Jumat, 18 Maret 2011

Kemhum & HAM Sosialisasi UU HAM dan UU PKDRT di Bulukumba


Ditjen Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian Hukum dan HAM RI melakukan sosialisasi dua undang-undang yang dikemas dalam acara diseminasi, di Kabupaten Bulukumba, Jumat, 18 Maret 2011. Ke-2 undang-undang itu ialah UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM dan  UU No 23 tahun 2004 tentang PKDRT.

------------------------

Kemhum & HAM Sosialisasi UU HAM dan UU PKDRT di Bulukumba

BULUKUMBA, 18 Maret 2011.
Ditjen Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian Hukum dan HAM RI melakukan sosialisasi dua undang-undang yang dikemas dalam acara diseminasi, di Kabupaten Bulukumba, Jumat, 18 Maret 2011. Ke-2 undang-undang itu ialah Undang-Undang No 39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia, dan Undang-Undang No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).

Pejabat Kemhum dan HAM yang hadir yaitu Dirjen HAM Yusuf Hadi, Kasubid Pembudayaan kesadaran HAM Usman Surur, dan Kabid HAM Mulyadi Arfah. Diseminasi digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba dan dibuka oleh Wakil Bupati Bulukumba Syamsuddin.

Turut hadir Sekkab A Untung, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Humas Nurdin Radja, Kabag Hukum Ali Saleng, dan sekitar 30 peserta dari unsur pengurus PKK, tokoh masyarakat, ormas, akademisi, dan undangan lain.

Kasubid Pembudayaan Kesadaran HAM Usman Surur, saat tampil sebagai pembicara mengangkat tema Hak Asazi Perempuan Dalam Penyelesaian Masalah Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Dengan diberlakukanya UU PKDRT ini, katanya, ada paradigma baru dalam masyarakat, terlihat dari kemauan masyarakat menanggapi kasus KDRT dengan cara perceraian, cara kekeluargaan, bahkan melapor ke pihak berwajib hingga menempuh jalur pidana.

“Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga adalah jaminan yang diberikan oleh negara untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, menindak pelakunya dan melindungi korban kekerasan tersebut,” katanya.

Ditambahkannya korban KDRT disarankan meminta perlindungan dari aparat penegak hukum, ketua RT/RW, atasan suami, dan saran untuk berkonstltasi dengan lembaga-lembaga yang menagani maslah KDRT di daerahnya.

“Ada teori lingkaran kekerasan yakni tahap pertama munculnya ketegangan disebabkan percekcokan disertai kekerasan kecil, tahap kedua pemukulan akut seperti meninju, menendang, manampar, mendorong, mencekik bahkan menyeramg dengan senjata dan tahap ketiga adalah tahap bulan madu biasanya laki-laki menyesali tindakannya,” paparnya. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Legislator Dukung Bupati Bulukumba Bawa 99 Kades ke Jawa


Apa yang dilakukan Bupati Bulukumba, H Zainuddin Hasan, yang menerbangkan para kepala desanya ke Pulau Jawa dengan menggunakan uang pribadi, mendapat dukungan dan apresiasi anggota DPRD. Salah satunya dari Abd Rajab, anggota DPRD Bulukumba dari Partai Amanat Nasional (PAN)

---------------
 
Anggota Dewan Dukung Bupati Bawa Kades ke Jawa

Harian Beritakota Makassar
Jumat, 18-03-2011
http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=49713

BULUKUMBA, BKM -- Apa yang dilakukan Bupati Bulukumba, H Zainuddin Hasan, yang menerbangkan para kepala desanya ke Pulau Jawa dengan menggunakan uang pribadi, mendapat dukungan dan apresiasi anggota DPRD. Salah satunya Abd Rajab.

Anggota Komisi A DPRD Bulukumba ini mengatakan, apa yang dilakukan Bupati dengan memberangkatkan kades studi banding ke Jawa perlu didukung sepenuhnya. Alasanya, kata pentolan Partai Amanat Nasional (PAN) ini, selama ini belum pernah ada pejabat setingkat bupati yang berani memboyong kades ke Jawa dengan menggunakan uang pribadi.

“Saya sebagai anggota parlemen sangat salut dengan upaya yang dilakukan Zainuddin dalam rangka meningkatkan kualitas SDM kepala desa. Salah satunya dengan membawa mereka studi banding ke Jawa,’’ ujar anggota DPRD dari daerah pemilihan Herlang, Kajang, dan Bontotiro itu.

Diakui, Zainuddin yang baru seumur jagung menahkodai Bulukumba sudah melakukan banyak hal yang berbau positif. Yang terakhir adalah membawa seluruh kades yang jumlahnya 99 orang ke Jawa.

“Kalau dihitung-hitung, anggaran yang dihabiskan membawa kades ke Jawa jumlahnya tidak sedikit. Makanya, saya sebagai warga Bulukumba yang kebetulan dipercaya duduk di parlemen berharap, kebijakan Bupati seperti ini jangan lagi disalahtafsirkan,’’ imbuhnya.

Selama ini, menurut Rajab, ada segelintir orang yang selalu menilai negatif terhadap kebijakan pemerintah. Padahal dia melihat apa yang dilakukan Zainuddin banyak juga positifnya.

“Saya berbicara seperti ini karena melihat fakta. Untuk itu kepada Bupati agar tetap tegar menghadapi tantangan yang ada. Karena seorang pemimpin harus selalu tegar dan siap menerima kritikan,’’ harap Rajab.

Menyinggung soal kebijakan Zainuddin sejak menjabat Bupati Bulukumba, alumni Fakultas Hukum UMI Makassar tahun 1997 ini, menyebut bahwa begitu Zainuddin dilantik menjadi bupati, pada hari itu juga dia membuktikan janji politiknya menyerahkan gajinya selama lima tahun menjabat bupati.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Kamis, 17 Maret 2011

Bupati Bulukumba Motivasi Penyuluh dan Gapoktan


PENYERAHAN ASET. Penyerahan aset dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura kepada Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan, di Aula BPP Gantarang, Kamis, 17 Maret 2011, yang dirangkaikan dengan peringatan maulid Nabi Besar Muhammad SAW. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)

PT Lonsum Serahkan Lahan Dua Hektare di Bulukumba


SERAHKAN BANTUAN. Manager PT Lonsum, Balombessie Etate, Aris Setiadi menyerahkan dokumen tanah dua hektare kepada Kadispora Andi Akbar Amier, untuk pembangunan gedung SMKN 8 Bulukumba. Penyerahkan itu, disaksikan Bupati H Zainuddin Hasan bersama unsur Muspida, Rabu 16 Maret 2011, di ruang kerja Bupati Bulukumba. (Foto: Humas PT Lonsum)

-------------------

PT Lonsum Serahkan Lahan Dua Hektare
- Penuhi Tuntutan Masyarakat Bulukumba

Harian Fajar, Makassar
Kamis, 17 Maret 2011
http://www.fajar.co.id/read-20110316185331-pt-lonsum-serahkan-lahan-dua-hektare

BULUKUMBA -- Keinginan warga Desa Bontominasa, Kecamatan Bulukumpa, sejak 2009 untuk mendapatkan lahan gedung sekolah yang resmi akhirnya terwujud. Ini setelah PT London Sumatera (Lonsum) Balombessie Estate memberikan tanah seluas dua hektare untuk pembangunan gedung Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Bulukumba, Rabu, 16 Maret 2011.

Penyerahan dilakukan Manajer PT Lonsum Balombessie Estate, Aris Setiadi kepada Kadisdikpora Bulukumba, Andi Akbar Amier di ruang kerja Bupati Bulukumba, Rabu, 16 Maret 2011.

Sebelumnya, gedung sekolah ini hanya menggunakan lahan dengan status pinjam pakai sehingga sulit mendapatkan gelontoran dana dari pusat. Padahal, pemerintah pusat sudah menyetujui anggaran pembangunan dengan catatan lahan yang digunakan bersertifikat hak milik.

Manager PT Lonsum Balombessie Estate Aris Setiadi mengatakan, apa yang dilakukan ini adalah bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan di Bulukumba. Selama ini, kata dia, pihaknya memang berusaha menjembatani keinginan masyarakat untuk mendapatkan lahan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaannya. Terlebih PT Lonsum menyadari bahwa Pemkab Bulukumba sudah berkontribusi dengan menyiapkan lahan untuk perusahaan ini.

Soal lambatnya lahan ini diberikan, Aris mengatakan, hal tersebut tidak terlepas dari adanya tahapan yang harus dilalui perusahaan. Termasuk bernegosiasi dengan warga yang akan dibeli lahannya kemudian diserahkan untuk pembangunan sekolah tersebut. Apalagi sebelumnya, lahan yang diinginkan masyarakat sempat berpolemik karena lahan yang selama ini digunakan masih berstatus lahan Hak Guna Usaha (HGU).

"Syukurlah karena akhirnya ada kesepakatan untuk mencari lahan yang juga berada tidak jauh dari lokasi tersebut untuk dibeli perusahaan kami dan diserahkan kepada pemerintah untuk dibangunkan sekolah," kata dia.

Lokasinya, lanjut dia, sama dan sudah disetujui pemerintah pusat untuk diberikan dana guna membangun sekolah.

"Jadi kami sudah siapkan lahan, selanjutnya silahkan digunakan untuk membangun sekolah tersebut. Soal status tanah sudah tidak masalah karena kami beli dari lahan warga," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bulukumba Andi Akbar Amier mengatakan, dengan tersedianya lahan tersebut, maka pihaknya tinggal menyodorkan proposal ke pemerintah pusat untuk mendapatkan dana pembangunan sekolah. Ada dua kemungkinan, kata dia, anggaran yang diturunkan yakni bisa dana pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) atau dana pembangunan sekolah berkelanjutan atau anggaran rutin pembangunan sekolah seperti biasanya.

"Kami target tahun ini sudah mulai dibangun. Karena permohonan ini sebenarnya sudah diajukan dan pemerintah pusat sudah menyetujui pembangunan ini," katanya.

Hanya saja, lanjutnya, pusat minta status lahan harus bersertifikat. Cuma memang dana ini nantinya akan diberikan dalam tiga tahap dengan total anggaran Rp 1,6 miliar.

Kepala SMKN 8 Bulukumba, Syahrir sangat lega setelah mendengar kepastian lahan pembangunan sekolahnya. Dengan kepastian ini, 50 siswanya yang selama ini terkatung-katung akhirnya bisa mendapatkan gedung sekolah karena pemerintah pusat sudah menjanjikan dananya dan tinggal persoalan lahannya. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Pemkab Bulukumba Sosialisasikan Taspen

   

SOSIALISASI KETASPENAN. Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menyelenggarakan sosialisasi ketaspenan di kantor bupati, Rabu, 16 Maret 2011, atas kerjasama antara PT Taspen dengan Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Bulukumba.

-----------------

Pemkab Bulukumba Sosialisasikan Taspen

http://www.bipnewsroom.info/index.php?_language=Indonesia&_mainNo=11&_subNo=&_insideSubNo=&newsid=73332&_link=loadnews.php

Bulukumba, 17/3/2011(Kominfo-Newsroom). Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menyelenggarakan sosialisasi ketaspenan di kantor bupati, Rabu, 16 Maret 2011, atas kerjasama antara PT Taspen dengan Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Bulukumba.

