Jumat, 29 April 2011

Ah, Bentuk Asli Kapal Phinisi Telah Berubah


PERAHU PHINISI. Deretan kapal phinisi terparkir di dermaga pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan siap diberi aksesoris. Sejak 1980-an, kapal phinisi perlahan-lahan mulai berubah bentuk. Awalnya, kapal phinisi itu bentuknya ramping sekarang gemuk, sementara layarnya hanya digunakan sebagai aksesori kapal. (Foto: Kompas.com/k23-11)

Andi Muttamar Gugat Partai Golkar Sulsel dan Bulukumba



GUGAT PARTAI GOLKAR. Sebuah spanduk dukungan masyarakat kepada Andi Mattotorang terpasang di pagar gedung DPRD Bulukumba, beberapa waktu lalu. Andi Mattotorang menggugat Partai Golkar Sulsel dan Partai Golkar Bulukumba, ke Pengadilan Negeri Bulukumba, Kamis (28/4/2011), atas keputusan Partai Golkar Sulsel yang melengserkan Andi Muttamar sebagai Ketua DPRD Bulukumba. (Foto: Asnawin)

---------------------------

Andi Muttamar Gugat Partai Golkar Sulsel dan Bulukumba

Harian Ujungpandang Ekspres
Sabtu, 30-04-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=65218&jenis=Fokus

BULUKUMBA, UPEKS- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulsel bersama DPD Partai Golkar Bulukumba digugat di Pengadilan Negeri (PN) Bulukumba, Kamis (28/4/2011).Golkar Sulsel disebut sebagai tergugat satu, sementara Golkar Bulukumba disebut sebagai tergugat dua. Penggugat adalah Ketua DPRD Bulukumba Andi Muttamar Mattotorang.

Gugatan Andi Muttamar di PN Bulukumba diwakili, Andi Cakra SH, Djalaluddin Djalil SH serta Yusri Jafar SH. Ketiganya dari kantor advokat dan penasihat hukum Cahaya Keadilan Makassar.

Kuasa hukum Muttamar, Andi Cakra, mengatakan, rapat pleno yang digelar 1 April 2011 lalu tidak membahas pergantian ketua DPRD, apalagi membahas tiga nama pengganti Muttamar. Ada berita acara rapat pleno yang ditanda-tangani ketua Golkar Bulukumba Zainuddin Hasan yang sebenarnya yang tetap mendukung Muttamar sebagai ketua DPRD Bulukumba.

"Ada indikasi tindak pidana yang dilakukan pengurus DPD Golkar Bulukumba karena memalsukan berita acara rapat pleno dari yang sebenarnya. Ini bisa dilaporkan ke polisi," katanya. (din/al/D) 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Poros Jeneponto-Bantaeng-Bulukumba-Sinjai Segera Dikerjakan


MULAI DIKERJAKAN. Jalan Poros Bantaeng yang sudah mulai dikerjakan. Pelebaran jalan ini merupakan rangkaian pelebaran trans Sulawesi dari Jeneponto hingga Sinjai. Pekerjaan itu memungkinkan setelah pembebasan lahannya tuntas, termasuk poros Bantaeng-Bulukumba (27 km). (Foto: EKA NUGRAHA/FAJAR)

----------------

Lahan Tuntas untuk Tiga Paket
- Poros Jeneponto-Bantaeng-Bulukumba-Sinjai Segera Dikerjakan


Harian Fajar, Makassar
Sabtu, 30 April 2011 |
http://www.fajar.co.id/read-20110429191513-lahan-tuntas-untuk-tiga-paket
 
MAKASSAR -- Proyek pelebaran jalan trans Sulawesi, khususnya Jeneponto-Sinjai segera dikerjakan untuk tiga paket. Pekerjaan itu memungkinkan setelah pembebasan lahannya tuntas. Tiga paket dimaksud yakni Jeneponto-Bantaeng (28 km), Bantaeng-Bulukumba (27 km), dan Bulukumba-Tondong 1, Tondong 2, dan Tondong 3 masing-masing satu Paket.

"Untuk tiga paket, itu lahannya sudah bebas. Sisa dua yang sementara dalam proses, yakni paket Bulukumba-Tondong 2 dan Bulukumba-Tondong 3," ujar Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Ir Nurdin Samaila di kantornya di Baddoka, Jumat, 29 April.

Nurdin merinci, Jalan Poros Jeneponto-Sinjai saat ini masih berlebar 4,5 meter. Setelah dikerjakan nantinya akan menjadi enam meter dengan bahu jalan masing-masing 1,5 meter. Jadi, tiap jalur punya dua lajur.

"Paket ini dibiayai dari program Eastern Indonesia National Roads Improvement Project (EINRIP)," ujar Nurdin.

Kata dia, untuk paket satu, itu sudah terbit surat perintah kerja (SPK) pada 17 Maret 2011 dengan anggaran Rp 99 miliar. Jumlah itu sudah termasuk untuk pembangunan beberapa jembatan. Saat ini, lanjut Nurdin, mobilisasi alat dan material sudah mulai dilakukan.

"Paket dua, Bantaeng-Bulukumba itu sudah terbit SPK-nya sejak akhir 2009, sehingga awal 2010 mulai dikerjakan. Jaraknya 27 kilometer ditambah lima jembatan dan perbaikan beberapa lainnya dengan anggaran Rp 124 miliar," sebutnya.

Adapun paket Bulukumba-Tondong 1, minggu lalu baru tuntas pembebasan lahannya. Karena itu, berkas administrasinya baru dibawa ke Jakarta untuk segera diterbitkan kontraknya. Untuk paket ini anggarannya Rp 95 miliar.

"Dua paket lainnya yang belum tuntas lahannya diestimasi butuh anggaran Rp 100 miliar per paket," ungkapnya.

Nurdin mengatakan, batas toleransi untuk proyek multiyears ini adalah Maret 2013. Oleh karena itu, ia berharap, semua paket itu bisa selesai tepat waktu. Bila tidak, ia khawatir akan ada masalah. Apalagi, anggaran yang digunakan adalah bantuan luar negeri.

"Selain itu, kita juga sudah kontrak untuk satu paket dalam kota Bantaeng untuk empat kilometer," ujarnya.

Maros-Parepare

Sementara itu, untuk pelebaran Jalan Poros Maros-Parepare diakui Nurdin memang masih ada beberapa titik yang sangat sulit pembebasan lahannya. Karena itu, atas koordinasi dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, diputuskan untuk meninggalkan yang memang betul-betul tidak bisa tersentuh. Diperirakan masih ada 6 km yang benar-benar belum bebas. Antara lain di Kota Pangkep, Maros, 300 meter di perbatasan Barru-Pangkep, dan beberapa titik lainnya.

"Tadinya ada 28 km yang sangat sulit dibebaskan. Tapi lambat laun bisa, sehingga sampai 22 km sudah dibebaskan. Sisa 6 km yang benar-benar belum tersentuh," ungkapnya.

Yang sudah dibebaskan, kata Nurdin, semua sudah kontrak, sehingga sementara dikerjakan. Termasuk 11 dari 24 jembatan yang sudah terkontrak. Sisanya dibuat multiyears yang diharapkan selesai pada 2012.

"Mudah-mudahan saat mudik lebaran, pelebaran jalan ini sudah benar-benar dirasakan manfaatnya," katanya. (har)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Upah Pekerja Pinisi Tak Semegah Kapalnya

 

SAWI. Seorang sawi (buruh) yang sedang mengerjakan labung kapal pinisi, di Tanah Beru, Kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan Di tanah yang dikenal dengan Panrita Lopi ini telah lahir karya-karya besar perahu pinisi dari tangan sawi, atau disebut dengan perajin perahu. (Foto: Kompas.com/K23-11) Jumat (29/4/2011).

-----------------------

Upah Pekerja Pinisi Tak Semegah Kapalnya

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Tanah Beru terletak di Kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba, Sulawesi Selatan, merupakan tanah leluhur para arsitek kapal pinisi. Di tanah yang dikenal dengan Panrita Lopi ini telah lahir karya-karya besar perahu pinisi dari tangan sawi, atau disebut dengan perajin perahu.

Sayang, di balik keindahan dan ketangguhan kapal pinisi yang memiliki nilai jual hingga miliaran rupiah itu, ada duka bagi para sawi yang telah lebih banyak berperan langsung dalam proses pengerjaannya.

Pengerjaan dengan sistem borongan ini, para sawi hanya diberi upah minim. Bahkan mungkin, upah yang mereka terima tidak sesuai dengan keringat yang mereka keluarkan. Malah, semakin lama pengerjaannya, makin kecil pula penghasilan yang mereka terima. Alhasil, tidak sedikit para sawi harus berutang untuk menutupi kebutuhan keluarga mereka.

"Dari pemborong terkadang kami dapat Rp 80 juta-Rp 150 juta, sesuai dengan kapal yang kami buat. Kemudian upah itu dibagi ke 10 orang sawi atau bahkan lebih, dengan jangka waktu dua tahun untuk menyelesaikan kapal pinisi," kata salah seorang sawi, Sarifuddin, kepada Kompas.com, Jumat (29/4/2011).

"Kami terkadang mengerjakan kapal pinisi lebih dari dua tahun, sementara gaji yang diberikan sudah semakin menipis. Jika mau untung, pengerjaan kapal harus kami kebut hingga malam hari," jelasnya lagi.

Kendati hanya menerima upah kecil, para sawi rela mengerjakan kapal hingga selesai sesuai dengan perjanjian antara sawi dan pemborong. Pasalnya, jika pekerjaan yang telah disepakati itu tidak diselesaikan pada waktunya, mereka bisa dituntut dan bukan mustahil penjara menantinya.

Uniknya, meski terbilang berpenghasilan kecil, persaingan antarpekerja terbilang ketat. Jika sebuah tawaran tidak diterima, misalnya, maka pekerjaan itu akan langsung diambil oleh pekerja lain.

Safruddin mengaku lebih memilih menjadi profesi sawi ketimbang nelayan atau petani. Pasalnya, jika dibandingkan dengan dua profesi itu, penghasilan sawi lebih mudah terprediksi. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Rabu, 27 April 2011

Hamzah Pangki Ketua DPRD Bulukumba



KETUA DPRD BULUKUMBA. Teka-teki pengisian jabatan Ketua DPRD Bulukumba akhirnya terjawab. Jabatan yang lowong sejak 2009 itu bakal diisi Andi Hamzah Pangki. Keputusan itu menyusul adanya surat yang diterima Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Bulukumba dari DPD I Partai Golkar Sulsel.


----------------------

Hamzah Pangki Ketua DPRD Bulukumba
- Sesuai Surat DPD I Golkar Sulsel ke DPD II


Laporan: Muhammad Arman
Harian Fajar, Makassar
Kamis, 28 April 2011 | 
http://www.fajar.co.id/read-20110427184738-hamzah-pangki-ketua-dprd-bulukumba

BULUKUMBA -- Teka-teki pengisian jabatan Ketua DPRD Bulukumba akhirnya terjawab. Jabatan yang lowong sejak 2009 itu bakal diisi Andi Hamzah Pangki. Keputusan itu menyusul adanya surat yang diterima Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Bulukumba dari DPD I Partai Golkar Sulsel.

