang berjudul ''Pendidikan-Kesehatan Gratis Solusi Masa Depan Sulsel'', dimuat di harian Berita Kota Makassar, pada hari Rabu, 20 Oktober 2010.

Juara kedua Buyung Maksum (wartawan harian Fajar) dengan judul tulisan ''Saya Sulsel dan Saya Bangga, -Refleksi 18 Bulan Perda Gratis'' yang dimuat di harian Fajar, pada hari Selasa, 19 Oktober 2010.

Wartawan harian Tribun Timur, Tasman Banto, keluar sebagai juara ketiga dengan judul tulisan ''Pendidikan Gratis, Belum semua Gratis'', yang dimuat harian Tribun Timur pada hari Senin, 18 Oktober 2010.

Staf pengajar Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Makassar, Andi Muhammad Irawan, keluar sebagai juara harapan I. Tulisannya yang berjudul ''Pendidikan Gratis di Ultah ke-341 Sulsel, termuat di harian Tribun Timur pada hari Selasa, 19 Oktober 2010.

Juara harapan II direbut Asnawin, Ketua Seksi Pendidikan PWI Sulsel. Tulisannya berjudul ''Kuncinya Political Will dan Komitmen, -Catatan Atas Program Pendidikan dan Kesehatan Gratis di Sulsel'', dimuat harian Fajar, Rabu, 20 Oktober 2010.

Aktivis hak anak, Rusdin Tompo, keluar sebagai juara harapan III dengan tulisan berjudul ''Sekolah Gratis yang Membebaskan'' yang dimuat harian Fajar, Kamis, 14 Oktober 2010.


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Puluhan Pejabat Gorontalo Hadiri Pelantikan Zainuddin

Puluhan Pejabat Gorontalo Hadiri Pelantikan Zainuddin

Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Rabu, 10-11-2010
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=56045

BULUKUMBA, UPEKS—Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, melantik dan mengambil sumpah Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba periode 2010-2015, Zainuddin Hasan-Syamsuddin, Selasa (9/11) kemarin. Pelantikan Bupati dan Wabup Bulukumba berlangsung dalam sidang paripurna istimewa DPRD Bulukumba, yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, HA Edy Manaf.

Zainuddin Hasan tercatat sebagai Bupati Bulukumba yang ke-11. Bulukumba resmi menjadi daerah tingkat II setelah ditetapkan lambang daerah Bulukumba oleh DPRD Bulukumba 4 Februari 1960.

Pelantikan bupati pertama Andi Patarai 12 Februari 1960 hingga 1966. Bupati kedua dijabat Andi Bakri Tandaramang (1966-1978), Bupati ketiga dijabat Amin Situru (1978, Pjs).

Bupati keempat HA Hasanuddin (1978-1980), Bupati kelima Malik Hambali (1980-1985), Bupati keenam HA Kube Dauda (1985-1990), Bupati ketujuh Andi Tamrin (1990-1995), Bupati kedelapan HA Patabai Pabokori (1995-2000 dan 2000-2005), Bupati kesembilan AM Sukri Sappewali (2005-2010), Bupati Bulukumba kesepuluh Azikin Solthan (2010, Plt). Zainuddin Hasan tercatat sebagai Bupati Bulukumba yang ke-11 (2010-2015).

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba yang berlangsung di halaman kantor bupati di Jalan Jenderal Sudirman, dimulai Pukul 10.00 Wita. Ribuan orang menghadiri acara pelantikan. Tiga anggota DPR-RI juga hadir. Mereka adalah Akbar Faisal (Hanura), Tamsil Linrung (PKS) serta Jafar Hafsah (Dekokrat).

Sejumlah pejabat dari Provinsi Gorontalo juga hadir. Mereka adalah Wakil Gubernur Gorontalo, Tony Wuloli, Bupati Pohuwotu, Syarif Mbuinga, Wakil Bupati Pohuwotu, Drs Amin Haras, serta 20 anggota DPRD Pohuwotu, yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Pohuwotu, Yusuf Mangkuta.

“Bulukumba memang salah satu daerah yang menarik di Sulawesi sehingga banyak pejabat Gorontalo yang datang,” kata Gubernur Syahrul Yasin Limpo, ketika memberikan kata sambutan.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Selasa, 09 November 2010

Kemenag Bulukumba Data Hewan Kurban

Kemenag Bulukumba Data Hewan Kurban

Sabtu, 6 November 2010

Makassar (ANTARA News) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan mulai melakukan pendataan jumlah hewan kurban di wilayah tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bulukumba, Syafruddin, di Makassar, Sabtu, 6 November 2010, mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat ke setiap Masjid untuk mendata hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha.

Menurut dia, pendataan hewan kurban ini sudah dilakukan, mengingat waktu yang mendesak, dan juga agar dapat mempermudah pengaturan pembagian daging kurban bagi warga.

"Kami harus memastikan jumlah hewan kurban dan juga warga yang akan menerima, sehingga tidak ada kesalahan saat Idul Adha nanti," tuturnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban mencapai ratusan ekor, rata-rata setiap Masjid menyumbangkan tiga hingga lima ekor.