Kegiatan sosialisasi yang dibuka oleh Asisten II Setda Bulukumba Nurdin Raja tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari para PNS calon penerima pensiun tahun 2011 dan juga para pengelola gaji di lingkup pemerintah se Kabupaten Bulukumba.

Nurdin Raja mengharapkan kepada para peserta untuk serius mengikuti kegiatan sosialisasi ini, karena banyak hal yang perlu diketahui oleh para peserta, khususnya para PNS yang memasuki usia pensiun.

Diharapkan pula para peserta dapat bertanya langsung kepada pihak PT Taspen selaku nra sumber yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan PT Taspen, Kardiman Slamet, terkait syarat-syarat serta mekanisme yang harus dipersiapkan oleh para peserta Taspen.

Sementara kepada PT Taspen, Nurdin Raja mengharapkan dapat memberika pelayanan yang baik kepada para peserta Taspen, sehingga mereka tidak merasa dipersulit dalam mengurus hak-haknya di PT Taspen. (Risal/MCBulukumba/toeb)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Kepemimpinan Bupati Bulukumba Tidak Populer


TIDAK POPULER. Wakil Ketua DPD KNPI Bulukumba Rustam Uchank menilai, kepemimpinan Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan tidak populer di mata masyarakat dan terkesan arogan,  termasuk di dalamnya melakukan perlawanan terhadap media.  

-------------------

Kepemimpinan Bupati Bulukumba Tidak Populer

ANTARA News
Kamis, 17 Maret 2011
http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/25736/kepemimpinan-bupati-bulukumba-tidak-populer

Bulukumba, Sulsel (ANTARA News) - Wakil Ketua DPD KNPI Bulukumba Rustam Uchank menilai, kepemimpinan Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan tidak populer di mata masyarakat dan terkesan arogan terhadap tiap kebijakan yang dikeluarkan.

"Bupati harus melihat apa keinginan dan aspirasi pemuda hari ini, jangan hanya disaat kampanye mengemborkan janji-janji politik untuk merangkul suara," katanya di Bulukumba, Rabu, 16 Maret 2011.

Menurut dia, Bupati seharusnya membuka ruang kepada seluruh elemen, baik itu masyarakat, pemuda, maupun LSM, serta merangkul kalangan insan pers. Hal itu dimaksudkan agar sistem dan tata kelola pemerintahan berjalan dinamis sehingga tidak terjadi tumpang tindih dan jauh dari kepentingan kelompok tertentu.

"Kepemimpinan Bupati saat ini tidak populer dan terkesan arogan, termasuk di dalamnya melakukan perlawanan terhadap media. Jika persoalan ini terus berlanjut, maka pemerintahan akan stagnan dan tidak menghasilkan apa-apa, sehingga jauh dari harapan masyarakat Bulukumba," terangnya.

Ia menambahkan, selama menjabat kurang lebih empat bulan masa pemerintahannya, gelombang antipati terus berdatangan dan jika itu berkelanjutan akan tumbuh opini di masyarakat yang dapat merusak citra pemerintahan yang berimbas pada gelombang unjuk rasa menentang kebijakan tersebut .

"Jangan bisnis yang didahulukan. Utamakan dulu kepentingan rakyat. Stabilitas keamanan dan hubungan dengan media harus dibangun, sebab media merupakan sumber dari segala informasi yang berkembang saat ini," ucapnya.

Perang dengan Media

Pendapat sama juga dilontarkan Ketua Society Corupption Watch (SCW), Umar, bahwa kepemimpinan Bupati jauh dari harapan masyarakat, termasuk beberapa kebijakan yang dikeluarkan tidak berdasarkan mekanisme dan lebih mementingkan kelompok-kelompok tertentu sebagai balas jasa saat kampanye beberapa waktu lalu.

"Kebijakan yang dikeluarkan harus merujuk pada mekanisme atau aturan yang sudah ada. Bila ini terus dilakukan pembiaran dan terkesan menabuh genderang dan mengangkat bendera perang terhadap media, Bulukumba akan sulit berkembang," paparnya. (T.KR-HK/F003)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Izza, Dai Cilik Bulukumba Terancam Putus Sekolah

DAI CILIK. Izzatul Musyarrifah (Izza), dai cilik yang pernah mengharumkan nama daerah Bulukumba di kancah nasional, kini terancam putus sekolah karena terkendala biaya pendidikan di sekolahnya. Illustrasi foto direkam dari http://demofat-news.blogspot.com/2009_11_01_archive.html 



Izza, Dai Cilik Bulukumba Terancam Putus Sekolah

Radio Cempaka Asri, Bulukumba
Kamis, 17 Maret 2011
http://www.rca-fm.com/2011/03/izza-dai-cilik-bulukumba-bakal-putus.html

Bulukumba, RCAnews - Izza, dai cilik yang pernah mengharumkan nama daerah Bulukumba di kancah nasional, kini terancam putus sekolah karena terkendala biaya pendidikan di sekolahnya. Sangat disayangkan, Izzatul Musyarrifah (11), warga Dusun Makkanino, Desa Bontomacinna, Kecamatan Gantarang, terpaksa harus putus sekolah setelah menginjak kelas dua SMP di Pesantren Darul Istiqamah, Ponci Bulukumba.

Dai cilik ini pernah tampil di stasiun Lativi pada Mei-Juni 2006. Izza menjelaskan bahwa saat ini selepas dikontrak oleh Lativi kembali ke kampungnya dan melanjutkan kembali pendidikannya. Izza juga pernah mengisi program ceramah Islam, Pelita (Pesona Lewat Iman dan Taqwa) di RCA 102,5 FM.

"Ini sangat berat bagi kami, tapi inilah kenyataannya. Tahun ini, Izza bakal putus sekolah karena kami tidak mampu membiayainya," kata Ikhwan Bahar, kakak kandung Izza sekaligus gurunya di pesantren Darul Istiqamah.

Saat ini Izza hanya dibiayai oleh orang tuanya yang bekerja sebagai penceramah di kampungya di Desa Bontomacinna. (rca/ry)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Bulan Bhakti KB-IBI Bulukumba Dicanangkan


Sekda Bulukumba Andi Untung AP melakukan pencanangan Bulan Bhakti Keluarga Berencana Ikatan Bidan Indonesia (KB-IBI) tahun 2011 yang jatuh pada bulan Maret tahun ini, di Aula Kantor Kecamatan Bulukumpa, Rabu, 16 Maret 2011.

-------------


Bulan Bhakti KB-IBI Bulukumba Dicanangkan

Radio Cempaka Asri, Bulukumba
Rabu, 16 Maret 2011
http://www.rca-fm.com/2011/03/bulan-bhakti-kb-ibi-bulukumba.html

Bulukumba, RCAnews - Sekda Bulukumba Andi Untung AP melakukan pencanangan Bulan Bhakti Keluarga Berencana Ikatan Bidan Indonesia (KB-IBI) tahun 2011 yang jatuh pada bulan Maret tahun ini, di Aula Kantor Kecamatan Bulukumpa, Rabu, 16 Maret 2011.

Turut hadir dalam pencanangan ini, Kepala BPPKB Kabupaten Bulukumba A. Hartatiah, Camat Bulukumpa Subhan Amir, Camat Gantarang A Ade Ariadi, Camat Ujung Bulu Asrar Amir, Perwakilan Ketua PD-IBI Provinsi Sulawesi selatan, Ketua PD-IBI Kabupaten Bulukumba Aminah Syam, serta Rombongan BKKBN dan PD-IBI Provinsi Sulawesi Selatan.

Sekretaris Daerah Andi Untung dalam sambutannya menghimbau kepada seluruh keluarga di Bulukumba untuk tetap menjaga keharmonisan dan memelihara kasih sayang antar sesama anggota keluarga, karena bermula dari Ibu yang sehat maka anak akan menjadi sehat, keluarga yang sehat dan harmonis akan tercipta keluarga emas indonesia.

"Dalam keluarga sehat, terdapat ibu sehat dan akan tercipta anak yang sehat" ujar Andi Untung.

Setelah mencanangkan Bulan Bhakti KB-IBI tahun 2011, Sekretaris Daerah Andi Untung kemudian meninjau ke Puskesmas Bulukumpa dan secara langsung melihat proses pelayanan kesehatan di Puskesmas itu. (rca/ry) 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Bayi Tanpa Anus Meninggal di RSUD Bulukumba


Illustrasi foto bayi diambil dari internet. Di Bulukumba, seorang bayi perempuan tanpa anus yang lahir di RSUD Bulukumba, pada Ahad, 6 Maret 2011, akhirnya meninggal dunia Rabu, 16 Maret 2011. Bayi tersebut sempat ditahan oleh pihak rumah sakit dan tidak diperbolehkan dibawa pulang, karena orangtuanya tidak mampu melunasi biaya yang dibebankan pihak rumah sakit.

-----------------------
 
Bayi Tanpa Anus Meninggal di RSUD Bulukumba

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri
Tribunnews.com - Rabu, 16 Maret 2011
http://www.tribunnews.com/2011/03/16/bayi-tanpa-anus-meninggal-di-rsud-bulukumba

TRIBUNNEWS.COM, BULUKUMBA - Seorang bayi perempuan yang lahir tanpa anus di RSUD Andi Sultan Dg Raja Bulukumba, pada Ahad, 6 Maret 2011, meninggal dunia di rumah sakit yang sama, Rabu, 16 Maret 2011.

Ayah bayi tersebut, Michael, melaporkan ke kantor Mapolres Bulukumba karena pihaknya menilai dokter malapraktek di tempat tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak rumah sakit menahan bayi tersebut dan tidak diperbolehkan dibawa pulang, karena orangtuanya tidak mampu melunasi biaya yang dibebankan pihak rumah sakit.

Bayi tersebut sempat dirawat di ruang Fermatology secara intensif dengan dipasangi selang pada alat kelaminnya untuk membantu pembuangan kotoran. Bayi itu adalah anak dari pasangan Michael Gampung (52) dan Afrida Morus (41) asal Flores, yang berdomisili di BTN Puri Asri, Desa Polewali, Bulukumba. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Rabu, 16 Maret 2011

Golkar Sulsel Lecehkan DPRD Bulukumba


Sikap Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang sampai saat ini belum juga mengambil keputusan resmi terkait kekosongan jabatan Ketua DPRD Bulukumba, dianggap melecehkan institusi DPRD Bulukumba. Golkar terkesan sengaja mengulur-ngulur waktu untuk memilih satu dari dua nama yang diusulkan sebagai pengganti Andi Muttamar Mattotoran.

------------------------- 

Partai Golkar Sulsel Dianggap Lecehkan DPRD Bulukumba

Harian Fajar, Makassar
Rabu, 16 Maret 2011
http://www.fajar.co.id/read-20110315193830-dpd-i-dianggap-lecehkan-dprd

BULUKUMBA -- Sikap Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang sampai saat ini belum juga mengambil keputusan resmi terkait kekosongan jabatan Ketua DPRD Bulukumba, dianggap melecehkan institusi DPRD Bulukumba.

Ini dikarenakan DPD I yang terkesan sengaja mengulur-ngulur waktu untuk memilih satu dari dua nama yang diusulkan sebagai pengganti Andi Muttamar Mattotorang ini. Bahkan sepertinya, polemik ini justru menjadi mainan politik meskipun sudah jelas merugikan karena tanpa kehadiran pucuk pimpinan secara otomatis organisasi DPRD pincang.

