Selasa, 19 April 2011

Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba



KEBUN KARET. Kecamatan Bulukumpa adalah salah satu dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kecamatan Bulukumpa berada di daerah ketinggian, sehingga daerah ini terkenal dengan hasil perkebunan dan pertaniannya. Salah satu areal perkebunan yang cukup terkenal dan menjadi objek wisata agro di Kecamatan Bulukumpa, yaitu Perkebunan Karet Balambessi dan di Pa'langngisang. (foto: http://bulukumbatourism.com/)

----------------

Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba

Oleh: Asnawin

Kecamatan Bulukumpa adalah salah satu dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kecamatan Bulukumpa berada di daerah ketinggian, sehingga daerah ini terkenal dengan hasil perkebunan dan pertaniannya.

Salah satu areal perkebunan yang cukup terkenal dan menjadi objek wisata agro di Kecamatan Bulukumpa, yaitu Perkebunan Karet Balambessi dan Perkebunan Karet Pa'langngisang.

Dengan potensi alam yang dimilikinya, maka Kecamatan Bulukumpa ditetapkan sebagai salah satu dari tiga kecamatan sentra pengembangan pertanian dan perkebunan. Dua kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Kindang dan Kecamatan Rilau Ale (kecamatan pemekaran dari Bulukumpa).


Kecamatan Bulukumpa terbagi dalam 16 kelurahan dan desa, yaitu:

- 1. Kelurahan/Desa Balang Pesoang (Kodepos : 92552)
- 2. Kelurahan/Desa Balang Taroang (Kodepos : 92552)
- 3. Kelurahan/Desa Ballasaraja (Kodepos : 92552)
- 4. Kelurahan/Desa Barugae (Kodepos : 92552)
- 5. Kelurahan/Desa Batulohe (Kodepos : 92552)
- 6. Kelurahan/Desa Bonto Bulaeng (Kodepos : 92552)
- 7. Kelurahan/Desa Bonto Minasa (Kodepos : 92552)
- 8. Kelurahan/Desa Bontomangiring (Kodepos : 92552)
- 9. Kelurahan/Desa Bulo-Bulo (Kodepos : 92552)
- 10. Kelurahan/Desa Jawi - Jawi (Kodepos : 92552)
- 11. Kelurahan/Desa Jojjolo (Kodepos : 92552)
- 12. Kelurahan/Desa Kambuno (Kodepos : 92552)
- 13. Kelurahan/Desa Salassae (Kodepos : 92552)
- 14. Kelurahan/Desa Sapo Bonto (Kodepos : 92552)
- 15. Kelurahan/Desa Tanete (Kodepos : 92552)
- 16. Kelurahan/Desa Tibona (Kodepos : 92552).

Sumber:
- http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bulukumba
- http://bulukumbatourism.com/

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Bangun Sekolah dan Kembangkan Pendidikan di Bulukumba



BERSAMA ISTERI. Ikatan emosional yang begitu kuat dengan tanah kelahirannya, membuat Muhammad Basri selalu berjuang dan akhirnya mampu ''menyumbangkan'' sejumlah sekolah dan bantuan untuk pembangunan pendidikan di Kabupaten 'Butta Panrita Lopi'' Bulukumba. Dalam foto, Muhammad Basri bersama isteri, Dra Hj Zamsani. (Foto: dok. pribadi)

Kisah Ikan Duyung di Bulukumba



IKAN DUYUNG. Jumaning (60), membersihkan tubuh ikan duyung yang ditemuinya di tepi pantai saat mencuci bentang (tali rumput laut) di pesisir pantai di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa, 19 April 2011. Banyak warga yang berkunjung ke rumah Jumaning karena penasaran ingin melihat ikan duyung tersebut. (Foto: Kompas/k23-11)

--------------------------


Kisah Ikan Duyung di Bulukumba
Meski Dibacok, Ikan Duyung Tetap Hidup

Harian Kompas (Kompas.com)
K23-11 | yuli |
Rabu, 20 April 2011
http://regional.kompas.com/read/2011/04/20/04143456/Meski.Dibacok.Ikan.Duyung.Tetap.Hidup

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Warga pesisir di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, digemparkan dengan seekor ikan duyung yang tiba-tiba muncul, Selasa (19/4/2011). Para nelayan pun kemudian berniat memotong ikan tersebut untuk mengambil dagingnya.

Namun, entah mengapa ikan duyung yang tubuhnya sudah terluka akibat sabetan parang itu terus berenang hingga mendekati Jumaning yang sedang asyik mencuci bentang (tali) rumput laut di tepi laut.

Jumaning melihat ikan duyung itu seakan meminta pertolongan kepadanya. Si ikan terlihat menyelamatkan diri dari kejaran para nelayan. Maka dari itu, Jumaning pun menyelamatkan dan membawanya ke rumah di Desa Garanta, Kecamatan Ujung Loe, Sulawesi Selatan, sekitar 3 km dari tepi pantai.

Ikan itu dibawa Jumaning menggunakan jasa ojek. Saat Kompas.com bertandang ke rumahnya, ratusan warga terlihat berkerumun melihat ikan duyung itu.

Selama di rumahnya, Jumaning bersama istrinya, Sugi (50), memberikan nasi, lauk ikan, bahkan telur ke ikan itu untuk memulihkan fisiknya. Kondisi ikan duyung berbobot 65 kg dan panjang 1,5 meter tersebut memang tampak lemas.

"Waktu saya temukan, ikannya sudah lemas. Bahkan tubuhnya luka-luka akibat sabetan parang nelayan yang akan merebut dagingnya," ujar Jumaning.

Lantaran terlalu banyak warga yang penasaran ingin melihat ikan duyung tersebut, Jumaning lantas memberlakukan tarif Rp 1.000 untuk sekali masuk. Uang hasil kunjungan warga tersebut digunakan untuk membeli makanan ikan yang doyan dengan telur itu.

Jumaning hanya berprofesi sebagai pencuci bentang dan penghasilannya tidak tetap. Ia percaya bahwa kehadiran ikan duyung ini merupakan pembawa rezeki bagi keluarganya.



[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Bupati Bulukumba Pantau Langsung UN SLTA




UJIAN NASIONAL. Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SLTA yang serentak dilaksanakan Senin (18/4) di Kabupaten Bulukumba diikuti oleh sebanyak 4.088 siswa kelas 3 dari SMA, SMK dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Bulukumba. Bupati Bulukumba meninjau pelaksanaan ujian tersebut, Senin, 18 April 2011. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)

Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba



PANTAI SAMBOANG. Kecamatan Bontotiro adalah salah satu dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Banyak objek wisata di kecamatan ini, antara lain Makam Dato Tiro, permandian alam Samboang, permandian alam Limbua. Kecamatan Bontotiro terdiri atas 12 kelurahan/desa.

------------------
 
Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba

Kecamatan Bontotiro adalah salah satu dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Banyak objek wisata di kecamatan ini, antara lain Makam Dato Tiro, permandian alam Samboang, permandian alam Limbua. Kecamatan Bontotiro terdiri atas 12 kelurahan/desa.

Makam Dato Tiro terletak di kecamatan bonto tiro. Maulana Abdul Jawad Khatib Bungsu adalah nama asli dari Dato Tiro. Beliau adalah salah seorang penyiar agama Islam pertama di Sulawesi Selatan.

Pantai Samboang terletak di Desa Eka Tiro Kecamatan Bonto Tiro. Panorama yang indah dan lekukan bibir pantai yang landai, serta terumbu karang yang tak jauh dari pantai, menjadikan Samboang berbeda dengan objek wisata pantai lainnya. Di tempat ini pula terdapat pulau kecil yang telah dihubungkan dengan titian sepanjang 20 meter. Bagi wisatawan yang gemar memancing di tempat inilah dapat menyalurkan hobby.

Permandian Alam Limbua terletak di Desa Hila-Hila Kecamatan Bonto Tiro, 1 Km dari Makam Dato Tiro. Permandian Alam Limbua ini mempunyai daya tarik tersendiri untuk dinikmati. Selain tempatnya yang dikelilingi pohon rindang dan siulan kicau burung, permandian ini juga menyatu dengan laut. Tempat ini juga memiliki keunikan yaitu airnya tetap tawar walaupun bercampur dengan air laut.

Kecamatan Bontotiro sekarang terdiri atas 12 kelurahan/desa, yaitu;


- 1. Kelurahan/Desa Batang ----------- (Kodepos : 92572)
- 2. Kelurahan/Desa Bonto Barua --- -- (Kodepos : 92572)
- 3. Kelurahan/Desa Bonto Bulaeng --- (Kodepos : 92572)
- 4. Kelurahan/Desa Bonto Marannu -- (Kodepos : 92572)
- 5. Kelurahan/Desa Bonto Tangnga -- (Kodepos : 92572)
- 6. Kelurahan/Desa Buhung Bundang - (Kodepos : 92572)
- 7. Kelurahan/Desa Caramming ------- (Kodepos : 92572)
- 8. Kelurahan/Desa Dwi Tiro --------- (Kodepos : 92572)
- 9. Kelurahan/Desa Ekatiro ----------- (Kodepos : 92572)
- 10. Kelurahan/Desa Pakubalaho ----- (Kodepos : 92572)
- 11. Kelurahan/Desa Tamalanrea ----- (Kodepos : 92572)
- 12. Kelurahan/Desa Tritiro ---------- (Kodepos : 92572). (asnawin)

Sumber;
- http://id.wikipedia.org/wiki/Bulukumba
- http://bulukumbatourism.com/index.php?option=com_content&view=article&id=5&Itemid=62
- http://bulukumbatourism.com/index.php?option=com_content&view=article&id=20&Itemid=61
- http://bulukumbatourism.com/index.php?option=com_content&view=article&id=50&Itemid=69


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba




TANJUNG BIRA. Bonto Bahari adalah salah satu dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia. Bonto Bahari berarti "tanah laut". Ada dua ciri khas sekaligus tempat wisata yang cukup terkenal di Kecamatan Bonto Bahari, yaitu Pantai Bira dan tempat pembuatan perahu phinisi.


----------------------

Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba

Bonto Bahari adalah salah satu dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia. Bonto Bahari berarti "tanah laut". Ada dua ciri khas sekaligus tempat wisata yang cukup terkenal di Kecamatan Bonto Bahari, yaitu Pantai Bira dan tempat pembuatan perahu phinisi.