Surat itu bernomor Kep-26/DPD-I/PG/IV/2011 tertanggal 25 April 2011 yang menetapkan Andi Hamzah Pangki sebagai pengganti Andi Muttamar Mattotorang sebagai Ketua DPRD Bulukumba. Hamzah Pangki adalah calon tunggal yang diajukan DPD I untuk ditetapkan sebagai Ketua DPRD Bulukumba melalui sidang paripurna nantinya. Dua calon lainnya yang sebelumnya ramai diperbincangkan yakni Andi Makkasau disebut-sebut tidak siap dan H Bahman terkendala syarat minimal berpendidikan sarjana.

Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba, Zainuddin Hasan membenarkan hal tersebut. Zainuddin mengaku sudah menerima keputusan pleno DPD I Golkar Sulsel yang menetapkan Andi Hamzah Pangki. Bahkan Zainuddin mengaku sudah berkirim surat ke Sekretariat DPRD Bulukumba untuk menyampaikan pengganti Muttamar tersebut.  Saat ini, kata dia, sisa DPRD Bulukumba yang menentukan jadwal paripurna penetapan Andi Hamzah Pangki sebagai Ketua DPRD Bulukumba definitif.

"Tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan. Itu sudah menjadi keputusan partai setelah melalui pertimbangan yang matang. Saya ini hanya menjalankan apa yang menjadi keputusan DPD I Golkar Sulsel," jelas Zainuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 27 April 2011.

Ditanya jadwal pelantikan, Zainuddin meminta DPRD segera menindaklanjuti surat yang sudah dilayangkan tersebut. Meski begitu, ia meminta pelantikan paling lambat pertengahan Mei. Bahkan, kalau bisa, Mei pengganti Muttamar sudah bisa dilantik dan mulai menjalankan tugasnya sebagai Ketua DPRD yang baru.

Wakil Ketua  DPRD Bulukumba, Andi Edy Manaf  mengaku belum tahu ada surat dari bupati ke DPRD soal itu. Padahal, hasil penelusuran FAJAR, surat tersebut sudah teregistrasi di buku agenda surat masuk dengan nomor 1.108.

Andi Hamzah Pangki  yang dikonfirmasi membenarkan penetapan dirinya sebagai pengganti Muttamar.  Dia mengaku sudah menerima SK tentang penggantian nama ketua dan di dalamnya tertera nama dirinya sebagai pengganti Muttamar.

"Saya sudah terima SK-nya," ujarnya singkat.

 
Muttamar Melawan

KABAR penggantian dirinya langsung disikapi Andi Muttamar dengan menggelar konferensi pers. Dalam pernyataannya, Muttamat menyebut SK yang dikeluarkan DPD I Golkar Sulsel cacat hukum. Alasannya, dalam klausul pertimbangan surat ini, disebutkan bahwa penggantian ini dilakukan akibat terjadi kekosongan jabatan ketua. Padahal, kata dia, sejak keluarnya putusan PTUN yang ditindaklanjuti pencabutan SK pemberhentian dirinya dari gubernur Sulsel, jabatan Ketua DPRD tidak lagi lowong. Bahkan Muttamar menyatakan akan melakukan pembelaaan diri baik dalam internal Golkar maupun melalui proses hukum.

"Tidak pernah terjadi kekosongan jabatan Ketua DPRD Bulukumba," tegasnya.

Kata dia, DPD I telah melanggar dengan mengeluarkan SK penggantian dirinya dengan alasan kekosongan jabatan. Kata dia, kalau terjadi kekosongan jabatan, harusnya ada proses pleno pemberhentian dulu baru dilakukan penggantian ketua. Ini tidak pernah ada.

"Makanya sampai hari ini saya masih Ketua DPRD dan akan tetap menjalankan fungsi saya sebagai pimpinan DPRD," tegasnya.

Selain itu, Muttamar menyebutkan bahwa banyak kejanggalan dalam penggantian dirinya. Termasuk tidak pernah ada rapat pleno pengusulan nama penggantian dirinya selama ini. Satu-satunya rapat pleno, kata dia, dilakukan pada 1 April, yang dia klaim justru mengukuhkan dirinya untuk tetap menjadi Ketua DPRD Bulukumba. Bahkan Muttamar menyebutkan pada 2 April lalu DPD II Golkar Bulukumba sudah bersurat ke DPD I Golkar Sulsel yang menyatakan menerima hasil putusan PTUN.

"Saya hargai putusan Golkar dengan munculnya SK penggantian saya ini, tapi harus dengan jalan yang legal dong sesuai dengan mekanisme. Saya tidak masalah diganti tetapi harus ada kejelasan bagaimana prosesnya. Jangan ada yang dilanggar atau sengaja direkayasa," ketus dia. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Selamatkan Kucing, Dua Orang Tewas



KORBAN. Irwan, satu dari dua korban tewas disaat membersihkan sumur masjid Nurul Jamaah, dengan kedalaman 15 meter, di Dusun Bololohe, Desa Bololohe, Kematan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu, 27 April 2011. Korban tewas lainnya Paha (40), sedangkan Sewang (23) diselamatkan dalam kondisi pingsan karena kehabisan oksigen. (Foto: Kompas.com/K23-11)

-------------------

Selamatkan Kucing, Dua Orang Tewas

K23-11 | Glori K. Wadrianto |
Rabu, 27 April 2011 |
http://regional.kompas.com/read/2011/04/27/17141210/Selamatkan.Kucing.Dua.Orang.Tewas

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Dua orang tewas dan satu lainnya selamat setelah menyelamatkan seekor kucing yang masuk ke dalam sumur Masjid Nurul Jama'ah dengan kedalaman mencapai 15 meter.

Korban tewas karena kekurangan oksigen dan tertimpa mesin penyedot air, Rabu (27/4/2011), di Dusun Bololohe, Desa Bololohe, Kematan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Kedua korban tewas adalah Paha (40) dan Irwan (35), sementara satu korban yang berhasil diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran bernama Sewang (23) yang saat diselamatkan dalam kondisi pingsan karena kehabisan oksigen.

"Melihat ada kucing di dalam sumur, Irwan masuk sekalian ingin membersihkan sumur itu. Dari dalam sumur, Irwan meminta tolong dan akhirnya Paha yang akan menolong malah tertimpa mesin isap di bagian kepalanya," ujar salah satu warga, Bustam, kepada Kompas.com, saat berada di tempat kajadian perkara.

Bustam mengatakan, Paha tertimpa mesin karena kakinya tersangkut selang pengisap saat akan menginjak anak tangga.

Menurut Kepala Polsek Rilau Ale Iptu Sulthan Tabo, proses penyelamatan memakan waktu sekitar dua jam. Kesulitan utama adalah ketiga korban yang masuk ke dalam sumur sering kali kembali terjatuh dan terlepas dari genggaman. Bahkan, tali pengikat yang digunakan untuk mengangkat keduanya juga sering terlepas dari ikatan tubuh korban.

Akhirnya pihak kepolisian memanggil dinas pemadam kebakaran untuk menyelamatkan ketiga korban yang telah kehabisan oksigen. Dalam musibah tersebut, aparat Polsek Rilau Ale telah memeriksa dua saksi.

Isak tangis keluarga korban pecah seketika tatkala melihat jenazah tulang punggung keluarga terbujur kaku di RSUD Bulukumba. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Bulukumba Terancam Tenggelam?




TUTUP AKSES JALAN. Warga menutup akses jalan penambang pasir liar dengan menggunakan potongan batang kayu, di Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu (27/04/2011) siang. Warga beralasan, jika tidak ditutup dari sekarang Bulukumba akan tenggelam. (Foto: Kompas.com/K23-11)

Selasa, 26 April 2011

KKP Minta Bulukumba Buat Kawasan Minapolitan



PELABUHAN BENTENGE. Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), meminta Pemkab Bulukumba segera menetapkan kawasan Minapolitan Perikanan Tangkap. Bulukumba merupakan satu dari 11 daerah di Indonesia dan merupakan satu-satunya di Sulsel yang ditetapkan sebagai daerah Minapolitan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. (Foto: Asnawin)

-----------------

KKP Minta Bulukumba Buat Kawasan Minapolitan

Harian Ujungpandang Ekspres
Rabu, 27-04-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=65020

BULUKUMBA, UPEKS--Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), meminta Pemkab Bulukumba segera menetapkan kawasan Minapolitan Perikanan Tangkap.

Bulukumba merupakan satu dari 11 daerah di Indonesia dan merupakan satu-satunya daerah di Sulsel, yang ditetapkan sebagai daerah Minapolitan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah, Nurdin Radja, menyampaikan kesiapan Pemkab Bulukumba untuk menindaklanjuti program Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang menjadikan Bulukumba sebagai kawasan Minapolitan.

Pemkab Bulukumba, segera membentuk kelompok kerja, menyusun masterplan kawasan minapolitan, serta inventarisasi potensi hasil usaha perikanan, kata Nurdin, saat menjelaskan rencana tindaklanjut program KKP tersebut pada rapat di ruang rapat Bappeda Bulukumba, Selasa, 26 April 2011.

Menurut Nurdin Radja, Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Dedi Sutisna, telah mencanangkan Kabupaten Bulukumba sebagai sentra pembuatan Kapal Rakyat di Kawasan Timur Indonesia, sekaligus menetapkan Bulukumba sebagai Kawasan Minapolitan Bidang Perikanan Tangkap awal Maret 2011 lalu.

Dalam pertemuan pembahasan surat Dirjen Perikanan Tangkap KKP kemarin, sejumlah Kepala Satuan Kerja (SKPD) terkait hadir. Mereka adalah Kepala Bappeda Burhanuddin Kadir, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Hasyim, Kepala Dinas Perhubungan Kominfo Rosali A Liong, dan Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, Rahman Ismail.

Pembangunan yang akan dilakukan di kawasan Minapolitan nantinya, akan terintegrasi mulai dari infrastruktur khususnya pelabuhan, sarana alat tangkap, proses produksi dan pemasaran.

Intinya, kata Nurdin Radja, pemkab akan melihat kawasan ini sebagai kawasan pusat pengembangan kota yang berbasis perikanan.

"Saat ini kita sudah memiliki pelabuhan laut yang cukup potensial di Kecamatan Kajang, pelabuhan rakyat di enam kecamatan pesisir pantai dan industri pembuatan perahu di Bontobahari," katanya.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Bupati Selayar Tangkap Kapal Nelayan Asal Bulukumba



TANGKAP NELAYAN. Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs H Syahrir Wahab MM (kiri), menangkap langsung kapal nelayan asal Kabupaten Bulukumba, KM Jiwa Sabar, yang sandar di Pelabuhan Pattumbukang Desa Lantibongang, Kecamatan Bonto Sikuyu, Senin, 25 April 2011. (Foto: http://anakkukang.files.wordpress.com/2010/09/foto-bupati1.jpg)


---------------------

Bupati Selayar Tangkap Kapal Nelayan Asal Bulukumba

Harian Ujungpandang Ekspres
Rabu, 27-04-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=65019

KEPULAUAN SELAYAR, UPEKS--Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs H Syahrir Wahab MM, menangkap langsung kapal nelayan asal Kabupaten Bulukumba, KM Jiwa Sabar, yang sandar di Pelabuhan Pattumbukang Desa Lantibongang, Kecamatan Bonto Sikuyu.