Koordinator Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Bulukumba Makmur Masda mengatakan, apa yang ditunjukkan Partai Golkar tersebut adalah bentuk penghinaan terhadap institusi. Anehnya, kata dia, anggota DPRD yang menjabat saat ini juga seakan tidak mau tahu termasuk Badan Kehormatan yang sama sekali tidak bertindak sedikit pun. Akibatnya, jabatan Ketua DPRD Bulukumba lowong sejak 2009.

"Nah, apakah ini akan dibiarkan terus, kan tidak mungkin. Saya bingung juga dengan sikap DPD I yang sepertinya sengaja mengulur-ngulur," katanya.

Padahal, kata dia, proses partai lainnya sangat cepat dilakukan. Tapi giliran Bulukumba dibuat berpolemik seperti ini.

"Ada apa ini, jangan karena kepentingan politik lalu mengorbankan kepentingan masyarakat," kata Makmur, Selasa, 15 Maret 2011.

Makmur mengatakan, sikap Partai Golkar sepertinya melihat warga Bulukumba bisa dibodoh-bodohi. Meskipun, kata dia, anggota DPRD bersikap acuh, namun dengan tidak jelasnya pendirian Golkar secara tidak langsung merusak tatanan pemerintahan di daerah ini.

Ketua DPD II Partai Golkar Zainuddin Hasan berulang kali menyatakan bahwa persoalan pengisian jabatan ketua tidak lagi menjadi wewenangnya. Dia memilih menunggu keputusan Ketua DPD I. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Pemkab Bulukumba Lelang 38 Mobil Dinas


Sedikitnya 38 buah mobil dinas (bukan 26 seperti yang disampaikan sebelumnya), termasuk 12 buah mobdin di antaranya yang masih dalam penguasaan mantan pejabat, akan dilelang secara terbuka di Lapangan Pemuda Bulukumba, Senin, 25 April 2011. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)

--------------------------- 


Pemkab Bulukumba Lelang 38 Mobil Dinas

Bulukumba, 16 Maret 2011.
Sedikitnya 38 buah mobil dinas (bukan 26 seperti yang disampaikan sebelumnya), termasuk 12 buah mobdin di antaranya yang masih dalam penguasaan mantan pejabat, akan dilelang secara terbuka di Lapangan Pemuda Bulukumba, Senin, 25 Maret 2011.

Mobil dinas yang akan dilelang tersebut saat ini dianggap sudah bersyarat untuk dilepas. Rencananya, proses pelelangan akan dilakukan dengan melibatkan Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara (BUPLN).

''Kita sudah menerima surat dari BUPLN yang menetapkan jadwal pelaksanaan lelang. Proses lelang akan dilakukan secara terbuka,'' jelas Kepala Bagian Humas dan Protokol Daud Kahal, kepada wartawan di Bulukumba, Selasa, 15 Maret 2011.

Wakil Bupati Bulukumba Syamsuddin sudah memerintahkan leading sektor terkait untuk melakukan proses atau tahapan persiapan pelaksanaan lelang dimaksud. Perintah tersebut diberikan saat memimpin rapat penertiban mobil dinas di ruang kerja wakil bupati, Selasa, 15 Maret 2011, yang dihadiri Kasdim 1411 Mayor Inf Muhlis, AKP Muh. Jufri mewakili Kapolres, Kabag Hukum Ali Saleng, Kepala Bidang Asset Amri Nompo, A. Alwi dari Inspektorat, Kabag Umum Alfian, dan Kabag Humas dan Protokol Daud Kahal.

Untuk langkah awal, semua mobil dinas akan ditarik terlebih dahulu. Setelah mereka disurati beberapa waktu lalu, diharapkan kepada yang menguasai mobil dinas dan masuk dalam daftar yang akan dilelang untuk mengembalikan ke pemkab. Kita tetap membuka kesempatan kepada pemegang randis untuk mendapatkan melalui proses pelelangan. Kata Daud Kahal.

Terkait adanya klaim dari beberapa pihak yang menyatakan sudah mengeluarkan biaya perbaikan, Daud menjelaskan persoalan itu untuk sementara diabaikan dulu.

''Pemkab akan lebih mengutamakan proses dengan menggunakan instrumen hukum yang ada, karena tidak ada aturan yang memungkinkan penggantian biaya pemeliharaan oleh pemegang mobdin. Itu tidak diatur dalam pengelolaan keuangan daerah, tapi kita akan berupaya mencari solusinya,'' tambahnya.

Wabup juga memerintahkan semua mobdin yang dikuasai oknum yang tidak berhak untuk ditertibkan, sejauh ini masih ada staf dan eselon empat yang menguasai mobdin jabatan (bukan operasional), semuanya harus diatur penggunaannya. Yang dibolehkan menggunakan mobdin jabatan minimal pejabat eselon tiga. Itu sudah diatur dalam Peraturan Mendagri Nomor 11 Tahun 2006 sebagai perubahan Permendagri Nomor 7 tahun 2007 tentang Standarisasi Sarana dan Prasara Kerja Pemerintah Daerah.

Untuk langkah penarikan mobdin, Pemkab akan bekerjasama dengan Polres Bulukumba dan Kodim 1411 Bulukumba, yang akan mem-back up Satuan Polisi Pamong Praja.

''Mulai sekarang semua tahapannya sudah harus berjalan, sehingga prosesnya bisa tuntas pada waktunya. Ini juga yang kita harapkan menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah,'' ujar Daud.   


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Warga Dua Desa Protes Proyek Irigasi di Bulukumba


PROYEK IRIGASI. Warga dari dua desa di Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, melakukan demonstrasi untuk menghentikan proyek pekerjaan rehabilitasi irigasi di Desa Bontonyeleng, Selasa, 15 Maret 2011. Penyebabnya, karena saluran irigasi sempit dan kualitas bangunan rendah, sehingga sawah di dua desa tersebut tidak terairi secara maksimal. (Foto: http://gatotirianto.blogspot.com/2008/06/dokumentasi-kegiatan-rehabilitasi-jitut.html)

-------------------

Warga Dua Desa Protes Proyek Irigasi di Bulukumba

ANTARA News.com
Rabu, 16 Maret 2011
http://makassar.antaranews.com/berita/25687/dua-desa-demo-proyek-irigasi-di-bulukumba

Bulukumba, Sulsel (ANTARA News) - Warga dari dua desa di Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, melakukan demonstrasi untuk menghentikan proyek pekerjaan rehabilitasi irigasi di Desa Bontonyeleng, Selasa, 15 Maret 2011. Penyebabnya, karena saluran irigasi sempit dan kualitas bangunan rendah, sehingga sawah di dua desa tersebut tidak terairi maksimal.

Ratusan warga tersebut berasal dari Desa Bontonyeleng dan Desa Palambarae. Mereka melakukan aksi di Kantor Desa setempat dengan melakukan penghentian pekerjaan proyek tersebut.

"Kami protes sawah kami kekurangan air gara-gara pembangunan itu terlalu sempit. PSDA harus bertanggung jawab dan menjelasakan hal itu kepada masyarakat," terang Wakil Ketua GPT3A, Syahruddin Bacuni, kepada sejumlah anggota dewan yang hadir di tempat itu.

Sejumlah kepala dusun yang hadir bersama ratusan warga lainnya di dua desa itu telah menghentikan proses pekerjaan saluran irigasi yang mengairi areal sawah 1.096 hektare.

Dihentikan pekerjaan tersebut beralasan karena tidak mampunya saluran irigasi yang direhab itu mengairi sawah warga tani di daerah itu.

Syahruddin mengungkapkan, rehabilitasi saluran irigasi tersebut dengan tinggi 1,2 meter, lebar 1,8 meter dan volume air 60 centimeter, sementara keinginan warga tani 2,4 meter dengan lebar 4,7 meter, dan kemiringan 1,7 meter. Sedangkan panjang pengerjaan irigasi tersebut 3.327 meter.

Anggota dewan yang menerima aspirasi di tempat itu, Baso Mauragawali sempat meredam emosi warga dan berjanji akan memfasilitasi warga yang protes agar mereka tidak melakukan tindakan anarkis pada pihak pekerja.

"Kalau tidak ada halangan dalam waktu dekat kami akan fasilitasi persoalan ini dengan memanggil pihak PSDA untuk menjelaskan. Dan mengidentifikasi siapa pelaksananya karena papan pekerjaan tidak ditempel atau dipublikasikan," ujarnya.

Andi Baso mengungkapkan, program rehab irigasi Bontonyeleng itu didanai APBD-P Provinsi Sulsel sebesar Rp 2,7 miliar dengan panjang 3.327 meter.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Bulukumba, Harun saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan pihak warga tidak memahami program bantuan bank dunia pada rehabilitasi irigasi itu karena dikerjakan oleh Provinsi, diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Provinsi (APBD-P) dan telah sesuai petunjuk. Kurang sosialisasinya ke warga sehingga tidak memahami bestek.

"Kalau itu keinginan warga yang dipersoalakan, kami akan evaluasi, tapi prosesnya membutuhkan waktu lama. Saya minta warga jangan melakukan tindakan anarkis dengan menyendera mobil pekerja, semua ada solusinya agar berjalan dengan baik," ucapnya. (T.KR-HK/F003)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Dermaga Leppe'e Bulukumba Dianggarkan Rp 3 Miliar


Pengembangan Dermaga Leppe'e di Kabupaten Bulukumba sudah dimulai tahun ini. Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekira Rp 3 miliar dalam APBN 2011 untuk tahap awal pengembangan. (Foto : http://worldtravel.bloguez.com/worldtravel/960435/Bulukumba)

---------------------

Dermaga Leppe'e Bulukumba Dianggarkan Rp 3 Miliar

Harian Fajar, Makassar
Rabu, 16 Maret 2011
http://www.fajar.co.id/read-20110316005028-dermaga-leppee-dianggarkan-rp3-miliar

JAKARTA -- Pengembangan Dermaga Leppe'e di Kabupaten Bulukumba sudah dimulai tahun ini. Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekira Rp 3 miliar dalam APBN 2011 untuk tahap awal pengembangan.

Rencananya, anggaran Rp3 miliar tersebut digunakan untuk penambahan causeway atau jalan pendekat. Selama ini sering terjadi ada kapal yang kesulitan merapat ke dermaga akibat pendangkalan. Nah, causeway itu salah satu solusinya.

Anggota Komisi V DPR RI, Taufan Tiro, Selasa, 15 Maret, mengatakan pembangunan Dermaga Leppe'e baru akan dilakukan pada 2012. Tahun ini baru sebatas penambahan causeway karena keterbatasan anggaran.

Sebenarnya, kata Taufan, pemerintah sempat melakukan survei pada beberapa lokasi di Kabupaten Bulukumba untuk pembangunan pelabuhan baru. Termasuk menjajaki kemungkinan pembangunan pelabuhan di Kajang.

"Namun, ternyata tidak ada yang cocok. Makanya, hanya pelabuhan lama yang akan dikembangkan," tambahnya.

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Sunaryo yang dikonfirmasi soal pengembangan pelabuhan Leppe'e mengatakan pengembangan pelabuhan di daerah memang menjadi fokus dalam beberapa tahun ke depan. Namun, dia mengaku tidak mengingat secara detail pelabuhan mana saja yang akan dikembangkan tahun ini.