"Di Kabupaten Bulukumba, terdapat 126 Masjid, dan jika setiap Masjid rata-rata menyumbangkan tiga ekor hewan kurban, maka minimal hewan kurban yang terdata sebanyak 378 ekor, dan bahkan masih bisa bertambah," terangnya.

Ia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar hewan kurban yang disumbangkan adalah sapi.

Hal ini, kata dia, karena menyumbangkan sapi lebih hemat dibandingkan menyumbang kambing.

"Untuk satu ekor sapi, biasanya dibeli oleh tujuh orang, sehingga lebih menghemat biaya," ucapnya.

Ia mengaku, hewan kurban di Kabupaten Bulukumba masih tergolong aman, karena tidak dibeli dari luar daerah Bulukumba, sehingga mudah dipantau. (T.pso-103/S016)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Bupati Bulukumba Awali Hari dengan Ziarah ke TMP

Bupati Bulukumba Awali Hari dengan Ziarah ke TMP

Laporan: Samsul Bahri
Harian Tribun Timur
Rabu, 10 November 2010
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/136416/Bupati_Bulukumba_

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Bupati Bulukumba Zainuddin mengawali hari kerjanya dengan ziarah ke taman makam pahlawan setempat Rabu (10/11/2010). Ia didampingi Wakilnya Syamsuddin yang juga mantan Sekretaris DPRD Makassar.


Keduanya didampingi iring-iringan kendaraan kepala skpd di daerah itu. Pasangan ini resmi menjadi bupati dan wakil bupati usai dilantik kemarin oleh Gubernur Sulsel Syahrul YL.

Usai melakukan ziarah dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November, Zainuddin dan Syamsuddin masuk ke kantornya dan memantau sejumlah ruangan kepala bagian.(*)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Syahrul Yasin Limpo Bergelar ''Puto Salama''


PUTO SALAMA. Gubernur diberi gelar tertinggi di masyarakat adat Ammatoa dengan gelar ''Puto Salama'' yang berarti pemberi keselamatan bagi rakyat dan masyarakat. Sedangkan Kapolda Sulsel Irjen Pol Johny Waenal Usman mendapatkan nama gelar ''Puto Panganro'' yang berarti pelindung keamanan rakyat. (Foto: M Nasir)

Syahrul: Golkar Harus Punya Target Suara

Syahrul: Golkar Harus Punya Target Suara
- Ditegaskan dalam Yellow Night di Bira, Bulukumba


Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Rabu, 10-11-2010
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=56097

BULUKUMBA, UPEKS—Ketua DPD I Golkar H Syahrul Yasin Limpo meminta agar para Pimpinan Kecamatan (Pincam) dan para Ketua DPD II memiliki target suara. Sehingga, pada Pemilihan Gubernur 2013 dan Pemilu Legis-latif 2014 nanti, Golkar semakin kuat.

“Golkar bisa menjadi partai yang besar, partai yang kuat kalau suara Golkar menjadi suara rakyat. Bekerja mulai sekarang, nanti kita tinggal memetik hasilnya,” terang Syahrul, pada silaturahmi pe-ngurus Golkar Wilayah Selatan Sulsel yang dikemas dalam Yellow Night, di Bira, Bulukumba, Senin (8/11) malam.

Syahrul mengungkapkan, Golkar adalah partai yang besar dibandingkan partai lain. Mampu menciptakan kader-kader yang berada di tempat strategis. Sehingga, banyak orang yang berebut untuk bisa menjadi pimpinan di Golkar.

“Kita harus bangga menjadi pimpinan di Partai Golkar karena itu bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak yang ingin jadi pemimpin di Golkar.Bahkan, ada yang marah saat tidak menjadi ketua Golkar,” ungkapnya.

Untuk membesarkan Partai Golkar, para kadernya harus berorientasi pada kepentingan rakyat. Di samping itu, pemimpinnya harus memiliki imajinasi yang indah bagaimana partai ke depannya.

“Tidak ada ceritanya pemimpin yang apa adanya mampu melahirkan sesuatu yang besar. Kemarin, Golkar turun, karena bukan Syahrul yang pimpin.Kalau kita ikhlas berbuat untuk rakyat, pasti rakyat ingat kita. Sekarang saya sudah menanam pohon empat setengah juta, masa nanti tidak ada yang ingat Syahrul,” tegasnya.

Ia menambahkan, kekuatan Partai Golkar dan bagaimana masa depan Golkar ditentukan oleh Pincam. Karena itu, mereka harus memiliki target suara yang bisa diperoleh.

“Berapa persen suara yang ditargetkan dan itu harus dicapai dengan melakukan pendekatan-pendekatan. Mari mulai sekarang berjuang untuk rakyat. Sehingga kita bisa mewujudkan apa yang kita inginkan, suara golkar suara rakyat,” imbaunya.

Turut hadir pada acara Yellow Night, Ketua DPD II Golkar Jeneponto H Radjamilo, Ketua DPD II Golkar Kepulauan Selayar H Syahrir Wahab, serta pengurus Kosgoro. ()


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Lagi, Demo Aktivis Bentrok dengan Polisi

Lagi, Demo Aktivis Bentrok dengan Polisi

Laporan: Syamsul Bahri
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/136308/Lagi_Demo_
Selasa, 9 November 2010

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM -- Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba terpilih Zainuddin Hasan-Syamsuddin diwarnai aksi demonstarsi dan bentrok antara petugas polisi dengan beberapa aktivis dan kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di daerah tersebut, Selasa (9/11).

