Selasa, 31 Mei 2011

DPRD Tolak PAW Ketua DPRD Bulukumba


DPRD BULUKUMBA. Rencana pergantian antarwaktu (PAW) ketua DPRD Bulukumba Andi Muttamar Mattotorang, akhirnya kandas di tengah jalan. DPRD Bulukumba gagal mengambil keputusan terhadap usulan Partai Golkar terhadap PAW ketua DPRD Bulukumba, dalam sidang paripurna DPRD, Senin (30/5/2011). (Foto: Asnawin)

----------

DPRD Tolak PAW Ketua DPRD Bulukumba

Harian Ujungpandang Ekspres
Selasa, 31-05-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=66726&jenis=Fokus

BULUKUMBA, UPEKS--Rencana pergantian antarwaktu (PAW) ketua DPRD Bulukumba Andi Muttamar Mattotorang, akhirnya kandas di tengah jalan. DPRD Bulukumba gagal mengambil keputusan terhadap usulan Partai Golkar terhadap PAW ketua DPRD Bulukumba, dalam sidang paripurna DPRD, Senin (30/5/2011).

Sidang paripurna DPRD yang dipimpin wakil ketua DPRD Bulukumba HA Edy Manaf (PAN) dengan agenda pengumuman PAW ketua DPRD, gagal mengambil keputusan karena tidak qourum. Hanya 18 anggota DPRD dari 40 anggota DPRD Bulukumba yang hadir.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) 16 Tahun 2010 tentang pedoman penyusunan tata tertib DPRD, paraipurna pergantian pimpinan DPRD sekurang-kurangnya dihadiri 2/3 dari jumlah anggota DPRD.

Sebelumnya, dalam rapat paripurna DPRD Bulukumba yang digelar Rabu (25/5) lalu, dengan agenda yang sama, DPRD Bulukumba juga gagal mengambil keputusan. Rapat paripurna juga tidak qourum. Sesuai dengan PP 16 tahun 2010 tersebut, DPRD Bulukumba sudah tidak dapat lagi melakukan rapat paripurna berikutnya dengan agenda PAW ketua DPRD Bulukumba.

Dengan demikian, usulan pergantian ketua DPRD Bulukumba Andi Muttamar Mattotorang, tidak dapat dilanjutkan alias berhenti.

"Sidang paripurna hari ini tidak qourum maka, sidang tidak dapat dilanjutkan. Karena tidak qourum, maka, ini akan menjadi bagian dari rekomendasi DPRD Bulukumba ke gubernur," kata Wakil Ketua DPRD Bulukumba HA Edy Manaf, sebelum menutup sidang.

Dalam sidang paripurna usulan PAW ketua DPRD Bulukumba, Edy Manaf didampingi wakil ketua DPRD Husbiannas Alsi (Demokrat). Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan bersama unsur muspida, serta para kepala SKPD. Dalam sidang paripurna PAW ketua DPRD Bulukumba kemarin berjalan panas dan alot. Ketua sidang sempat menskorsing sidang karena terjadi perdebatan.

Anggota DPRD Bulukumba Pahidin (PDK) ngotot sidang paripurna tetap dilanjutkan. Namun usulan Pahidin tersebut disanggah anggota DPRD Bulukumba lainnya. Anggota DPRD Andi Muragawali, menolak sidang paripurna dengan alasan tidak qourum dan bertentang dengan PP 16/2010. Alhasil, sidang paripurna kemudian ditutup oleh Edy Manaf dengan alasan tidak qourum.

Partai Golkar Sulsel mengusulkan PAW ketua DPRD Bulukumba Andi Muttamar. Golkar Sulsel menetapkan Hamzah Pangki, anggota DPRD Bulukumba, sebagai pengganti Muttamar. Usulan PAW tersebut ditengarai bermasalah dan tidak sesuai dengan PO Golkar 07/2010 serta PP 16/2010.

Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan, menyerahkan laporan keterangan pertanggung jawaban (LPKj) Bupati 2010, dalam sidang paripurna, Senin (30/5/2011).

Sidang paripurna dengan agenda penyerahan LKPj Bupati 2010, dipimpin wakil ketua DPRD Bulukumba Edy Manaf. DPRD Bulukumba juga membentuk panitia khusus (pansus) LKPj Bupati 2010. ()

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Masyarakat Kajang Minta HGU Lonsum Diukur Ulang


MASYARAKAT KAJANG. Pemuka adat Kajang menyentuhkan kakinya dengan besi panas untuk meyakinkan kejujurannya. Seratusan masyarakat Kajang, Bulukumba mengelar aksi demo di kantor bupati dan DPRD Bulukumba, Senin (30/5/2011). Aksi demo yang digelar terkait dengan hak guna usaha (HGU) PT Lonsum, produsen karet mentah. (FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/IP/1)

Minggu, 29 Mei 2011

Air Tergenang di Pusat Kota Bulukumba


GENANGAN AIR. Salah satu titik ruas jalan yang tergenang air di pusat Kota Bulukumba. Lokasi ini terletak di seputaran Taman Lingaran Phinisi di depan Rumah Jabatan Kapolres Bulukumba yang juga berdekatan dengan Kantor Bupati Bulukumba. Sejumlah jalan juga tergenang akibat drainase yag buruk. Gambar direkam, Minggu, 29 Mei. (Foto: Arman/Fajar)


Sumber berita gambar:
- http://www.fajar.co.id/read-20110529191753-legislator-diduga-terima-sppd-ganda/
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Foto-foto SD Negeri 97 Sampeang, Bulukumba


CERIA. Anak-anak, dimana pun berada selalu ceria. Keceriaan itu juga terlihat dari wajah murid-murid SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, seperti saat penulis berkunjung ke sekolah itu, Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin)




GEDUNG SEKOLAH. Salah satu gedung yang terdiri atas beberapa ruangan belajar SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, yang saya abadikan pada Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin)


MENGAJAR. Seorang guru sedang mengajar di salah satu ruangan kelas SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, seperti saat saya berkunjung ke sekolah itu, Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin)


POHON BESAR. Pohon-pohon besar dan rindang tampak menaungi salah satu gedung SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, seperti terlihat saat saya berkunjung ke sekolah itu, Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin)


MEMBERSIHKAN. Seorang murid kelas IV bernama Sufirah tampak membersihkan ruangan kelasnya sebelum pulang sekolah, di SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, seperti terlihat saat saya berkunjung ke sekolah itu, Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin).