Yang pasti, lanjutnya, tahun ini ada lebih 200 pelabuhan di berbagai daerah yang dibangun. Baik pembangunan lanjutan, rehabilitasi karena bencana, hingga pembangunan baru.

Sunaryo menambahkan pemerintah pusat berharap agar pembangunan pelabuhan tersebut tidak mubazir. Makanya, segala persyaratan harus dipenuhi, termasuk pembebasan lahan dan analisis mengenai dampak lingkungannya.

"Pemerintah daerah berkepentingan terhadap pelabuhan ini. Tetapi, pemerintah pusat juga berkepentingan. Makanya, ini harus ditata dengan baik agar tidak melanggar aturan," kata Sunaryo di sela-sela rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, kemarin. (sap)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

DPRD Bulukumba Bahas Biaya Melahirkan


Komisi D Dewan Perwakian Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, menggelar rapat dengar pendapat dengan pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba, serta manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bulukumba Andi Sultan Daeng Radja, di ruang rapat Komisi D, Selasa, 15 Maret 2011. (Foto: Asnawin)

----------------------

DPRD Bulukumba Bahas Biaya Melahirkan

Rabu, 16-03-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=63303&jenis=Fokus

BULUKUMBA, UPEKS--Komisi D Dewan Perwakian Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, menggelar rapat dengar pendapat dengan pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba, serta manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bulukumba Andi Sultan Daeng Radja, di ruang rapat Komisi D, Selasa, 15 Maret 2011.

Rapat dengar pendapat tersebut, digelar Komisi D DPRD Bulukumba untuk mendegarkan program kerja pelayanan kesehatan yang dilakukan dua instansi Pemkab Bulukumba.

Dalam rapat dengar pendapat yang dipimpin Ketua Komisi D DPRD Bulukumba, H Rudy (PBR), biaya melahirkan menjadi salah satu pokok persoalan Komisi D DPRD Bulukumba.

Anggota Komisi D DPRD Bulukumba yang hadir adalah Banri Alang, Andi Bakti, Udin Hamzah, serta H Ahmad. Dari jajaran Pemkab Bulukumba yang hadir, Kadis Kesehatan dr Dian Welliyati Kabier, Dirut RSU Bulukumba, dr Diahmarni Gandhis serta sejumlah pejabat lainnya.

Anggota Komisi D DPRD Bulukumba, Andi Bakti, menyoroti biaya melahirkan yang bervariasi. Andi Bakti, politisi dari Partai PPRN daerah pemilihan Gantarang-Kindang, menyebut biaya melahirkan di Kecamatan Kindang antara Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta.

Selain itu, petugas kesehatan juga meminta jaminan siapa yang bertanggung jawab bagi ibu yang mau melahirkan.

"Bidan juga saling bersaing," kata Andi Bakti, dalam rapat dengar pendapat tersebut.

Dinas Kesehatan Bulukumba mengaku biaya persalinan yang melebihi batas normal memang terjadi di Desa Balibo, Kecamatan Kindang. Pasien (ibu yang melahirkan) memang dikenai biaya Rp 2 juta, dari persalinan normal Rp 900 ribu. Tetapi, bidan memintai Rp 2 juta karena ada tindakan pribadi.

Kepala Dinkes Bulukumba, dr Dian Welliayati Kabier, mengatakan apa yang disampaikan anggota DPRD akan ditindak-lanjuti. Pelayanan kesehatan akan terus ditingkatkan.

"Hari ini saya (kemarin) dapat masukan. Saya akan sosialisasikan kepada masyarakat," kata dr Dian Welliyati Kabier. ()

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Warga Bulukumba Nyaris Tertipu Undian Palsu


Seorang warga Bulukumba, Syamsul Bahri, nyaris tertipu orang yang mengaku Bendahara PT Telkom Makassar, bernama Sri Wahyuni, Selasa pagi, 15 Maret 2011, sekitar 09.45 wita. Orang yang mengaku pegawai di PT Telkom di Makassar ini memakai nomor 08136039973.

--------------------

Warga Bulukumba Nyaris Tertipu Undian Palsu

Laporan Wartawan Tribun Timur, Samsul Bahri
Tribunnews.com - Selasa, 15 Maret 2011
http://www.tribunnews.com/2011/03/15/warga-bulukumba-nyaris-tertipu-undian-palsu

TRIBUNNEWS.COM, BULUKUMBA - Seorang warga Bulukumba, Syamsul Bahri, nyaris tertipu orang yang mengaku Bendahara PT Telkom Makassar, bernama Sri Wahyuni, Selasa pagi, 15 Maret 2011, sekitar 09.45 wita. Orang yang mengaku pegawai di PT Telkom di Makassar ini memakai nomor 08136039973.

Disebutkan ia akan mendapatkan segera uang jutaan rupiah setelah menyetor nomor rekening beserta satu buah televisi 29 inci. Namun setelah dikonfirmasi ke pihak PT Telkom, ternyata tidak benar adanya layanan undian berhadiah. Pasalnya undian baru akan digelar pada April mendatang.

Sinar, bagian Call Center 147 PT Telkom Area Makassar, mengatakan, itu hanya penipuan, karena pihak PT Telkom sendiri membuka layanan melalui kantor perwakilan di tiap kabupaten dan kota.

"PT Telkom tidak pernah memberikan hadiah tanpa melalui pengundian secara resmi. Telkom juga dalam bulan ini akan membuka pendaftran untuk undian Telkom Rezeki tumpah dan pengundiannya pada akhir april 2011. Jika ada nomor khusus yang diberikan oleh oknum itu jelas penipuan," kata Sinar saat dihubungi oleh Tribun, Selasa, 15 Maret 2011.

Sebelum pengundian pihak pelanggan Telkom terlebih dulu mendaftarkan nomor teleponnya ke kantor Telkom yang terdekat lalu mengikuti pengundian. (*) 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Warga Bontonyeleng Bulukumba Protes ke PSDA Soal Air Irigasi


Ratusan warga di Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, melakukan aksi protes kepada pihak Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), karena saluran irigasi yang sedang dikerjakan tidak dapat memuat volume air, sehingga air yang mengalir ke areal persawahan warga sangat kecil. (Illustrasi foto direkam daro http://gatotirianto.blogspot.com/2008/06/dokumentasi-kegiatan-rehabilitasi-jitut.html) 

Selasa, 15 Maret 2011

Bupati Bulukumba Biayai 99 Kades ke Jawa


DPRD Bulukumba menyoroti keberangkatan sebanyak 99 orang Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin, 14 Maret 2011, untuk melakukan studi banding ke Jawa dengan menggunakan dana pribadi Bupati Zainudin Hasan.

-----------------


Bupati Bulukumba Biayai 99 Kades ke Jawa

ANTARA News.com
Selasa, 15 Maret 2011
http://makassar.antaranews.com/berita/25655/bupati-biayai-99-kades-bulukumba-ke-jawa

Bulukumba, Sulsel (ANTARA News) - DPRD Bulukumba menyoroti keberangkatan sebanyak 99 orang Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin, 14 Maret 2011, untuk melakukan studi banding ke Jawa dengan menggunakan dana pribadi Bupati Zainudin Hasan.

"Dari mana ambil anggaran untuk memberangkatkan mereka. Kalau memakai anggaran pribadi itu tidak masuk akal, pasti ada sesuatu yang terselip kepentingan di dalamnya," ungkap anggota Komisi B DPRD Bulukumba, Andi Baso Mauragawali, di Bulukumba.

Menurut dia, keberangkatan 99 kades itu terindikasi adanya gratifikasi. Selain itu, nantinya ada "main" dana ADD dan PMB yang berujung pada pemotongan hingga 30 persen di tiap desa untuk menutupi anggaran pribadi yang sudah digelontorkannya.

"Istri, saya larang ikut, bisa saja itu merupakan gratifikasi ataukah jebakan yang akhirnya berujung pada tindakan korupsi," ujar Andi Baso yang istrinya menjabat sebagai kades salah satu desa di Bulukumba.

Diduga kucuran dana mencapai Rp 4 juta per orang, jika diakumulasi 99 kades yang berangkat mencapai Rp 396 juta serta ditambah lagi biaya transportasi semuanya ditanggung bupati.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Badan Pemberdayan Masyarat Desa (PMB) Bulukumba, Muh Sabir membenarkan kegiatan tersebut.

Secara keseluruhan dibiaya oleh Bupati Zainuddin Hasan menggunakan dana pribadi.

"Semua menggunakan dana pribadi Bupati," tegasnya.

Namun, ia menyebutkan tidak mengetahui secara rinci berapa besaran dana yang diberikan per orang.

"Saya tidak tahu itu, berapa dana yang diberikan per orang," kilahnya.

Salah satu Kades Sangkala, Kecamatan Kajang, Nuhung, juga membenarkan akan dibawa "jalan-jalan" dengan agenda studi banding di Jawa dengan rute Bogor, Tangerang, dan Bandung.

"Saya hanya diberi tahu akan berangkat hari ini (14/3) gelombang pertama," akunya.

Anggaran pemberangkatan 99 orang kades ke Jawa dengan rute Bogor, Tangerang hingga Kota Bandung mengunakan dana pribadi dilakukan tiga gelombang, masing-masing 33 orang per gelombang. (T.KR-HK/F003)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Anggota DPRD Bulukumba Jadi Tersangka di Surabaya




Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menetapkan dua tersangka terkait pidana Illegal loging sembilan kontainer yang sekarang ini dijadikan barang bukti di depo Meratus. Dua tersangka tersebut, yaitu Wahyudi karyawan dan Amir Ma'ruf Direktur UD Ratulangi yang juga sebagai anggota DPRD Kabupaten Bulukumba.

------------------------

Anggota DPRD Bulukumba Jadi Tersangka di Surabaya

Tuesday, 15 March 2011
http://lidiknews.com/hukum-kriminal/1553-anggota-dprd-bulukumba-ditetapkan-tersangka-tak-ditahan.html

Surabaya // LIDIKnews - Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ternyata sudah menetapkan dua tersangka terkait pidana Illegal loging sembilan kontainer yang sekarang ini dijadikan barang bukti di depo Meratus.

Dua tersangka tersebut, yaitu Wahyudi karyawan dan Amir Ma'ruf Direktur UD Ratulangi yang juga sebagai anggota DPRD Kabupaten Bulukumba. Informasi yang diterima, Amir Ma'ruf ditetapkan sebagai tersangka karena sudah ada ijin dari Gubernur Sulawesi Selatan.

Di tempat terpisah, Gede SH, kuasa hukum PT Rimba Sempana Indonesia (PT RSI) mengatakan, kalau memang Amir Ma'ruf alias Hatta sudah ditetapkan tersangka tapi kenapa dirinya tidak ditahan oleh penyidik Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

"Kalo emang sudah jadi tersangka kenapa tidak ditahan ama penyidik. Samsu dan Gunawan sudah ditahan tapi Hatta ama Wahyudi sampai sekarang masih enak menghirup udara bebas," keluh advokat yang berkantor di jalan Ngaglik Surabaya.

AKBP Yuda Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak saat dikonfirmasi terkait penetapan tersangka Amir Ma'ruf masih belum membalas konfirmasi LIDIKnews.com.