Aksi demo tersebut dialakukan oleh Front Perjuangan Rakyat (FPR) yang terdiri dari AGRA, Serikan Nelayan Bulukumba (SNB), Gerakan Pemuda Kassimpureng, Seruni, ABLB, From Mahasiswa Nasional (FMN), Mereka yang akan melakukan aksi adalah Forum Warga Bulukumba, Forum Komunikasi Pemuda Pelajar, Forum Pemuda Mahasiswa Bulukumba.

Dalam tuntutan aksinya yang disampaikan oleh Ketua FPR Hamza Libya bahwa mereka melekukan aksi demo untuk mengingatkan bupati terpilih Bulukumba itu agar segera merealisasikan janji-janjinya yang telah disampaikan ke warga Bulukumba.

Saat pelantikan berlangsung terdapat dua lokasi aksi demo yakni aksi yang tergabung dalam FPR berloksi di Pasar Tua dan Kelompok Forum Warga Bulukumba berada di bagian sebelah utara tempat pelantikan kantor bupati yang berada di Jl Jenderal Sudirman.

Aksi yang berlangsung di Pasar Tua yang dimpin oleh Hamzah Libya dan Rudi Tahas dari FPR berakhir dengan bentrok antara para petugas para pendemo.

Awalnya para pendemonstran melakukan aksi damai di Pasar Tua Bulukumba atau sekitar 500 meter dari lokasi pelantikan di Kantor Bupati setempat.

Pendemonstran yang berjumlah puluhan orang itu memaksa untuk masuk ke areal pelantikan dan menemui bupati terpilih Zaidin untuk menyampaikan aspirasi agar bupati segera merealisasikan janjinya itu.

Namun niat para pendemo di tempat itu kandas dan tertahan dengan brigade kawat berduri dan beberapa personil menghadang langkah mereka di tempat itu.

Para aktivis dan kelompok LSM lainnya tidak ingin mundur dan tetap ingin memaksa masuk ke areal itu dengan dalih bahwa telah ingin pulang melalui jalur itu ke rumah mereka karena lebih dekat jika melewati kompleks pertokoan di Pasar Tua ke Kassimpureng dibandingkan harus memutar dengan melewati jalan Sultan Hasanuddin.

Tetapi polisi tetap ngotot dan mempertahankan brikadenya meski para aktivis dan kelompok LSM lainnya menyampaikan bahwa tidak akan menemui lagi bupati terpilih melainkan akan memutar di kompleks pasar tersebut.

" Aparat telah mencederai demokrasi dengan memukul A Hermiati (32) saat ingin pulang dan meminta brikade polisi dibuka karena pelantikan telah usai karena ingin kompas ke rumah," kata Ketua FPR Bulukumba, Hamzah Libya yang juga merupakan istrinya sendiri dipukul oleh polisi.

Dituturkan Hamzah bahwa kejadian tersebut, korban telah mendapat pukulan pada bagian mulut dari anggota Polres Bulukumba Bripda (Sy). Sehingga Hermiati mengeluarkan darah pada bagian gusinya beserta lengannya sobek.

Tidak hanya itu beberapa kelompok FPR lainnya juga mendapatkan pukulan pentongan oleh aparat polisi diantaranya Bulla (17), Dewa (18), Dg Aty (42), Tenne (40), Hadriati (40).

Akibat kejadian tersebut Hamzah bersama istrinya Hermiati melaporkan kejadian itu ke Mapolres Bulukumba dengan melaporkan salah seorang nggota Polres Bulukumba Bripda (Sy) karena telah memukul pendemo.

Disebutnya dalam laporannya ke Mapolres Bulukumba bahwa tiga orang yang nampak jelas melakukan pemukulan kepada mereka dan yang disebutkan namanya hanya Sy. " Nanti dipanggil saksi baru dibeberkan semua siapa-siapa pelaku pemukulan kepada kelompok kami," kata Rudi Tahas, pihak FPR, yang mendampingi korban ke Mapolres melaporkan kejadian itu. (*)


Syahrul Terkejut Dengar Demo

Laporan: Syamsul Bahri
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/136310/Syahrul_Terkejut_
Selasa, 9 November 2010

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM -- Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo terkejut mendengarkan ada demo saat melakukan pelantikan bupati terpilih Bulukumba.

Awalnya tidak mengetahui jika di sekeliling lokasi pelantikan bupati di daerah itu ada demo dari beberapa kelompok aktivis di Bulukumba.

Aksi mendesak bupati terpilih di daerah itu Zainuddin-Syamsuddin (Zaidin) untuk segera merealisasikan janjinya secepatnya, dan meminta gubernur untuk menyeimbangkan pembangunan infrastruktur jalan di bagian selatan Sulsel.

Saat dicegat oleh wartawan sebelum meninggalkan lokasi pelantikan di halaman kantor bupati setempat dan dimintai tanggapan terkait adanya demo dari beberapa aktivis.