RUANG KKG. Gedung ini sebenarnya dibangun sebagai Ruang Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus II Wilayah III Tingkat SD Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, tetapi karena tidak setiap hari digunakan, maka pihak pengelola SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, memfungsigandakan gedung ini sebagai Ruangan Perpustakaan Sekolah. (Foto: Asnawin)


FOTO BERSAMA. Sejumlah murid bersama guru olahraga SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, dengan senang hati menerima ajakan penulis untuk foto bersama saat saya berkunjung ke sekolah itu, Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin)


KEPALA SEKOLAH. Baso Aswar SPd MSi (46) sudah 23 tahun mengabdi sebagai guru Sekolah Dasar di Bulukumba. Pria kelahiran Erelebu, Kecamatan Bontotiro, 10 Januari 1967 ini telah mengantongi ijazah magister (S2) dan juga sudah empat tahun menjadi Kepala Sekolah d SD 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. (Foto: Asnawin)


SELAMAT DATANG. Sejumlah murid SD 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba ini seolah-olah mengucapkan selamat datang kepada penulis saat berkunjung ke sekolah itu, Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Hamid Rahman Resmi Pimpin Muhammadiyah Bulukumba


MASJID MUHAMMADIYAH. Pengurus Muhammadiyah, Aisyiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah Bulukumba, dilantik oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, di Kampus I STKIP Muhammadiyah Bulukumba, Sabtu (28/5/2011). Salah satu pusat kegiatan dakwah pengurus, anggota, dan simpatisan Muhammadiyah Bulukumba yaitu di Masjid Muhammadiyah, Jl M Sirfin Bulukumba. (Foto: Asnawin)

SD Negeri 97 Sampeang, Bulukumba


FOTO BERSAMA. Kepala sekolah dan guru SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, foto bersama di samping papan nama sekolah tersebut, Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin)

Banjir Bandang, Kendaraan Terjebak Macet


BANJIR. Sungai Tekolajae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, meluap membuat jalan trans propinsi yang menghubungkan delapan kabupaten terputus. Akibatnya puluhan kendaraan terjebak kemacetan yang panjang. (Foto: Kompas.com/k23-11)

-------------

Banjir Bandang, Kendaraan Terjebak Macet

K23-11 |
Benny N Joewono |
Minggu, 29 Mei 2011 |
http://regional.kompas.com/read/2011/05/29/14453024/Banjir.Bandang.Kendaraan.Terjebak.Macet/

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Hujan deras yang terus turun sejak malam hingga Minggu (29/5/2011) pagi membuat puluhan kendaraan terjebak di jalan lintas transprovinsi Kabupaten Bulukumba yang menghubungkan beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan bagian selatan.

Pantauan Kompas.com di lapangan, tidak sedikit kendaraan mobil ataupun sepeda motor yang berusaha menerobos derasnya air, yang menggenangi jalan poros Sinjai-Bulukumba tersebut, terpaksa mogok dan harus didorong dikarenakan mesin kendaraan terendam genangan air Sungai Tekolajae yang meluap di Kecamatan Gantarang.

Kemacetan yang sudah berlangsung selama lebih dari dua jam itu membuat para pengguna jalan tidak bisa berbuat banyak. Mereka terpaksa harus menunggu air hingga surut.

Hal tersebut dialami oleh Iwan, salah satu sopir angkutan umum.

"Sudah dua jam lebih saya menunggu, airnya belum juga surut. Saya tidak berani melewati banjir karena arusnya cukup kencang, banyak kendaraan yang mogok di tengah genangan banjir," katanya.

Tidak adanya jalan alternatif lainnya membuat antrean kemacetan semakin panjang. Pengguna jalan berharap pemerintah segera memperbaiki jalan yang merupakan satu-satunya yang menuju Kota Makassar.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Memilih Bertani, Meninggalkan Bangku Kuliah


Megarahman (46) bersama Iffah, salah seorang anaknya, di tangga rumahnya di Dusun Pangi-pangi, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Jumat, 20 Mei 2011. Pria kelahiran 15 Juni 1965 ini meninggalkan bangku kuliah pada semester akhir dan memilih menjadi petani demi menemani orangtuanya. (Foto: Asnawin)

Sabtu, 28 Mei 2011

Masjid Muhammadiyah Bulukumba


MASJID MUHAMMADIYAH. Tak banyak masjid di Indonesia yang memakai nama Muhammadiyah, tetapi pengurus, anggota, dan simpatisan Muhammadiyah di Bulukumba memberi nama Masjid Muhammadiyah pada masjid yang terletak di Jl M Sirfin, di pusat keramaian kota Kabupaten Bulukumba. Gambar ini direkam pada Kamis, 19 Mei 2011. (Foto: Asnawin)

Jumat, 27 Mei 2011

Trip To Tanjung Bira


TANJUNG BIRA. Kami sangat menikmati suasana di pantai Tanjung Bira, Bulukumba. Badan yang seharian capek setelah melakukan perjalanan berjam-jam dari Makassar ke Bulukumba terasa hilang entah kemana. Mungkin karena kami memang sudah lama merindukan suasana Tanjung Bira yang memang ternyata sangat indah dan sejuk.... (Foto: http://deebluezky.blogspot.com/)

Kamis, 26 Mei 2011

Lima Ruko di Bulukumba Hangus Dilalap Si Jago Merah


KEBAKARAN. Beginilah situasi dan kondisi beberapa jam setelah terjadinya kebakaran di kawasan pertokoan di Jalan Haji Andi Sultan, Bulukumba, hangus dilalap si jago merah, Kamis dini hari, 26 Mei 2011. Lima unit ruko yang terbakar itu adalah toko purnama, Toko Lotus, Toko Tanahberu, Apotik Panca Sakti, serta Rumah Makan Karya Saudara. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)

---------------

Lima Ruko di Bulukumba Hangus Dilalap Si Jago Merah

oleh Humas Bulukumba pada 26 Mei 2011
http://www.facebook.com/notes/humas-bulukumba/lima-ruko-hangus-dilalap-si-jago-merah/174970002560445

Lima rumah toko (Ruko) di kawasan pertokoan di Jalan Haji Andi Sultan, Bulukumba, hangus dilalap si jago merah, Kamis dini hari (26/5). Api melahap seluruh isi ruko yang terletak di kawasan pertokoan yang terletak di pusat kota Bulukumba.

Kawasan pertokoan yang terbakar itu tidak jauh dari kantor Bupati Bulukumba. Lima unit ruko yang terbakar itu adalah toko purnama, Toko Lotus, toko Tanahberu, Apotik Panca Sakti, serta Rumah Makan Karya Saudara.

Menurut saksi mata, api mulai melahap bangunan ruko sekitar pukul 01.30 Wita Kamis dini hari. Menurut Irfan, sepertinya api mulai terlihat diruko tanahberu, yang menjual alat-alat pancing serta sepeda. Api begitu cepat menjalar ke ruko didekatnya.

Begitu api mulai kelihatan, Irfan mengaku segera membangunkan pemilik ruko yang sudah tertidur lelap. Irfan tempat tinggalnya persis didepan tempat kebakaran, mengaku berusaha terus membangunkan pemilik ruko. Bahkan, diakui Irfan, ia ke bagian belakang ruko di rumah jabatan Kapolres Bulukumba AKBP Arif Rahman, membangunkan orang nomor satu di Polres Bulukumba itu.