Kecamatan Bonto Bahari terdiri atas delapan desa/kelurahan, yaitu:
 
- 1. Kelurahan/Desa Ara (Kodepos : 92571)
- 2. Kelurahan/Desa Benjala (Kodepos : 92571)
- 3. Kelurahan/Desa Bira (Kodepos : 92571)
- 4. Kelurahan/Desa Darubiah (Kodepos : 92571)
- 5. Kelurahan/Desa Lembanna (Kodepos : 92571)
- 6. Kelurahan/Desa Sapolohe (Kodepos : 92571)
- 7. Kelurahan/Desa Tanah Beru (Kodepos : 92571)
- 8. Kelurahan/Desa Tanah Lemo (Kodepos : 92571). (asnawin)


Sumber:
- http://id.wikipedia.org/wiki/Bonto_Bahari,_Bulukumba

- http://id.wikipedia.org/wiki/Bulukumba

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Bupati Bupati Bulukumba Dari Masa Ke Masa




Secara yuridis formal Kabupaten Bulukumba resmi menjadi daerah tingkat II setelah ditetapkan Lambang Daerah Kabupaten Bulukumba oleh DPRD Kabupaten Bulukumba pada 4 Februari 1960, dan selanjutnya dilakukan pelantikan bupati pertama, yaitu Andi Patarai pada 12 Februari 1960. Sejak saat itu sampai sekarang, Bulukumba telah dipimpin 11 bupati. (Foto: Asnawin)

-------------------------

Bupati Bupati Bulukumba Dari Masa Ke Masa

Peresmian Bulukumba menjadi sebuah nama kabupaten dimulai dari terbitnya Undang–Undang Nomor 29 Tahun 1959, tentang Pembentukan Daerah–daerah Tingkat II di Sulawesi yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba Nomor 5 Tahun 1978, tentang Lambang Daerah.

Akhirnya setelah dilakukan seminar sehari pada tanggal 28 Maret 1994 dengan narasumber Prof Dr H Ahmad Mattulada (ahli sejarah dan budaya), maka ditetapkanlah hari jadi Kabupaten Bulukumba, yaitu tanggal 4 Februari 1960 melalui Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 1994.

Secara yuridis formal Kabupaten Bulukumba resmi menjadi daerah tingkat II setelah ditetapkan Lambang Daerah Kabupaten Bulukumba oleh DPRD Kabupaten Bulukumba pada tanggal 4 Februari 1960 dan selanjutnya dilakukan pelantikan bupati pertama, yaitu Andi Patarai pada tanggal 12 Februari 1960.

Sejak saat itu sampai sekarang, Bulukumba telah dipimpin 11 bupati. Berikut daftar Bupati Bupati Bulukumba Dari Masa ke Masa:

1. Andi Patarai (12 Februari 1960 - 1966)
2. Andi Bakri Tandaramang (1966-1978)
3. Amien Situru (1978, Pjs)
4. HA Hasanuddin (1978-1980)
5. Malik Hambali (1980-1985)
6. HA Kube Dauda (1985-1990)
7. Andi Tamrin (1990-1995)
8. HA Patabai Pabokori (1995-2005)
9. AM Sukri Sappewali (2005-2010)
10. Azikin Solthan (2010, Plt)
11. Zainuddin Hasan (2010-2015). (asnawin)

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bulukumba

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Dikawal Polisi Bulukumba, Tersangka Curanmor Ikut UN



UJIAN NASIONAL. Seorang polisi Polres Bulukumba, Sulawesi Selatan melakukan penjagaan terhadap seorang peserta Ujian Nasional yang sedang mengikuti ujian. Peserta Ujian tersebut merupakan tersangka kasus pencurian motor di halaman RSUD Bulukumba, dua minggu lalu. (Foto: k23-11)


---------------------------

Dikawal Polisi Bulukumba, Tersangka Curanmor Ikut UN

Harian Kompas
K23-11 | Glori K. Wadrianto |
Selasa, 19 April 2011
http://regional.kompas.com/read/2011/04/19/09502686/Dikawal.Polisi.Tersangka.Curanmor.Ikut.UN

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Seorang peserta ujian nasional, Edi Wahyudi, mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Resor Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa (19/4/2011).

Edi harus dikawal setelah melakukan tindak kejahatan. Ia tertangkap tangan mencuri sepeda motor pengunjung yang terparkir di halaman RSUD Bulukumba, dua minggu sebelum UN dilaksanakan.

Berbeda dengan peserta lainnya, Edi, yang merupakan keponakan salah seorang anggota Dewan di Bulukumba ini, harus mengikuti ujian dengan pengasingan. Ia mengerjakan soal di OSIS SMU Negeri 2, yang hanya berukuran 2 meter x 4 meter. Tak hanya itu, di sekitarnya ada lima anggota polisi yang menjaga.

Menurut wali kelas Edi, Sukmawati, ia sangat terkejut saat mengetahui ada siswanya yang ditangkap oleh polisi terkait kasus pencurian motor. Menurut Sukmawati, Edi merupakan anak pendiam di sekolah, bahkan tak pernah membuat onar. Bahkan, Edi kerap mengikuti organisasi kepramukaan.

Berdasarkan data yang diperoleh Kompas.com dari Polres Bulukumba, Edi tertangkap tangan setelah kembali beraksi di halaman RSUD Bulukumba. Sebelumnya, Edi berhasil menggondol salah satu sepeda motor tanpa pelat nomor polisi yang sedang terparkir di halaman rumah sakit. Dari tangan pelaku, polisi menyita sebuah sepeda motor hasil curiannya, yang saat ini masih diamankan di markas Polres.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Dianggap Ganggu Ujian Siswa di Bulukumba, Konser ''Ungu'' Diprotes



BAND UNGU. Pasha Ungu (kiri) tampil di depan ribuan penggemarnya dalam salah satu konser di Jakarta. Konser grup band ''Ungu'' yang rencananya digelar di Stadion Mini Bulukumba, Selasa malam, 19 April 2011, diprotes sejumlah anggota masyarakat, terutama yang anaknya sedang mengikuti Ujian Nasional SMA dan sekolah sederajat. (Foto: KOMPAS/FIKRIA HIDAYAT)

Senin, 18 April 2011

4.088 Siswa SMA Bulukumba Ikuti Ujian Nasional



UJIAN NASIONAL. Kadisdikpora Bulukumba, Akbar Amier, mengatakan, jumlah peserta Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Bulukumba tahun 2010-2011, yang dimulai Senin (18/4/2011) sebanyak 4088 orang. Dengan rincian yakni untuk SMA 2.497 siswa, MA 728 siswa, dan SMK 863 siswa. 

-------------------

4.088 Siswa SMA Bulukumba Ikuti Ujian Nasional

Radio Cempaka Asri, Bulukumba
Senin, 18 April 2011
http://www.rca-fm.com/2011/04/4088-siswa-bulukumba-ikuti-un.html

Bulukumba, RCAnews - Jumlah peserta Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Bulukumba tahun 2010-2011, yang dimulai Senin (18/4/2011) sebanyak 4088 orang. Dengan rincian yakni untuk SMA 2.497 siswa, MA 728 siswa, dan SMK 863 siswa. Hari ini diperkirakan sekitar dua juta siswa SMA sederajat seluruh Indonesia mengikuti UN.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Kemendiknas, total jumlah peserta UN adalah 10.408.562 siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA dari seluruh Indonesia. Rinciannya, sebanyak 2.442.599 siswa tingkat SMA, 3.716.596 siswa tingkat SMP dan 4.249.367 siswa tingkat SD. Dari jumlah siswa tingkat SMA, tercatat sebanyak 1.196.136 siswa SMA, 287.931 (MA), dan 958.532 (SMK).

Sebelumnya dalam berbagai kesempatan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga di Bulukumba, Akbar Amier telah menegaskan kepada peserta Ujian Nasional (UN) pada tingkat SMA dan sederajat agar tidak terpengaruh dengan adanya isu-isu kunci jawaban.

"Siswa SMA sederajat tidak boleh terpengaruh dengan adanya kunci jawaban yang disebut-sebut beredar, karena belum tentu kebenarannya," kata Akbar Amier, kepada para wartawan.

Akbar juga menegaskan, para guru di daerah ini harus menyampaikan hal ini kepada seluruh peserta UN di Bulukumba  untuk tidak terpengaruh dengan adanya isu-isu kunci jawaban yang beredar. (rca/ry)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Konser Ungu '1001 Kisah Hati' di Stadion Mini Bulukumba



UNGU BAND. Konser band ibukota, Ungu, dijadwalkan digelar di stadion Mini Bulukumba, Selasa 19 April 2011 mulai pukul 19.30 wita. Konser Ungu kali ini masih dalam rangkaian tur promo album terbaru Pasha dan kawan-kawan bertajuk "1001 Kisah Hati" di Tanah Air untuk kawasan Timur Indonesia.

Minggu, 17 April 2011

DPRD Bulukumba akan Bentuk Pansus Kesehatan


>DPRD Kabupaten Bulukumba akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait sejumlah masalah penggunaan dana kesehatan senilai Rp 4,6 miliar pada 2010, dengan tujuan memeriksa pengelolaan manajemen Dinas Kesehatan (Dinkes) serta pihak di RSUD Sultan Dg Radja Bulukumba seperti pemeriksaan pengelolaan keuangan, kebijakan keuangan. (Foto: Asnawin)

------------------------

DPRD Bulukumba akan Bentuk Pansus Kesehatan

Antara News
Minggu, 17 April 2011
http://makassar.antaranews.com/berita/26792/dprd-bulukumba-akan-bentuk-pansus-kesehatan

Bulukumba, Sulsel (ANTARA News) - DPRD Kabupaten Bulukumba akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait sejumlah masalah penggunaan dana kesehatan senilai Rp 4,6 miliar pada 2010. 

"Draf sudah dibuat, dan Insya Allah Senin (18/4) kami akan jalan dengan mengajukan ke beberapa anggota dewan lainya untuk dimintai dukungan pembentukan pansus Rumah Sakit Umum Sultan Dg Radja, mudah mudahan disetujui," ujar Zulkifli Sayye, anggota Komisi C bidang ekonomi keuangan, kepada wartawan di Bulukumba, Minggu, 17 April 2011.

Menurut dia, sejumlah anggota lainnya sudah memberikan sinyal akan mendukung pembentukan pansus ini, namun tidak menutup kemungkinan pansus ini akan dimentahkan oleh anggota jika ada alasan lain yang tidak menyetujui. Selain itu, dukungan dua fraksi sebagai syarat mutlak pembentukan pansus juga sementara dijajaki seperti Fraksi Golkar dan Demokrat yang juga mempunyai pengaruh cukup besar.

"Dukungan dari teman-teman lain terus mengalir, dan sejumlah fraksi pun mendukung salah satunya Demokrat," ujar legislator asal Partai Bulan Bintang itu.

Ia menegaskan, tujuan pembentukan pansus adalah untuk memeriksa pengelolaan manajemen Dinas Kesehatan (Dinkes) serta pihak di RSUD Sultan Dg Radja Bulukumba seperti pemeriksaan pengelolaan keuangan, kebijakan keuangan. Kemudian pada pelayanan publik, di antaranya pelayanan medis ke pasien, apakah sudah terlaksana sesuai standar prosedur atau belum.

"Salah satunya alasan membentuk pansus adalah menindak lanjuti pasca mogok kerja di rumah sakit beberapa waktu lalu dengan tuntutan pembayaran jasa mediknya segera dibayarkan sejak 2009 hingga 2010, itu dikemanakan anggarannya, makanya kami akan evaluasi. Bukan hanya itu, kalau ditemukan unsur merugikan negara maka akan diproses hukum, " tegasnya.