Bupati Syahrir secara tidak sengaja, mendapatkan kapal penangkap ikan tersebut sandar di dermaga pelabuhan, saat melakukan peninjauan lokasi salah obyek wisata di Pantai Timur yakni di Pantai Komba, Senin (25/4) lalu.

Bupati hanya di dampingi Kadis Perhubungan dan Kominfo, Drs Dahlul Malik MH, Camat Bonto Sikuyu, Drs Suardi serta salah seorang pengusaha Selayar, H Ali Gandong serta beberapa staf Humas Pemkab.

Bupati Syahrir Wahab, meminta kepada Camat Bonto Sikuyu, agar kapal nelayan asal Kabupaten Bulukumba itu segera dibawa ke Benteng untuk diproses atau melengkapi dokumennya, kalau ingin menangkap ikan diperairan Selayar.

''Kalau izin penangkapan dikeluarkan oleh Pemkab Bulukumba, maka wilayah penangkapannya hanya di wilayah perairan Bulukumba sendiri. Demikian pula dengan daerah lain, kecuali izinnya diterbitkan Pemprov Sulsel, itu boleh saja,'' katanya.

Camat Bonto Sikuyu, Drs Suardi, juga tidak menduga kalau Bupati Syahrir Wahab, akan menanyakan surat izin kapal nelayan asal Bulukumba tersebut.

"Saya sendiri belum sempat mempertanyakan dokumennya, bupati sudah tiba mendadak," katanya.

Sementara itu, nakhoda KM Jiwa Sabar sekaligus pemilik kapal, H Mappatora di tempat yang sama, mengaku bahwa dokumen penangkapan ikan sebagaimana yang diminta bupati, memang tidak lengkap.
Namun dia beralasan kalau pihaknya baru berusaha melaporkannya ke Dinas Perikanan Selayar, akan tetapi cuaca tidak bersahabat dalam sepekan terakhir ini, akhirnya tertunda.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Unjukrasa di Tana Beru, Kecamatan Bontobahari





UNJUKRASA. Warga Kelurahan Tana Beru, Kecamtan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba melakukan aksi tutup jalan, di jalan poros Bulukumba-Bira-Selayar, Selasa, 26 April 2011. Anak SD juga ikut demo. Direkam dari http://makassar.tribunnews.com/2011/04/26/murid-sd-ikut-demo-jalan-rusak-di-bulukumba. (Foto: Tribun/Samba)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Mencari Kayu Bakar Meski Harus "Ngesot"



CARI KAYU BAKAR. Memiliki tubuh yang tidak sempurna bukan penghalang bagi nenek tua bernama Tape (70) yang harus menyeret badannya di tanah atau ngesot saat mencari potongan kayu bakar di tengah kebun. Potongan-potongan kayu bakar itu lalu dijual untuk menyambung hidupnya. (Kompas.com/k23-11)

--------------------------

Mencari Kayu Bakar Meski Harus "Ngesot"

Kompas.com
K23-11 | Pepih Nugraha |
Senin, 25 April 2011 |
http://regional.kompas.com/read/2011/04/25/12535186/Mencari.Kayu.Bakar.meski.Harus.Ngesot.

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Memiliki tubuh yang tidak sempurna bukan penghalang bagi Tape yang harus menyeret badannya di tanah atau ngesot saat mencari potongan kayu bakar di tengah kebun. Potongan-potongan kayu bakar itu lalu dijual untuk menyambung hidupnya.

Wanita lumpuh ini pun menjual jasanya untuk memelihara ternak ayam milik orang lain.  Dari hasil kerja keras tanpa memelas kasih kepada orang lain, nenek berusia 70 tahun ini akhirnya bisa membeli rumah panggung meski ukurannya tak besar.

"Tidak apa-apa kecil ataupun tidak bagus, yang penting nenek bisa tinggal di rumah sendiri tanpa harus numpang lagi ke rumah saudara ataupun cucu," ungkap Tape kepada Kompas.com, di rumahnya di Desa Balong, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi selatan, Senin (25/04/2011).

Tape menceritakan, sejak lahir dirinya hanya memiliki satu kaki yang sempurna, sementara kaki sebelah kanannya kecil dan pendek sehingga ketika Tape akan berjalan dirinya terpaksa menyeret badan dengan menggunakan pinggul dan tangan kanan sebagai penopang untuk melangkah.

Senyum yang terpancar di raut wajah Tape menjadi pengobat rasa lelah setelah menyeret tubuhnya berkilo-kilometer melewati batu kerikil-kerikil tajam. Bahkan, sesekali, dalam perjalanannya Tape terpaksa harus berhenti karena kaki maupun tangannya digigit semut.

Nenek yang tidak menikah tersebut terus berjalan di tepi jalan raya kendati kendaraan-kendaraan terus melintas dengan kencang. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, semangat hidup tidak pudar.

Seusai mengumpulkan kayu bakar, Tape menjaga ayam milik tetangga yang berada di tengah kebun cokelat tak jauh dari rumah panggung miliknya. Jika peliharaannya membuahkan hasil, keuntungannya dibagi dua dengan pemilik ayam. Sayang, semenjak mata Tape rabun, ayam-ayam yang dipeliharanya tidak sebanyak dulu.

Menjelang malam, Tape baru kembali ke rumah. Kelelahan dan kepenatan seharian mencari kayu perlahan-lahan hilang ketika Tape merentangkan badannya di atas papan kayu rumahnya.

"Uang dari hasil usaha ini nenek kumpulkan sejak masih remaja. Selama nenek masih bisa jalan, nenek tidak mau meminta-meminta di pinggir jalan. Namun, nenek sering kali dilempar uang dari pengendara yang sedang lewat ketika nenek pulang dari pasar," kata Tape sambil tersenyum.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Pencuri Dijebak di Gantarang, Ternyata Pemuda Bisu



PENCURI. Pemuda bisu di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan yang terjebak warga saat akan mencuri, diamankan ke kantor polisi. Aksi pemuda bisu ini telah diketahui warga beberapa hari lalu ketika dia mondar-mandir di sekitar pemukiman penduduk. Warga telah mengantispasi karena sering kemalingan. (Foto: Kompas.com/k23-11)

------------------------
 
Pencuri Dijebak, Ternyata Pemuda Bisu

Kompas.com
K23-11 | yuli |
Rabu, 27 April 2011 |
http://regional.kompas.com/read/2011/04/27/06131247/Pencuri.Dijebak.Ternyata.Pemuda.Bisu

BULUKUMBA, KOMPAS.com - Seorang pemuda bisu di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan terjebak kerumunan warga saat akan mencuri rumah warga di Kecamatan Gantarang, Selasa malam (26/04/2011).

"Kami sengaja mematikan lampu agar terlihat benar-benar sepi, dia masuk lewat jendela. Pas badannya sudah pada masuk semua, barulah warga menyalakan lampu," jelas Syahruddin, salah seorang warga.

Menurut Syahruddin, aksi pemuda bisu ini telah diketahui warga beberapa hari lalu ketika dia mondar-mandir di sekitar pemukiman penduduk. Warga telah mengantispasi karena sering kemalingan.

Untung saja, seorang anggota polisi dan TNI yang ikut ronda dapat menyelamatkan nyawa pemuda bisu dari amukan warga yang emosi.

Aparat kepolisian dari Polres Bulukumba yang datang setelah mendapat laporan dari masyarakat langsung mengamankan pemuda bisu tersebut bersama motornya yang disembunyikan di tengah kebun.

Di Sentral Pelayanan Masyarakat Polres Bulukumba, polisi kesulitan mengorek keterangan dari pelaku. Saat ditanya, pelaku hanya mengeluarkan isyarat dengan menggunakan bahasa tubuh.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Murid SD Pun Demo Minta Perbaikan Jalan di Bulukumba


UNJUKRASA. Warga Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa, 26 April 2011, menahan bus asal Kepulauan Selayar tujuan Makassar saat melakukan aksi penutupan jalan sebagai bentuk protes atas ketidakpedulian pemerintah terhadap rusaknya jalan poros Bulukumba-Bira-Selayar sepanjang kurang lebih 17 kilomoter. (Foto: Kompas/k23-11)

------------------------

Murid SD Pun Demo Minta Perbaikan Jalan
- Jalan Poros Bulukumba-Bira-Selayar Rusak Parah


Kompas.com
K23-11 | Glori K. Wadrianto |
Selasa, 26 April 2011 |
http://regional.kompas.com/read/2011/04/26/16371090/Murid.SD.Pun.Demo.Minta.Perbaikan.Jalan

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Sekitar 17 kilometer jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Selayar dan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, rusak berat selama kurun waktu dua tahun. Namun, anehnya jalan yang kerap dilalui Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo tersebut hingga kini belum juga diperbaiki.

Bahkan saking parahnya jalan yang terletak di Kecamatan Bontobahari tersebut, tidak sedikit kendaraan yang rusak akibat sering melewati jalan satu-satunya menuju kepulauan Selayar itu.

Seperti yang dialami salah seorang sopir antarkabupaten, Karim. Kepada Kompas.com, Selasa (26/4/2011) Karim mengeluhkan kerapkali melewati jalan di Kecamatan Bontobahari menuju Pelabuhan Bira, ban mobilnya tiba-tiba rusak karena banyaknya lubang besar maupun lubang kecil sudah tidak dapat dihindari.

Bahkan, selama jalan tersebut semakin rusak dirinya mengalami kerugian yang banyak, pasalnya dirinya kerap mengeluarkan dana lebih untuk memberi makanan para penumpangnya ketika ditinggalkan kapal feri dan terpaksa menginap di pelabuhan.

"Tekor Mba, syukur-syukur jika kendaraan tidak rusak. Jika rusak yah apa boleh buat, pengeluaran bertambah, sementara penghasilan sudah pas-pasan. Bahkan kami sopir biasanya minjam uang ke sopir lainnya," jelasnya.

Parahnya  kerusakan jalan membuat warga Kecamatan Bontobahari kesal dan menutup jalan transprovinsi itu dengan merentangkan spanduk di tengah jalan hingga memacetkan jalan yang menghubungkan tujuh kabupaten.

Tidak ayal, aksi warga itu disambut dengan puluhan anak SD yang baru saja pulang ujian. Mereka ikut melakukan aksinya di tengah jalan. Masih memegang perlengkapan ujian, murid-murid tersebut dengan lantang meminta perbaikan jalan di kampung mereka.  

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba



KANTOR CAMAT GANTARANG. Meskipun sudah dimekarkan, Kecamatan Gantarang yang terdiri atas 20 kelurahan dan desa, tetap tercatat paling banyak penduduknya di antara 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba. Jumlah penduduk Kecamatan Gantarang pada tahun 2006 sebesar 68.774 jiwa. (Foto: Asnawin)


--------------------

Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba

Oleh: Asnawin

Kecamatan Gantarang adalah salah dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba. Kecamatan Gantarang awalnya menyatu dengan Kecamatan Kindang dengan nama Kecamatan Gangking, tetapi kemudian dimekarkan menjadi dua kecamatan.