Sekitar satu jam api membakar kawasan pertokoan itu, armada pemadam kebakaran dari Pemkab Bulukumba mulai datang. Mereka terus berusaha memadamkan api. Api terus menjalar membakar ruko yang ada didekatnya. Bantuan pun datang dari armada pemadam kebakaran dari Pemkab Bantaeng. Tim pemadam kebakaran berupaya agar api tidak terus membakar satu rumah tinggal milik H Syuaib dan satu unit ruko Matahari, milik Christ Thamrin. Upaya ini pun berhasil. Rumah milik H Syuaib dan ruko Matahari tidak dilalap sijago merah.

Api baru bisa dikendalikan sekitar pukul 05.00 Wita. Namun hingga siang kemarin, tim pemadam kebakaran masih terus memadamkan sisa-sisa api. Tidak diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Polisi belum bisa memastikan apakah kebakaran di kawasan pertokoan itu disebabkan arus pendek listrik atau penyebab lainnya.

Polisi sudah memasang garis polisi untuk kepentingan penyeledikan. Akibat kebakaran itu, kerugian ditaksir lebih dari Rp1,5 miliar. Selain itu, salah seorang warga keturunan yang diketahui bernama Herman (73), ditemukan tewas terpanggang. Herman adalah adalah pemilik ruko Tanahberu. Jasad Herman baru bisa diambil pagi hari. Jasad Herman kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Bulukumba.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kebakaran di Bulukumba Telan Satu Korban Jiwa


KORBAN JIWA. Kebakaran hebat melanda Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (26/5/2011) sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Selain enam rumah toko (ruko) di kompleks pertokoan, Jalan Andi Sulthan, habis terbakar, petugas kebakaran juga menemukan jasad seorang kakek bernama Herman (80). Tampak ketika petugas mengevakuasi jenazah Herman (80) yang kondisinya hangus terbakar. (Foto: k23-11/Kompas.com)

---------------

Kebakaran di Bulukumba Telan Satu Korban Jiwa

K23-11 | Glori K. Wadrianto |
Kamis, 26 Mei 2011
http://regional.kompas.com/read/2011/05/26/11175179/Kebakaran.Bulukumba.Telan.1.Korban.Jiwa

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Kebakaran hebat melanda Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (26/5/2011) sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Selain enam rumah toko (ruko) di kompleks pertokoan, Jalan Andi Sulthan, habis terbakar, petugas kebakaran juga menemukan jasad seorang kakek bernama Herman (80).

Herman ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan seluruh tubuh hangus terbakar sehingga nyaris tak bisa dikenali. Tubuh Herman terkapar di lantai satu ruko miliknya. Diduga, korban hendak menyelamatkan diri, tetapi terjebak dalam kobaran api di dalam rumahnya.

Sementara seorang petugas pemadam dari Kabupaten Bantaeng, Suherman, juga dilarikan ke rumah sakit. Tangan kanan Suherman tergores atap seng saat dia ingin membongkar serpihan atap yang bertumpuk di dalam ruko seusai pemadaman.

Selama dua jam, api baru dapat dijinakkan setelah petugas dari Kabupaten Bantaeng datang membantu petugas pemadam kebakaran Bulukumba yang terkendala alat selang semprot air sudah tua.

Hingga saat ini penyebab dan asal mula api belum diketahui. Aparat kepolisian Polres Bulukumba masih terus melakukan penyelidikan di sekitar tempat kejadian perkara.

Warga sangat menyayangkan kondisi peralatan milik Kabupaten Bulukumba yang sudah tidak layak pakai. Telah terjadi dua kasus kebakaran yang menimbulkan korban jiwa, tetapi tidak bisa ditangani sendiri oleh petugas kebakaran Bulukumba. Aparat selalu meminta bantuan dari tetangga kabupaten, seperti Bantaeng dan Sinjai, yang memiliki peralatan lebih bagus.

"Peralatan kebakaran milik Bulukumba sudah harus diganti. Kerja petugas akan sia-sia jika peralatan utama mereka belum diganti," ujar seorang warga, Rahman, kepada Kompas.com.

Salah satu petugas kebakaran Bulukumba, yang enggan disebut namanya, mengatakan, kerusakan peralatan sudah dikoordinasikan oleh kepala dinas pemadam kebakaran sejak 2009, tetapi sampai saat ini hampir seluruh peralatan yang ada belum diganti.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kejati Sulsel Periksa Anggota DPRD Bulukumba


ABDUL KAHAR MUSLIM. Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel akan memeriksa lima anggota DPRD Bulukumba terkait dengan dana pelayanan kesehatan di Bulukumba, Kamis, 26 Mei 2011. Kelima anggota DPRD Bulukumba yang akan dimintai keterangan oleh Kajati Sulsel adalah Abd Kahar Muslim, Amiruddin, Zulkiflie Saiye, HA Pangerang, serta Andi Tenri Allang.

------------

Kejati Sulsel Periksa Anggota DPRD Bulukumba

Harian Ujungpandang Ekspres
Kamis, 26-05-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=66528&jenis=Fokus

BULUKUMBA, UPEKS--Sejumlah anggota DPRD Bulukumba akan dimintai keterangan oleh Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel terkait dengan dana pelayanan kesehatan di Bulukumba. Sesuai dengan surat yang dikirim ke DPRD Bulukumba, Kejati Sulsel akan memeriksa anggota DPRD Bulukumba pada Kamis (26/5) atau hari ini.

Kelima anggota DPRD Bulukumba yang akan dimintai keterangan oleh Kajati Sulsel adalah Abd Kahar Muslim, Amiruddin, Zulkiflie Saiye, HA Pangerang, serta Andi Tenri Allang.

Rencana pemeriksaan anggota DPRD Bulukumba oleh Kejati Sulsel tertuang dalam surat bernomor R-364/R.3/Dek.3/05/2011 tertanggal 23 Mei 2011. Sekretaris DPRD Bulukumba HA Kurnyadi SH yang dikonfirmasi wartawan membenarkan rencana pemeriksaan anggota DPRD Bulukumba oleh Kajati Sulsel.

Kepada wartawan, Kurniady mengaku telah menerima surat dari Kajati Sulsel. Sementara itu, anggota DPRD Bulukumba yang namanya masuk dalam daftar yang akan dimintai keterangan adalah H Amiruddin. Politisi dari PSI itu siap memberikan keterangan kepada kejaksaan.

Sebelumnya, anggota DPRD Bulukumba lainnya, HA Pangerang, yang namannya juga masuk dalam daftar yang diperiksa oleh Kejati Sulsel mendesak agar Kejati Sulsel menuntaskan kasus dana kesehatan di Bulukumba. Apalagi, Kejati Sulsel sudah pernah memeriksa mantan Kadis Kesehatan Bulukumba Rusni Sufran dan Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Bulukumba Diahmarni Gandhis.