Tidak Jelas

Ketua umum Forum Komunikasi Pemuda dan Pelajar (FKPP) Bulukumba, Asri Pato, menduga anggaran senilai Rp 4,6 miliar pada 2010 itu tidak jelas peruntukannya dan tidak transparan. Untuknya diminta agar dilakukan audit dan investigasi oleh Kejaksaan Tingggi Bulukumba dan DPRD Bulukumba agar diketahui dikemakan aliran dana tersebut.

"Kami ketahui ada anggaran untuk kesehatan senilai Rp4,6 miliar dengan peruntukkan Dinkes dan Rumah Sakit serta 10 puskesmas lainnya, tapi dikemanakan dan tidak diketahui peruntukkannya, kenapa sampai ada persoalan penunggakan jasa, padahal anggarannyaa sudah ada," ucapnya.  (T.KR-HK/F003)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Curang, Peserta UN di Bulukumba Didiskualifikasi



UJIAN NASIONAL. Foto ilustrasi Ujian Nasional. Sanksi diskualifikasi dan tidak diluluskan akan dijatuhkan terhadap peserta Ujian Nasional di Bulukumba, yang ditemukan berlaku curang seperti menyontek saat berlangsung ujian. Sanksi tersebut berlaku untuk semua siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat tanpa pandang bulu. (ANTARA/Septianda Perdana)

--------------------

Curang, Peserta UN di Bulukumba Didiskualifikasi

Antara News
Senin, 18 April 2011
http://www.antaranews.com/berita/254666/curang-peserta-un-didiskualifikasi

Bulukumba, Sulsel (ANTARA News) - Sanksi diskualifikasi dan tidak diluluskan akan dijatuhkan terhadap peserta Ujian Nasional yang ditemukan berlaku curang seperti menyontek saat berlangsung ujian.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Andi Akbar Amier, seusai pertemuan dengan tim pemantau dari Universitas Hasanuddin (Unhas) di Bulukumba sebelum memulai tugas mereka hari ini, Senin.

Dia mengatakan, sanksi tersebut berlaku untuk semua siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat tanpa pandang bulu. Selain itu, peserta tidak diperkenankan membawa alat komunikasi (Handpone) dan semacamnya, termasuk bahan contekan yang sering kali di sembunyikan peserta di tempat yang dianggapnya aman.

"Bagi peserta tertangkap tangan, tanggung sendiri resikonya. Siswa yang curang tentu ditindak tegas. Dan saya mengharapkan pihak wali dan orang tua siswa dapat mengingatkan mereka bahwa bertindak curang itu dosa dan sanksinya jelas, diskualifikasi," tegasnya.

Selain itu, dia berharap agar peserta tidak mudah terpengaruh oleh isu tentang kunci jawaban yang belum tentu kebenarannya. "Jangan berharap ada kunci jawaban yang beredar benar, bisa saja itu hanya tebak-tebakan yang belum tentu 100 persen benar," tambahnya.

"Isu-isu itu tidak boleh dipercayai karena belum tentu kebenarannya. Kemudian jika ditemukan maka sanksinya keras," ucap Akbar.

Data Disdikpora Bulukumba, jumlah siswa yang ikut UN hari ini (18/4) sebanyak 2.497 siswa SMA, 728 siswa Madrasyah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 863 siswa. Standar nilai UN yang harus dicapai adalah 5,5. Kepala Sub Bidang Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Asrul Sani menginformasikan Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan saat ini turun langsung memantau pelaksanaan UN di SMAN 2 Bulukumba.  (HK/F003/K004)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Di Bulukumba, Soal & Lembar Jawaban UN Difotokopi



UJIAN NASIONAL. Puluhan peserta ujian nasional Ujian Nasional (UN) di SMA Negeri 2 Bulukumba, Sulawesi Selatan, tak kebagian lembar jawaban atau LKJ dan soal pada hari pertama, Senin, 18 April 2011. Akibatnya waktu mereka pun terbuang percuma sekitar satu jam, padahal para siswa ini sudah bersiap-siap di ruangan sebelum waktu  ujian. (foto: ist)

------------------------
 
Di Bulukumba, Soal & Lembar Jawaban UN Difotokopi

Senin, 18 April 2011
http://kampus.okezone.com/read/2011/04/18/373/447144/parah-soal-lembar-jawaban-un-difotokopi
Foto: Ist.

BULUKUMA - Puluhan peserta ujian nasional Ujian Nasional (UN) di SMA Negeri 2 Bulukumba, Sulawesi Selatan, tak kebagian lembar jawaban atau LKJ dan soal pada hari pertama, Senin, 18 April 2011. Akibatnya waktu mereka pun terbuang percuma sekitar satu jam, padahal para siswa ini sudah bersiap-siap di ruangan sebelum waktu  ujian.

Sejumlah ruangan ujian di SMA Negeri 2 Bulukumba kekurangan soal dan  LKJ. Di ruangan IPS misalnya, terdapat kekurangan 13 soal dan  LJK. Saat membuka segel, panitia hanya mendapatkan masing-masing empat soal dan LJK.

Kekurangan soal dan LJK ini terjadi hampir di semua ruangan ujian. setelah melakukan rapat koordinasi, panitia setempat akhirnya memberi solusi dengan menggadakan soal dan LKJ menggunakan mesin fotokopi.

Meski demikian, peserta UN hanya pasrah menerima kesalahn teknis  ini. Mereka rela membuang waktu mereka menunggu kopian tersebut. Parahnya lagi, peserta ujian yang sudah mengisi LKJ kopian, harus  mengisi ulang LKJ computer.

Ketua Panitia Ujian SMA 2 Bulukumba, Drs Muh Ridwan, membenarkan kekurangan puluhan soal dan LJK. Solusi dengan cara penggandaan LJK dan menggunakan mesin fotokopi sudah di koordinasikan dengan panitia rayon Sulawesi Selatan di Universitas Hasanuddin Makassar.
(Jabbar Bahring/SUN TV/rhs)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Fahmi Syariff: Dalam Mimpi pun Saya Berteater



DENDAM telah mengubah hidupnya. Ia ingat betul momen-momen ketika berdiri di pintu kelas dan guru pembimbing drama di SMA-nya, Emil Agus Kalalo tak mengacuhkannya. Ia tak digubris hingga latihan terakhir dan pementasan yang penuh tepuk tangan berlalu tanpa dirinya di atas panggung. (Foto: Jumain Sulaiman/Fajar)

Pistol Dirampas, 2 dari 4 Pencuri Kabur di Bulukumba



RAMPASAN. Sepucuk senjata rakitan dan enam butir amunisi dirampas anggota Polsek Ujung Loe, Bulukumba, Sulawesi Selatan, dari tangan komplotan pencuri, Minggu (17/4/2011) sekitar pukul 03.00. Perampasan bermula dari penggerebekan di rumah kontrakan pelaku bernama Illang di Perumahan BTN II, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Bulukumba, setelah pengintaian hampir sepekan. (Foto: Kompas/k23-11)

----------------

Pistol Dirampas, 2 dari 4 Pencuri Kabur di Bulukumba

K23-11 | yuli | Minggu, 17 April 2011
http://regional.kompas.com/read/2011/04/17/04245468/Pistol.Dirampas.2.dari.4.Pencuri.Kabur

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Anggota Polsek Ujung Loe dibantu anggota Tekap Polres Bulukumba, Sulawesi Selatan, merampas sepucuk pistol dan enam peluru dari tangan komplotan pencuri, Minggu (17/4/2011) sekitar pukul 03.00 Wita.

Perampasan bermula dari penggerebekan di rumah kontrakan pelaku bernama Illang di Perumahan BTN II, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Bulukumba, setelah pengintaian hampir sepekan.

Para pelaku tak berkutik ketika disergap polisi yang dipimpin Kepala Unit Reskrim Polsek Ujung Loe Aiptu Muhsin, yang berpakaian preman. Mereka sedang tertidur lelap. Namun, dua dari empat pelaku berhasil meloloskan diri. Salah satunya adalah Illang.

Hal itu terjadi setelah polisi menemukan senjata rakitan di dalam tas Illang. Polisi menduga, Illang merupakan otak utama komplotan tersebut.

Sementara dua pelaku juga diringkus beserta barang bukti hasil curiannya, seperti uang, rokok berbagai jenis, handphone, serta perlengkapan mandi yang diambil dari rumah korban di Ujung Loe.

Di depan petugas, kedua pelaku yang masih berusia 19 tahun, Sudirman alias Aco dan Suprianto alias Intra, mengakui perbuatannya. "Tidak sengaja kami menemukan senpi beserta amunisinya yang tersimpan di dalam tasnya, saat mencari barang bukti hasil curiannya," ujar Aiptu Muhsin kepada Kompas.com di Polsek Ujung Loe.

Hingga saat ini, aparat masih memburu kedua pelaku yang kabur. Polisi menduga, senjata api yang dipegang pelaku digunakan untuk memperlancar aksinya. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Sabtu, 16 April 2011

Kajang not mystical but friendly awning


RUMAH KAMPUNG. Angin semilir berhembus. Daun-daun pepohonan perlahan bergoyang. Jangkrik-jangkrik pun ikut berdendang. Silih berganti terdengar suara jangkrik dan hembusan angin. Sungguh damainya suasana di kawasan adat Ammatoa yang berada di daerah Kajang-Bulukumba. (Foto: Fheny Anggriyani)

Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Bulukumba



KANTOR CATATAN SIPIL. Ketika melintas dari arah Kampung Ela-ela menuju Pemakaman Islam Taccorong, Selasa, 29 Maret 2011, saya tertarik memotret sebuah kantor yang dindingnya bercat hijau dan di depannya juga terdapat beberapa pohon pelindung dan bunga nan hijau. Ternyata kantor ini adalah Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bulukumba. (Foto: Asnawin)

--------------------



KANTOR CATATAN SIPIL. Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bulukumba terletak di Kampung Matajang, Kecamatan Ujungbulu. Ada beberapa kantor dan sekolah yang berada di Kampung Matajang, antara lain SMP Negeri 1 Bulukumba, Gedung Juang, Kantor Biro Pusat Statistik, serta Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. (Foto: Asnawin)

--------------------

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kantor Lingkungan Hidup, Bulukumba



KANTOR LINGKUNGAN HIDUP. Ini adalah Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Bulukumba yang terletak di Jl. Dahlia, dan saya abadikan pada Senin, 28 Maret 2011. Kantor ini pernah dipakai oleh Dinas Koperasi dan UKM. Ada beberapa kantor dan sekolah yang berdekatan dengan kantor Lingkungan Hidup, antara lain gedung KNPI Bulukumba, gedung SMK Negeri 1 Bulukumba (bekas SMEA), gedung SMA Negeri 2 Bulukumba (bekas SPG). Tak jauh dari kantor ini juga terdapat rumah jabatan Bupati Bulukumba dan rumah jabatan Wakil Bupati Bulukumba. (Foto: Asnawin)