Meskipun sudah dimekarkan, Kecamatan Gantarang tetap tercatat paling banyak penduduknya di antara 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba. Jumlah penduduk Kecamatan Gantarang pada tahun 2006 sebesar 68.774 jiwa.

Di Kecamatan Gantarang terdapat 20 kelurahan dan desa. Salah satu desa yang cukup terkenal dan sudah sering dikunjungi wisatawan, wartawan, peneliti, pemerhati masalah-masalah sosial, dan berbagai kalangan lainnya, yaitu Desa Padang, karena desa ini menjadi percontohan desa yang memberlakukan Perda Syariat Islam, dengan ciri khas hukuman cambuknya.

Beberapa tahun silam, sebanyak 20 perwakilan desa di Kecamatan Gantarang, juga sepakat memberlakukan potong tangan bagi pelaku pencuri yang tertangkap tangan. Para kepala desa juga sepakat untuk membentuk Forum Peduli Kamtibmas Pallawa Lipu. Ditunjuk sebagai Koordinator Kecamatan adalah Kepala Desa Padang, Andi Rukman.

Selain pencuri, pelaku judi dan penikmati muniman keras (miras) juga dikenakan hukuman cambuk sebanyak 80 kali.


Di Kecamatan Gantarang juga terdapat kebun dan pabrik kapas yang terletak di jalan poros provinsi. Kebun dan pabrik kapas Bulukumba berada di bawah perusahaan PT Sulawesi Cotton Industry.

Berikut daftar nama dan kode pos 20 kelurahan dan desa di Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba:

- 1. Kelurahan/Desa Barombong ------------- (Kodepos : 92561)
- 2. Kelurahan/Desa Benteng Gatareng ------- (Kodepos : 92561)
- 3. Kelurahan/Desa Benteng Malewang ------ (Kodepos : 92561)
- 4. Kelurahan/Desa Bialo -------------------- (Kodepos : 92561)
- 5. Kelurahan/Desa Bonto Macinna --------- (Kodepos : 92561)
- 6. Kelurahan/Desa Bonto Sunggu ----------- (Kodepos : 92561)
- 7. Kelurahan/Desa Bontomasila ------------- (Kodepos : 92561)
- 8. Kelurahan/Desa Bontonyeleng ----------- (Kodepos : 92561)
- 9. Kelurahan/Desa Bontoraja -------------- (Kodepos : 92561)
- 10. Kelurahan/Desa Bukit Harapan -------- (Kodepos : 92561)
- 11. Kelurahan/Desa Bukit Tinggi ---------- (Kodepos : 92561)
- 12. Kelurahan/Desa Dampang ------------- (Kodepos : 92561)
- 13. Kelurahan/Desa Gattareng ------------- (Kodepos : 92561)
- 14. Kelurahan/Desa Jalanjang ------------- (Kodepos : 92561)
- 15. Kelurahan/Desa Mariorennu ---------- (Kodepos : 92561)
- 16. Kelurahan/Desa Mattekko ------------ (Kodepos : 92561)
- 17. Kelurahan/Desa Padang -------------- (Kodepos : 92561)
- 18. Kelurahan/Desa Paenre Lompoe ----- (Kodepos : 92561)
- 19. Kelurahan/Desa Palambarae --------- (Kodepos : 92561)
- 20. Kelurahan/Desa Polewali ------------ (Kodepos : 92561)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Sulsel di Urutan ke-2, Bulukumba Peringkat 129



KINERJA PEMDA. Berdasarkan Kepmendagri Nomor 120-276 Tahun 2011 dan Kepmendagri Nomor 120-277 Tahun 2011 tentang Peringkat Kinerja Pemerintah Daerah 2009, untuk tingkat provinsi, Sulsel berhasil menempati peringkat kedua nasional di bawah Provinsi Sulut, sedangkan untuk tingkat kabupaten, Bulukumba berada di urutan 129. (Grafis: Anbas/Fajar)

--------------------------


Kinerja Buruk, Terancam Penalti
- Sulsel di Urutan ke-2, Bulukumba Peringkat 129


Harian Fajar, Makassar
Selasa, 26 April 2011 
http://www.fajar.co.id/read-20110426011543-kinerja-buruk-terancam-penalti

BOGOR -- Sejumlah kabupaten/kota di Sulsel terancam terkena penalti. Itu konsekuensi dari peringkat kinerja mereka yang dinilai buruk. Ancaman itu disampaikan langsung Wakil Presiden Boediono, Senin, 25 April 2011.

Usai menyerahkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) tentang Peringkat Kinerja Pemerintah Daerah 2009, Boediono mengatakan tidak cukup dengan penghargaan. Menurutnya, harus berlaku reward and punishment.

"Pemenang mesti mendapat insentif. Bukan sekadar penghargaan. Sebaliknya, perlu ada penalti terhadap daerah yang berkinerja buruk," katanya pada peringatan Hari Otonomi Daerah XV, di kantor Wali Kota Bogor, Senin, 25 April 2011.

Berdasarkan Kepmendagri Nomor 120-276 Tahun 2011 dan Kepmendagri Nomor 120-277 Tahun 2011, untuk tingkat provinsi Sulsel berhasil menempati peringkat kedua nasional. Peringkat pertama diraih Sulawesi Utara, sedangkan peringkat ketiga ditempati Jawa Tengah.

Untuk tingkat kabupaten, hanya dua daerah di Sulsel yang mampu menembus 10 besar. Kabupaten Enrekang berada di peringkat keenam dan Kabupaten Luwu Utara berada di posisi ke delapan.

Kabupaten lainnya di Sulsel berada pada peringkat 20 ke bawah. Yang masuk peringkat 20-100 adalah Sidrap, Bone, Takalar, Soppeng, Luwu Timur, Luwu, dan Jeneponto.

Kabupaten lainnya menempati peringkat 126-267. Kabupaten tersebut adalah Pangkep, Bulukumba, Selayar, Bantaeng, Tana Toraja, Sinjai, Pinrang, Maros, Gowa, Barru, dan Wajo.

Untuk tingkat kota, tidak satu pun kota di Sulsel yang mampu masuk 10 besar. Peringkat terbaik diraih Parepare di posisi 14. Makassar harus puas di posisi 23. Sementara Palopo berada di peringkat 40.

Kementerian Dalam Negeri juga menilai sejumlah daerah otonom baru hasil pemekaran. Hasilnya, dari tiga daerah di Sulsel yang termasuk daerah otonom baru, Luwu Utara berada di peringkat 17, disusul Luwu Timur 23, dan Toraja Utara peringkat 133.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, mengatakan daerah yang mendapat peringkat terbaik akan memperoleh Satyalencana Karya Bakti Praja Nugraha Agustus nanti. Jika tiga kali berturut-turut akan mendapatkan Parasamya Purnagraha.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Djohermansyah Djohan mengatakan ada 173 indikator yang menjadi objek penilaian. Salah satunya dilihat laporan keuangan pemerintah daerah.   

Djohan yang didampingi Kapuspen Kemendagri Reydonnyzar Moenek menambahkan hasil pemeringkatan kinerja penyelenggara pemerintahan daerah ini adalah yang berlangsung tahun 2009 yang dievaluasi tahun 2010. Penyelenggaraan tahun 2010 baru akan diumumkan tahun 2012.

Menanggapi peringkat Sulsel di posisi kedua, Gubernur Syahrul Yasin Limpo mengatakan posisi itu wajar. Dia mengatakan dalam banyak hal, Sulsel sebenarnya lebih baik dari Sulawesi Utara.

"Sulsel hanya kalah soal status laporan keuangan Sulut yang WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Kita juga berharap ke depan bisa WTP," katanya kepada FAJAR, kemarin.

Sebelumnya dalam konferensi pers bersama Gubernur Sulut, SH Sarundajang dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo usai penyerahan Kepmendagri, Syahrul mengatakan hampir saja protes andai Sulsel tidak masuk tiga besar.

Betapa tidak, katanya, Sulsel adalah daerah yang memperoleh penghargaan terbanyak. Hingga saat ini, Syahrul mengaku sudah memperoleh 76 penghargaan nasional. Selain itu, Sulsel juga mencatat overstock beras dua juta ton, hingga pertumbuhan ekonomi yang di atas rata-rata nasional.

Saat menerima Kepmendagri tersebut kemarin, Syahrul didampingi antara lain Asisten I Andi Herry Iskandar, Kepala Bappeda Tan Malaka Guntur, Kepala Badan Diklat Jufri Rahman, Kadis Perikanan Iskandar, Kadis Pertanian Lutfi Halide, Kepala Biro Pemerintahan Daerah Halfin Gau, Bakti Haruna, dan Kepala Biro Humas Agus Sumantri.

Untuk penghargaan tingkat kabupaten, hadir Bupati Luwu Utara Arifin Djunaidi dan Wakil Bupati Enrekang Nurhasan. (sap)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Gubernur Sulsel Minta Bupati Bulukumba -PT Lonsum Buat Perjanjian



Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo meminta Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, segera membuat perjanjian kerjasama dengan PT Lonsum Indonesia Tbk. Kerjasama itu meliputi pemberdayaan masyarakat setempat, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk direkrut menjadi karyawan. (Foto: M Nasir/Humas Pemprov Sulsel)

Senin, 25 April 2011

Pansus LKPJ DPRD Sulsel akan Berkunjung ke Bulukumba



KUNKER. Pansus Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) APBD 2010 DPRD Sulsel, rencananya melakukan kunjungan kerja ke Riau dan Kalimantan Barat. Ketua Tim Pansus LKPJ, Buhari Kahar Muzakkar, Senin (25/4), menjelaskan, sebelum ke Riau dan Kalbar, tim pansus terlebih dahulu akan mengunjungi Bone dan Bulukumba. (ist)

------------------


Pansus LKPJ DPRD Sulsel ke Kalbar dan Riau
- Buhari: Sebelumnya ke Bone dan Bulukumba Dulu


Harian Ujungpandang Ekspres
Selasa, 26-04-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=64965

PANSUS Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) APBD 2010 DPRD Sulsel, rencananya melakukan kunjungan kerja ke Riau dan Kalimantan Barat. Ketua Tim Pansus LKPJ, Buhari Kahar Muzakkar, Senin (25/4), menjelaskan, sebelum ke Riau dan Kalbar, tim pansus terlebih dahulu akan mengunjungi Bone dan Bulukumba.

Keputusan studi banding ini, lanjut Buhari, sudah menjadi agenda Badan Musyawarah (Bamus) untuk melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.

"Di seluruh Pansus yang ada, memang ada agenda untuk studi banding ke daerah lain," jelasnya.

Rapat penetapan kunjungan kerja oleh tim pansus ini, sebelumnya terjadi tarik ulur antara keputusan berdasarkan agenda Bamus dan masukan dari legislator PDK Adil Patu.