"Wah ada demo, dimana itu?,'' tanya mantan bupati Gowa dua periode itu kepada wartawan dengan raut muka terkejut.

Dia kemudian menyimak penyampaian itu dari beberapa wartawan bahwa demo tersebut adalah mendesak Zaidin segera merealisasikan janjinya secepatnya, dan juga meminta ke gubernur itu untuk menyeimbangkan pembangunan antara di bagian selatan Sulsel dan utara.

Dia kemudian mengatakannya bahwa segera diperhatikan, termasuk jalan Poros Selatan Jeneponto,Bantaeng, Bulukumba hingga ke Sinjai yang terkendala pelebarannya masalah pembebasan lahan.

"Segera kita upayakan agar program pelebaran jalan nasional dapat terlaksana dan masalah tanah warga kita siap bayarkan sebagai ganti ruginya yang saat ini belum dibayar oleh pemerintah," katanya, sebelum meninggalkan lokasi itu


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Kader Hanura Lirik Zainuddin

Kader Hanura Lirik Zainuddin

Selasa, 9 November 2010
http://news.fajar.co.id/read/109387/41/kader-hanura-lirik-zainuddin

MAKASSAR -- Bupati Bulukumba terpilih yang akan dilantik pagi ini, Zainuddin, figur dengan daya pikat kuat bagi sejumlah parpol. Tak terkecuali Partai Hanura. Sejumlah kader Partai yang didirikan Jenderal Wiranto ini menilai sosok Zainuddin adalah figur baru di ranah politik Sulsel yang layak diperhitungkan. Makanya, sejumlah kader Hanura sedang merintis komunikasi agar Zainuddin bersedia memimpin DPD Hanura Sulsel.

Pelantikan Zainuddin pagi ini dihadiri sejumlah elite parpol nasional. Salah satunya, Ketua DPP Hanura Akbar Faizal. Saat dikonfirmasi tentang keinginan kader ini, Akbar meminta FAJAR menanyakan langsung kepada kader bersangkutan.

"Kader itu berhak berbuat apa saja, apalagi demi kemajuan partai," kata Akbar.

Akbar kenal Zainuddin sejak di Gorontalo. Ketika Akbar menjabat pengurus DPP Korwil Sulawesi, Zainuddin ketika itu bupati Pohuwatu. Zainuddin dulu sempat didorong menjadi ketua Hanura Gorontalo.

"Jadi, saya sudah kenal secara pribadi sejak lama. Jadi, tidak terkait dengan keinginan sejumlah kader Hanura yang berharap Zainuddin masuk Hanura," kata Akbar.

Selain menghadiri pelantikan, Akbar mengagendakan temu konstituen di Kecamatan Kindang. Sedikitnya 41 kepala desa, yang sempat diboyong oleh Akbar ke Metro TV Jakarta untuk tayangan republik Mimpi, akan mewakili rakyat menyampaikan permasalahan seputar Bulukumba. Sejumlah tokoh masyarakat juga diagendakan hadir dalam pertemuan yang akan digelar setelah pelantikan Bupati. (amr)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Zainuddin, dari Pohuwatu ke Bulukumba

Zainuddin, dari Pohuwatu ke Bulukumba
- Zaidin Resmi Pimpin Butta Panrita Lopi




TERTAWA. Bupati Zainuddin Hasan bersama Wakil Bupati Syamsuddin, meluapkan kegembiraannya di sela-sela upacara pelantikan yang dipimpin Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Selasa, 9 November. (FOTO ARMAN/FAJAR)

Harian Fajar, Makassar
Rabu, 10 November 2010
http://lokalnews.fajar.co.id/read/109495/123/zainuddin-dari-

BULUKUMBA -- Zainuddin Hasan, putra Bulukumba yang pernah menjadi Bupati Pohuwatu, Gorontalo, Selasa, 9 November 2010 kemarin, resmi mencatatkan dirinya sebagai orang nomor satu di Butta Panrita Lopi. Dia pun siap menularkan sukses yang diukirnya di tanah rantau tersebut ke kampung halamannya kini.

"Saya sudah pengalaman membangun daerah yang dulunya tidak berarti apa-apa, menjadi jauh lebih berkembang. Pohuwato sudah saya bangun dengan tingkat kemajuan sangat signifikan. Sekarang di kampung halaman sendiri, saya akan melakukan hal sama, bahkan lebih dari itu. Dan itu akan saya mulai hari ini juga," tegas Zainuddin pada FAJAR usai pelantikan.

Pelantikan Zainuddin Hasan dan Syamsuddin (Zaidin) sebagai bupati dan wakil bupati Bulukumba periode 2010-2015, kemarin berlangsung di halaman kantor bupati.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Johny W Usman, anggota DPR RI Akbar Faizal dan Tamsil Linrung, Bupati Selayar Syahrir Wahab, Sekkab Sinjai Mansyur A Yacub, mantan Bupati Bulukumba Patabai Pabokori, dan mantan Wakil Bupati Bulukumba Padasi, ikut hadir dalam pelantikan yang dipimpin Gubernur Syahrul Yasin Limpo itu.