---------------

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kantor Satpol PP Bulukumba



KANTOR SATPOL PP. Ini adalah Kantor Satuan Polisi Pamong Praja atau biasa disingkat Satpol PP Kabupaten Bulukumba yang saya abadikan pada Minggu, 20 Maret 2011. Kantor ini dulu pernah berfungsi sebagai rumah sakit atau poliklinik. Puluhan tahun silam, di tempat ini berdiri kantor Depdikbud (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) Bulukumba. (Foto: Asnawin)

-------------------
 
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kantor Camat Ujungbulu, Bulukumba



KANTOR CAMAT. Saat melintas di pantai Bulukumba, tepatnya Jl. Yos Sudarso, Minggu, 20 Maret 2011, saya tertarik mengabadikan kantor yang sepintas lalu terlihat mungil ini. Ternyata ini adalah kantor Camat Ujungbulu. Di depan kantor camat ini ada hutan kota yang dikelola Dinas Kehutanan setempat. (Foto: Asnawin)


--------------------

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kamis, 14 April 2011

Bulog Bulukumba Jual Beras Rp 1.600/Kg



RASKIN. Badan Usaha Logistik (Bulog) Bulukumba menjual beras untuk masyarakat miskin (Raskin) hanya seharga Rp 1.600 per kilogram. Harga tersebut masih sama dengan harga yang ditawarkan pada 2010. Raskin dibatasi hanya 15 kilogram untuk setiap Rumah Tangga Sasaran (RTS) per bulan. (int)

Pasien Mau Melahirkan Ditolak Rumah Sakit Bulukumba



RSUD BULUKUMBA. Rosmia kecewa. Rencana persalinannya yang ketiga ditolak Rumah Sakit Umum Daerah Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan, baru-baru ini. Penyebabnya, tak ada dokter ahli kandungan di rumah sakit tersebut, padahal dia telah menunggu hampir delapan jam. (Foto: Asnawin)


----------------


Pasien Mau Melahirkan Ditolak Rumah Sakit Bulukumba

Fitriani Lestari
http://kesehatan.liputan6.com/berita/201104/329690/pasien_mau_melahirkan_ditolak_rumah_sakit
15/04/2011 02:29 | Kesehatan

Liputan6.com, Bulukumba:
Rosmia kecewa. Rencana persalinannya yang ketiga ditolak Rumah Sakit Umum Sultan Daeng Raja Bulukumba, Sulawesi Selatan, baru-baru ini. Penyebabnya, tak ada dokter ahli kandungan di rumah sakit tersebut.

Tragisnya, keluarga Rosmia baru mengetahui bahwa dirinya tak bisa melahirkan di rumah sakit itu setelah menunggu hampir delapan jam. Karena tak ada dokter ahli yang menangani, dia pun terpaksa meminta rumah sakit membuat surat rujukan ke Rumah Sakit Umum Bantaeng.

Terbengkalainya para pasien di rumah RSU Sultan Daeng Raja merupakan dampak para dokter dan tenaga medis yang mogok kerja dua pekan berselang. Mereka menuntut pemerintah setempat segera membayarkan jasa pelayanan Jamkesda dan uang insentif yang belum dibayarkan selama tiga tahun.

Buntut dari mogok kerja, bupati akhirnya memutasi dokter ahli kandungan ke puskesmas. Warga berharap pemerintah setempat bijak menyikapi persoalan tersebut karena pasien kerap dirugikan atas kisruh di rumah sakit.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Kisruh Mutasi Dokter Spesialis di Bulukumba, Kemkes Turun Tangan


BAHAS MUTASI DOKTER.
Wakil Bupati Bulukumba, Syamsuddin (paling kanan) sedang menerima perwakilan Kemenkes RI membahas kisruh dokter di RSUD Bulukumba, Rabu, 13 April 2011. Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI sampai mengirim tim khusus untuk melakukan klarifikasi terkait mutasi dokter spesialis di Bulukumba. (Foto: Arman/Fajar)

--------------------


Kisruh Mutasi Dokter Spesialis di Bulukumba, Kemkes Turun Tangan

Oleh: Muhammad Arman
Harian Fajar, Makassar
Kamis, 14 April 2011
http://www.fajar.co.id/read-20110413190927-kisruh-mutasi-dokter-kemkes-turun-tangan

BULUKUMBA -- Mutasi dokter spesialis yang dilakukan Pemkab Bulukumba berbuntut panjang. Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI sampai mengirim tim khusus untuk melakukan klarifikasi terkait masalah tersebut. Tim yang datang ke Bulukumba dipimpin Sekretaris Dirjen I Bidang Permasalahan Kesehatan, dr Ahmad Budiyanto. Mereka menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut.

Menurut Ahmad, masalah di Bulukumba tersebut sudah menjadi masalah nasional. Terutama pasca mogok akibat mutasi dokter spesialis beberapa waktu lalu.

"Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan butuh tindakan segera agar dampaknya bagi masyarakat bisa diminimalisasi," katanya.

Apalagi, kata dia, masalah yang dihadapi Bulukumba tidak adanya dokter kandungan. Akan tetapi, hengkangnya dokter ahli anak dari rumah sakit sangat berpotensi meningkatkan angka kematian ibu dan anak. Dua komponen pelayanan dasar kesehatan ini diakui sebagai bagian dari program Millenium Development Goals (MDGs) yang sedang digalakkan pemerintah.

"Karena sudah menjadi masalah nasional maka Kemkes RI merasa perlu untuk turun mencari apa akar masalahnya," katanya.

Ia merinci, Kemkes ingin tahu kenapa ini bisa terjadi. Apa persoalan yang dihadapi dokter sehingga nekat melakukan mogok dan kemudian mengganggu pelayanan kesehatan. Termasuk soal mutasi satu-satunya dokter spesialis kandungan yang bertugas di rumah sakit ini.

"Kami bukan bermaksud untuk menginterogasi, cuma mencari tahu karena adalah sesuatu yang sangat memprihatinkan," kata dr Ahmad saat melakukan pertemuan dengan Pemkab Bulukumba, Rabu, 13 April 2011.

Soal polemik mutasi dr Rizal SpOG, Ahmad mengatakan, jika pemkab tetap berkeras memutasi Rizal, maka langkah yang bisa dilakukan adalah memberikan izin praktik di dua tempat. Yakni di Puskesmas dan rumah sakit. Soal batasan tiga tempat praktik berdasarkan UU Praktik Kedokteran, Ahmad menegaskan, dalam kondisi keterbatasan tenaga dokter, maka dimungkinkan lebih dari itu.

Solusi ini lahir setelah wakil bupati Bulukumba, Syamsuddin meminta agar dr Rizal dipekerjakan di dua tempat. Alasannya, persoalan mutasi adalah hal yang biasa dan bukan merupakan hukuman melainkan hanya merupakan pola pembinaan kepegawaian agar dalam statusnya sebagai PNS lebih mendahulukan pelayanan. Bukannya, justru menutup layanan kepada masyarakat terlepas soal kisruh tunjangan mereka yang memang belum dibayarkan sejak 2009.

"Jangan selalu berpikir ini adalah hukuman. Kalau memang mendesak dan tenaganya dibutuhkan, apakah tidak bisa diberikan dua izin praktik selain di puskesmas yang menjadi penempatannya juga bertugas di rumah sakit," kata Syamsuddin. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Kedapatan Mencuri, Ical Pura-pura Gila


PURA-PURA GILA. Ical pelaku pencuri HP langsung sadar dari kepuraan-puraan gilanya saat menghitung uangnya dengan benar di kantor polisi. Saat warga akan membawanya ke kantor polisi, Ical berteriak-teriak dengan menyebut nama Allah tepat di depan rumah jabatan Bupati Bulukumba. (Foto: Kompas/k23-11)

----------------

Kedapatan Mencuri, Ical Pura-pura Gila

K23-11 | A. Wisnubrata | Kamis, 14 April 2011
http://regional.kompas.com/read/2011/04/14/10125672/Kedapatan.Mencuri.Ical.Berlagak.Gila

BULUKUMBA, KOMPAS.com - Kedapatan mencuri lima buah telepon genggam, seorang pemuda bernama Ical, langsung berpura-pura gila. Bahkan saat warga akan membawanya ke kantor polisi, Ical malah berteriak-teriak dengan menyebut nama Allah tepat di depan rumah jabatan Bupati Bulukumba.

Aksi pura-pura gila Ical terus dilakukan hingga ke ruang Sentral Pelayanan Masyarakat Mapolres Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (14/04/2011) dini hari. Sejumlah polisi pun dibuat kebingungan dengan tingkah lakunya. Bahkan saat petugas hendak mengamankan tali ikat pinggang logam bermotif tengkorak yang dipakainya, pelaku meronta dan melawan petugas yang ada didekatnya.

Asep, salah seorang korban pencurian mengatakan setelah satu malam Ical menginap di rumahnya, lima ponsel miliknya raib. Korban langsung mencurigainya, ketika Ical meminta pamit pulang dengan membawa seluruh pakaiannya.

"Saat saya membuntutinya, seorang tetangga memberitahu bahwa ia sering melakukan aksinya dengan cara berpura-pura menjadi orang gila," ujar Asep.

Ical yang kemudian diserahkan ke polisi baru bisa ditenangkan setelah 3 jam. Aksi pura-pura gila tersebut dilakukan Ical untuk mengelabui petugas maupun warga yang memergokinya melakukan kejahatan. Setelah dibujuk petugas, dan lelah berpura-pura, Ical akhirnya mengakui perbuatannya. Polisi pun membawa Ical yang tertunduk malu masuk ke ruang sel tahanan.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Izin Lengkap, Polisi Selayar Tetap Tahan 25 ABK Asal Bulukumba


Aparat Polisi Air Sulawesi Selatan dan Barat dibantu Kepolisian Resor Kepulauan Selayar menangkap Kapal Motor (KM) Kurnia dengan 25 anak buah kapal (ABK) beserta nakhodanya yang berasal dari Bulukumba, karena dinilai tidak memiliki izin berlayar. Illustrasi pelabuhan Leppe'e, Bulukumba. (Foto: Asnawin)

-----------------------
 
Izin Lengkap, Polisi Selayar Tetap Tahan 25 ABK Asal Bulukumba

yuli | Kamis, 14 April 2011 | 23:49 WIB
http://regional.kompas.com/read/2011/04/14/23491572/Izin.Lengkap.Polisi.Tetap.Tahan.25.ABK

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Aparat Polisi Air Sulawesi Selatan dan Barat dibantu Kepolisian Resor Kepulauan Selayar menangkap Kapal Motor (KM) Kurnia dengan 25 anak buah kapal (ABK) beserta nakhodanya karena dinilai tidak memiliki izin berlayar.   

Sebanyak 25 orang ABK beserta nakhoda tersebut saat ini masih ditahan kepolisian. Mereka ditahan di Selayar dan diketahui berasal dari Kassi, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

Salah seorang kerabat korban, Syamsuddin, ditemui di kantor DPRD Bulukumba, Kamis (14/4/2011), mengatakan telah mengadukan hal itu kepada Dewan guna mendapatkan keadilan karena penangkapan itu tidak berdasar.