Dalam kesempatan itu, Adil menyarankan agar kunjungan kerja dilakukan di dalam daerah. Pasalnya, kunjungan kerja keluar daerah ini tidak memiliki substansi yang jelas.

"Kunjungan keluar daerah substansinya apa. Bagusnya kunjungan dalam daerah saja, kita bisa liat seperti apa kebijakan pemerintah di daerah," ungkapnya. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Raja Bone IX Mangkat di Bulukumba



TANJUNG PALLETTE, salah satu tempat wisata di Kabupaten Bone, dapat dicapai sekitar 20 menit dari Kota Bone. Raja Bone IX, La Pattawe, mangkat di Bulukumba yang merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa, pada tahun 1602. Di sanalah La Pattawe mangkat sehingga digelari '’MatinroE ri Bettung'' atau ''MatinroE ri Bulukumba''. (foto:  google)

Disambut Hangat, Dilepas dengan Derai Air Mata



''Sebelum melaksanakan tugas, saya menemui tokoh masyarakat dan warga yang bermukim di sekitar sekolah. Saya meminta petunjuk kepada mereka dan saya meminta mereka bersedia menerima kehadiran saya untuk membina anak-anak mereka yang bersekolah di SD Inpres 182 Seppang. Alhamdulillah, mereka menerima dengan hangat kehadiran saya.''

Minggu, 24 April 2011

Bupati Bulukumba : Pengelolaan Barang Milik Daerah Harus Ditata



BUPATI BULUKUMBA Zainuddin Hasan mengatakan, pengelolaan barang milik daerah harus betul-betul ditata, sehingga pemanfaatannya dapat menunjang pencapaian tujuan pembangunan di era otonomi. Oleh karena itu, para pengelola barang harus memahami hal-hal yang berkaitan dengan Permendagri Nomor 17/2007 tentang Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah.


--------------------


Bupati Bulukumba : Pengelolaan Barang Milik Daerah Harus Ditata
- Pemkab Bulukumba Gelar Bintek Pengelolaan Barang
 
Harian Ujungpandang Ekspres
Senin, 25-04-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=64888

BULUKUMBA, UPEKS-- Pengelolaan barang milik daerah harus betul-betul ditata, sehingga pemanfaatannya dapat menunjang pencapaian tujuan pembangunan di era otonomi. Oleh karena itu, para pengelola barang harus memahami hal-hal yang berkaitan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17/2007 tentang Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah.


Demikian ditegaskan Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan saat membuka Bimbingan Teknis (Bintek) Pengelolaan Barang Daerah, yang diadakan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerajh (DPKAD) Bulukumba, di Ruang Pola Bulukumba, Kamis, 24 April 2011.

Sejumlah pejabat menyampaikan ceramah di acara Bintek yang berlangsung sehari itu. Mereka adalah Kepala Biro Pengelolaan Aset Sulsel, Mustari Soba (mengurai kebijakan umum pengelolaan barang milik daerah), Kepala DPKAD Bulukumba, Nurdiana Nur (menyampaikan materi seputar gambaran umum pengelolaan barang milik daerah.

Sosialisasi dan Bimtek diikuti puluhan pejabat pengelolaan barang milik daerah dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Bulukumba.

Kepala Sub Bidang Aset DPKAD Bulukumba, Nurwina, mengatakan secara substansi kegiatan ini merupakan upaya memberikan pemahaman kepada para pengelola barang, sebagaimana yang diatur dalam Permendagri Nomor 17 Tahun 2007, tentang teknis pengelolaan barang milik daerah.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Perusakan Biota Laut Ancam Pariwisata Bulukumba



BUTUH MODAL. Usaha rakyat berupa usaha tambak butuh modal yang bisa dijangkau guna mengembangkan usahanya. Lokasi ini terletak di Desa Garanta, Kecamatan Ujungloe. Akhir-akhir ini, kerusakan potensi laut juga banyak dikeluhkan akibat maraknya pengeboman ikan dan tidak terbatasinya warga mengambil terumbu karang di sekitar perairan Bulukumba. (Foto: Arman/Fajar)


----------------------------

Perusakan Biota Laut Ancam Pariwisata Bulukumba
- Disbudpar: 50 Persen Terumbu Karang Sudah Punah


Oleh: Muhammad Arman
Harian Fajar, Makassar
Senin, 25 April 2011
http://www.fajar.co.id/read-20110424191042-perusakan-biota-laut-ancam-pariwisata-bulukumba

BULUKUMBA -- Maraknya pengeboman ikan dan tidak terbatasinya warga mengambil terumbu karang di sekitar perairan Bulukumba diyakini akan merusak sektor pariwisata di Bulukumba. Apalagi, pelancong mancanegara yang gemar menelusuri keindahan terumbu karang di beberapa titik, khususnya di Pulau Liukang mulai berkurang.

Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bulukumba berani melansir sekira 50 persen terumbu karang yang ada saat ini sudah punah akibat aktivitas ilegal ini.

Kepala Disbudpar Bulukumba, Andi Nasaruddin Gau mengatakan, perusakan terumbu karang sudah dianalisis dan hasilnya sangat memprihatinkan. Menurutnya, apa yang terjadi di perairan Bulukumba dengan tidak terkendalinya aktivitas perusakan terumbu karang secara berkelanjutan sudah menjadi ancaman serius.

Tidak hanya untuk sektor pariwisata tetapi juga akan menurunkan populasi ikan di Bulukumba. Parahnya lagi, kata Nasaruddin, karena pola perusakan yang dilakukan seakan berubah menjadi kebiasaan warga yang dinilai wajar.

"Saya sangat sedih saat mengetahui kerusakan terumbu karang sudah sedemikian parahnya," ujarnya.

Apalagi, kata dia, di Pulau Liukang yang dulunya sangat kaya dengan terumbu karang kini perlahan mulai punah.

"Mau diapakan laut Bulukumba dengan kondisi seperti ini? Wisatawan kita juga makin hari makin berkurang jika laut kita semakin miskin dengan kekayaan hayati dan non hayatinya," ketus Nasaruddin Gau, Minggu, 24 April 2011.

Nasaruddin menambahkan, parahnya perusakan terumbu karang tidak terlepas dari pengawasan yang lemah. Operasi yang dilakukan pengamanan laut dan pihak kepolisian pun dianggap sangat minim dan tidak tegas dalam menindak para perusak terumbu karang. Buktinya, hingga saat ini bom ikan masih marak dan jarang sekali didengar ada pelaku pengeboman ikan atau aktivitas pengambilan terumbu karang secara ilegal yang diproses.

"Padahal sudah jelas dalam UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan memberi sanksi tegas bagi mereka yang mencoba merusak kekayaan laut dengan cara ilegal seperti penggunaan bahan peledak, bahan beracun, dan aliran listrik. Malah dalam aturan ini ancaman hukumannya antara lima hingga enam tahun ditambah denda Rp 2 miliar," tambahnya.

Sudah Parah

Direktur Lembaga Studi Suara Bahari, Azri Yuzuf mengatakan, kerusakan biota laut saat ini sudah mengancam kehidupan masyarakat pada umumnya. Khususnya generasi pada 20 hingga 30 tahun yang akan datang. Dampaknya pada hilangnya kekayaan alam yang berdampak pada makin melemahnya ekonomi masyarakat yang hidup di daerah pesisir dan menggantungkan hidupnya di laut.

"Biota laut sudah parah. Pengeboman ikan sudah merajalela. Saya juga bingung apa yang dilakukan aparat keamanan dengan maraknya aktivitas ilegal ini. Saya menganalisis kerusakan terumbu karang sudah kronis.
Sebagian nelayan sudah membiasakan aktivitas semacam ini. Penindakan juga sangat lemah," katanya.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Bulukumba, AKPB Arief Rahman yang dikonfirmasi menyalahkan keterbatasan alat untuk operasi. Selain itu, menurutnya, tanggung jawab tersebut tidak sepenuhnya pada Polres melainkan Kesatuan Pengamanan Pantai dan Pelabuhan (KP3) dan Kesatuan Pengamanan Laut dan Pantai (KPLP). Alasannya, mereka memiliki peratan yang lebih lengkap untuk melakukan operasi.

"Kita mau operasi bagaimana, kalau sebelum operasi harus sewa dulu speed boat. Kami tidak punya peralatan yang lengkap. Ini kendala kami. Lagi pula ada KP3 dan KPLP. Mereka yang lebih bertanggung jawab. Kita juga mau tapi kalau peralatan terbatas. Lagi pula saya bantah kalau dikatakan pengeboman marak di Pulau Liukang," tandasnya. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Tjamiruddin Terpilih Aklamasi Pimpin PKB Bulukumba




PKB BULUKUMBA. Muscablub Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bulukumba, di Bulukumba, Rabu, 20 April 2011, memilih secara aklamasi H Tjamiruddin sebagai ketua periode lima tahun ke depan. Tjamiruddin selama dua tahun (2009-2011) menjabat caretaker ketua untuk mengisi kekosongan kursi Ketua DPC Bulukumba. Posisi Ketua Dewan Syuro diserahkan kepada KH Mustari Randa.

-----------------

Muscablub PKB Bulukumba di Demo
- Tjamiruddin Terpilih Aklamasi Pimpin PKB Bulukumba


Antara news
Kamis, 21 April 2011
http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/26932/muscablub-pkb-bulukumba-di-demo

Bulukumba, Sulsel (ANTARA News) - Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bulukumba, di Bulukumba, Rabu, 20 April 2011,  mendapat tekanan dari sejumlah massa yang tergabung dalam pro PKB bersih di luar arena musyawarah dengan menggelar demonstrasi. 

Dalam aksi di depan tempat pelaksanaan Muscablub, mereka menolak adanya rekayasa dalam pemilihan serta diminta agar pemilihan dilakukan dengan independen tidak sarat kepentingan. Selain itu, pendemo juga menegaskan agar mantan ketua PKB Bulukumba, H Tjamiruddin memberikan laporan pertanggungjawaban secara tertulis dan transparan terkait pengelolaan anggaran partai periode 2009-2011.

"Jelas kami menduga ada intrik politik atau permainan yang telah diatur di dalam pemilihan itu. Kemudian kami tegaskan agar mantan ketua memberikan pertanggungjawab dana pengelolaan partai selama dia menjabat, kami menginginkan perubahan menyeluruh," tegas Rivai, pendemo dalam orasinya.

Pada kegiatan tersebut hadir, Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, ketua DPW PKB Sulsel, Abu Djaropi, Plt Ketua DPRD Bulukumba, Edi Manaf, dan beberapa undangan lainya serta pemilik suara di tingkat DPAC 10 kecamatan.

"Pemilihan ini diharapkan dapat berjalan aman dan kondusif, mesikpun ada isu tekanan yang sengaja ingin merusak tatanan di tubuh partai PKB Bulukumba. Saya sendiri, Ketua Golkar Bulukumba salut dengan dinamika politik di partai ini, serta layak disejajarkan dengan partai lain untuk bersaing ke depan," ucap Zainuddin.

Ketua DPW PKB Sulawesi Selatan, Abu Djaropi mengungkapkan bahwa partai besar dengan penuh konflik pastinya akan besar bila konflik itu bersifat positif.