Apa saja program prioritasnya, Zainuddin tidak bicara banyak. Dia hanya menyatakan akan segera merealisasikan janji-janji politiknya yang tertuang dalam visi misi pencalonan pada pemilukada lalu.

"Potensi Bulukumba, baik kerajinan, pertanian, perikanan, wisata bahari, dan kekayaan lainnya, akan menjadi fokus saya dalam menata Bulukumba. Saya kembali ke sini semata untuk berbuat yang terbaik bagi kampung halaman saya. Saya cuma butuh dukungan dari masyarakat Bulukumba," katanya.

Salah satu program yang dijanjikan Zaidin pada kampanye pemilukada lalu adalah menjadikan Bulukumba sebagai daerah mandiri. Soal hal ini, Zainuddin sudah menegaskan akan mengawalinya dengan mengalirkan dana segar untuk setiap kecamatan.

"Insya Allah besok (hari ini, red) akan saya serahkan lima miliar untuk sepuluh kecamatan di Bulukumba. Itu sebagai modal awal setiap kecamatan," ujarnya.

Sebagai langkah pendahuluan, kemarin Zainuddin telah menyerahkan gajinya selama lima tahun menjabat Bupati Pohuwatu sebesar Rp 360 juta. Dana itu digenapkannya Rp 400 juta lalu diserahkan ke Pemkab Bulukumba sebagai dana untuk kegiatan sosial.

Ditanya tentang Bulukumba yang pernah menjadi daerah percontohan penegakan syariat Islam di bawah kepemimpinan Patabai Pabokori, Zainuddin menegaskan siap menghidupkannya kembali.

"Insya Allah, segala sesuatu yang baik, termasuk penegakan syariat Islam yang sudah diperdakan, akan saya lanjutkan dan kembangkan," ucapnya.

Usai dilantik, Zainuddin juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru melakukan kocok ulang pejabat. Baginya, pejabat yang saat ini menduduki pos-pos tertentu, tidak akan diutak-atiknya sepanjang yang bersangkutan mau bekerja sama.

"Tidak perlu ada pejabat yang panik dan khawatir akan saya ganti. Asal mau bekerja sama dalam mewujudkan visi misi saya, maka tidak ada yang akan diganti. Saya datang untuk benar-benar membangun dan menata kampung halaman saya ini agar bisa lebih baik dari sebelumnya," tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengingatkan Zaidin untuk menepati dan merealisasikan semua janji politiknya saat kampanye lalu. Syahrul pun optimis Bulukumba bisa jauh lebih maju. Dengan catatan, katanya, pasangan Zaidin menepati janji yang ditawarkannya dulu.

"Secara konsep, apa yang ditawarkan Pak Bupati dan pasangannya, sangat menjanjikan Bulukumba bisa lebih maju. Tapi, itu hanya bisa tercapai jika Pak Bupati yang baru dapat menciptakan dan mempertahankan kondusivitas daerah," Syahrul mengingatkan. (arm)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Bupati Bulukumba Ditawari Jadi Ketua DPD II Golkar

Bupati Bulukumba Ditawari Jadi Ketua DPD II Golkar

Laporan: Antara
Selasa, 9 November 2010
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/136331/PKS_Bupati_Bulukumba_

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan mewanti-wanti Bupati Bulukumba, Zainuddin, agar tidak pindah partai.

Peringatan itu disampaikan anggota Fraksi PKS DPRD Sulsel, Ariady Arsal, menyusul adanya isu mengenai tawaran kepada Zainuddin untuk menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba.

"PKS akan tetap memenuhi kontrak politik dengan Zainuddin. Dan beliaupun berjanji tidak akan bergabung dengan partai politik manapun selama menjabat sebagai bupati," kata Ariady.

PKS pantas berang dengan munculnya isu menjadikan Zainuddin sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba. Pasalnya, PKS adalah salah satu partai yang menggalang partai-partai kecil untuk mengusung pasangan Zainuddin Hasan dan Syamsuddin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba.

Ariady menambahkan, PKS akan selalu berada di belakang untuk mengawal visi misi dalam membangun Bulukumba yang dikenal dengan nama "Bumi Panrita Lopi".

"Sebaliknya kami juga akan sangat keras dan paling pertama bersuara jika, bupati keluar dari visi misi itu," ucapnya.(*)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Ibu Hamil Tak Luput dari Pukulan Aparat

Ibu Hamil Tak Luput dari Pukulan Aparat

Fitriani Lestari
09/11/2010 19:22
http://berita.liputan6.com/daerah/201011/305720/Ibu.Hamil.Tak.Luput.dari.Pukulan.Aparat

Liputan6.com, Bulukumba: Pengunjuk rasa dan aparat keamanan bentrok saat berlangsungnya pelantikan bupati terpilih Bulukumba Zainuddin Hasan-Syamsuddin di halaman kantor Bupati Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa (9/11).

Bentrokan terjadi ketika massa Front Perjuangan Rakyat Bulukumba memaksa masuk untuk bertemu dengan Zaidin, tapi dihalau keras aparat keamanan. Demonstran mengingatkan kepada Zainuddin-Syamsuddin agar tak melupakan janji.