Perlu diketahui, Biro Pengawas Penyidikan (Wasdik) Mabes Polri beberapa waktu yang lalu melakukan gelar perkara di Polres Pelabuhan Tanjung Perak terkait perkara pidana illegal loging dengan tersangka Gunawan Suhartono. Gunawan sendiri setelah ditahan oleh penyidik mengalami sakit yang akhirnya sekarang dirawat di rumah sakit HCOS surabaya. (andi)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Jatuh Cinta di Pandangan Pertama pada Pantai Bira Bulukumba


PANTAI BIRA. Kenangan itu rasanya masih lengket di benak saya. Ketika itu, pada 1993, saya bersama kawan-kawan satu angkatan di Jurusan Teknik Mesin Unhas Makassar berwisata ke pantai eksotis yang terletak di ujung selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.

----------------------

Jatuh Cinta di Pandangan Pertama pada Pantai Bira Bulukumba

Oleh Amril Taufik Gobel
http://unikboss.blogspot.com/2010/10/pantai-di-bulukumba.html

Kenangan itu rasanya masih lengket di benak saya. Ketika itu, pada 1993, saya bersama kawan-kawan satu angkatan di Jurusan Teknik Mesin Unhas Makassar berwisata ke pantai eksotis yang terletak di ujung selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.

Rombongan kami berangkat dengan menyewa bis dari Makassar. Pantai Bira terletak sekitar 40 km dari Kota Bulukumba, atau 200 km dari Kota Makassar. Perjalanan dari Kota Makassar ke Kota Bulukumba dapat ditempuh menggunakan angkutan umum berupa mobil Kijang, Panther, atau Innova dengan tarif sebesar Rp 35 ribu.

Selanjutnya, dari Kota Bulukumba ke Tanjung Bira dapat ditempuh menggunakan mobil pete-pete (mikrolet) dengan tarif berkisar antara Rp 8.000- Rp 10 ribu. Total waktu perjalanan dari Kota Makassar ke Tanjung Bira sekitar 3,5-4 jam. Tarif masuk ke lokasi Pantai Bira sebesar Rp 5000/orang.



Jadwal penerbangan ke Makassar dari kota-kota besar di Indonesia cukup sering, sehingga bukanlah hal sulit bila Anda berminat berkunjung ke surga tropis di Bulukumba ini.

Begitu tiba di sana, saya langsung merasakan kehangatan pantai. Aroma laut yang dihembuskan angin sepoi-sepoi serta pasir pantai yang putih, bersih dan lembut laksana tepung langsung membuat saya jatuh cinta di pandangan pertama pada pantai destinasi wisata turis mancanegara maupun lokal untuk berlibur ini.

Saat petang menjelang, bersama kawan-kawan, saya bermain bola di atas hamparan pasir putih ditemani cahaya mentari yang perlahan meredup menuju tempat peraduannya. Keindahan senja begitu terasa memukau dari pesisir tempat kami berdiri. Saya berdecak kagum menyaksikan keindahan alam yang menakjubkan itu. Di kejauhan, matahari tenggelam perlahan menyemburatkan cahaya jingga yang membias lepas di hamparan laut. Nampak dua perahu nelayan berlayar di kejauhan kian menambah kontras keindahan.

Kawasan wisata Pantai Tanjung Bira dilengkapi berbagai fasilitas, seperti restoran, penginapan, villa, bungalow, dan hotel dengan tarif mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 600 ribu per hari. Di tempat ini juga terdapat persewaan perlengkapan diving dan snorkeling dengan tarif Rp 30 ribu. Bagi pengunjung yang selesai berenang di pantai, disediakan kamar mandi umum dan air tawar untuk membersihkan pasir dan air laut yang masih lengket di badan.

Bagi pengunjung yang ingin berkeliling di sekitar pantai, tersedia persewaan motor dengan tarif Rp 65 ribu. Di kawasan pantai juga terdapat pelabuhan kapal ferry yang siap mengantarkan pengunjung yang ingin berwisata selam ke Pulau Selayar.

Malam harinya, saya tak melewatkan waktu menikmati malam di Pantai Biru dengan menyusurinya tanpa alas kaki. Sensasinya terasa berbeda ketika kaki dilangkahkan di atas pasir yang lembut seraya menikmati debur ombak menerpa bibir pantai. Setelah itu kami mampir di sebuah rumah makan, dan di sana kami dengan lahap menyantap hidangan makan malam menggiurkan; ikan bakar dan sajian makanan laut khas Bulukumba.

Pagi harinya, saat matahari ramah menyapa dan cahayanya memantul cemerlang di laut yang biru jernih, saya langsung tergoda untuk berenang dan melewatkan waktu lebih panjang menikmati pesona surga di Bulukumba ini. Beberapa kawan saya memilih untuk menyelam dan menyaksikan keindahan terumbu karang di sekujur garis pantai Bira ini. Sungguh sangat menyenangkan! 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Senin, 14 Maret 2011

Pantai Bira (Sebuah Catatan Persahabatan)


MENATAP LANGIT. Saya bersama teman-teman foto bersama sambil menatap langit biru di Pantai Tanjung Bira Bulukumba, pada akhir tahun 2009. Kami tiba di Bira sekitar pukul 04.00 Wita, beristirahat sejenak dan kemudian menikmati suasana serta keindahan Pantai Bira. (Foto-foto: dok. pribadi Kali Siregar)

------------------

Pantai Bira (Sebuah Catatan Persahabatan)

Oleh: Kali Siregar



31 August 2010
Direkam dari kompasiana.com
http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2010/08/31/pantai-bira-sebuah-catatan-persahabatan/?ref=signin

Di penghujung tahun 2009, saat-saat mendekati cuti tahun baru, kampus (IPDN Regional Makassar) berbesar hati mengeluarkan kami dari ‘kandang’. Angin segar yang disambut dengan penuh suka cita setelah berjuang ‘hearing’ dengan petinggi-petinggi di kampus.

Dengan alasan ‘refreshing’ usai ujian tengah semester, kebijakan di kampus pun melunak. Ada IB (izin bermalam) bagi Madya Praja, apel pelepasan Sabtu pagi dan penerimaan IB Minggu malam jam 7.

Seperti biasa, aku sama sekali tidak tertarik yang namanya IB, mau kemana juga pikirku. Beginilah Makassar, mau jalan-jalan cuma seputar Panakukang, Losari, dan Mall Ratu Indah.

Kalau mau ke Tana Toraja, harus gali ATM lagi, padahal uang saku empat bulan sengaja dipendam untuk persiapan cuti tahun baru. Sudah terbayang, bakalan bermalam di barak dan lagi-lagi mencuci baju.

Sampai akhirnya, seorang teman asal Payakumbuh, Handry, nawarin jalan-jalan ke Tana Toraja. Kebetulan kekurangan personil buat patungan sewa mobil. Jadilah kami ke Tana Toraja bertujuh tanpa tau rute ke Tana Toraja.

Kepergian kami ke Tana Toraja bisa dibilang nekat. Perjalanan yang kami kira 5-6 jam dari Makassar, ternyata harus ditempuh selama 12 jam. Itupun baru tau setelah di perbatasan Kabupaten Barru dengan kota Pareparenya pak Habibie.



Kami pun memutuskan balik ke Makassar, karena kalau memaksakan ke Tana Toraja, berarti harus menanggung risiko terlambat apel. Ide gila muncul dari Handri. Pantai Bira, katanya. Sempat ada penolakan dari Syalimin, temanku asal Kepulauan Natuna, sampai akhirnya semua satu suara ke Pantai Bira.

Kalau di peta Sulawesi Selatan, Tana Toraja itu ke arah utara Makassar, sedangkan Pantai Bira selatannya. Kami pun sampai di Makassar jam 12 malam waktu Indonesia tengah dan langsung bergerak ke selatan menuju Bulukumba.

Makassar-Pantai Bira kurang lebih 4-5 jam dengan jalanan yang cukup lengang dan untungnya lurus-lurus saja. Maklumlah tak ada satupun di antara kami yang pernah kesana dan punya sanak saudara di Makassar ini. Dalam petualangan kami, google search berperan penting sekali agar tidak tersesat.

Sebelum memasuki Kabupaten Bulukumba, ada pemeriksaan dari pos polisi. Ini dikarenakan Bulukumba merupakan lintas terakhir selatan pulau Sulawesi. Kami diperiksa satu persatu, maklumlah wajah dan logat kami tidak kesulawes-sulawesian, semuanya berlogat Batak, Padang, Melayu, dan Jawa.


Untungnya, baju yang kami pakai kaus dalam pembagian yang ada tulisan IPDN. Pemeriksaan pun berubah jadi perbincangan hangat seputar Pantai Bira. Setelah diizinkan jalan, masalah muncul. Mobil tak mau jalan alias mogok. Praktis semua turun mendorong. Dari sinilah, setiap berhenti, mobil kami selalu mogok dan harus didorong dulu. Salah satu momen itu kuabadikan dalam bentuk video, lucu sekali.


Jam 4 pagi kami sampai di Pantai Bira. Dino, temanku dari Payakumbuh, yang sedari awal di belakang stir langsung tidur, sedangkan yang lain berhambur di pantai. Aku pun iseng-iseng menguji kehalusan pasirnya yang digadang-gadangkan seperti tepung. Dan tak salah, pasir di pantai ini tak berbeda jauh dengan halusnya tepung.

Jam 5 pagi, kami mencari masjid dan sarapan di sekitar pantai yang ternyata jauh sekali dari lokasi wisata. Usai sholat subuh, sarapan pagi dengan buras di sekitar pantai. Asyik sekali. Oh ya, sejak di Makassar lah aku pertama kali makan indomie kuah atau bakso dicampur lontong yang dibungkus kecil dengan daun pisang atau disebut buras disini. Buras ini biasa dihargai Rp 1.000 per buah. Satu lagi, di Makassar lah pertama kali saya makan bakso pakai jeruk nipis yang sesuka kita mau berapa buah.

Selebihnya, saya tak berbicara banyak tentang Pantai bira, karena pantai dimanapun sama saja. Keunikan Pantai Bira terletak pada pasirnya yang halus dan karang-karang yang berada di bibir pantai. Di Medan, tidak ada yang seperti ini, makanya menjadi nilai lebih bagi saya.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Pejabat Bulukumba Tak Boleh Sembarangan Pakai Mobil Dinas


Para pejabat di lingkungan Pemkab Bulukumba kini harus lebih berhati-hati dalam memakai mobil dinas, karena Zainuddin Hasan selaku bupati telah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memeriksa setiap mobil dinas yang akan keluar dari Bulukumba. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)

------------------


Pejabat Bulukumba Tak Boleh Sembarangan Pakai Mobil Dinas

Para pejabat di lingkungan Pemkab Bulukumba kini harus lebih berhati-hati dalam memakai mobil dinas, karena Zainuddin Hasan selaku bupati telah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memeriksa setiap mobil dinas yang akan keluar dari Bulukumba.

Satpol diperintahkan untuk menahan dan mengamankan mobil dinas yang akan meninggalkan Bulukumba secara ilegal. Mereka yang akan menggunakan kendaraan dinas keluar Bulukumba harus dengan surat tugas atau surat perintah.

''Kalau tidak ada surat tugas atau surat perintah, segera amankan mobilnya. Jadi harus ada petugas yang ditempatkan di pos perbatasan,'' tandas Zainuddin di hadapan ratusan anggota Satpol PP, di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Senin, 14 Maret 2011.