"Itu merupakan dinamika berpolitik hampir semua partai besar punya konflik internal masing-masing, dengan itu saya harapkan PKB di Bulukumba ke depannya dapat semakin besar serta berpegaruh dan dihitung oleh lawan politik lainnya," katanya.


Terpilih Aklamasi

Pada Muscablub itu, terpilih secara aklamasi H Tjamiruddin yang juga mantan ketua periode 2009-2011, sebelumnya menjabat caretaker untuk mengisi kekosongan kursi ketua DPC Bulukumba. Dan untuk posisi ketua dewan syuro terpilih KH Mustari Randa.

Terkait munculnya dugaan "setting" dengan bermuara pada keputusan aklamasi, sekertaris panitia Salahudin mengatakan, itu tidak benar, namun merupakan keputusan mutlak, sebab keputusan aklamasi itu lahir disebabkan empat yang sebelumnya lima calon seperti Andi Bachtiar Dahlan, Andi Ahmad Maccipu, Abdul Waris dan Andi Amsir, mundur dari pencalonan.

"Jelas keputusannya aklamasi karena empat calon lainnya memilih mengundundurkan diri. Kalau dikatakan itu setting itu tidak benar dan semua berjalan normal," ucapnya.

Sebelumnya, para pendaftaran yang ingin maju menjadi ketua DPC PKB Bulukumba dimintai sumbangan partai senilai Rp10 juta dengan alasan biaya kegiatan antara lain akomodasi, transportasi, uang saku dan sewa gedung. Namun hal itu disayangkan Ahmad Algazali, salah satu bakal calon yang mundur karena biaya tersebut merupakan perampasan hak demokrasi, meskipun dirinya mengakui mampu membayar biaya tersebut.  (T.KR-HK/F003)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

13 Tahun Hanya Naik Sepeda Kumbang




SDN 10 ELA-ELA. Aminuddin bertugas selama kurang lebih tiga tahun sebagai guru di SR (Sekolah Rakyat) Kassi Buta, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Setelah itu, ia dipindahkan dan tercatat sebagai guru di SR 12 Kalumeme (sekarang SD Negeri 10 Ela-ela), KecamatanUjungbulu, Kabupaten Bulukumba, sejak 1 Januari 1960. (Foto: Asnawin)

Aminuddin Gudang: ''Gaji Pertama Saya Rp 375 per Bulan''



AMINUDDIN GUDANG DAENG TABA. Hidupnya sekarang cukup berbahagia dengan 10 anak dan 21 cucu. Meskipun sang isteri sudah berpulang setahun silam, ia tidak pernah merasa kesepian, karena anak-anak dan cucu-cucunya selalu menemani dan menghiburnya. Ia bahkan selalu tampil ceria di usianya yang 1 Juli 2011 mendatang genap 73 tahun. (Foto: Asnawin)

Sabtu, 23 April 2011

Dewan Telusuri Tunggakan Jasa Medik di RSUD Bulukumba


RSUD BULUKUMBA. DPRD Bulukumba mulai mengambil langkah progresif dan berencana membentuk Pansus menyikapi kisruh tunggakan jasa medik RSUD Sulthan Daeng Radja maupun 18 Puskesmas di bawah kendali Dinas Kesehatan Bulukumba, karena tercium ada dugaan penyalahgunaan anggaran.(Foto: Asnawin)

--------------------------

Dewan Telusuri Tunggakan Jasa Medik di RSUD Bulukumba
- Utang Rp 4,6 M Mencurigakan

Harian Fajar, Makassar
Sabtu, 23 April 2011
http://www.fajar.co.id/read-20110422200439-dewan-telusuri-tunggakan-jasa-medik

BULUKUMBA -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba mulai mengambil langkah progresif menyikapi kisruh tunggakan jasa medik RSUD Sulthan Daeng Radja maupun 18 Puskesmas di bawah kendali Dinas Kesehatan Bulukumba.

Utang senilai Rp 4,6 miliar yang diklaim dua instansi ini, dinilai perlu ditelusuri kebenarannya, karena tercium ada dugaan penyalahgunaan anggaran. Bahkan saat ini sudah ada 19 legislator yang sudah sepakat membentuk Panitia Khusus (pansus).

Anggota Komisi B DPRD Bulukumba yang membidangi keuangan dan merupakan koordinator usul pembentukan pansus ini, Zulkifli Saiye, menyebutkan bahwa usul pembentukan Pansus sudah sampai pada tingkat pimpinan DPRD. Dia mengaku sudah mengusulkan pembentukan Pansus ini karena dianggap sangat penting membongkar kisruh yang sempat menyebabkan dokter melakukan aksi mogok beberapa waktu lalu.

"Kita mau tahu apa saja utang yang diklaim dan apakah bisa dibuktikan nilai tersebut. Kita tidak mau hanya mendapat sodoran nilai utang tanpa diketahui seluk beluk utang itu. Ini karena uang yang mau dipakai membayar menggunakan uang negara. Sehingga tidak bisa begitu saja menyebut utang tanpa bukti," ujar Zulkifli Saiye saat di temui di gedung DPRD Bulukumba.

Apalagi, ditambahkan Zulkifli, selama ini baik pihak rumah sakit maupun pihak Dinas Kesehatan sama sekali belum pernah memperlihatkan kepada DPRD bukti utang ini. Padahal saat pembahasan APBD tahun ini, termasuk saat pembahasan APBD Perubahan 2010, DPRD sudah meminta data tersebut namun belum pernah diperlihatkan.

Hal ini, menurut Zulkifli, memunculkan kecurigaan terhadap nominal utang yang selalu diklaim penyebab munculnya persoalan tunggakan jasa medik ini.

"Mudah-mudahan setelah kami telusuri ini, akan kelihatan mana sebenarnya data yang valid. Bahkan kalau sudah terbentuk Pansus, manajemen rumah sakit akan kami mintai secara terbuka memperlihatkan datanya tentang penggunaan anggaran selama ini. Pihak manajemen harus bertanggungjawab dalam masalah ini. Ini uang rakyat, jadi jangan main-main dengan uang tersebut," tambahnya.

Siap Tunjukkan Bukti

Kepala Bagian Tata Usaha yang juga penanggungjawab kehumasan RSUD Sultan daeng Radja, Saharuddin setiap kali ditanya soal utang tersebut menyatakan bahwa munculnya utang ini tidak terlepas dari adanya lonjakan jumlah pasien pada 2009 hingga 2010 lalu. Bahkan dia mengaku anggaran RSUD saat itu hanya cukup digunakan hingga pertengahan tahun. Selanjutnya, untuk keberlanjutan pelayanan di rumah sakit terpaksa ada tunggakan karena keterbatasan anggaran.

Selain itu, Saharuddin juga mengaku memiliki bukti penggunaan dana tersebut dan siap diperlihatkan kapan pun dibutuhkan. Bukti ini, kata dia, adalah bukti penggunaan anggaran termasuk bukti jasa layanan medik yang tertunda akibat meningkatnya jumlah pasien.

Menurutnya, saat itu jumlah pasien meningkat drastis khususnya pasien Jamkesda atau pasien gratis. Dengan demikian jumlah layanan juga meningkat sehingga secara otomatis jumlah jasa layanan yang harus dibayar juga meningkat.

"Kita sudah sampaikan kalau memang kita punya utang. Khusus di RSUD, kita punya utang lebih dari dua miliar yang merupakan utang untuk jasa layanan medik. Kami punya buktinya karena memang kami siapkan sebagai bukti klaim utang nantinya. Sekarang sedang disiapkan semuanya untuk diberikan kepada DPRD kalau memang dibutuhkan. Yang jelas anggaran kita memang sangat minim saat itu. Makanya, karena tahun ini anggaran kita meningkat dari Rp 9 miliar menjadi Rp 16 miliar, maka kemungkinan anggaran itu bisa menutupi utang tersebut," kata Saharuddin. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Priyo Wurianto Jabat Manajer PLN Bulukumba



PLN BULUKUMBA. GM PLN Sultanbatara, Ahmad Siang (kiri) menyerahkan Surat Keputusan pengangkatan Manajer PLN Cabang Bulukumba kepada Priyo Wurianto, di Ruang Rapim Lantai II Kantor Wilayah PLN Sultanbatara, Senin, 18 April 2011. Priyo Wurianto sebelumnya menjabat DM Komersil PLN Palembang. (Foto: http://www.pln.co.id/sulselrabar/)

Jumat, 22 April 2011

Tanjung Bira Bulukumba, Pantainya Ok Punya......


TANJUNG BIRA. Tanjung Bira Bulukumba adalah pantai pasir putih yang masih bersih alami.....pantainya ok punya....lautnya hijau biru bening....anak2 so pasti senang banget...karena mereka menikmati berenang di pantai....ombaknya tenang..... alhamdullilah liburan kali ini menyenangkan dan menambah wawasan bagi anak-anakku... (foto: int)

Gara-Gara Bilang EGP, Bupati Bulukumba Diajak Debat Aktivis


EMANG GUE PIKIRIN. "Saya baru menjabat bupati, namun terus-menerus didemo. Kalau 50 persen rakyat Bulukumba yang demo, itu berbahaya, berarti saya tidak dipercaya lagi. Tapi kalau demonya hanya 10 sampai 12 orang saja, EGP (Emang Gue Pikirin)," kata Bupati dari atas podium hingga berulang tiga kali, saat memberi sambutan pada pembukaan Musrembang RPJMD, di Aula Kantor Bappeda Bulukumba, Jumat, 22 April 2011. (foto: ist)

-----------------------

Gara-Gara Bilang EGP, Bupati Bulukumba Diajak Debat Aktivis

Harian Republika, Jakarta
Jumat, 22 April 2011
http://www.republika.co.id/berita/regional/nusantara/11/04/22/lk16xs-garagara-bilang-egp-bupati-bulukumba-diajak-debat-aktivis

REPUBLIKA.CO.ID,BULUKUMBA - Bupati Bulukumba, Sulawesi Selatan, Zainuddin Hasan, kembali didebat dadakan aktivis terkait maraknya demonstrasi di daerah itu karena Bupati tidak pernah menerima aspirasi pendemo. Debat dadakan terjadi saat Bupati memberi sambutan di Musrembang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Aula Kantor Bappeda Bulukumba, Jumat, 22 April 2011.

Kejadian itu merupakan kali kesekian Bupati didebat dadakan oleh aktivis pemuda dan LSM. Kejadian tersebut bermula saat Bupati Zainuddin Hasan secara sengaja melontarkan kata-kata yang berulang selama tiga kali kemudian dianggap menyinggung peserta RPJMD yang hadir.

"Saya baru menjabat bupati, namun terus-menerus didemo. Kalau 50 persen rakyat Bulukumba yang demo, itu berbahaya berarti saya tidak dipercaya lagi. Tapi kalau demonya hanya 10 sampai 12 orang saja, EGP (Emang Gue Pikirin)," kata Bupati dari atas podium hingga berulang selama tiga kali.