Ibu-ibu yang ikut berunjuk rasa terkena pukulan aparat. Bahkan seorang ibu hamil tak luput dari pukulan. Korban menderita memar di bagian lengan dan wajah. Tak cuma di kubu demonstran. Beberapa aparat pun terluka akibat terkena kawat berduri dan tombak dari pengunjuk rasa. Demonstran menuntut meminta aparat memukul pengunjuk rasa diproses sebelum terjadi tindakan yang lebih anarkis.

Kericuhan dapat diredam aparat setelah melakukan pendekatan persuasif kepada demonstran. Aparat berjanji memproses kasus pemukulan itu. Beberapa perempuan yang terkena pukulan aparat melaporkan kasus itu ke Kepolisian Resor Bulukumba. (AIS)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Pipa Bocor, Suplai Air PDAM Terganggu

Pipa Bocor, Suplai Air PDAM Terganggu

Harian Fajar, Makassar
Senin, 8 November 2010
http://lokalnews.fajar.co.id/read/109359/123/pipa-bocor-suplai-air-pdam-terganggu

BULUKUMBA -- Suplai air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) beberapa hari ke depan dipastikan macet. Pasalnya, ada 23 titik kebocoran pipa yang ditemukan pada jalur Teko, Kelurahan Tanah Kongkong Kecamatan Ujung Bulu. Temuan tersebut sampai ke Jalur Barabba, Desa Bialo, Kecamatan Gantarang.

Sedikitnya 2.000 pelanggan PDAM tidak bisa menikmati suplai air bersih hingga perbaikan selesai. Hal tersebut diperparah karena titik kebocoran rata-rata berada pada daerah yang sulit digali sehingga membutuhkan waktu lama.

Direktur PDAM Bulukumba Aries Iskandar mengatakan, banyaknya kebocoran pipa ini disebabkan usia pipa yang sudah mencapai 25 tahun. Kondisi tersebut, kata dia, membuat pipa mudah rusak dan kebocoran tidak bisa dihindari.

Bahkan, kata dia, ada sekira 50 pelanggan yang berada pada daerah ketinggian sudah tidak bisa lagi mendapat suplai air. Karena sudah lebih banyak air yang terbuang.

"Kami sekarang berusaha keras agar dalam dua hari ini bisa selesai semua perbaikannya,” janjinya.

Ia memprediksi, kebocoran pipa mencapai 30 titik. Bahkan bisa lebih dari itu," kata Aries Senin, 8 November.

Aries menambahkan, saat ini PDAM mencapai sekira 3.500 pelanggan yang tersebar pada beberapa kecamatan. Jika tidak ada gangguan, kata dia, suplai air cukup dengan frekwensi antara 50 sampai 60 liter per detik. (arm)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

PKS Janji Bantu Bupati Bulukumba

PKS Janji Bantu Bupati Bulukumba

Laporan: Antara
Selasa, 9 November 2010
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/136330/PKS_Janji_Bantu_

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui kadernya yang duduk di Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Tamsil Linrung dan Andi Arif akan membantu Pemerintah Kabupaten Bulukumba mendapatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

"Bupati Bulukumba, Zainuddin, sudah berkomunikasi dengan kita. Dia sudah ke Jakarta bertemu dengan legislator PKS yang duduk di Badan Anggaran DPR RI, untuk meminta bantuan guna mendapatkan dana dari APBD," kata Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah DPW PKS Sulsel Ariady Arsal di Makassar, Selasa.

Sebagai bukti PKS serius membantu pemkab Bulukumba, lanjutnya, Tamsil Linrung dan beberapa anggota Fraksi PKS DPRD Sulsel, hadir dalam acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan-Syamsuddin, 9 November 2010.

Sebanyak enam partai non parlemen yang dimotori PKS berhasil memenangkan pasangan Zainuddin-Syamsuddin, mengungguli calon Golkar, AM Syukri Sappewali. (*)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Zainuddin Hasan Resmi Jadi Bupati Bulukumba


Zainuddin Hasan dan isteri. (Foto: M Nasir/Humas Pemprov Sulsel)


Zainuddin Hasan Resmi Jadi Bupati Bulukumba

Laporan: Syamsul Bahri
Harian Tribun Timur, Makassar
Selasa, 9 November 2010
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/136309/Zaidin_Resmi_

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM -- Zainuddin Hasan-Syamsuddin (Zaidin) resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba dalam sidang paripurna istimewa DPRD Bulukumba Selasa (9/11/2010) di halaman kantor Bupati Bulukumba.

Mereka dilantik Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Beberapa anggota DPR RI asal Sulsel hadir pada acara pelantikan ini antara lain Muhammad Jafar Hapsah (Demokrat), Akbar Faisal (Hanura), dan Tamsil Linrung (PKS), dan beberapa pejabat dari unsur Muspida Sulsel, lainnya seperti Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Waenal Usman.

Selain itu hadir juga Bupati Selayar Syahrir Wahab, mantan Bupati Bulukumba A Patabai Pabbokori, dan beberapa mantan calon bupati setempat seperti A Syafruddin Amjar dan unsur muspida di Bulukumba.