Kajati Sulsel memeriksa Rusni Sufran dan Diahmarni Gandhis terkait dengan dana pelayanan kesehatan tahun 2009 dan 2010. Dana tersebut disebut-sebut bermasalah. Dokter dan perawat di Bulukumba sebahagian dana jasa mereka belum dibayarkan hingga sekarang, padahal anggaran pelayanan kesehatan yang dianggarakan mencapai Rp4,6 miliar. Puncaknya, para dokter dan perawat melakukan mogok kerja karena uang jasa mereka tahun 2009 dan 2010 belum dibayarkan. ()

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Legislator Absen, Paripurna DPRD Bulukumba Batal


DPRD BULUKUMBA. Gara-gara belasan legislator absen, Rapat Paripurna DPRD Bulukumba dengan agenda penetapan Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki, menggantikan Andi Muttamar Mattotorang, Rabu 25 Mei 2011, terpaksa batal. Rapat dinyatakan tidak kuorum. Dari 40 anggota DPRD Bulukumba, hanya 18 orang yang hadir. Selebihnya, tidak masuk dengan alasan beragam. (Foto: Asnawin)

-----------------

Legislator Absen, Paripurna DPRD Bulukumba Batal

Harian Fajar, Makassar
Kamis, 26 Mei 2011
http://www.fajar.co.id/read-20110525190128-legislator-absen-paripurna-dprd-batal

BULUKUMBA -- Gara-gara belasan legislator absen, Rapat Paripurna DPRD Bulukumba dengan agenda penetapan Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki, menggantikan Andi Muttamar Mattotorang, Rabu 25 Mei 2011, terpaksa batal. Rapat dinyatakan tidak kuorum. Dari 40 anggota DPRD Bulukumba, hanya 18 orang yang hadir. Selebihnya, tidak masuk dengan alasan beragam.

Dari 22 anggota DPRD yang tidak hadir lima orang menyatakan izin dan 17 orang tanpa alasan yang jelas. Bahkan empat dari anggota Badan Kehormatan (BK) juga tidak muncul yakni Ketua BK H Bachri dan tiga anggotanya masing-masing, H Askar, H Masdar, dan Andi Mustiaman.

Ketidakhadiran lebih dari setengah anggota DPRD ini tidak hanya menunda penetapan ketua DPRD, tetapi juga menghambat dua agenda lainnya yang juga akan dilaksanakan kemarin. Yakni penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Bulukumba 2010 dan pembentukan pansus LKPj tersebut.

Padahal, pada saat yang sama semua pimpinan SKPD lingkup pemkab Bulukumba, bupati dan wakil bupati serta Muspida minus kepala Pengadilan Negeri (PN) Bulukumba sudah hadir memenuhi undangan sekretariat DPRD.

Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan usai rapat mengatakan, dengan adanya peristiwa itu, maka yang merasa kecewa adalah masyarakat Bulukumba. Sebab, banyak agenda yang tertunda apalagi semua pimpinan SKPD sudah meninggalkan tugasnya demimenghadiri paripurna.

"Saya cuma berharap pada saat dijadwalkan tidak seperti ini lagi. Karena ini tidak hanya sebatas menetapkan ketua DPRD tetapi juga paripurna penyerahan. Sengaja digabung agar efektif tetapi hasilnya begini. Anda lihat sendiri kan. Tapi intinya saya menghargai dan tidak mau mencampuri urusan DPRD. Kami dieksekutif adalah mitra," ujar Zainuddin.

Sementara itu, Wakil Ketua I yang juga pelaksana tugas (plt) Ketua DPRD Bulukumba, Andi Edy Manaf sebelum menutup sidang tersebut menyatakan bahwa kejadian itu menjadi cerminan legislator Bulukumba. Menurutnya, sangat tidak wajar rapat tertinggi yakni rapat paripurna tidak dihadiri anggota DPRD.

Bahkan dia sangat menyayangkan karena anggota BK yang seharusnya menegakkan kedisiplinan dengan menjaga tata tertib DPRD justru tidak hadir dalam paripurna tersebut.

"Silahkan Anda menilai dengan perilaku seperti ini," katanya.

Edi mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat di Badan Musyawarah (Bamus) untuk menetapkan jadwal kembali. Rapat tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Kamis, 26 Mei.

"Jadi nanti kalau dibuka dan tidak kuorum, maka akan diskorsing dulu untuk menunggu anggota DPRD yang belum hadir. Kalau nanti tetap saja tidak datang, maka sidang dilanjutkan. Itu sudah sesuai dengan tata tertib DPRD yang mengatur soal rapat paripurna. Jadi saya pastikan pada paripurna selanjutnya sudah tidak ada masalah lagi," tambah legislator PAN ini.

Aktivis Mengecam

Batalnya Rapat Paripurna DPRD Bulukumba mendapat kecaman dari aktivis dan perwakilan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Koordinator Kopel Bulukumba, Makmur Masda menilai bahwa itu adalah bentuk pembangkangan terhadap undang-undang.

Seharusnya, kata Makmur, anggota DPRD tetap hadir. Persoalan akan menolak atau tidak bisa dilakukan saat rapat paripurna digelar.

"Kalau seperti ini ibaratnya seperti tidak lagi menjunjung tinggi demokrasi. Aturannya dewan harus hadir dulu. Apalagi, kalau merasa lebih banyak yang menolak kan bisa hadir dan kemudian menolak dalam forum. Apa salahnya begitu," tegas Makmur.

Aktivis Aliansi Masyarakat Penegak Demokrasi, Musyafir menilai sikap dewan tersebut kekanak-kanakan. Musyafir bahkan mengecam sikap empat anggota Badan Kehormatan (BK) yang tidak hadir dalam rapat tertinggi DPRD ini.

"Bagaimana kalau dia yang akan memanggil, sementara dia sendiri yang melanggar. Kalau begitu lebih baik BK dibubarkan saja," ucap Musyafir yang juga hadir memantau perkembangan paripurna DPRD kemarin.

Salah seorang perwakilan eksekutif yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS), Ardi Yunus bahkan secara tegas memprotes aksi tidak hadir anggota DPRD dalam rapat paripurna. PNS yang bertugas sebagai pengawas Disdikpora di Kecamatan Bulukumpa ini menyatakan bahwa sangat tidak etis anggota DPRD mengundang eksekutif hadir namun ternyata justru tidak hadir. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

STKIP Muhammadiyah Bulukumba Kini Jadi Pilihan Pertama


STKIP MUHAMMADIYAH BULUKUMBA. Perguruan tinggi swasta yang ada di Kabupaten Bulukumba dan sekitarnya sudah cukup banyak. Khusus di Bulukumba, tercatat sudah ada lima PTS. Namun berdasarkan data dan fakta yang ada, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bulukumba kini telah menjadi pilihan pertama bagi calon mahasiswa baru di "Butta Panrita Lopi" dan sekitarnya. (Foto: Asnawin)

Rabu, 25 Mei 2011

Mantan Napi Masih Pimpin Rapat di DPRD Bulukumba


MANTAN NAPI. Hearing Komisi D DPRD Bulukumba dipimpin mantan narapidana (napi), Djuharta (depan baju coklat sedang bicara), Selasa, 24 Mei 2011. Djuharta tampil sebagai pimpinan sidang dan mengklaim diri sudah kembali menduduki jabatan Ketua Komisi D setelah dipenjara September, tahun lalu. Alasannya, sampai saat ini dirinya belum diberhentikan termasuk belum ada proses pemberhentian dari partainya. (Foto: Arman/Fajar)

--------------

Mantan Napi Masih Pimpin Rapat di DPRD Bulukumba
- Saat Hearing Komisi D dengan Kemenag Bulukumba


Oleh : Muhammad Arman
Harian Fajar, Makassar
Rabu, 25 Mei 2011 |
http://www.fajar.co.id/read-20110524194024-mantan-napi-masih-pimpin-rapat

BULUKUMBA -- Pemandangan berbeda sekaligus aneh kembali terlihat di gedung DPRD Bulukumba, Selasa, 24 Mei. Mantan terpidana korupsi, Djuharta terlihat hadir saat komisi D melakukan hearing dengan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bulukumba.