Hal itu sontak diprotes Aktivis Bulukumba, Rudi Tahas, dengan berkata; "Bapak tidak pernah hadir kalau ada demo. Di mana Bapak Bupati, kenapa tidak menerima aspirasi kami."

Bupati menjawab; "Saya 'kan di Jakarta mengurus bagaimana mengembangkan Bulukumba lebih baik. Lain kali kalau mau demo, beri tahu saya terlebih dahulu. Saya tunggu, saya tidak pernah lari, jabatan bupati 'kan kolektif, wakil dan asisten juga bisa menerima aspirasi."

Jawaban bupati yang dilontarkan dengan nada tinggi itu langsung mengundang reaksi fisik, sehingga pengamanan dari Satpol PP nyaris menarik keluar interupsi yang dilakukan Rudi. Namun, hal tersebut urung dilakukan karena banyak peserta menahannya.

Debat pun berlanjut dengan mempertanyakan pabrik penggilingan beras moderen yang pembangunannya tidak sesuai mekanisme. Pabri dibangun lebih dulu, tetapi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) baru menyusul belakangan.

"Penggilingan itu 'kan milik istri Bupati. Kenapa dulunya dikatakan milik Pemerintah Daerah. Lalu, izinnya pun terbit setelah gedungnya berdiri, ada apa?," papar Rudi kembali menyerang Bupati.

Menurut Bupati, penggilingan itu milik swasta bukan milik pemda. ''Ya, saya akui itu memang milik istri saya. Sebelum menjadi bupati di sini, saya juga banyak mengelola usaha-usaha bukan hanya di Bulukumba saja.''

Kejadian tersebut terus memanas lalu Bupati langsung menutup dan memohon ijin kepada peserta. Dia kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Oknum Tentara Hajar Satpol PP Bulukumba



Tiga anggota Polisi Militer (PM) TNI Angkatan Darat dari Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, di ruang penyidik Reskrim Mapolres Bulukumba, Jumat, 22 April 2011, meminta keterangan kepada korban kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum anggota Raider 700/ Kodam VII Wirabuana, Makassar, Prada Fredi, bersama keluarganya di Bulukumba, Jumat dinihari, 22 April 2011. (Foto: Kompas/k23-11) 

-----------------------

Oknum Tentara Hajar Satpol PP Bulukumba

Kompas.com
K23-11 | yuli | Jumat, 22 April 2011
http://regional.kompas.com/read/2011/04/22/06195258/Serdadu.Ajak.Ayah-Ibu.Hajar.Satpol.PP

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Ahmad Lamu, seorang pegawai honorer Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, babak belur dihajar Prajurit Dua Fredi bersama kedua orangtua dan saudaranya, Jumat dinihari, 22 April 2011.

Prada Fredi diketahui sebagai anggota serdadu Batalyon Raider 700/ Kodam VII Wirabuana di Makassar. Fredi pulang ke kampung halamannya di Bulukumba untuk menghabiskan masa cuti tahunannya sejak sepekan lalu dan akan berakhir Jumat pagi.

Namun, di kampungnya dia bikin ulah. Awalnya, ia hanya saling pandang dengan Ahmad Lamu. Menurut Ahmad, saat itu ia berpapasan di tengah jalan dan saling menatap.

Karena merasa tidak ada persoalan dengan Fredi yang masih terhitung keluarga dekat itu,  Ahmad kemudian masuk ke warung internet di Jalan Sungai Jeneberang, Kelurahan Kasimpureng, Kecamatan Ujungbulu.

Hanya berselang beberapa menit di dalam warnet, Fredi datang bersama bapaknya, Nasri,  langsung menghajarnya. Bukannya melerai, ibu dan adik Fredi malah mengeroyok korban.

Karena merasa terjepit, korban pun memberontak dan berhasil menyelamatkan diri ke rumahnya setelah korban menghajar Nasri di bagian kepalanya hingga mengalami luka sobek.

"Saya tidak tahu apa persoalannya, tiba-tiba mereka datang dan menghajar saya. Karena merasa tidak ada yang menolong, akhirnya saya memberontak dan sempat menghajar Om saya di bagian kepalanya," jelas Ahmad saat ditemui Kompas.com di ruang penyidik Reskrim Markas Polres Bulukumba.

Sementara Nasri, yang juga merasa jadi korban, ikut melaporkan keponakannya itu ke polisi. Di ruang terpisah, Nasri menuding Ahmad yang memulai perkelahian.

"Dia mengajak duel, saya merasa terhina dan terpancing. Akhirnya saya dan anak saya menyerangnya," ujar Nasri saat memberikan keterangannya di Sentral Pelayanan Masyarakat Polres Bulukumba.

Sedangkan Fredi langsung diamankan di Markas Kodim 1411 Bulukumba. Polisi Militer Kabupaten Bantaeng yang tiba di Bulukumba langsung menyelidiki kasus ini. Komandan Kodim  1411 Bulukumba Letkol Agung Senoaji tidak berada di tempat saat hendak dikonfirmasi. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kamis, 21 April 2011

Belasan Ribu ''Wisatawan'' dari 43 Negara Berkunjung ke Bulukumba

PANTAI SAMBOANG. Warga dari berbagai daerah mengunjungi Pantai Samboang, Kecamatan Bonto Tiro, Bulukumba, Sabtu, 1 Januari 2011. Kabupaten Bulukumba kini lebih dikenal di seantero dunia dengan adanya blog http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/. Blog ini telah dikunjungi lebih dari 75 ribu kali, termasuk belasan ribu pengunjung dari 43 negara. (Foto: tribun timur/Syamsul Bahri)

Bupati Bulukumba: Sampaikan Saran Positif dan Konstruktif




POSITIF DAN KONSTRUKTIF. Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan mengatakan, semua orang boleh mengeritik, serta mengungkapkan gagasan, ide, atau saran kepada pemerintah, tetapi hendaknya kritikan, ide, dan saran tersebut disampaikan secara baik dan bijak. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)

------------------------


Bupati Bulukumba: Sampaikan Saran Positif dan Konstruktif
- RPJMD Bulukumba Penuh Tantangan

Semua orang boleh mengeritik, serta mengungkapkan gagasan, ide, atau saran kepada pemerintah, tetapi hendaknya kritikan, ide, dan saran tersebut disampaikan secara baik dan bijak.

Hal tersebut dikemukakan Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bulukumba 2011-2015, di Aula Bappeda Bulukumba, Kamis, 21 April 2011.

Musrenbang dihadiri Ketua Komisi B DPRD Bulukumba Kahar Muslim dan beberapa anggota dewan lainnya, unsur Muspida dan para Kepala SKPD, serta utusan LSM.

''Musrenbang adalah forum terhormat milik bersama, sehingga semua pihak diharapkan menyampaikan gagasan atau saran yang positif dan konstruktif untuk kemajuan Kabupaten Bulukumba,'' kata Zainuddin.

Dia mengatakan, RPJMD 2011-2015 Kabupaten Bulukumba yang sedang disusun saat ini penuh dengan tantangan, tetapi ia tak merinci tantangan dimaksud. Ia hanya mengatakan bahwa RPJMD sangat penting dilaksanakan, karena merupakan sebuah subsistem kesatuan dari sistem pembangunan nasional.


Zainuddin Hasan mengatakan RPJMD merupakan hasil analisis dan penyempurnaan terhadap gagasan pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

"Dari visi dan misi yang telah disampaikan, selanjutnya diinterpretasikan dan dijabarkan ke dalam tujuan sasaran dan strategi kebijakan dan program-program pembangun daerah yang akan dijalani selama satu periode kepemimpinan," katanya. (win/r)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Rabu, 20 April 2011

PNS dan Satpol PP Bulukumba Berkelahi



KANTOR SATPOL PP. Seorang pegawai negeri sipil yang masih memakai seragam PNS dari instansi kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bulukumba berkelahi dengan sejumlah anggota Satpol PP Kabupaten Bulukumba, seusai petugas Satpol PP menertibkan sejumlah lapak di sekitar bekas Pasar Sentral (pasar tua) Bulukumba, Rabu (20/4/2011). (Foto: Asnawin)


-------------------

PNS dan Satpol PP Bulukumba Berkelahi

Kompas.com
K23-11 | Glori K. Wadrianto | Rabu, 20 April 2011
http://regional.kompas.com/read/2011/04/20/13324358/Kejar.Piala.Adipura.Dua.Instansi.Baku.Hantam

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Seorang pegawai negeri sipil dari instansi kantor dinas pariwisata baku hantam dengan sejumlah anggota Satpol PP, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Kejadian yang memalukan dengan melibatkan dua instansi yang masih lengkap dengan seragam kepegawaiannya ini, terjadi beberapa seusai petugas Satpol PP menertibkan sejumlah lapak di sekitar pasar tua, Rabu (20/4/2011).

Merasa lapak milik orangtuanya dirusak, Romi langsung mendatangi kantor Satpol PP. Romi yang emosi langsung membuat onar dan mencari Kasatpol PP Haerul Nurdin yang tidak berada di dalam ruangannya.

Kasi Perda Satpol PP H Abunawas kepada Kompas.com menuturkan, karena melihat jumlah Satpol PP lebih banyak, Romi meninggalkan kantor tersebut. Tak berapa lama kemudian Romi pun kembali dengan membawa samurai dan mengipas-ngipaskan ke sejumlah anggota Satpol PP.

Merasa nyawa petugas Satpol PP terancam, petugas Satpol PP kemudian mengepung dan menyerang Romi hingga perkelahian pun tak terhindarkan. Perkelahian itu baru berakhir ketika sejumlah aparat kepolisian Polres Bulukumba yang kantornya berdekatan dengan kantor Satpol PP bergegas merelai. Kedua belah pihak kemudian diamankan di Mapolres Bulukumba.

"Kami kerja sesuai dengan surat perintah Bupati, di mana lapak-lapak yang berdiri di lahan pemerintah harus dibersihkan karena kami mengejar piala Adipura," tutur Abunawas.

Secara terpisah, Romi yang ditemui di ruangan reskrim mengaku memang dirinya yang mendatangi kantor Satpol PP. Ia kecewa dengan ulah Satpol PP yang telah membongkar lapak milik orangtuanya. Bahkan, Romi mengaku lahan yang didirikan lapak tersebut merupakan tanah pribadi, bukan tanah pemerintah.

"Tanah itu punya surat-surat lengkap. Daripada kosong, saya membangunkan warung kopi tepat di depan rumah orangtua saya," tuturnya.

Romi mengaku, dirinya dikeroyok oleh petugas Satpol PP yang mengakibatkan sejumlah luka lebam di wajah dan luka goresan di tangan.

Sudah beberapa pekan, Satpol PP disibukkan dengan penertiban, mulai dari penertiban hewan ternak yang berkeliaran di dalam kota hingga lapak minuman keras.