Dalam pelantikan tersebut, Gubernur Sulsel untuk siap membantu bupati Bulukumba Zainuddin untuk memajukan daerah itu. Dia juga menegaskan untuk lebih memberikan pelayanan yang ke pro rakyat dan tidak melanggar ketentuan hukum.

"Jika Pak Bupati mau berjalan baik dan selamat maka jangan melanggar ketentuan hukum," katanya disambut tepuk tangan yang meriah kepada sekira 2500 undangan lebih yang mengahadiri pelantikan.

Memintanya juga kepada Zainuddin Hasan-Syamsuddin untuk segera merealisasikan janjinya tanpa harus melukai hati warga Bulukumba dan menyatukan kultur yang berbeda-beda di daerah itu.

Sementara Zainuddin usai dilantik sebagai bupati itu, mengatakan bahwa dirinya siap mengembang tugas dan merealisasikan janjinya ke warga Bulukumba.

"Tentu harapan kita semua adalah membangun daerah ini yang lebih baik," katanya usai dilantik saat bersalaman dengan para undangan.(*)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Senin, 08 November 2010

Putra Bupati Bulukumba Minta Kritikan Media




PUTRA Zainuddin Hasan, Indrawanto Hasan tidak ingin pemerintahan di Bulukumba berjalan tanpa kontrol. Anggota DPRD Kota Gorontalo yang akrab disapa Amang Hasan ini pun meminta media untuk tidak segan-segan mengkritik pemerintahan Zaidin.


---------------------------
Putra Bupati Bulukumba Minta Kritikan Media

Harian Fajar, Makassar
Senin, 8 November 2010
http://lokalnews.fajar.co.id/read/109357/123/minta-kritikan-media

PUTRA Zainuddin Hasan, Indrawanto Hasan tidak ingin pemerintahan di Bulukumba berjalan tanpa kontrol. Anggota DPRD Kota Gorontalo yang akrab disapa Amang Hasan ini pun meminta media untuk tidak segan-segan mengkritik pemerintahan Zaidin.

“Jika dianggap tidak berjalan berdasarkan koridor yang ada, media harus mengkritik,” tegasnya.

Menurut dia, pemerintahan tidak akan berjalan maksimal jika pejabat tidak mendapat masukan dari warganya. Kritikan bagi pejabat, lanjutnya, adalah informasi penting untuk melakukan introspeksi diri untuk berbuat yang lebih baik.

"Jangan pernah ragu mengingatkan beliau. Dia memang cukup berhasil di Pohuwato, Gorontalo tetapi bukan berarti dia tidak punya kekurangan,” tambahnya.

Untuk itu, lanjutnya, peran media sangat dibutuhkan. Sebagai putra Zainuddin, ia berharap ada kontrol masyarakat dan media massa. Amang mengatakan, pengembangan pemerintahan di Bulukumba sangat potensial. Sebab, posisinya yang berada pada daerah sentral untuk wilayah selatan-selatan. Selain itu, Bulukumba juga sudah dikenal sebagai daerah kunjungan wisata dengan Pantai Bira yang sudah populer. Baik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Termasuk pengembangan saranan transportasi seperti jalur transportasi udara masih memungkinkan dibangun.

"Saya kira beliau akan bersungguh-sungguh melakukan ini. Sebab di daerah orang saja dia mampu berbuat dan membangun masyarakatnya apalagi jika dikampungnya sendiri,” tambahnya.

Soal perlunya kritikan, Ketua DPC Partai Gerindra Bulukumba Isradi beberapa waktu lalu mengatakan, perjalanan pemerintahan Zaidin mau tidak mau harus dikawal. Langkah ini, kata Isradi, harus dilakukan karena janji yang disampaikan Zaidin sangat luar biasa dan membuat masyarakat memiliki harapan besar. Bahkan dia berencana membentuk komite yang khusus mengawal pemenuhan janji Zaidin.

"Dia harus diikuti betul. Jangan sampai hanya janji dan tidak ada yang terealisasi,” katanya.

Sama halnya, lanjut dia, dengan adanya informasi bahwa PNS akan menerima gaji dua kali lipat, itu harus mendapat diperhatikan. Sebab orang hanya bicara, tapi butuh bukti. “Saya sendiri yang akan memantau proses jalannya pemerintahan Zaidin ini," kata Isradi. (arm)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Pelantikan Bupati Bulukumba Akan Didemo

Pelantikan Bupati Bulukumba Akan Didemo

Laporan: Syamsul Bahri
Harian Tribun Timur, Makassar
Senin, 8 November 2010
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/136186/Pelantikan_Bupati_

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM -- Sejumlah aktivis dan kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lainnya telah mengurungkan niatnya untuk melakukan aksi mendemo bupati terpilih Bulukumba Zainuddin Hasan-Syamsuddin (Zaidin) .

Namun begitu, tetap akan ada aksi demonstrasi dalam pelantikan yang akan digelar, Selasa, 9 November 2010. Tak hanya menggelar aksi, pendemo juga akan menyebar dan mengelilingi lokasi pelantikan.

Mereka yang akan melakukan aksi adalah Forum Warga Bulukumba, Forum Komunikasi Pemuda Pelajar, Forum Pemuda Mahasiswa Bulukumba, Front Perjuangan Rakyat (FPR) Bulukumba, dan beberapa aktivis lainnya.