"Mereka ditangkap dengan alasan surat tidak lengkap. Tapi sudah kami lengkapi, namun polisi masih ngotot, katanya ada masalah lain, seperti operator mesin beda dengan foto pada surat izinnya. Itulah salah satu alasan polisi menahan mereka," kisah Syamsuddin, salah satu kerabat ABK itu kepada Dewan.       

Ia juga menyayangkan pihak kepolisian tidak memberi kesempatan dan mengatur bagaimana baiknya sehingga kapal ini bisa berlayar kembali untuk mencari ikan di laut. Selain itu, bekal makanan pun sudah habis sehingga para ABK dan nakhodanya kelaparan saat ditahan.

"Kami sudah melakukan upaya damai, tapi polisi tidak mau mengerti. Izinnya pun sudah kami lengkapi. Dan, menurut informasi, mereka katanya kelaparan di sana," urainya.    

Ia meminta Polairut Polda Suselbar dan Pemkab Bulukumba melalui Dinas Perikanan dan Dinas Perhubungan Laut untuk menyelesaikan masalah ini.

"Untuk membesuk saja harus minta izin Kapolres, sementara Kapolres ada di luar daerah Selayar. Kalau begini tidak ada solusi, kami akan memboikot feri sampai persoalan ini mencapai titik terang," tambah Syamsuddin.

Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Bulukumba, Tamzir, menegaskan, pihaknya telah menerima aspirasi tersebut dan akan menindaklanjuti laporan warga Kassi itu untuk segera diselesaikan secepatnya. Jangan sampai masalah ini bisa menjadi gejolak antara kedua daerah tersebut.

"Pemkab Bulukumba harus segera turun tangan, ini masalah penting yang harus diselesaikan antarkabupaten. Polisi juga tidak boleh menangkap, apalagi memenjarakan warga bila tidak jelas alasan meskipun surat izin tengah dilengkapi pemiliknya. Mari kita duduk bersama menyelesaikan persoalan ini," ucap legislator Partai Hanura ini.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Setiadi belum memberikan penjelasan terkait masalah tersebut karena sedang dalam perjalanan.

"Nantilah saya beri penjelasan ya karena saya masih dalam perjalanan," kata dia melalui telepon selulernya. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Keluarga Berebut Lahan di Kajang, Satu Orang Tewas


KORBAN PERKELAHIAN. Salah satu korban rebutan harta, Mustaming (56) dilarikan ke ruang UGD RSUD Sulthan Dg Radja, Kabupaten Bulukumba, setelah baku bacok dengan iparnya sendiri, hanya gara-gara memperebutkan batasan lahan kebun yang telah dibagikan oleh orang tua istri mereka. (Foto: k23-11)

------------------------------


Keluarga Berebut Lahan di Kajang, Satu Orang Tewas

K23-11 | A. Wisnubrata | Kamis, 14 April 2011
http://regional.kompas.com/read/2011/04/14/09324988/Keluarga.Berebut.Lahan.Satu.Orang.Tewas

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Hanya gara-gara memperebutkan batas lahan kebun, satu keluarga bentrok hebat di lahan kebunnya di lingkungan Kaluku Lohe, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu (13/04/2011) malam.

Dari peristiwa tersebut, satu orang bernama Sawaling (60) tewas. Sawaling tewas akibat luka di leher. Adapun dua orang lainnya, yakni Rustan (20) dan bapaknya, Mustaming (56), masing-masing mengalami luka sobek di bagian lututnya dan luka di bagian belakang leher dan tangannya.

Baik pelaku maupun korban masih merupakan saudara ipar. Data yang berhasil dihimpun Kompas.com dari aparat kepolisian setempat menyebutkan, korban dan pelaku yang masih satu keluarga ini memperebutkan lahan kebun yang telah dibagikan oleh orangtua istri-istri mereka.

Kejadian bermula ketika batas lahan kebun kelapa ditanami jagung oleh Anira, istri Mustaming. Sawaling langsung menegur adik iparnya itu. Namun, Anira tidak terima teguran korban dan memanggil suaminya, Mustaming, dan anaknya, Rustan, sehingga terjadi perkelahian.

Secara terpisah, Rustan saat mendampingi bapaknya yang tergolek lemas di ruang UGD mengatakan, perkelahian diawali setelah Sukamawati, anak pamannya, melempari dia dengan senjata tajam berupa parang hingga melukai lututnya. Akibatnya, percekcokan dan perkelahian pun tak terhindarkan.

"Memang ada perebutan batas lahan kebun, tapi mereka yang mulai menyerang dengan melempari saya menggunakan parang," urai Rustan sambil memperlihatkan luka sobek di lututnya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian, baik dari Polsek Kajang maupun Mapolres Bulukumba, masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. Sementara itu, jenazah Sawaling baru akan dikebumikan pada Kamis (14/4/2011), tidak jauh dari rumahnya. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Rabu, 13 April 2011

IDI Minta DPRD Bulukumba Batalkan Mutasi Dokter


BATALKAN MUTASI. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan RSUD Sultan Dg Radja Bulukumba meminta DPRD setempat mengajukan rekomendasi ke Bupati Bulukumba untuk membatalkan mutasi dua dokter spesialis dari RSUD Bulukumba ke Puskesmas.  


---------------------

IDI Minta DPRD Bulukumba Batalkan Mutasi Dokter

Antara news
Rabu, 13 April 2011
http://makassar.antaranews.com/berita/26623/idi-minta-dprd-bulukumba-batalkan-mutasi-dokter

Bulukumba, Sulsel (ANTARA News) - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan RSUD Sultan Dg Radja Bulukumba meminta DPRD setempat mengajukan rekomendasi ke Bupati Bulukumba untuk membatalkan mutasi kedua dokter spesialis. 

Hal itu terungkap saat dengar pendapat (hearing) antara pihak RSUD Sultan Dg Radja, IDI Bulukumba dan lintas Komisi DPRD Bulukumba, Selasa, 12 April 2011.

Dalam pertemuan itu, sejumlah masalah menjadi pembahasan mulai dari anggaran hingga mutasi dua dokter ahli anak, Wiwiek Ulang, dan dr Rizal ahli kandungan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

"Mudah-mudahan masalah mutasi ini bisa diselesaikan secepatnya dan menemukan solusi yang terbaik dengan tidak berdampak kepada masyarakat. Kami minta agar dr Rizal bisa diakomudir kembali bekerja di Rumah Sakit itu dengan memberikan pelayanan yang terbaik," ujar dr Rajab, Ketua IDI Bulukumba.

Ia mengakui, saat ini RSUD Sultan Dg Radja tengah mengalami kesulitan, bahkan kewalahan menangani pasien yang berdampak turunnya jumlah pasien dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerah ini.

Senada, pihak menajemen RSUD Sultan Dg Radja melalui dr Bambang, berharap persoalan itu agar secepatnya selesai dan dr Muhammad Rizal dapat kembali bekerja di rumah sakit karena tidak mudah mendapatkan dokter kandungan ditambah angka kematian sangat rentan terjadi bila tidak ditangani dokter ahli.

"Bila masalah ini tak kunjung selesai, kemungkinan angka kematian cukup tinggi di Bulukumba. Tidak tersedianya dokter ahli dapat memicu hal itu terjadi. Masyarakat bulukumba juga akan setengah mati bila harus melahirkan di daerah lain, padahal ada rumah sakit rujukan meliputi tiga daerah di Sulsel," ungkap dia mewakili pihak rumah sakit.

Menurut dia, RSUD Sultan Dg Radja saat ini statusnya tipe B dengan rujukan meliputi Kabupaten Bantaeng, Sinjai dan Kepulauan Selayar.

"Seharusnya ini dicermati lebih seksama secara bijaksana," ulasnya.

Badan Kepegawaian Diklat Daerah, Idham Khalik, juga beralasan bahwa dokter yang dimutasi sebagai bentuk penyegaran dan tanpa mempertimbangkan referensi pihak IDI.

"Itu sudah sesuai prosedur sebagai PNS sebagai bentuk penyegaran dan tidak mengikuti refrensi IDI, tapi ke depan bila ini dianggap bermasalah akan dibicarakan ulang," kilahnya.

Hasil dari pertemu tersebut DPRD Bulukumba akhirnya mengeluarkan rekomendasi ke Bupati Bulukumba guna mencermati persoalan ini.

"Hasil dari pertemuan ini akan kami rekomendasikan ke pimpinan dan selanjutnya ditembuskan ke Bupati dan bila tidak ada titik temu maka dibentuk pansus," kata Hamzah Pangki selaku pimpinan rapat. (T.KR-HK/F003)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

HMI Komisariat Kedokteran UMI, Kecam Bupati Bulukumba


KECAM BUPATI. Tindakan bupati Bulukumba memutasi dua dokter ahli ke Puskemas yang berbuntut pengunduran diri keduanya, menuai kecaman dari kalangan mahasiswa. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) cabang Makassar menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sulawesi Selatan, Senin, 11 April 2011. (int)

----------------------


HMI Komisariat Kedokteran UMI, Kecam Bupati Bulukumba

Oleh Baso Arfian
11 April 2011
http://www.rrimakassar.com/hmi-komisariat-kedokteran-umi-kecam-bupati-bulukumba.html

Makassar. Tindakan bupati Bulukumba memutasi dua dokter ahli ke Puskemas yang berbuntut pengunduran diri keduanya, menuai kecaman dari kalangan mahasiswa. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) cabang Makassar menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sulawesi Selatan, Senin, 11 April 2011, meminta legislatif turut menyelesaikan permasalahan kesehatan yang terjadi di daerah ini.

Jenderal lapangan aksi HMI komisatiat kedokteran UMI, Zulfikri Halim Hamsah dalam orasinya menegaskan untuk menjaga keseimbangan pelayanan kesehatan agar berjalan maksimal, DPRD SulSel hendaknya memperhatikan fungsional pengawalannya terhadap pemenuhan hak tenaga medis sesuai yang diatur dalam UU no. 29 tahun 2004 tentang  praktik kedokteran.

Selain itu  pada pernyataan sikap yang dibacakannya, juga meminta tindakan semena-mena kepala daerah Bulukumba kepada dokter ahli di Bumi Panrita Lopi dapat segera disikapi.

“Meminta dewan legislative menyelesaikan dengan segera persoalan kesehatan yang terjadi di Sulawesi Selatan, salah satunya tindakan semena-mena kepala daerah bulukumba terhadap profesi dokter, khususnya
dokter spesialis,” kata Zulkifri H.M di DPRD Sulsel.

Anggota komisi E DPRD Sulawesi Selatan Muhlis Panaungi dan Abubakar Wasahua yang menerima aspirasi  tersebut menilai aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam HMI komisariat kedokteran UMI ini masih belum dilengkapi data fakta yang akurat. Namun keduanya berjanji aspirasi ini tetap akan disampaikan ke pimpinan dewan untuk selanjutnya dibahas dalam komisi E yang membidangi kesehatan.