Bahkan Djuharta tampil sebagai pimpinan sidang dan mengklaim diri sudah kembali menduduki jabatan Ketua Komisi D setelah dipenjara September, tahun lalu. Alasannya, sampai saat ini dirinya belum diberhentikan termasuk belum ada proses pemberhentian dari partainya.

Mengetahui keterlibatan Djuharta dalam rapat tersebut, Koordinator Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Bulukumba, Makmur Masda langsung mengecam tindakan ini.

Menurutnya, apa yang dilakukan Djuharta adalah pelanggaran etika sekaligus tata tertib DPRD yang tidak membenarkan seorang mantan terpidana beraktivitas lagi. Makmur malah menyebut Djuharta seharusnya sudah diproses partainya atas kasus yang menyeret namanya.

"Itu aneh dan sangat tidak beralasan kalau dia pimpin rapat. Bagaimana caranya mau memimpin rapat kalau statusnya belum jelas," katanya.

Djuharta sudah divonis bersalah dan sudah menjalani pidana. Sesuai UU Nomor 27 tahun 2009 dan PP Nomor 16 Tahun 2010 sudah tidak ada jalan lagi bagi dia untuk hadir melakukan kerja-kerja seperti anggota DPRD lainnya.

"Saya heran kalau dia bertindak seperti itu," kecam Makmur, Selasa, 24 Mei 2011.

Makmur menegaskan, dirinya akan menyampaikan masalah ini pada partai yang menjadi kendaraan politik Djuharta yakni PKPI.

"Dia harus diproses karena itu adalah perintah undang-undang," tambahnya.

Djuharta yang ditemui usai memimpin sidang tidak banyak berkomentar. Dia hanya sempat menyatakan bahwa dirinya sudah mulai bertugas seperti biasanya. Termasuk dia mengklaim bahwa dirinya saat ini sudah mulai bekerja berdasarkan statusnya sebagai anggota DPRD Bulukumba.

"Iya saya sudah bertugas kembali, tidak usah diperdebatkanlah," katanya singkat.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Bulukumba, Andi Kurniady sudah menegaskan bahwa sebaiknya Djuharta tidak melakukan tindakan lebih dulu seperti anggota DPRD lainnya. Dia meminta Djuharta bersabar dulu sambil menunggu kepastian statusnya. Apalagi saat ini, kasus dirinya yang tidak diinginkan partainya untuk diganti melalui proses PAW sedang dikomunikasi baik kepada pemprov maupun pada Mahkamah Konstitusi.

Sementara itu, beberapa anggota Badan Kehormatan (BK) yang dihubungi Fajar tidak ada yang berhasil dikontak. Dua anggota BK masing-masing H Masdar dan H Askar HL nomornya aktif namun tidak diangkat. Hanya saja, jika merujuk pada pernyataan Ketua BK, H Bachri dia menyatakan bahwa dirinya tidak bisa berbuat banyak karena kasus Djuharta adalah hal yang berbeda. Alasannya, dia tidak diproses partainya selama ini.

"Makanya harus ada pihak yang keberatan baru bisa diproses," kata Bachri. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kapolres Bulukumba: Aco Hendak Menyerang Polisi


Kepala Kepolisian Resor Bulukumba AKBP Arief Rahman menjelaskan, Aco (38) terpaksa ditembak karena mencoba menyerang Briptu Syamsul dengan menggunakan senjata tajam badik, Selasa (24/5/2011) malam. Menurut polisi, ketika itu Aco bersama sembilan rekannya kedapatan hendak mencuri getah karet di lahan milik PT London Sumatera, Desa Ganta, Kecamatan Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

--------------

Kapolres Bulukumba: Aco Hendak Menyerang Polisi

K23-11 | Nasru Alam Aziz |
Kompas.com
Rabu, 25 Mei 2011 |
http://regional.kompas.com/read/2011/05/25/16245785/Kapolres.Aco.Hendak.Menyerang.Polisi

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Resor Bulukumba AKBP Arief Rahman menjelaskan, Aco (38) terpaksa ditembak karena mencoba menyerang Briptu Syamsul dengan menggunakan senjata tajam badik, Selasa (24/5/2011) malam.

Menurut polisi, ketika itu Aco bersama sembilan rekannya kedapatan hendak mencuri getah karet di lahan milik PT London Sumatera, Desa Ganta, Kecamatan Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Dari tangan pelaku, polisi menyita enam karung getah karet dan sebilah badik. Sementara pelaku dirawat di RSUD Sulthan Daeng Raja dan kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar.

Aco sendiri sedang mengambil getah karet di perkebunan itu atas permintaan Ambo, guru SD Sapanang, dengan upah Rp 50.000. Aco yang mengaku baru pertama kali masuk di wilayah perkebunan PT London Sumatera datang seorang diri. Saat hendak mengambil getah karet, tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah belakang. Tubuhnya tertembus peluru dari punggung hingga pundak dan menggores pipinya.

Muri, tokoh masyarakat yang berada di sekitar tempat kejadian, menceritakan, anggota Brimob yang sedang berpatroli melepaskan tembakan tiga kali saat melihat sekitar 10 orang berada di dalam kawasan perkebunan pada malam hari itu.

Sebelumnya diberitakan (http://regional.kompas.com/read/2011/05/25/11263441/Oknum.Brimob.Tembak.Seorang.Warga) bahwa seorang petani, Aco (38), dilarikan ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Sulthan Daeng Radja, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, setelah mengalami luka tembak di punggung tembus ke pundak dan menggores pipi kiri, Selasa malam (24/5/2011) sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Penembakan terjadi saat korban yang adalah warga Dusun Dangara, Desa Sapanang, Kecamatan Kajang, berada di area perkebunan pohon karet milik PT London Sumatra yang terletak di Desa Ganta, Kecamatan Kajang, pada malam hari.

Di rumah sakit, korban dengan suara lemah mengaku ditembak seorang pria berseragam polisi saat ia baru tiba di perkebunan karet untuk mengambil sisa getah karet kering. Kehadiran korban di dalam area perkebunan atas perintah salah seorang oknum guru SD Sapanang bernama Ambo. Ambo adalah residivis kasus curanmor. Aco diminta mengambil sisa getah karet dengan imbalan Rp 50.000.