Demikian disampaikan dua perwakilan aktivis, Asri dan Rajamuddin, di Warkop Panrita di Jl Sungai Pareman, Bulukumba, Senin sore, 8 November 2010.

"Beberapa lembaga akan bergabung dengan kami untuk meminta Zainuddin untuk segera merealisasikan janji-janjinya yang telah disampaikan saat kempanye dulu dan harus jelas programnnya," kata Asri.

Selain Bupati Zainuddin Hasan Gubernur Sulsel Sulsel Syahrul Yasin Limpo juga menjadi sasaran aksi saat melakukan pelantikan bupati di tempat itu. Rencana aksinya juga mengingatkan ke Syahrul pembangunan di bagian selatan Sulsel untuk diseimbangkan dengan pembangunan infrastruktur di bagian utara Sulsel.

"Aksi kami juga akan menyoroti gubernur kinerjanya yang sepertinya telah disepelekan di pembangunannya di empat kabupaten di wilayah Selatan," kata Rajamuddin kepada Tribun.

Menurut pihak Zainuddin Hasan bahwa aksi tersebut diapresiasinya dan dinilainya sebagai proses demokrasi dan tidak boleh dihalang-halangi.

"Aksi itu wajar-wajar saja dalam pesta demokrasi dan sah-sah saja sepanjang tidak berbuat anarkis dan menghalangi pelantikan itu harus diapresiasi dan langkah positif apalagi jika aksi mereka mengingatkan program bupati," kata Amang Hasan, putra Zainuddin yang mewakili Zainuddin Hasan saat dikonfirmasi kemarin.

Sementara pelantikan itu akan dihadiri oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Ketua DPRD Sulsel Muh Roem, beberapa anggota DPR RI seperti Tamzil Linrung dari PKS, Akbar Faizal dari Partai Hanura, dan beberapa pejabat penting lainnya dari Provinsi Gorontalo dan mitra kerja Zainuddin.

"Ada beberapa pejabat penting yang telah menyatakan kesiapannya datang besok pagi menyaksikan pelantikan Zaidin yang berlangsung sekitar pukul 09.00 wita," ujarnya.(*)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Menanti Realisasi Janji Bupati Bulukumba


Zainuddin Hasan dan isteri. Kini, masyarakat Bulukumba menanti realisasi janji Zainuddin Hasan selaku Bupati Bulukumba. Semoga janji-janji tersebut dapat dipenuhi, sehingga Bulukumba menjadi lebih maju dan lebih baik pada masa-masa mendatang. (Foto: M Nasir/Humas Pemprov Sulsel)

Syamsiah Paro, Gadis Desa Bulukumba Berprestasi Nasional


Penampilan dan pembawaannya terkesan biasa-biasa saja, tetapi prestasinya tergolong luar biasa. Berasal dari sebuah desa di Kabupaten Bulukumba, Syamsiah Paro berhasil mengangkat gengsi para pemuda sarjana Sulawesi Selatan setelah dirinya ditetapkan sebagai Juara Ketiga Nasional Sarjana Penggerak Pembangunan Di Pedesaan (SP-3) 2010.

Kosgoro Desak Kejari Bulukumba Tahan Pengurus Golkar

Kosgoro Desak Kejari Bulukumba Tahan Pengurus Golkar

Laporan: Samsul Bahri
Harian Tribun Timur, Makassar
Senin, 8 November 2010
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/136178/Kosgoro_Desak_

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - BM Kosgoro meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba menahan A Hamzah Pangky dalam kasus dugaan pemalsuan tandatangan Wakil Ketua Partai Golkar Bulukumba yang sampai saat ini masih berkeliaran.

"Kami BM Kosgoro Bulukumba mendesak kejari dan Gubernur Sulsel selaku Ketua DPD I Golkar segera menonaktifkan A Hamzah Pangky sebagai anggota Partai Golkar DPD II Bulukumba, karena telah memalsukan tandatangan pengurus dalam upaya meminta pengus DPD untuk memberhentikan A Muttamar Matotorang sebagai Ketua Golkar Bulukumba," kata Ketua BM Kosgoro Bulukumba, Baso Fadli Husain, Senin (8/11/2010).

BM Kasgoro juga meminta warga dan ormas sayap Partai Golkar Bulukumba dan internal DPD II Partai Golkar Bulukumba bersama-sama mengawal kasus dugaan pemalsuan tandatangan tersebut.

Sekretaris Golkar Bulukumba, A Hamzah Pangky, yang dikonfirmasi, mengatakan, masalah tersebut telah diselesaikan dengan pengurus Golkar yakni Patola beberapa waktu lalu.

"Sudah tidak ada masalah lagi karena Patola sebagai Wakil Ketua I saat itu telah mencabut laporannya di Polres Bulukumba," kata Hamzah Pangky saat berada di Tanjung Bira di acara Yellow Night 9 DPD Golkar Sulsel.

Hamzah Pangky yang juga Sekretaris Komisi A DPRD Bulukumba asal daerah pemilihan Gantarang-Kindang itu meminta Kosgoro mengkonfirmasi hal ini itu ke Mapolres Bulukumba.(*)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]