“Saya melihat pernyataan sikap teman-teman belum dilengkapi nama penanggung jawab aksi. Tuntutannya juga masih perlu kami pelajari lebih lanjut,” kata Abubakar Wasahua. (bat)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Selasa, 12 April 2011

Terapung 12 Jam di Perairan Bulukumba, 10 Korban Selamat


KORBAN TEWAS. Lailowia (37), satu dari ke 11 korban tenggelam kapal pengangkut barang KM Berkat Doa Suci asal kepulauan selayar, akhirnya berhasil diefakuasi oleh petugas polairud dan polsek bonto bahari ke pelabuhan bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa (12/04/2011) siang. KM Berkat Doa Suci dihantam ombak pada Senin (11/04/2011) sekitar pukul 21.00 waktu setempat di perbatasan perairan Bulukumba dan Selayar. (Foto: k23-11)


--------------------

KM Berkat Doa Suci Terbalik
Terapung 12 Jam, 10 Korban Selamat


Harian Kompas, Jakarta
K23-11 | Glori K. Wadrianto | Selasa, 12 April 2011
http://regional.kompas.com/read/2011/04/12/19221687/Terapung.12.Jam.10.Korban.Selamat

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Setelah melakukan pencarian selama satu jam lebih, satu jenazah korban kapal pengangkut barang KM Berkat Doa Suci, Lailowia (37), berhasil dievakuasi, Selasa (12/4/2011). Proses evakuasi dilakukan oleh petugas Polair dan Polsek Bonto Bahari ke Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Jenazah korban langsung divisum oleh pihak kedokteran setempat.

Berdasarkan hasil visum, di tubuh korban ditemukan sejumlah luka memar, diduga luka tersebut merupakan luka benturan badan kapal di saat kapal dihantam ombak. Sebanyak 10 korban kapal tenggelam yang selamat terdiri dari tujuh penumpang yang selamat adalah Haji Salmi, Alimuddin, Amal, Iskandar, Olleng, Basri, dan Sandi.

Sementara satu orang nakhoda bernama Hasim dan dua ABK bernama Sawil dan Hatta juga berhasil dievakuasi setelah ke 10 korban terapung-apung di perairan perbatasan Bulukumba dan Selayar selama 12 jam dengan bergantungan di potongan badan kapal.

Kanit Polair Bulukumba, AKP Djamaluddin, mengatakan, kapal dihantam ombak sehingga menjadi miring dan terbalik. Korban maupun kapal ditemukan di sekitar 5 mil dari bibir pantai pelabuhan Bira.

Nakhoda KM Berkat Doa Suci, Hasim, yang penuh luka di bagian kepala dan tangannya, tidak dapat menjelaskan kronologi kejadiannya. Sebab saat kejadian, dirinya sedang tertidur lelap. Dirinya baru menyadari ketika badannya terendam dengan air dan langsung berpegang di puing-puing badan kapal yang terbuat dari kayu.

Isak tangis dari keluarga korban pecah tak kala jenazah Lailowia akan dibawa ke Kepulauan Selayar dengan menggunakan kapal nelayan.

Seperti yang diberitakan, Senin (11/4/2011), sekitar pukul 20.00 waktu setempat, KM Berkat Doa Suci bertolak dari Pelabuhan LeppeE, Kabupaten Bulukumba, menuju Desa Jinato, Kecamatan Takabonerate, Kepulauan Selayar membawa 8 penumpang dengan 2 anak buah kapal.

Namun, di tengah perjalanan sekitar pukul 21.00 waktu setempat, KM Berkat Doa Suci dihantam ombak di saat memasuki perairan Kepulauan Selayar. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Mobil Mantan Bupati Bulukumba Laku Rp 100 Juta


IKUT LELANG. Anggota Komisi D DPRD Bulukumba, Amiruddin Rasyid (paling kiri pakai kopiah putih) tertangkap kamera mengikuti lelang mobdin di ruang pola kantor Bupati Bulukumba, Senin, 11 April 2011. Mobil dinas (mobdin) mantan Bupati Bulukumba, AM Syukri Sappewali, terjual dengan harga Rp 100 juta. (Foto: Arman/Fajar)


-------------------


Mobil Mantan Bupati Bulukumba Laku Rp 100 Juta

Harian Fajar, Makassar
Selasa, 12 April 2011
http://www.fajar.co.id/read-20110411192154-mobil-mantan-bupati-laku-rp100-juta

BULUKUMBA -- Mobil dinas (mobdin) mantan Bupati Bulukumba, AM Syukri Sappewali, paling diincar peserta lelang yang digelar Kantor Badan Lelang Negara bersama Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Bulukumba, Senin, 11 April 2011. Buktinya, mobdin jenis Pajero keluaran 1995 dengan nomor polisi DD 123 H ini terjual dengan harga Rp 100 juta dari penawaran awal Rp 53 juta.

Penawaran ini hanya disusul mobdin mantan wakilnya sendiri, Padasi. Mobdin jenis Kijang Krista 1999 dengan nomor polisi DD 92 H ini terjual Rp 70 juta dari penawaran awal Rp 27 juta.

Kondisi ini sangat kontras dengan puluhan mobdin lainnya yang terjual dengan penawaran di atas angka limit hanya berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta. Satu-satunya yang juga alot dan cukup signifikan penawarannya di atas harga limit adalah mobdin jenis Toyota Kijang Lx keluaran 2005 yang terjual pada angka Rp 35,8 juta dari penawaran awal Rp 15,4 juta.

Mobdin dengan nomor polisi DD 225 H ini dimenangkan mantan Sekretaris DPRD Bulukumba yang saat ini menjabat Kepala Dinas Catatan Sipil Bulukumba, Andi Cawa Miri.

Kepala Bidang Aset DPKD Bulukumba selaku panitia lelang, Amri Nompo mengatakan, dirinya bersyukur karena beberapa mobil pejabat yang dilelang ditawar dengan harga cukup tinggi. Meskipun dia tidak bisa memungkiri banyaknya mobdin yang ditawar terlalu rendah dari harga limit. 

Dia mengaku, dari proses lelang ini sumbangan yang bisa masuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) ada Rp 118 juta dari 24 unit mobdin yang terjual. Jika saja, kata dia, mobdin yang diumumkan 32 unit mendapat respons dan terjual, maka pendapatan bisa lebih besar.

Usai lelang ini, beberapa peserta tetap mempermasalahkan pembatalan beberapa unit. Salah satunya, Muhammad Asfarawandi yang mengaku sangat dirugikan dengan adanya pembatalan tersebut. Pasalnya, dirinya sudah terlanjur menyetorkan dananya, namun faktanya mobdin tersebut belum jelas statusnya akan dilelang atau tidak. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Status Tipe C Rumah Sakit Bulukumba Terancam Dicabut


TERANCAM. Anggota DPRD Sulsel Sugiarti Mangun Karim mengatakan status Tipe C yang kini disandang RSUD Bulukumba terancam dicabut, karena salah satu kriteria yang harus dipenuhi rumah sakit Tipe C yaitu memiliki minimal 4 dokter ahli yang terdiri dokter ahli anak, dokter ahli kandungan, dokter ahli bedah, dan dan dokter ahli interna.

-------------------


Legislator Sulsel : Pemkab Bulukumba Harus Tanggap
- Status Tipe C Rumah Sakit Bulukumba Terancam Dicabut

LPP RRI Makassar
Posted by Baso Arfian on April 11, 2011
http://www.rrimakassar.com/legislator-sulsel-dapil-iii-meminta-bupati-bulukumba-tanggap.html

Sejumlah anggota DPRD Sulawesi Selatan yang berasal dari daerah pemilihan 3 yang meliputi Bulumba, Banteng, Sinjai, dan Selayar menghimbau Kepala Daerah Bulukumba untuk proaktif menyikapi masalah pengunduran diri dua dokter ahli yang sebelumnya dimutasi ke Puskesmas.

Pemkab Bulukumba diharapkan dapat membangun komunikasi dengan pihak pihak tenaga medis, karena jika tidak ada komunikasi penyelesaian, malah dikhawatirkan pelayanan hak dasar rakyat tidak berjalan maksimal.

Hj A Sugiati Mangun Karim menyebutkan, jika permasalahan ini terus menggelinding tanpa penyelesaian, dapat berdampak pada ancaman dicabutnya status tipe C yang kini disandang RSUD Bulukumba, karena dengan tidak adanya dua dokter ahli tersebut, maka RSUD Bulukumba tidak lagi memenuhi salah satu kriteria yakni rumah sakit tipe C minimal memiliki 4 dokter ahli yang terdiri dokter ahli anak, dokter ahli kandungan, dokter ahli bedah, dan dokter ahli interna.

“Pemkab Bulukumba harus tanggap. Kondisi permasalahan ini mengancam dicabutnya status tipe C rumah sakit umum daerah. Selain itu, dapat membuat kualitas pelayan kesehatan disana stagnan,” tegasnya.

Hal senada juga dilontarkan Ince Langke. Menurutnya, pemerintah kabupaten Bulukumba harus berbesar hati meninjau kembali kebijakan yang telah dilakukan. Jangan ada kebijakan yang bertentangan dengan ketentuan, tetapi pelaksanaan kebijakan harus tetap merujuk pada aturan yang ada.

“Untuk kepentingan rakyat, Pemkab harus segera menyelesaikan permasalahan ini. Kebijakan harus juga memperhatikan ketentuan aturan,” ujarnya. (bat)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Di Bulukumba, Kanker Ganas Gerogoti Kaki Nasaruddin...


BETIS BENGKAK. Nasaruddin (37), warga Desa Balong, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan selama 7 tahun terbaring tak berdaya. Kedua punggung kaki Nasruddin membengkak dan kedua betis tertekuk tanpa bisa diluruskan dan mengeluarkan aroma tidak sedap. (Foto: k23-11)

----------------

Kanker Ganas Gerogoti Kaki Nasaruddin...

Harian Kompas, Jakarta
K23-11 | Glori K. Wadrianto | Selasa, 12 April 2011
http://regional.kompas.com/read/2011/04/12/09424571/Kanker.Ganas.Gerogoti.Kaki.Nasaruddin.

BULUKUMBA, KOMPAS.com - Nasaruddin (37) terbaring tak berdaya di lantai beralaskan kasur dengan kedua kaki tertekuk tanpa bisa diluruskan. Keadaan itu harus ia lewati setelah penyakit kanker menggerogoti kulitnya terutama di bagian kaki dan tangannya sejak 7 tahun lalu.

Kedua punggung kaki Nasaruddin membengkak bagaikan bola tenis, sementara kedua betis dan tangannya terus mengecil dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

Anak ke tiga dari 7 bersaudara ini hanya tinggal bersama ibunya bernama Caya di rumah panggung tepat di tengah perkebunan coklat yang jauh dari pemukiman penduduk lainnya yang terletak di Desa Balong, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Ayahnya sudah lama meninggal dunia, sedangkan 6 saudaranya yang lain telah merantau mencari kehidupan ke negeri lain. Kepada Kompas.com, Selasa, 12 April 2011, Nasruddin menceritakan, penyakit yang dialaminya berawal dari kakinya membengkak disertai panas dingin dan bahkan terasa sakit.