Menurut Zainuddin, jika mobil dinas digunakan tidak untuk kepentingan dinas, maka akan banyak kerugian yang harus ditanggung Pemkab, seperti onderdil atau berbagai peralatan sebagai akibat penggunaan kendaraan.

Selain menyangkut pemanfaatan mobil dinas, Zainuddin juga memerintahkan Satpol PP agar segera menarik seluruh mobil dinas yang masih dikuasai oleh mantan pejabat, karena sampai sekarang masih ada oknum mantan pejabat yang belum mengembalikan mobil dinas.

Meskipun demikian, Bupati Bulukumba tetap meminta Satpol PP agar terlebih dahulu melakukan pendekatan atau upaya-upaya dengan memberikan pemahaman terhadap mereka yang menguasai mobil dinas tanpa dasar.

''Bisa dikuasai tapi harus melalui prosedur pelelangan yang akan dilakukan nantinya,' kata Zainuddin.


Selain persoalan mobil dinas, Bupati juga meminta Satpol PP untuk melaksanakan tugas mengawal pemerintahan dengan melakukan penegakan aturan, khususnya Peraturan Daerah (Perda0 dan segala kebijakan yang ditetapkan.

''Kalian harus mengawal Perda dan segala kebijakan pemerintah daerah,'' jelasnya.

Bupati juga memuji tingkat disiplin anggota Satpol PP dalam melakukan tugasnya, karenanya mereka diminta untuk melakukan pemantauan kepada PNS, khususnya yang ''berkeliaran'' dan meninggalkan tugas pada jam kerja.

''Terutama di warung kopi dan tempat lainnya yang sering jadi tempat berkeliaran PNS. Ini yang harus dilakukan oleh satpol,'' tandas Zainuddin.

Kepala Bidang Aset Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Amri Nompo secara terpisah menjelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya telah bersurat kepada mantan pejabat dan pihak terkait perihal pengembalian mobil dinas.

Kepala Seksi Operasional Satuan Polisi Pamong Praja, H Kamaluddin, mengemukakan, sedikitnya ada 26 mobil dinas yang masih dalam penguasaan oknum mantan pejabat dan siap ditarik anggotanya tanpa menyebut jenis mobil dinas dan nama-nama mantan pejabat atau oknum yang menguasai mobil dinas. (asnawin/r)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Golkar Target Separuh Kursi di DPRD Bulukumba




Suasana saat pelantikan pengurus Partai Golkar Bulukumba, di lapangan eks Pasar Sentral Bulukumba, Jumat sore, 4 Februari 2011. Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba Zainuddin Hasan bertekad Golkar merebut 60 persen suara pada Pemilu mendatang. (Foto: dok Beritakota Makassar)

---------------------------

Golkar Target Separuh Kursi di DPRD Bulukumba
- A Untung Pangki Masih Tertera di SK


Harian Beritakota Makassar
Sabtu, 12-03-2011
http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=49421


BULUKUMBA, BKM -- Ketua DPD Partai Golkar Bulukumba, H Zainuddin Hasan memasang target 60 persen suara dalam pemilu mendatang. Itu artinya, kader partai pohon beringin ini harus meraih separuh dari 40 kursi di DPRD Bulukumba.

“Kita ingin Partai Golkar kembali meraih kejayaanya seperti beberapa tahun lalu. Untuk itu mulai sekarang seluruh kader partai harus bekerja demi rakyat,’’ katanya usai rapat pleno partai di Aula Kantor Golkar Bulukumba, baru-baru ini. Rapat dihadiri pengurus dan para korcam se-Bulukumba, termasuk Ketua Dewan Penasihat H Padasi.

Di hadapan peserta rapat dengan agenda silaturahim ini, Zainuddin meminta kepada seluruh pengurus dan kader Golkar untuk menjadi terdepan di masyarakat, khususnya jika ada masyarakat membutuhkan bantuan.
Diakui Bupati Bulukumba itu, dari sekian banyak pengurus Golkar di daerah ini, beberapa di antaranya berasal dari partai lain.

''Ini membuktikan Partai Golkar masih dicintai,'' ujarnya.

Zainuddin berharap, sesama kader Golkar perlu terus membina persatuan dan kesatuan. Perbedaan yang ada jangan dijadikan sebagai penghambat, tetapi diharapkan menjadi semangat untuk bersama-sama membesarkan Golkar.

Pada kesempatan itu, Zainuddin juga berencana menerbitkan tabloid sekaligus mendirikan radio Golkar yag akan dikelola sendiri oleh pengurus DPD II.

“Saya ingin tabloid dan radio Golkar sudah mulai hadir perdana April nanti,’’ imbuhnya.

Dalam rapat pleno pertama ini sekaligus diserahkan surat keputusan pengurus DPD II Partai Golkar Bulukumba. Dari sekian nama yang tercantum dalam kepengurusan itu, nama HA Untung Pangki masih tercatat sebagai pengurus. Padahal sebelumnya Sekkab Bulukumba itu sudah menyatakan mengundurkan diri dari Partai Golkar karena memilih PNS.

Sekretaris DPD II Partai Golkar, HM Tabri menjelaskan, meski nama HA Untung masih tertera dalam SK yang ditandatangani Ketua DPD I Partai Golkar HM Syahrul Yasin Limpo dan Sekum Golkar Pangerang Rahim, bukan berarti Untung masih pengurus.

“Berdasarkan surat pengunduran diri Pak A Untung yang dikirim ke pengurus DPD II dan I, otomatis yang bersangkutan bukan lagi pengurus DPD II Partai Golkar, meski namanya masih tertera dalam SK,’’ jelas Tabri. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Bulukumba Bertekad Raih Dua Sukses pada STQ Tingkat Provinsi Sulsel



Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan membuka STQ yang dirangkaikan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1432 Hijriyah Tingkat Kabupaten Bulukumba, di Lapangan Kalumpang, Desa Tritiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, Rabu, 9 Maret 2011. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)

-------------



Bulukumba Bertekad Raih Dua Sukses pada STQ Tingkat Provinsi Sulsel

Bulukumba bertekad meraih dua sukses pada Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Tingkat Provinsi Sulsel 2011 pada bulan Mei mendatang di Bulukumba. Sukses pertama yaitu sukses melaksanakan dan sukses sebagai tuan rumah, sedangkan sukses kedua sukses menunjukkan prestasi.

Untuk meraih dua sukses tersebut, Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan sejak dini sudah mengingatkan bawahannya agar mempersiapkan segala hal yang diperlukan, baik untuk menyukseskan pelaksanaan STQ tingkat provinsi, maupun untuk menunjukkan prestasi pada ajang tersebut.

Tekad dan harapan itu disampaikan Zainuddin pada pembukaan STQ yang dirangkaikan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1432 Hijriyah Tingkat Kabupaten Bulukumba, di Lapangan Kalumpang, Desa Tritiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, Rabu, 9 Maret 2011.

Ratusan qari dan qariah bersama official yang merupakan utusan dari sepuluh kecamatan, berbaur dengan ribuan undangan dan warga setempat dan sempat melakukan defile sebelum prosesi pembukaan dilaksanakan.

Hadir pada acara tersebut wakil ketua DPRD Husbiannas Alsi, mantan Wakil Bupati Buukumba Padasi, Kepala Bidang Penamas Kanwil Kementerian Agama Sulsel, sejumlah pejabat Pemkab, Ketua PKK Nurhayati Lasaleng, dan tokoh masyarakat dari berbagai kecamatan.

''STQ sebagai wahana membangun kesadaran umat melalui pemahaman dan pelaksanaan nilai-nilai agama,'' ujar Zainuddin.

Pada kesempatan tersebut Bupati Bulukumba juga menyerahkan bantuan Al-Qur'an sebanyak seratus buah kepada perwakilan setiap kecamatan untuk dimanfaatkan dalam pembinaan Qari dan Qariah.

Ustadz Tajuddin Nur Said yang membawakan hikmah maulid mengulas jejak kehidupan Rasulullah Muhammad SAW melalui kutipan buku seratus tokoh yang paling berpengaruh di dunia yang menempatkan Nabi Muhammad pada tempat teratas. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani kehidupan Rasul sebagai rahmatan lil alamin.  (asnawin/r)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

''Turis'' Amerika Masih Dominan ke ''Kabupaten Bulukumba''


WISMAN. Pengunjung alias ''turis'' asal Amerika Serikat masih dominan dibanding ''turis'' mancanegara lainnya yang berkunjung ke blog Kabupaten Bulukumba. Hingga Senin, 14 Maret 2011, dari sembilan teratas daftar ''turis'' mancanegara yang berkunjung ke ''Kabupaten Bulukumba'', pengunjung asal ''Negeri Paman Sam'' masih unggul dengan 1.305 kunjungan. (Foto: Internet)

Catatan dari Pertemuan Forum Pembaca Kompas di Makassar


Saat menerima undangan via telepon, Kamis pekan lalu, 10 Maret 2011, untuk menghadiri pertemuan Forum Pembaca Kompas yang akan diadakan di Hotel Santika Makassar, Minggu, 13 Maret 2011, saya belum tahu diundang dalam kapasitas sebagai apa. Pada saat registrasi di Hotel Santika Makassar, barulah saya tahu bahwa saya diundang dalam kapasitas sebagai penulis. (Foto: Asnawin)

-----------------------

Catatan dari Pertemuan Forum Pembaca Kompas di Makassar

Oleh: Asnawin


Saat menerima undangan via telepon, Kamis pekan lalu, 10 Maret 2011, untuk menghadiri pertemuan Forum Pembaca Kompas yang akan diadakan di Hotel Santika Makassar, Minggu, 13 Maret 2011, saya belum tahu diundang dalam kapasitas sebagai apa.

Pada saat registrasi di Hotel Santika Makassar, Minggu, 13 Maret 2011, barulah saya tahu bahwa saya diundang dalam kapasitas sebagai penulis. Saat itulah saya tahu bahwa panitia juga mengundang anggota Forum Pembaca Kompas Makassar dan para penulis untuk menghadiri acara bertajuk Forum Pembaca Kompas Kompas Audience Engagement (FPK-KAE).

Dalam acara yang didahului dengan door prize dan serah terima Forum Pembaca Kompas (FPK)-9 kepada FPK-10 Makassar, dilakukan dialog yang menampilkan tiga pembicara dari Kompas, yakni St Sularto, Abun Sanda, dan Dedy Pristiwanto. Dialog dipandu Titus Kitot.

Dalam sesi tanya jawab, saya langsung tampil sebagai penanya dan penanggap pertama. Saya katakan Kompas terlalu sering memuat tulisan dari orang yang sama, sehingga ada kejenuhan dari pembaca dan juga terkesan kurang adil.

Saya juga mengatakan bahwa saya beberapa kali menemukan berita yang dimuat di harian Kompas tidak lengkap unsur 5W+1H, terutama berita-berita wawancara.

”Kadang-kadang ada berita Kompas yang tidak menyebutkan kapan dan dimana wawancara dilakukan,” kata saya.

Beberapa peserta lain juga mengemukakan tulisan yang mereka kirim ke Kompas jarang dimuat, bahkan tidak sedikit di antara peserta mengaku tulisannya belum pernah dimuat di harian Kompas.