"Saya cuma disuruh mengambil getah karet oleh Ambo dengan upah Rp 50.000. Saya langsung terjatuh ke tanah seusai ditembak. Saya baru mengetahui pria itu adalah polisi setelah mengangkat tubuh saya," ujar korban.

Karena luka tembak yang dialami korban terbilang parah, tim medis RSUD Sulthan Daeng Radja merujuk korban ke RS Bhayangkara Makassar sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Hal itu dilakukan setelah tim medis menjahit dua luka bekas proyektil agar aliran darah terhenti.

Sementara itu, Muhammad Rusli dari Bagian Humas PT London Sumatra, yang ditemui di rumah sakit, enggan memberikan keterangan terkait kasus ini. Dengan singkat Rusli hanya menjawab, saat itu anggota Brimob yang ditugaskan menjaga di area perkebunan sedang melakukan patroli karena marak pencurian getah karet.

"Maaf ya, saya lagi sibuk, saya harus urus administrasi korban. Marak sekali pencurian ternak, anggota Brimob memang sedang patroli," katanya singkat sambil pergi meninggalkan wartawan.

Data yang berhasil dihimpun di lapangan, kasus penembakan dengan menggunakan peluru tajam tersebut melibatkan seorang anggota Brimob, yakni Briptu RM, dari kesatuan Detasemen 'C' Pelopor Kabupaten Bone.

Sementara itu, laporan dari Polres Bulukumba juga mencatat, dalam sebulan terakhir, sudah tiga kasus pencurian getah karet berhasil diungkap. Adanya penembakan yang melibatkan oknum anggota Brimob itu dibenarkan oleh Muri, salah satu warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara.

Muri, kepada wartawan, mengaku mendengar suara tembakan sebanyak tiga kali di area perkebunan karet PT London Sumatra. Muri menjelaskan, saat penggerebekan, korban memang terlihat bersama rekan-rekannya yang berjumlah 10 orang lebih seperti hendak mencuri getah karet.

Namun, kesembilan rekannya berhasil melarikan diri saat dua anggota Brimob akan menangkap mereka. Karena berusaha kabur, anggota Brimob terpaksa melepaskan peluru ke arah para pelaku.

"Mereka mau mencuri getah karet. Dalam sebulan ini pencurian getah karet semakin marak. Secara kebetulan, anggota Brimob sedang patroli dan menangkap basah para pelaku," tegasnya.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Penyedap Rasa Sebabkan Ratusan Warga Bulukumba Gatal-gatal


Penyakit gatal menyerang ratusan warga Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Warga merasa resah dan takut karena diduga penyakit akan menular, terutama ke anak-anak. Penyakit yang belum diketahui jenisnya ini bahkan membuat tubuh anak-anak ditumbuhi luka bernanah. Menurut warga, gatal juga diikuti dengan rasa perih di tubuh. Parahnya, penyakit ini sudah menyerang hampir setahun. (Foto ilustrasi direkam dari abc.net.au)

--------------

Penyedap Rasa Sebabkan Ratusan Warga Bulukumba Gatal-gatal
- Telah Merenggut Nyawa Seorang Warga di Desa Bulo-Bulo


(Jabbar Bahring/SUN TV/ton)
Rabu, 25 Mei 2011
http://news.okezone.com/read/2011/05/25/340/460753/penyedap-rasa-sebabkan-ratusan-warga-bulukumba-gatal

BULUKUMBA- Penyakit gatal menyerang ratusan warga Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Warga merasa resah dan takut karena diduga penyakit akan menular, terutama ke anak-anak.

Penyakit yang belum diketahui jenisnya ini bahkan membuat tubuh anak-anak ditumbuhi luka bernanah. Menurut warga, gatal juga diikuti dengan rasa perih di tubuh. Parahnya, penyakit ini sudah menyerang hampir setahun.

Warga terpaksa membatasi pergaulan, bahkan dengan anggota keluarga sendiri, karena takut tertular.

Kondisi terparah dialami warga di Kelurahan Ballasaraja, Bulukumpa. Warga umumnya mengalami luka koreng dan bernanah. Warga Ballasaraja mengaku pernah memeriksakan diri ke puskesmas setempat, namun obat yang diberikan dokter tidak mempan.

Salah seorang warga Ballasaraja yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, sudah 6 bulan keluarganya terserang gatal-gatal. Meski sudah berobat ke puskesmas atau ke dokter, namun penyakit tak kunjung sembuh, malah semakin parah.

Tak sedikit warga kini lebih memilih mengobati gatal-gatal tersebut dengan ramuan-ramuan yang dibuat sendiri.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr Dian Wellyati, Rabu, 25 Mei 2011, menganggap penyakit tersebut hanya gatal biasa. Dia beralasan, gatal-gatal yang menimpa ratusan warga disebabkan terlalu banyak mengonsumsi penyedap rasa. Namun Dian tidak menyebut jenis penyedap rasa yang dimaksud.

Meski wabah gatal-gatal ini telah menyerang warga Bulukumpa hampir setahun lamanya, namun pemerintah setempat belum pernah melakukan penyuluhan ataupun tindakan konkret agar wabah tidak meluas.

Padahal, penyakit ini telah merenggut nyawa seorang warga di Desa Bulo-Bulo. Korban meninggal setelah disuntik petugas medis di puskesmas setempat.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Selasa, 24 Mei 2011

DPRD Bulukumba Bahas LKPj, Anggota Pansus, dan Pergantian Ketua


HAMZAH PANGKI. DPRD Bulukumba akan menggelar sidang paripurna dengan tiga agenda, Rabu (25/5) hari ini. Ketiga agenda tersebut adalah penyerahan LPKj bupati 2010, penetapan anggota pansus, serta pengumuman pergantian ketua DPRD Bulukumba yang saat ini dijabat Andi Mutamar Mattotorang. DPD Golkar Sulsel telah menetapkan Hamzah Pangki selaku penggaanti Andi Muttamar.

------------------

Hari Ini, DPRD Bulukumba Rapat Paripurna
- Bahas Tiga Agenda

Harian Ujungpandang Ekspres
Rabu, 25-05-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=66453

BULUKUMBA, UPEKS-DPRD Bulukumba akan menggelar sidang paripurna dengan tiga agenda, Rabu (25/5) hari ini. Ketiga agenda tersebut adalah penyerahan LPKj bupati 2010, penetapan anggota pansus, serta pengumuman pergantian ketua DPRD Bulukumba yang saat ini dijabat Andi Mutamar Mattotorang.

Undangan paripurna DPRD yang ditanda-tangani Wakil Ketua DPRD HA Edy Manaf, mendapat tanggapan beragam dari anggota DPRD Bulukumba.

Politisi PBB, Zulkiflie Saiye menandaskan, undangan tersebut bertentangan dengan PP 16/2010. Seharusnya, pergantian ketua DPRD tidak boleh dicampur aduk dengan agenda lain, seperti agenda LKPj APBD 2010 dan penetapan anggota pansus.