Berharap anaknya bisa sembuh dari penyakit yang menggerogoti tubuhnya, Ibu Nasaruddin malah sempat dua kali tertipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Rp 4 juta lebih raib untuk membeli obat yang dijanjikan akan dapat menyembuhkan penyakit yang diderita anaknya. 

"Setelah dikonsumsi, bukannya sembuh malah semakin parah." ujar Arman, kakak ipar Nasaruddin.

Bahkan sebelumnya, Nasaruddin sekali mendapat kunjungan dari petugas kesehatan setempat. Hanya sebatas memeriksa penyakit yang dideritanya dan dinyatakan kanker ganas. Namun petugas kesehatan tersebut tidak menindak lanjuti penyakit Nasaruddin hingga saat ini.

Karena keterbatasan dana, pihak keluarga hanya bisa berharap kepada Pemerintah agar Nasaruddin dapat sembuh dari penyakit yang dideritanya. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Mutasi Dokter Spesialis ke Puskesmas Jadi Bumerang Bupati Bulukumba


RSUD BULUKUMBA. Ini adalah salah satu koridor yang ada di RUSD Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba. Dua dokter spesialis di RSUD Bulukumba dimutasi ke Puskesmas oleh Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan. Keputusan tersebut menuai sorotan dari berbagai pihak. (Foto: Asnawin)

---------------------

Mutasi Dokter Spesialis ke Puskesmas Jadi Bumerang Bupati Bulukumba

Antara News
Senin, 11 April 2011
http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/26527/mutasi-dokter-jadi-boomerang-bupati-bulukumba

Bulukumba, Sulsel (ANTARA News) - Berbagai kalangan menilai keputusan Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan memutasi dua dokter ahli di RSUD Sultan Dg Radja Bulukumba sudah berlebihan dan menjadi bumerang untuk Bupati. Sebab untuk mendatangkan dokter ahli yang sama dibutuhkan proses yang panjang, dan harus sesuai dengan mekanisme Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Ketua Forum Komunikasi Pemuda Pelajar (FKPP) Bulukumba, Asri Pato, di Bulukumba, Minggu, 10 April 2011, mengatakan; "Kami menilai langkah Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan tidak profesional dan tidak menyelesaikan masalah. Justru menambah masalah baru, karena memutasi dokter adalah salah sasaran. Seharusnya langkah yang diambil pemerintah adalah mencarikan solusi letak permasalahannya bukan malah memutasi dokter ahli yang sangat dibutuhkan masyarakat," ucapnya.

Menurut dia, keputusan tersebut menjadi bumerang buat Bupati, karena untuk mendapatkan dokter spesialis harus melalui prosedur yang cukup panjang. Apalagi perlakuan yang dilakukan kepada dr Wiwiek S SpA Mkes (dokter spesialis kandungan) dan dr Rizal (spesialis anak) merupakan langkah yang tidak populer.

"Sekarang rumah sakit itu sudah kekurangan dokter spesialis. Terbukti beberapa pasien terbengkalai. Contohnya ada empat pasien terpaksa dilarikan ke tempat lain seperi ke Makassar, dan Banteng. Ini akibat keputusan yang sepihak yang merugikan masyarakat. Kami minta agar Bupati Bulukumba segera menuntaskan persoalan ini dengan cepat agar masyarakat tidak lagi menjadi korban," ujarnya.

Ketua IDI Pusat Prof dr Abdul Kadir SPTHT-KL Phd mengatakan keputusan Bupati Bulukumba dengan melakukan mutasi kepada dokter ahli merupakan keputusan yang tidak wajar. Sebab untuk mengajukan kembali permohonan dokter ahli, ada persyaratan yang harus dipenuhi, sementara mereka menuntut hak dan seharusnya mereka penuhi bukan malah melakukan mutasi.

"Bupati jangan hanya mementingkan kepentingan sendiri, tetapi lebih mementingkan masyarakat," katanya.

Mantan Ketua IDI Sulsel Muh Akbar, juga merasa kecewa sikap yang ditunjukkan Bupati Bulukumba kepada dua dokter spesialis itu. Mutasi dari RSUD ke Puskesmas adalah pelecehan kepada profesi dokter ahli. Aturannya, dokter ahli hanya diberikan izin praktik di tingkat kota, bukan di kecamatan apalagi Puskesmas.

"Bila ini terus dipaksakan Bupati, itu melanggar aturan karena tidak ada izin praktiknya. Kalau dokter kandungan misalnya ditempatkan di Puskesmas, apakah ada alat-alat yang disiapkan Puskesmas tersebut. Kalau tidak ada bagaiamana. Saya merasa kecewa kepada pemerintah Bulukumba yang memperlakukan mereka semena-mena," ujar Akbar.

Berangsur Normal

Kepala Tata Usaha RSUD Sultan Dg Radja, Zaharuddin, dikonfirmasi mengaku bahwa aktivitas di rumah sakit itu sudah berangsur angsur normal, meskipun dua dokter tersebut tadi sudah dimutasi dan mengundurkan diri.

"Sejak tadi malam (Sabtu Malam) rumah sakit sudah berjalan normal. Pemda saat ini lagi mencari solusi sebab tanggungan 40 persen anggaran juga dari provinsi. Dengan rancangan anggaran Rp 16 miliar APBD 2011 akan menutupi itu, karena APBD tahun 2010 hanya Rp 9 miliar, sehingga sulit menutupi biaya dimaksud," ucapnya. 
(T.KR-HK/F003)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Senin, 11 April 2011

Kalah Lelang, Mantan Anggota DPRD Bulukumba Mengamuk


MOBIL DINAS. Inilah bekas mobil dinas yang dilelang secara terbuka oleh Pemkab Bulukumba, Senin, 11 April 2011. Salah seorang mantan anggota DPRD Bulukumba yang mengikuti lelang terbuka itu mengamuk karena merasa dicurangi sehingga gagal mendapatkan mobil yang diincar. (Foto: Asnawin)


------------------------

Kalah Lelang, Mantan Anggota DPRD Bulukumba Mengamuk

Harian Kompas, Jakarta
yuli | Senin, 11 April 2011
http://regional.kompas.com/read/2011/04/11/23592737/Kalah.Lelang.Bekas.Anggota.DPRD.Ngamuk

BULUKUMBA, KOMPAS.com - Mantan anggota DPRD Bulukumba, Sulawesi Selatan memicu kericuhan saat lelang terbuka kendaraan dinas karena menilai lelang tersebut tidak jujur dan terindikasi adanya unsur permainan panitia lelang. 

Lelang terbuka pada 25 Maret lalu juga ricuh karena salah satu peserta berkoar ingin membeli kantor daerah sehingga peserta lain tersinggung dan mengeroyok. Kini, lelang serupa digelar lagi di ruang pola kantor Kabupaten Bulukumba, Senin (11/4/2011).

Barang yang dilelang, antara lain, mobil Toyota Kijang LX dengan nomor polisi DD 225. Lelang kali ini juga nyaris terjadi kericuhan tetapi tidak sampai berujung pada perkelahian.

Kejadian bermula ketika peserta lelang bernama Alimuddin Pana, bekas anggota DPRD Bulukumba, menduga adanya kecurangan pihak salah satu lawan pada lelang tersebut. Ia curiga, sudah ada kesepakatan antara panitia lelang dengan pengincar Toyota Kijang.

Namun belakangan, ternyata ada Kepala Dinas Cacatan Sipil Bulukumba, Cawa Miri, melalui utusannya menebus mobil tersebut dengan harga lebih tinggi dari Alimuddin Pana. 

"Kau (Cawa Miri) tidak fair pada kesepakatan yang telah dibuat ini, kamu telah melanggar perjanjian," ujar Alimuddin Pana.

Pana marah dan nyaris mengamuk di tempat itu karena merasa pernah merawat mobil itu sejak menjadi anggota dewan hingga tidak lagi menjabat. Bahkan untuk perbaikan dan perawatan hingga kerusakan pun, ia merasa sudah membiayai dengan uang pribadi.

Setelah kejadian itu, Alimuddin meninggalkan tempat duduk dan berteriak lantang hingga aparat keamanan dibantu Satpol PP yang sudah berjaga-jaga mengusirnya agar tidak mengganggu jalannya lelang.

Sebelumnya, panitia lelang menawarkan dengan harga awal Rp 15,4 juta, kemudian ditawar hingga Rp 30 juta oleh Pana, namun harga tersebut kembali dinaikkan oleh perwakilan Cawa Miri dengan harga lebih tinggi yakni, Rp 35,8 juta dan panitia lelang mengesahkan itu.

Cawa Miri yang dimintai tanggapan terkait masalah kesepakatan itu enggan berkomentar banyak.

"Saya kan tidak hadir ditempat itu. Saya baru tahu kalau masalahnya begini," katanya.

Lelang tersebut menghasilkan dana sekitar Rp 600 juta dari 38 unit mobil dinas, baik yang baru lima tahun hingga pemakaian di atas lima tahun.

Pada lelang terbuka itu, baik anggota dewan, pejabat Pemkab Bulukumba, pengusaha, polisi, hingga wartawan ikut serta dalam lelang tersebut.

"Ini, kan, lelang terbuka. Siapa saja boleh ikut," ujar salah satu peserta yang diketahui anggota Polres Bulukumba. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Lampu Meledak, Ibu dan Bayi Terbakar di Bulukumba


Urianti, balita yang masih berusia 1,5 tahun terbaring lemas di ruang ICU RSUD Bulukumba, Sulawesi Selatan. Bersama ibu kandungnya, wajah, tangan, serta sebahagian badan korban melepuh akibat luka bakar yang cukup serius setelah lampu pelita yang dibakar sedang dinyalakan neneknya meledak. (Foto: Kompas/K23-11)

---------------------

Lampu Meledak, Ibu dan Bayi Terbakar di Bulukumba

Harian Kompas
Glori K. Wadrianto
Senin, 11 April 2011
http://regional.kompas.com/read/2011/04/11/1524574/Lampu.Meledak..Ibu.dan.Bayi.Terbakar.

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Gara-gara lampu pelita meledak, seorang ibu beserta bayinya terbakar dan dilarikan ke ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin (11/4/2011).

Kejadian itu bermula dikala Suryani (30) sedang menyusui anaknya, Urianti, yang masih berumur 1,5 tahun, tepat di depan ibu mertuanya, Sakking, yang sedang menyalakan lampu pelita di rumahnya di Kecamatan Rilau Ale.

Naas, pelita yang setiap hari digunakan sebagai penerang di dalam rumahnya malah meledak dan mengenai kedua korban tersebut. Kedua koban mengalami luka bakar di bagian wajah, leher, badan, dan kedua tangan sehingga mendapat perawatan intensif.