Peserta juga mengeritik Kompas yang terlalu sering memuat tulisan opini dari beberapa orang yang sama dan umumnya berasal dari Jakarta dan pulau Jawa, sementara penulis dari luar Jawa, terutama dari kawasan timur Indonesia jarang dimuat tulisannya.

Mereka juga meminta penjelasan dan kiat-kiat agar tulisan opini mereka dapat dimuat di Kompas, serta mengusulkan agar Kompas mengadakan pelatihan khusus bagi penulis.

Dari sisi pelayanan, para anggota FPK Makassar mengaku cukup puas, tetapi ada juga yang mengaku koran mereka kerap terlambat diantar ke rumah atau kerap diantar dua edisi berturut-turut pada hari berikutnya, sehingga mereka merasa dirugikan, karena mereka berharap bisa membaca harian Kompas pada pagi hari sebelum beraktivitas.

Mengenai isi dan rubrik yang disajikan Kompas, para peserta umumnya juga mengaku cukup puas, tetapi mereka berharap ada ruangan atau halaman khusus berita-berita Makassar dan sekitarnya, serta menambah porsi berita-berita pendidikan.

Mantan Sekda Provinsi Sulsel HM Parawansa yang mengaku berlangganan Kompas sejak tahun 1971, mengeritik Kompas karena dianggap kurang ”berani” seperti koran lain.

Esais Asdar Muis RMS juga mengeritik Kompas karena memakai kata ”mirip” ketika dan bukan memakai ”diduga” terhadap Gayus Tambunan ketika tertangkap kamera sedang menonton pertandingan tenis di Bali, padahal statusnya waktu itu adalah tahanan.

Asdar Muis juga mengeritik foto-foto yang ditampilkan pada halaman satu, karena menganggap jarang sekali ada foto yang benar-benar berkualitas dari sisi jurnalistik.

Peserta lain mengatakan, Kompas pernah mendapat penghargaan sebagai pengguna bahasa yang baik, tapi kelihatannya ada penurunan dalam beberapa tahun terakhir dari segi kualitas bahasa.

Dosen Unhas, Prof Nurhayati Abbas, yang mengaku membaca kompas sejak akhir tahun 1966, mengusulkan agar Kompas menambah artikel mengenai lingkungan hidup.

Menanggapi pertanyaan, kritikan, dan usulan peserta pertemuan, Wakil Pemimpin Umum Kompas, St Sularso, mengatakan, Kompas sama sekali tidak melihat siapa dan dari daerah mana orang yang mengirim tulisan ke Kompas, jadi tidak unsur pilih kasih dan sebagainya.

”Kompas setiap hari menerima 70 sampai 80 tulisan, tapi yang dimuat hanya 5-6 tulisan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam hal isi pemberitaan, Kompas tidak lagi cover booth side, tapi cover all side. Tentang pemberitaan Kompas yang dinilai ”kurang berani”, Sularso mengatakan Kompas bukan kurang berani, melainkan selalu berhati-hati.

”Kami dalam posisi selalu hati-hati,” ungkapnya sambil tersenyum.

Abun Sanda yang pernah menjadi wartawan harian Fajar di Makassar dan kini menangani manajemen bisnis Kompas, mengaku pernah bertugas selama 22 tahun di bagian redaksi Kompas.

”Saya sering lihat kerja teman-teman di desk opini. Saya juga sering diskusi dengan penulis-penulis ternama dan mereka mengaku setiap hari membaca artikel opini Kompas. Tulisan yang bagus itu bahasanya sederhana, tapi gagasannya luar biasa. Gagasan itu sangat penting. Kadang-kadang tulisannya bagus, bahasanya sangat bagus, tapi tidak jelas apa idenya. Orang-orang besar sudah tidak lagi berpikir soal gaya menulis, yang penting idenya,” tutur Abun.

Dia mengungkapkan bahwa manajemen bisnis Kompas kini mencoba menawarkan sistem berlangganan selama 15 tahun ke depan dengan imbalan emas 15 gram.

Makassar, 14 Maret 2011

Catatan:
- Artikel ini memang tidak ada hubungannya dengan Kabupaten Bulukumba, jadi saya memuatnya di blog ini sebagai pendiri dan pengelola blog, serta sebagai orang yang lahir dan besar di Bulukumba
- Artikel ini juga saya muat di Kompasiana.com (http://media.kompasiana.com/mainstream-media/2011/03/14/catatan-dari-pertemuan-forum-pembaca-kompas-di-makassar/)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Minggu, 13 Maret 2011

Seruduk Truk, Tiga Tewas di Bulukumba


Sebuah kecelakaan di Bulukumba merenggut tiga nyawa korban, Sabtu, 12 Maret 2011. Seorang pengendara motor bersama dua boncengannya tewas di tempat setelah menyeruduk truk yang melaju dengan kecepatan tinggi. Korban tewas diketahui bernama Hafriyanto, 25 tahun. Sementara dua rekan perempuannya sampai malam tadi belum diketahui identitasnya. (Grafis: ANBAS/FAJAR)

------------------------

Seruduk Truk, Tiga Tewas di Bulukumba

Harian Fajar, Makassar
Senin, 14 Maret 2011
http://www.fajar.co.id/read-20110314014953-seruduk-truk-tiga-tewas%27

BULUKUMBA -- Sebuah kecelakaan di Bulukumba merenggut tiga nyawa korban. Seorang pengendara motor bersama dua boncengannya tewas di tempat setelah menyeruduk truk yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Korban tewas yang terjadi, Sabtu 12 Maret 2011, sekitar pukul 18.30 Wita itu, diketahui beridentitas Hafriyanto, 25 tahun. Sementara dua rekan perempuannya sampai malam tadi belum diketahui identitasnya.

Kondisi tubuh ketiga korban sangat mengenaskan. Batok kepala Hafriyanto yang diketahui sebagai warga Desa Tanah Harapan, Kecamatan Gantarang, pecah, sementara dua korban lainnya teridentipikasi biji matanya keluar dan pahanya terlepas.

Kejadian tragis ini bermula saat ketiga korban sedang melaju dengan kecepatan tinggi di Jalan Sultan Hasanuddin. Saat motor berada di depan Kantor DPRD Bulukumba dari arah Bantaeng, tiba-tiba korban tidak bisa menguasai kendaraannya dan menabrak truk yang melaju dari arah berlawanan. Motor korban langsung tergilas berikut tiga korban yang tewas di tempat kejadian. Mereka  kemudian dibawa ke RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba sekira pukul 19.00 Wita.

Saksi mata, Sri Rahmawati di tempat kejadian menyebut, kecelakaan itu terjadi lantaran pengendara motor terlihat berkendara dengan kecepatan tinggi sambil berteriak-teriak. Akibatnya, dia tidak lagi konsentrasi dan tidak memperhatikan sebuah truk yang melaju dari arah yang berlawanan.

Kepala Unit (Kanit) Lakalantas Polres Bulukumba, Iptu Sahabuddin menguraikan sebelum kecelakaan, korban Hafriyanto sempat pamit kepada keluarganya di Desa Tanah Harapan, Kecamatan Gantarang, sekira pukul 17.00 Wita untuk pergi ke Bulukumba menjemput teman perempuannya di salah satu rumah kos di Bulukumba. Sayangnya, pihak keluarga tidak mengetahui rumah kos yang dimaksud korban. Pihak keluarga hanya mengetahui dia memiliki salah seorang kekasih yang kuliah di Akademi Keperawatan (Akper) Bulukumba.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bulukumba, AKBP Arif Rahman menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang menelusuri kasus tersebut untuk memastikan siapa yang bersalah. Hanya saja, berdasarkan informasi di lapangan, kemungkinan besar yang melakukan kesalahan adalah pengendara motor tersebut. Salah satu hal yang bisa membenarkan ini, kata dia, paling tidak dia sudah berkendara dengan membonceng dua orang. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Warga Bulukumba Sandera Sebuah Mobil


Foto illustrasi panyanderaan mobil direkam dari internet. Di Bulukumba, ratusan warga asal Desa Bontoyeleng dan Desa Pallambarae Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, menyandera sebuah mobil Sabtu, 12 Maret 2011. Itu mereka lakukan sebagai wujud protes pada pekerja bendungan dan irigasi di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gantarang. (Foto: ANTARA/Yusran Uccang)

--------------------

Warga Bulukumba Sandera Sebuah Mobil

Laporan Syamsul Bahri
Tribun Timur - Minggu, 13 Maret 2011
http://makassar.tribunnews.com/2011/03/13/warga-bulukumba-sandera-mobil

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Ratusan warga asal Desa Bontoyeleng dan Desa Pallambarae Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, menyandera sebuah mobil Sabtu, 12 Maret 2011. Itu mereka lakukan sebagai wujud protes pada pekerja bendungan dan irigasi di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gantarang.

Mereka menyandera mobil pekerja dan merusak sebagian pondasi dari bendungan irigasi yang sementara direnovasi itu. Warga meminta saluran irigasi tersebut diperluas. Namun pihak pekerja tidak memperlebar karena tidak sesuai petunjuk teknis.

Kata warga, jika irigasi tidak diperluasmaka kekeringan di areal persawahan di dua desa itu masih akan terjadi terutama musim tanam yang akan mendatang ini.

"Itulah sebabnya kami melakukan aksi protes menahan mobil itu," kata Cake, Kepala Dusun, Paobeccenge, Sabtu, 12 Maret 2011. (*)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Bulukumba Menginspirasi Karya-karyanya



DIBANDING beberapa kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan, termasuk Sulawesi Barat, Bulukumba termasuk daerah yang menurut Dul Abdul Rahman, merupakan gudangnya penulis-penulis bertalenta. Bahkan fiksi pertama yang dibacanya sebuah novel berjudul "Pulau" yang ditulis sastrawan asal Bulukumba, Aspar Paturusi.

Belajar Sastra dari Sang Ayah


ANAK tertua dari enam bersaudara ini, semasa kecil hingga tamat SMA, bermukim di Kabupaten Bulukumba bersama kelima saudara dan orang tuanya. Ayahnya bernama Rappe Nangko Daeng Patahang, dan ibunya bernama Suleha. Dia memiliki nama kecil Beddu. (Foto: Dok Fajar)

Kemkop & UKM Kembangkan RM Aksess di Bulukumba


Kementerian Koperasi dan UKM pada 2011 mengembangkan program Kerja sama Antardaerah (KAD) ke Provinsi Sumatra Utara, Bengkulu, dan Sulawesi Selatan, menyusul keberhasilan program tersebut di Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Di Sulsel, KAD melibatkan lima kabupaten, yakni Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Sinjai, dan Selayar, yang disebut dengan RM Aksess. (int)

Bulog Bulukumba-Kajari Bantaeng Lakukan Kerjasama


Kejaksaan Negeri Bantaeng dan Bulog sub divisi regional (Divre) Bulukumba, melakukan kerjasama dalam bidang perdata dan tata usaha negara. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan piagam antara Kajari Bantaeng Handoko Setyawan dan Kepala Sub Bulog Divre Bulukumba Layu Rismawat, di Restauran Aroma Laut Bantaeng, Kamis, 10 Maret 2011.