Selain itu, menurut Zulkiflie penetapan nama-nama anggota pansus LKPj bupati 2010 tidak diputuskan pada rapat paripurna, melainkan diserahkan ke masing-masing fraksi untuk mengusulkan siapa nama yang diajukan masuk sebagai anggota pansus lalu diparipurnakan.

Ditegaskan Zulkiflie, ada upaya oknum tertentu untuk mengganti Andi Muttamar.

"Ini sudah terlihat sebelumnya ada kekeliruan prosedur terkait soal penunjukan Hamzah Pangki sebagai ketua Fraksi. Buktinya, wakil ketua DPRD Bulukumba Edy Manaf menyurat ke ketua DPD II Golkar Bulukumba Zainuddin Hasan dengan alasan di tubuh fraksi Golkar terjadi dualisme kepemimpinan," terangnya.

Terkait dengan keputusan DPD Golkar Sulsel yang menetapkan Hamzah Pangki selaku penggaanti Andi Muttamar sebagai ketua DPRD Bulukumba, ditanggapi keras oleh poltisi PDP, HA Pangerang.

Kepada wartawan, Andi Pangerang, mengatakan pengganti Andi Muttamar yang ditunjuk DPD I Golkar Sulsel ternyata sedang berproses hukum. Hamzah Pangki berstatus tersangka dugaan pemalsuan tanda tangan. Berkas perkara Hamzah Pangki ini sudah ditangan Kejari Bulukumba. Bila mengacu kepada aturan yang ada, Hamzah Pangki sulit dilantik menjadi ketua DPRD Bulukumba sepanjang statusnya sebagai tersangka belum dicabut.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Ada Sekolah di Bulukumba Hanya Memiliki 1-2 Guru


PELOSOK DESA. Tampak salah seorang guru SDN 256 Kajang-kajang, Desa Borong, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang berada di pelosok desa. Dari 12 Sekolah Satu Atap (Satap) di Bulukumba, sebagian besar hanya diajar beberapa orang saja, bahkan ada Satap hanya diajar oleh satu atau dua orang guru saja. (Foto: Arman/Fajar)

Mall Mega Zanur Bulukumba Mulai Dibangun


MALL DAN HOTEL. Pembangunan Mall dan Hotel Mega Zanur Bulukumba telah dimulai. Investasi pembangunan Mall dan Hotel yang berada dalam naungan PT Mega Zanur Group dan terletak di pertigaan Jl sam Ratulangi dan Jl Kusuma Bangsa Bulukumba itu, ditaksir bakal menelan anggaran sekitar Rp 35 milyar dengan kontruksi lima lantai. (Foto: Asnawin)

Kawasan Wisata Samboang Bulukumba Butuh Rp 40 M


PANTAI SAMBOANG. Kawasan Pantai Samboang yang berpasir putih sangat menarik untuk dikelola secara maksimal sebagai objek wisata alternatif. Hanya saja, pengelolaannya butuh anggaran yang tidak sedikit. Untuk menata kawasan wisata pasir putih yang berlokasi di Kecamatan Bontotiro ini dibutuhkan anggaran sedikitnya Rp 40 miliar. Anggaran tersebut untuk membangun akses jalan masuk yang rusak parah sekira lima kilometer dan pelebaran ruas jalan untuk mencapai tempat ini. (Foto: http://bulukumbatourism.com/)

Qariah Anak-anak Bulukumba Juara STQ Sulsel 2011


STQ SULSEL 2011. Kafilah Kota Makassar meraih juara umum Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-27 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di Lapangan Pemuda Kabupaten Bulukumba, yang ditutup Senin malam, 23 Mei 2011. Bulukumba meraih juara ketiga qari dewasa atas nama Ismail, dan juara pertama qariah anak-anak atas nama Deviana. (Foto: Asnawin)

Sekda Bulukumba Diberhentikan


KANTOR BUPATI. Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Bulukumba, Ir Nurdin Radja telah diberhentikan dari jabatannya selaku pejabat eselon II, sejak Jumat, 20 Mei 2011, karena telah memasuki masa pensiun, tetapi Nurdin menyebut ada lima pejabat yang sudah memasuki usia pensiun namun diperpanjang masa tugasnya, yaitu Andi Hartatiah (Kepala BKBD), Andi Bahagia Amin (Kepala BKD), Jalaluddin (Kadis Sostek), Azikin Patedduri (Kadis Tanaman Pangana), serta HM Basri (Staf Ahli Bupati). (Foto: Asnawin)

------------------

Sekda Bulukumba Diberhentikan
- Andi Bau Amal Pelaksana Tugas


Harian Ujungpandang Ekspress
Selasa, 24-05-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=66393

BULUKUMBA, UPEKS-Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Bulukumba, Ir Nurdin Radja telah diberhentikan dari jabatannya selaku pejabat eselon II, Jumat (20/5/2011). Salah satu alasan Nurdin Radja diberhentikan, karena yang bersangkutan sudah memasuki masa pensiun sejak 20 Mei 2011.

Selain Plt Sekda Bulukumba, dia juga menjabat Asisten II Bidang Ekbang dan Humas. Karena jabatannya, Nurdin juga harus berhenti selaku Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Bulukumba.

Nurdin Radja menjadi Plt Sekda Bulukumba berdasarkan surat perintah Gubernur Sulsel nomor 821.2/06/IV/2011 tertanggal 5 April 2011. Surat perintah yang ditanda tangani Gubernur Syahrul Yasin Limpo itu, juga menegaskan Nurdin Radja menjabat Plt Sekda Bulukumba hingga pelantikan Sekda Bulukumba definitif.

Namun Nurdin sendiri tidak mempersoalkan keputusan Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan terhadap dirinya.

"Terakhir hari ini (kemarin, red) saya memakai baju seperti ini," terang Nurdin Radja sambil menunjuk pakaian dinas yang dipakainya, di salah satu rumah makan di Jl Matahari, Bulukumba, Senin (23/5/2011).

Nurdin banyak menyebut aturan terkait pemberhentian seorang PNS. Salah satunya adalah, satu tahun sebelum dirinya diberhentikan, Pemkab dalam hal itu Badan Kepegawaian Daerah sudah menyampaikan surat pemberitahuan yang akan segera pensiun. Nurdin Radja mengutip PP 32/1979 tentang pemberhentian PNS. Namun hal itu, tidak dilakukan Pemkab Bulukumba.

Selain itu, Nurdin juga menyebut beberapa pejabat eselon dua yang sudah memasuki usia pensiun namun belum diberhentikan dari PNS. Nurdin mengakui, mereka belum diberhentikan karena masa kerja mereka diperpanjang oleh bupati sebelumnya.

Nurdin menyebut kelima pejabat yang sudah memasuki usia pensiun namun diperpanjang itu adalah Andi Hartatiah (Kepala BKBD), Andi Bahagia Amin (Kepala BKD), Jalaluddin (Kadis Sostek), Azikin Patedduri (Kadis Tanaman Pangana), serta HM Basri (Staf Ahli Bupati).