Namun, anehnya, Sakking yang membakar lampu pelita tersebut malah tidak terluka sedikit pun. Mengetahui menantu dan cucunya menjadi korban, Sakking kemudian meminta pertolongan kepada keluarga lainnya dan segera membawa kedua korban ke Puskesmas terdekat.

Karena kondisi kedua korban yang terbilang parah, pihak Puskesmas kemudian merujuknya ke RSUD Bulukumba. Suryani, kepada Kompas.com, dengan nada lemas, mengaku, lampu pelita yang berisikan minyak tanah diduga telah tercampur dengan bensin saat mertuanya membelinya di warung samping rumahnya yang juga menjual eceran bensin.

"Saya menduga minyak tanahnya telah tercampur bensin. Sebab, selama ini lampu pelita yang setiap hari kami pakai tidak pernah meledak," tutur Suryani.

Sementara itu, aparat kepolisian Polsek Rilau Ale hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terjadinya ledakan lampu pelita yang dinyalakan oleh ibu mertua korban. Sejumlah saksi telah dimintai keterangannya. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Goliath Band Manggung pada Resepsi Pernikahan di Bulukumba


GOLIAT BAND. Grup musik Goliath Band tampil cukup mengesankan pada salah satu acara pesta pernikahan di sekitar Lapangan Pemuda Kabupaten Bulukumba, Senin, 11 April 2011. Band pemilik hits "Masih di Sini Masih Denganmu" dan "Tinggal Seribu" ini menghangatkan atmosfir pertunjukan sejak pukul 21.00 wita. (ist)

Aktivitas RSUD Bulukumba Mulai Normal


KAMAR VVIP. Salah satu kamar yang ada di RSUD Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba yaitu kamar VVIP yang berada di sebelah kiri kalau kita memasuki pintu gerbang rumah sakit tersebut. Aktivitas di rumah sakit ini sudah normal kembali setelah terjadinya aksi unjukrasa tenaga medis, beberapa hari lalu. (Foto: Asnawin)


---------------------------

Aktivitas RSUD Bulukumba Mulai Normal

Radio Cempaka Asri, Bulukumba
Senin, 11 April 2011
http://www.rca-fm.com/2011/04/aktifitas-rsud-sultan-daeng-radja-mulai.html

Bulukumba, RCAnews -  Dari pantauan RCAnews, aktifitas di RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba sudah mulai berjalan normal seperti biasa, Senin (11/4).

Kepala Tata Usaha RSUD Sultan Dg Radja, Zaharuddin mengaku bahwa aktivitas di rumah sakit itu sudah berangsur-angsur normal pasca mogok kerja paramedis, sementara dua dokter ahli  sudah dimutasi dan mengundurkan diri.

"Sejak dua hari ini rumah sakit sudah berjalan normal.  Pemkab bulukumba saat ini lagi mencari solusi sebab tanggungan 40 persen anggaran juga dari provinsi. Dengan rancangan anggaran Rp16 miliar APBD 2011 akan menutupi itu, karena APBD tahun 2010 hanya Rp9 miliar sehingga sulit menutupi biaya itu," ujarnya.

Berbagai kalangan menilai keputusan Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan memutasi dua dokter ahli di RSUD Sultan Dg Radja sudah berlebihan dan bahkan bisa menjadi 'bumerang' Bupati sendiri. Sebab untuk mendatangkan dokter ahli yang sama dibutuhkan proses yang panjang, dan harus sesuai dengan mekanisme Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Ketua IDI Pusat Prof dr Abdul Kadir SPTHT-KL Phd mengatakan keputusan Bupati Bulukumba dengan melakukan mutasi kepada dokter ahli merupakan keputusan yang tidak wajar. Sebab untuk mengajukan kembali permohonan dokter ahli ada persyaratan yang harus dipenuhi, sementara mereka menuntut hak dan seharusnya mereka penuhi bukan malah melakukan mutasi. (rca/ry)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

''Turis'' Asing ke Bulukumba Berasal dari 39 Negara

BUNDARAN PHINISI. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya selaku pendiri dan pengelola blog Kabupaten Bulukumba, karena dalam tempo kurang dari dua tahun (sejak 21 Juli 2009), saya sudah mampu ''mendatangkan'' lebih dari 10.000 ''turis'' asing dari lima benua ke Kabupaten Bulukumba. (Foto: Asnawin)

Minggu, 10 April 2011

Sekda Bulukumba Sebaiknya Pejabat Lokal


GANI SIRMAN (Kadis Koperasi dan UKM Pemkot Makassar) adalah salah satu dari tiga nama yang diusul sebagai calon Sekda Bulukumba. Dua lainnya adalah Andi Mahrus Andis (Asisten I Bulukumba) dan Andi Bau Amal (Asisten III Bulukumba). Ketiganya sudah menjalani uji kepatutan dan kelayakan yang dilaksanakan oleh Pemprov Sulsel.

----------------


Sekda Bulukumba Sebaiknya Pejabat Lokal

Harian ujungpandang Ekspres
Senin, 11-04-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=64652


BULUKUMBA, UPEKS--Pejabat sekertaris daerah (Sekda) Bulukumba sudah lowong sejak 1 April 2011 lalu. Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan, sudah mengirim tiga nama kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, sebagai calon pengganti mantan Sekda Bulukumba HA Untung Pangki.

Ketiga nama yang diusul calon Sekda Bulukumba adalah Andi Mahrus Andis (Asisten I Bulukumba), Andi Bau Amal (Asisten III Bulukumba), serta A Gani Sirman (Kadis Koperasi dan UKM Pemkot Makassar). Ketiganya sudah menjalani uji kelayakan dan kepatutan yang dilaksanakan oleh Pemprop Sulsel.

Saat ini, Pemkab Bulukumba tinggal menunggu nama siapa calon Sekda Bulukumba yang akan ditetapkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Dari tiga nama calon yang diusul Bupati Zainuddin Hasan, semuanya memenuhi syarat menduduki jabatan struktural tertinggi di daerah.

"Namun dari tiga yang diusul itu, sebaiknya yang ditetapkan jadi Sekda Bulukumba adalah pejabat yang selama ini bekerja dan mengabdi di Bulukumba," terang H Gunawan, seorang politisi yang juga pengusaha dan pengurus Kadin Bulukumba, kepada Upeks, di Bulukumba, Sabtu, 9 April 2011.

Ia mengatakan, pejabat lokal (bekerja dan mengabdi di Bulukumba) sudah memahami karakteristik serta kondisi sosial budaya masyarakat Bulukumba, terutama PNS dan pejabat.

"Dia (Sekda) tidak butuh lagi penyesuaian diri," kata Gunawan.

Selain itu, Gunawan juga mengingatkan pernyataan Bupati Zainuddin Hasan yang tidak akan mengimport pejabat dari luar Bulukumba untuk menduduki jabatan Sekda. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Zainuddin Hasan, ketika pertama kali melakukan mutasi pejabat eselon dua.

"Saya cuma mengingatkan janji pak bupati," kata Gunawan. ()

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Memprihatinkan, Insfrastruktur di Kawasan Wisata Tanjung Bira


TANJUNG BIRA. Kawasan wisata Tanjung Bira, Bulukumba, butuh perhatian penuh pemerintah kabupaten. Pasalnya, infrastruktur penunjang seperti akses jalan hingga penataan kawasan wisata masih jauh dari harapan. Imbasnya, pengunjung mulai menurun, bahkan nyaris sepi dari pelancong.

-----------------------

Memprihatinkan, Insfrastruktur di Kawasan Wisata Tanjung Bira
- Penyedia Jasa Wisata Mengeluh


Laporan: Muhammad Arman
Harian Fajar, Makassar
Senin, 11 April 2011
http://www.fajar.co.id/read-20110410202413-insfrastruktur-kawasan-wisata-bira-memprihatinkan

BULUKUMBA -- Kawasan wisata Bira, Bulukumba, butuh perhatian penuh pemerintah kabupaten. Pasalnya, infrastruktur penunjang seperti akses jalan hingga penataan kawasan wisata masih jauh dari harapan. Imbasnya, pengunjung mulai menurun, bahkan nyaris sepi dari pelancong.

Kondisi ini membuat para penyedia wisata mulai mengeluhkan keseriusan pemerintah dalam menata salah satu ikon wisata Sulsel ini. Promosi apapun yang dilakukan dengan kondisi infrastruktur yang rusak akan sulit mencapai keberhasilan.

Salah seorang penyedia jasa penginapan di kawasan wisata ini, Muhammad Asri Yusuf mengatakan; "Jangan harap kawasan Bira akan sejajar objek wisata di daerah lain jika tidak ada upaya maksimal yang dilakukan pemerintah setempat."

Apalagi, kata dia, perhatian pemerintah terhadap kawasan ini dari dua bupati sebelumnya--Patabai Pabokori dan AM Sukri Sappewali--nyaris terlupakan.

"Makanya jangan heran kalau Bira lesu. Bagaimana tidak, kalau yang dilakukan itu-itu saja. Dinas Pariwisata pun terkesan hanya asal-asalan mengelola kawasan wisata ini," katanya kepada ''Fajar'', Minggu, 10 April 2011.

Padahal, kata dia, Bira memiliki potensi wisata yang sangat besar. Buktinya, dengan kondisi seperti saat ini saja, masih saja ada orang yang merindukan Bira. Paling tidak, belum tutup lantaran sudah tidak dikunjungi.

"Tapi kalau begini terus lama-lama juga orang jadi bosan dan tidak tertarik lagi mendatangi kawasan dengan ciri khas pasir putihnya ini," ujar Asri.

Soal upaya pemkab merancang kegiatan tahunan, seperti Festival Phinisi, Asri mengatakan, kegiatan tersebut terkesan hanya proyek yang menghambur-hamburkan anggaran. Salah satu buktinya, menurut Asri adalah pelaksanaan Festival Phinisi 2010 yang terbukti tidak berhasil mendongkrak jumlah pengunjung.


Butuh Perhatian

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bulukumba, Andi Nasaruddin Gau menanggapi kritikan tersebut dengan optimismenya. Ia yakin bisa membawa pariwisata Bulukumba, khususnya Bira, menjadi kawasan wisata andalan di Sulsel. Bahkan dia mengklaim berbagai hal yang dilakukan selama ini sudah berhasil mencitrakan Pantai Bira jadi lebih dikenal masyarakat luas. Hanya saja, Nasaruddin tidak memungkiri buruknya infrastruktur jalan menuju Bira.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan ini bahkan tidak ragu mengakui bahwa jalanan yang rusak sudah memotong hasrat pengunjung mendatangi Bira. Alasannya, tidak ada kenyamanan dalam perjalanan. Bahkan sangat rawan terjadi kecelakaan.

Dia pun meminta perhatian pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk memberikan perhatian terhadap akses jalan ini. Terlebih kerusakan jalan menuju Bira juga tidak terlepas dari tingginya mobilitas kendaraan yang menggunakan jalan ini yang hendak menyeberang ke Kabupaten Selayar. (*)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]