-----------------------
 
Bulog Bulukumba-Kajari Bantaeng Lakukan Kerjasama

Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Sabtu, 12-03-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=63146

BANTAENG, UPEKS--Kejaksaan Negeri Bantaeng dan Bulog sub divisi regional (Divre) Bulukumba, melakukan kerjasama dalam bidang perdata dan tata usaha negara. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan piagam antara Kajari Bantaeng Handoko Setyawan dan Kepala Sub Bulog Divre Bulukumba Layu Rismawat, di Restauran Aroma Laut Bantaeng, Kamis, 10 Maret 2011.

Pada kesempatan tersebut, Kajari mengemukakan bahwa kerjasama yang dilakukan pihaknya merupakan salah satu tugas institusi kejaksaan bidang perdata dan tata usaha negara, selain melakukan penuntutan dan pelaksaan putusan di bidang peradilan. Kerjasama ini akan ditindaklanjuti dengan penerbitan Surat Kuasa Khusus (SKK) dalam penanganan raskin.

"Kerjasama ini juga untuk memberikan bantuan hukum dalam rangka menghadapi berbagai macam hambatan dari pihak bulog. Kita berharap dengan kerjasama ini misi bulog dalam menyalurkan bahan pangan dapat berjalan baik, " ujar Handoko Setyawan.

Sementara Kepala Sub Bulog Divre Bulukumba, Layu Rismawati mengatakan, kerjasama ini tak ada hubungannya atau bukan menjadi alasan mengenai tunggakan penyaluran beras miskin (raskin) di Bantaeng. Kerjasama seperti ini sudah dilakukan sejak Januari 2010 di sejumlah kabupaten.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Tenaga Honorer Bulukumba Kedapatan Mesum di Kamar Hotel


Illustrasi foto tenaga honorer di Kutai Kartanegara. Di Bulukumba, seorang perempuan tenaga honorer Sekretariat Daerah Bulukumba, tertangkap basah sedang berduaan dengan seorang lelaki di sebuah hotel dalam penggerebekan yang dilakukan polisi setempat, Jumat, 11 Maret 2011. (Foto: Rully --http://www.pendidikankukar.com/2011/01/21/rpp-tenaga-honorer-jilid-ii-segera-terbit/)

----------------------

Tenaga Honorer Bulukumba Kedapatan Mesum di Kamar Hotel

Tribun Timur - Jumat, 11 Maret 2011
http://makassar.tribunnews.com/2011/03/11/tenaga-honorer-bulukumba-kedapatan-mesum-di-kamar-hotel

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM -  Salah seorang pegawai yang berstatus tenaga honorer di Sekretariat Daerah Pemkab Bulukumba didapati tengah berduaan dalam satu kamar di Hotel Arini I, Jumat pukul. 04.00 wita dini hari, 11 Maret 2011.

Tenaga Honorer di Sekda Pemkab Bulukumba bernama Ia (24), sedangkan teman laki-lakinya bernama Im (35). Mereka didapati oleh polisi setempat atas laporan istri Im kepada aparat kepolisian di Mapolres Bulukumba. Polisi  kemudian melakukan penggerebekan ke Hotel Arini I di tempat keduanya menginap. (*)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Anak Jalanan Mulai Resahkan Warga Bulukumba


ANAK JALANAN. Anak jalanan (Anjal) mulai berkeliaran di Kabupaten Bulukumba dan banyak meresahkan warga. Anjal tersebut mendatangi rumah warga, serta mendatangi dan meminta uang kepada warga yang sedang beraktivitas di daerah itu. (Foto: Internet)

-----------------------

Anak Jalanan Mulai Resahkan Warga Bulukumba

Laporan Samsul Bahri
Tribun Timur - Kamis, 10 Maret 2011
http://makassar.tribunnews.com/2011/03/10/anjal-mulai-resahkan-warga-bulukumba

BULUKUMBA, TRIBUN TIMUR.COM-- Anak jalanan (Anjal) mulai berkeliaran di Kabupaten Bulukumba dan banyak meresahkan warga. Anjal tersebut mendatangi rumah warga dan juga mendatangi warga yang sedang beraktivitas di daerah itu.

Beberapa warga setempat megaku bahwa Anjal itu meminta uang kepada warga di daerah itu, bahkan ada yang mulai memaksa warga untuk memberikan uang kepada Anjal tersebut.

Hal itu banyak dijumpai di halaman kantor POS Bulukumba, di sejumlah warung kopi, dan di tempat keramaian lainnya seperti di Pasar Sentral.

"Ini tiap hari datang dan banyak di antara mereka adalah orang yang sama dan pada umumnya berasal dari luar Bulukumba," kata Mahfud, Kepala Desa Padang, Kecamatan Gantarang, seusai memberi uang pecahan Rp 1000-an kepada Anjal itu, Kamis, 10 Maret 2011.

Warga berharap agar aksi Anjal itu untuk segera ditertibkan atau diberi pembinaan. (*)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Bupati Bulukumba Non-jobkan Sekcam Bontobahari


Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, tidak lagi memberikan jabatan (non-job) kepada Abbas yang selama ini menjabat Sekretaris Kecamatan Bontobahari, karena sudah tiga bulan tidak pernah masuk kantor. Dia kini ditempatkan sebagai pegawai biasa atau staf di Bagian Pemerintahan. 

----------------------

Bupati Bulukumba Non-jobkan Sekcam Bontobahari


Harian Beritakota Makassar
Kamis, 10-03-2011
http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=49305

BULUKUMBA, BKM -- Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, tidak lagi memberikan jabatan (non-job) kepada Abbas yang selama ini menjabat Sekretaris Kecamatan Bontobahari. Dia kini ditempatkan sebagai pegawai biasa atau staf di Bagian Pemerintahan.

"Yang bersangkutan kita nonjobkan karena sudah tiga bulan tidak pernah masuk kantor,'' tegas Zainuddin saat mutasi 228 pejabat eselon II, eselon III, dan eselon IV, serta pejabat fungsional pengawas dan Kepala Sekolah, di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu pekan lalu, 9 Maret 2011.

Sejumlah jabatan yang selama ini lowong juga sudah terisi dalam mutasi tersebut, antara lain Kepala Badan Penanggulangan Bencana yang dijabat A Harlina, Sekretaris Dinas Perhubungan dipercayakan kepada Muh Ramli yang ebelumnya menjabat Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksanan Penyuluhan.

Posisi Sekcam Ujung Bulu dipegang A Buyung Saputra yang sebelumnya Lurah Kalumeme. Kepala Bagian Umum diisi Alfian menggantikan Thayeb Maningkasi yang bergeser menjadi Sekretaris Badan Penyuluhan.

''Mutasi seperti ini bisa dilakukan kapan saja. Karena itu kepada pejabat yang baru dilantik agar meningkatkan kinerjanya, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,'' kata Bupati.  


Pejabat yang dilantik terdiri atas dua pejabat eselon II, 26 pejabat eselon III, 137 pejabat eselon IV, serta 63 pengawas dan Kepsek.

Dalam mutasi kali ini ada dua pejabat eselon II yang bertukar posisi. Masing-masing Cawa Miri yang sebelumnya menjabat Sekertaris DPRD digantikan Kurniady. Sementara posisi Kadis Kependudukan dan Capil yang ditinggalkan Kurdniady diisi Cawa Miri.

Sejumlah pejabat hadir menyaksikan prosesi pelantikan, antara lain Wakil Ketua DPRD Bulukumba Husbiannas Alsi dari Partai Demokrat serta sejumlah anggota dewan lainnya, Dandim 1411 Letkol Art Agung Senoaji, Kapolres AKBP Arif Rahman, Ketua Pengadilan Negeri Ganjar Susilo serta Sekretaris Kabupaten HA Untung.


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Kamis, 10 Maret 2011

Dua Siswa SMA 1 Bulukumba Terima Beasiswa Universitas Mercu Buana


Dua siswa SMA 1 Bulukumba, Fenila Ester (urutan ke-3) dan Sri Hikmawati (urutan ke-28), termasuk di antara 50 calon penerima Beasiswa Unggulan dari seluruh Indonesia untuk kuliah di Universitas Mercu Buana, Jakarta, pada tahun akademik 2011/2012. (Foto: Asnawin)

---------------


Dua Siswa SMA 1 Bulukumba Terima Beasiswa Universitas Mercu Buana

Dua siswa SMA 1 Bulukumba, Fenila Ester dan Sri Hikmawati, termasuk di antara 50 calon penerima Beasiswa Unggulan dari seluruh Indonesia untuk kuliah di Universitas Mercu Buana, Jakarta, pada tahun akademik 2011/2012.

Dalam daftar 50 Calon Penerima Beasiswa Penuh 4 Tahun Tahun Akademik 2011/2012 Program Sarjana (S1) Universitas Mercu Buana, Fenila berada pada urutan ke-3 dan memilih jurusan Akuntansi, sedangkan Sri Hikmawati menempati urutan ke-28 dan memilih jurusan Psikologi.

Kepada Fenila Ester dan Sri Hikmawati, serta 48 calon penerima beasiswa lainnya diharapkan melakukan proses her-registrasi (daftar ulang) paling lambat hari Jumat 25 Maret 2011 dengan membawa dokumen-dokumen asli dan foto. Jika setelah tanggal 25 Maret 2011 tidak melakukan proses heregistrasi, maka calon penerima beasiswa dianggap mengundurkan diri.

Demikian berita yang dilansir Universitas Mercu Buana, pada Kamis, 10 Maret 2011, melalui situs webnya (baca : http://beasiswa.mercubuana.ac.id/2011/03/calon-penerima-beasiswa-penuh-4-tahun.html).

Dalam http://www.mercubuana.ac.id/beasiswa2011.pdf, dijelaskan bahwa beasiswa tersebut diberikan dalam rangka memberi kesempatan kepada Putra/Putri Terbaik Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke Jenjang Strata 1 (S1). Beasiswa diberikan kepada 200 orang yang terdiri dari 2 (dua) Jenis Beasiswa, yaitu Beasiswa Unggulan dan Beasiswa Prestasi.


Beasiswa ini diberikan dalam bentuk bebas biaya studi selama masa studi di Universitas Mercu Buana yaitu delapan semester (4 tahun). Jumlah penerima beasiswa ini adalah 50 Orang.

Syarat-syarat memperoleh beasiswa antara lain siswa kelas tiga atau lulus SMA/K pada tahun 2011. Bagi calon penerima beasiswa jalur akademik, mereka harus memiliki nilai rata-rata rapor lebih besar dari 7.50, termasuk 10 siswa terbaik di kelas selama empat semester dan lolos seleksi, sedangkan calon penerima beasiswa jalur non-akademik harus pernah juara kompetisi tingkat nasional untuk berbagai bidang (bukti sertifikat) atau hafal 30 Juz Juz Al Quran (dibuktikan dengan sertifikat dari lembaga yang diakui).

Syarat tambahan, penerima beasiswa harus menyelesaikan kuliah dalam kurun empat tahun akademik, jika mendapatkan nilai IPK di bawah 3,00 pada semester berjalan, maka tidak mendapat beasiswa pada sementer berikutnya. Nominasi calon penerima beasiswa akan gugur dengan sendirinya apabila siswa tidak lulus UAN. Calon penerima juga tidak sedang atau akan menerima beasiswa lain.

Bagi yang tidak masuk nominasi Program Beasiswa Unggulan akan diikutkan Program Beasiswa Prestasi (beasiswa ini diberikan dalam bentuk potongan Biaya Studi sesuai prestasi. Jumlah penerima beasiswa ini
adalah 150 orang). (asnawin)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]