Hal itu dilakukan sesuai dengan perintah Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan dalam keindahan dan kebersihan kabupaten yang disebut dengan Kabupaten Panritalopi, di mana Kabupaten Bulukumba belum pernah meraih piala Adipura. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Selasa, 19 April 2011

Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba



KEBUN KARET. Kecamatan Bulukumpa adalah salah satu dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kecamatan Bulukumpa berada di daerah ketinggian, sehingga daerah ini terkenal dengan hasil perkebunan dan pertaniannya. Salah satu areal perkebunan yang cukup terkenal dan menjadi objek wisata agro di Kecamatan Bulukumpa, yaitu Perkebunan Karet Balambessi dan di Pa'langngisang. (foto: http://bulukumbatourism.com/)

----------------

Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba

Oleh: Asnawin

Kecamatan Bulukumpa adalah salah satu dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kecamatan Bulukumpa berada di daerah ketinggian, sehingga daerah ini terkenal dengan hasil perkebunan dan pertaniannya.

Salah satu areal perkebunan yang cukup terkenal dan menjadi objek wisata agro di Kecamatan Bulukumpa, yaitu Perkebunan Karet Balambessi dan Perkebunan Karet Pa'langngisang.

Dengan potensi alam yang dimilikinya, maka Kecamatan Bulukumpa ditetapkan sebagai salah satu dari tiga kecamatan sentra pengembangan pertanian dan perkebunan. Dua kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Kindang dan Kecamatan Rilau Ale (kecamatan pemekaran dari Bulukumpa).


Kecamatan Bulukumpa terbagi dalam 16 kelurahan dan desa, yaitu:

- 1. Kelurahan/Desa Balang Pesoang (Kodepos : 92552)
- 2. Kelurahan/Desa Balang Taroang (Kodepos : 92552)
- 3. Kelurahan/Desa Ballasaraja (Kodepos : 92552)
- 4. Kelurahan/Desa Barugae (Kodepos : 92552)
- 5. Kelurahan/Desa Batulohe (Kodepos : 92552)
- 6. Kelurahan/Desa Bonto Bulaeng (Kodepos : 92552)
- 7. Kelurahan/Desa Bonto Minasa (Kodepos : 92552)
- 8. Kelurahan/Desa Bontomangiring (Kodepos : 92552)
- 9. Kelurahan/Desa Bulo-Bulo (Kodepos : 92552)
- 10. Kelurahan/Desa Jawi - Jawi (Kodepos : 92552)
- 11. Kelurahan/Desa Jojjolo (Kodepos : 92552)
- 12. Kelurahan/Desa Kambuno (Kodepos : 92552)
- 13. Kelurahan/Desa Salassae (Kodepos : 92552)
- 14. Kelurahan/Desa Sapo Bonto (Kodepos : 92552)
- 15. Kelurahan/Desa Tanete (Kodepos : 92552)
- 16. Kelurahan/Desa Tibona (Kodepos : 92552).

Sumber:
- http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bulukumba
- http://bulukumbatourism.com/

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Bangun Sekolah dan Kembangkan Pendidikan di Bulukumba



BERSAMA ISTERI. Ikatan emosional yang begitu kuat dengan tanah kelahirannya, membuat Muhammad Basri selalu berjuang dan akhirnya mampu ''menyumbangkan'' sejumlah sekolah dan bantuan untuk pembangunan pendidikan di Kabupaten 'Butta Panrita Lopi'' Bulukumba. Dalam foto, Muhammad Basri bersama isteri, Dra Hj Zamsani. (Foto: dok. pribadi)

Kisah Ikan Duyung di Bulukumba



IKAN DUYUNG. Jumaning (60), membersihkan tubuh ikan duyung yang ditemuinya di tepi pantai saat mencuci bentang (tali rumput laut) di pesisir pantai di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa, 19 April 2011. Banyak warga yang berkunjung ke rumah Jumaning karena penasaran ingin melihat ikan duyung tersebut. (Foto: Kompas/k23-11)

--------------------------


Kisah Ikan Duyung di Bulukumba
Meski Dibacok, Ikan Duyung Tetap Hidup

Harian Kompas (Kompas.com)
K23-11 | yuli |
Rabu, 20 April 2011
http://regional.kompas.com/read/2011/04/20/04143456/Meski.Dibacok.Ikan.Duyung.Tetap.Hidup

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Warga pesisir di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, digemparkan dengan seekor ikan duyung yang tiba-tiba muncul, Selasa (19/4/2011). Para nelayan pun kemudian berniat memotong ikan tersebut untuk mengambil dagingnya.

Namun, entah mengapa ikan duyung yang tubuhnya sudah terluka akibat sabetan parang itu terus berenang hingga mendekati Jumaning yang sedang asyik mencuci bentang (tali) rumput laut di tepi laut.

Jumaning melihat ikan duyung itu seakan meminta pertolongan kepadanya. Si ikan terlihat menyelamatkan diri dari kejaran para nelayan. Maka dari itu, Jumaning pun menyelamatkan dan membawanya ke rumah di Desa Garanta, Kecamatan Ujung Loe, Sulawesi Selatan, sekitar 3 km dari tepi pantai.

Ikan itu dibawa Jumaning menggunakan jasa ojek. Saat Kompas.com bertandang ke rumahnya, ratusan warga terlihat berkerumun melihat ikan duyung itu.

Selama di rumahnya, Jumaning bersama istrinya, Sugi (50), memberikan nasi, lauk ikan, bahkan telur ke ikan itu untuk memulihkan fisiknya. Kondisi ikan duyung berbobot 65 kg dan panjang 1,5 meter tersebut memang tampak lemas.

"Waktu saya temukan, ikannya sudah lemas. Bahkan tubuhnya luka-luka akibat sabetan parang nelayan yang akan merebut dagingnya," ujar Jumaning.

Lantaran terlalu banyak warga yang penasaran ingin melihat ikan duyung tersebut, Jumaning lantas memberlakukan tarif Rp 1.000 untuk sekali masuk. Uang hasil kunjungan warga tersebut digunakan untuk membeli makanan ikan yang doyan dengan telur itu.

Jumaning hanya berprofesi sebagai pencuci bentang dan penghasilannya tidak tetap. Ia percaya bahwa kehadiran ikan duyung ini merupakan pembawa rezeki bagi keluarganya.



[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Bupati Bulukumba Pantau Langsung UN SLTA




UJIAN NASIONAL. Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SLTA yang serentak dilaksanakan Senin (18/4) di Kabupaten Bulukumba diikuti oleh sebanyak 4.088 siswa kelas 3 dari SMA, SMK dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Bulukumba. Bupati Bulukumba meninjau pelaksanaan ujian tersebut, Senin, 18 April 2011. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)

Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba



PANTAI SAMBOANG. Kecamatan Bontotiro adalah salah satu dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Banyak objek wisata di kecamatan ini, antara lain Makam Dato Tiro, permandian alam Samboang, permandian alam Limbua. Kecamatan Bontotiro terdiri atas 12 kelurahan/desa.

------------------
 
Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba

Kecamatan Bontotiro adalah salah satu dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Banyak objek wisata di kecamatan ini, antara lain Makam Dato Tiro, permandian alam Samboang, permandian alam Limbua. Kecamatan Bontotiro terdiri atas 12 kelurahan/desa.

Makam Dato Tiro terletak di kecamatan bonto tiro. Maulana Abdul Jawad Khatib Bungsu adalah nama asli dari Dato Tiro. Beliau adalah salah seorang penyiar agama Islam pertama di Sulawesi Selatan.

Pantai Samboang terletak di Desa Eka Tiro Kecamatan Bonto Tiro. Panorama yang indah dan lekukan bibir pantai yang landai, serta terumbu karang yang tak jauh dari pantai, menjadikan Samboang berbeda dengan objek wisata pantai lainnya. Di tempat ini pula terdapat pulau kecil yang telah dihubungkan dengan titian sepanjang 20 meter. Bagi wisatawan yang gemar memancing di tempat inilah dapat menyalurkan hobby.

Permandian Alam Limbua terletak di Desa Hila-Hila Kecamatan Bonto Tiro, 1 Km dari Makam Dato Tiro. Permandian Alam Limbua ini mempunyai daya tarik tersendiri untuk dinikmati. Selain tempatnya yang dikelilingi pohon rindang dan siulan kicau burung, permandian ini juga menyatu dengan laut. Tempat ini juga memiliki keunikan yaitu airnya tetap tawar walaupun bercampur dengan air laut.

Kecamatan Bontotiro sekarang terdiri atas 12 kelurahan/desa, yaitu;


- 1. Kelurahan/Desa Batang ----------- (Kodepos : 92572)
- 2. Kelurahan/Desa Bonto Barua --- -- (Kodepos : 92572)
- 3. Kelurahan/Desa Bonto Bulaeng --- (Kodepos : 92572)
- 4. Kelurahan/Desa Bonto Marannu -- (Kodepos : 92572)
- 5. Kelurahan/Desa Bonto Tangnga -- (Kodepos : 92572)
- 6. Kelurahan/Desa Buhung Bundang - (Kodepos : 92572)
- 7. Kelurahan/Desa Caramming ------- (Kodepos : 92572)
- 8. Kelurahan/Desa Dwi Tiro --------- (Kodepos : 92572)
- 9. Kelurahan/Desa Ekatiro ----------- (Kodepos : 92572)
- 10. Kelurahan/Desa Pakubalaho ----- (Kodepos : 92572)
- 11. Kelurahan/Desa Tamalanrea ----- (Kodepos : 92572)
- 12. Kelurahan/Desa Tritiro ---------- (Kodepos : 92572). (asnawin)

Sumber;
- http://id.wikipedia.org/wiki/Bulukumba
- http://bulukumbatourism.com/index.php?option=com_content&view=article&id=5&Itemid=62
- http://bulukumbatourism.com/index.php?option=com_content&view=article&id=20&Itemid=61
- http://bulukumbatourism.com/index.php?option=com_content&view=article&id=50&Itemid=69


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba




TANJUNG BIRA. Bonto Bahari adalah salah satu dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia. Bonto Bahari berarti "tanah laut". Ada dua ciri khas sekaligus tempat wisata yang cukup terkenal di Kecamatan Bonto Bahari, yaitu Pantai Bira dan tempat pembuatan perahu phinisi.


----------------------

Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba

Bonto Bahari adalah salah satu dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia. Bonto Bahari berarti "tanah laut". Ada dua ciri khas sekaligus tempat wisata yang cukup terkenal di Kecamatan Bonto Bahari, yaitu Pantai Bira dan tempat pembuatan perahu phinisi.

Kecamatan Bonto Bahari terdiri atas delapan desa/kelurahan, yaitu:
 
- 1. Kelurahan/Desa Ara (Kodepos : 92571)
- 2. Kelurahan/Desa Benjala (Kodepos : 92571)
- 3. Kelurahan/Desa Bira (Kodepos : 92571)
- 4. Kelurahan/Desa Darubiah (Kodepos : 92571)
- 5. Kelurahan/Desa Lembanna (Kodepos : 92571)
- 6. Kelurahan/Desa Sapolohe (Kodepos : 92571)
- 7. Kelurahan/Desa Tanah Beru (Kodepos : 92571)
- 8. Kelurahan/Desa Tanah Lemo (Kodepos : 92571). (asnawin)


Sumber:
- http://id.wikipedia.org/wiki/Bonto_Bahari,_Bulukumba

- http://id.wikipedia.org/wiki/Bulukumba

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]