Nurdin juga menyebut dua pejabat yang akan pensiun tahun 2011 ini. Mereka adalah Ir Burhanuddin Kadir (Kepala Bappeda), serta Ir Syafrullah Arief (Kadis Bina Marga). Namun, Nurdin Radja, mengatakan diperpanjang atau tidak diperpanjang masa kerja seorang PNS sepenuhnya menjadi hak bupati.

"Saya cuma ingin mengatakan, ke depan BKD seharusnya menyampaikan kepada pejabat yang akan pensiun," terang Nurdin Radja.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Bulukumba, Muhammad Daud Kahal, yang dikonfirmasi mengatakan Plt Sekda Bulukumba pengganti Nurdin Radja sudah ada.

"Plt Sekda Andi Bau Amal," kata Daud Kahal, dalam pesan singat kepada Upeks kemarin.

Menurut Daud, Andi Bau Amal Plt Sekda Bulukumba berdasarkan surat perintah bupati no 821.008-2011. Andi Bau Amal adalah Asisten I di Pemkab Bulukumba.

Andi Bau Amal adalah salah satu dari tiga kandidat Sekda Bulukumba yang diusulkan Bupati Bulukumba ke Gubernur Sulsel. Dua kandidat Sekda Bulukumba lainnya adalah Andi Mahrus Andi (Asisten III Bulukumba) serta Gani Sirman (Pejabat di Pemkot Makassar). Andi Bau Amal sendiri disebut-sebut calon kuat Sekda Bulukumba.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Senin, 23 Mei 2011

Bulukumba Boyong Durian Raksasa


DURIAN RAKSASA. Dinas Pertanian Bulukumba memboyong durian raksasa seberat 7-8 kg, yang dipajang di area depan stan. Durian otong itu cukup menarik perhatian pengunjung yang mulai berdatangan di area Pameran Pertanian dan Holtikultura, di kantor Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Sulsel, Jl Amirullah, Makassar, yang mulai berlangsung Senin, 23 Mei 2011. (Foto: Tribun Timur/Aqsa Riandy Pananrang)

Plt Sekda Bulukumba Pensiun


Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bulukumba, Nurdin Radja telah memasuki masa pensiun. Nurdin Raja harus meletakkan jabatannya selaku Asisten II Setda Bulukumba dan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Bulukumba. Plt Sekda selanjutnya dijabat oleh A Bau Amal yang juga merupakan salah satu calon definitif sekda yang diusul oleh Bupati Bulukumba.

----------------

Plt Sekda Bulukumba Pensiun

Tribun Timur - Senin, 23 Mei 2011
http://makassar.tribunnews.com/2011/05/23/plt-sekda-bulukumba-pensiun

BULUKUMBA, TRIBUN TIMUR- Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bulukumba, Nurdin Radja telah memasuki masa pensiun. Nurdin Raja harus meletakkan jabatannya selaku Asisten II Setda Bulukumba dan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Bulukumba. Plt Sekda selanjutnya dijabat oleh A Bau Amal yang juga merupakan salah satu calon definitif sekda yang diusul oleh Bupati Bulukumba.

Pergantian pelaksana tugas Sekda ini tertuang pada Surat Perintah Bupati nomor 821.008-2011 kepada Bau Amal sebagai pelaksana tugas sekda terhitung mulai tanggal 20 Mei 2011.

Nurdin Raja yang mengikuti apel pagi pada Senin (23/5/2011) didaulat oleh Bupati Zainuddin Hasan untuk memberikan sambutan terakhirnya sebagai PNS di hadapan seluruh jajaran aparatur Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

Nurdin Raja yang genap berusia 56 tahun pada tanggal 20 Mei lalu mengucapkan terima kasih atas kerjasama para teman -teman aparatur selama ini atau sejak dia berkarir di Bulukumba.(*)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Minggu, 22 Mei 2011

Film ''Raga 11.11.11'' Syuting di Bulukumba


BERSAMA MENPORA. Menpora Andi Alifian Malarangeng bersama kru pembuatan film Raga 11.11.11. Kabupaten Bulukumba akan dijadikan sebagai tempat pengambilan gambar untuk film layar lebar soal sepak takraw bertajuk Raga 11.11.11. Film yang diproduseri Global Unikasindo ini akan mengangkat masalah olah raga tradisional asal Sulsel sepak takraw di beberapa tempat wisata bahari di Bulukumba.

778 Kontraktor Bulukumba Dapat Rekomendasi ''Bebas Temuan''


KONTRAKTOR. Pemkab Bulukumba memperketat persyaratan yang harus dipenuhi kontraktor yang akan mengikuti tender proyek pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2011. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah kontraktor harus mengantongi rekomendasi bebas temuan yang dikeluarkan Bagian Hukum Setda Bulukumba. (Foto: http://pratamadayautamagroup.files.wordpress.com/2011/01/kontraktor.jpg)

------------------

778 Kontraktor Bulukumba Dapat Rekomendasi ''Bebas Temuan''
- Dipastikan Ikut Tender Proyek 2011


Harian Ujungpandang Ekspres
Senin, 23-05-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=66323

BULUKUMBA, UPEKS--Pemkab Bulukumba memperketat persyaratan yang harus dipenuhi kontraktor yang akan mengikuti tender proyek pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2011. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah kontraktor harus mengantongi rekomendasi bebas temuan yang dikeluarkan Bagian Hukum Setda Bulukumba.

Hingga saat ini, Bagian Hukum Setda Bulukumba mencatat jumlah kontraktor yang memenuhi syarat mengikuti tender proyek di lingkungan Pemkab Bulukumba mencapai 778 kontraktor. Sebahagian besar dari 778 kontraktor tersebut berasal dari luar Bulukumba.

"Kontraktor yang akan mengikuti tender 2011 adalah mereka yang bebas temuan, baik temuan Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan, serta temuan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan," kata Ali Saleng SH, Kepala Bagian Hukum Setda Bulukumba, Jumat (20/5).

Menurut Ali Saleng, temuan Inspektorat, BPK dan BPKP yang dimaksud adalah temuan proyek yang bermasalah, apakah sifatnya pengembalian uang proyek atau pekerjaannya yang bermasalah.

"Termasuk kontraktor yang di black list," terang Ali Saleng.

Persyaratan bagi kontraktor mengantongi rekomendasi bebas temuan sebelum mengikuti tender proyek 2011, sangat menguntungkan bagi Pemkab Bulukumba.

"Tahun 2010 lalu, uang negara yang berhasil dikembalikan dari kontraktor yang bermasalah tercatat sekitar Rp 3 miliar," kata Ali Saleng.

Tidak semua kontraktor yang bermohon langsung diberi rekomendasi bebas temuan. Kontraktor yang dapat surat bebas temuan adalah kontraktor yang sudah menyelesaikan kewajibannya. Dari puluhan kontraktor yang bermohon, ada sekitar Lima kontraktor yang tidak diberikan rekomendasi bebas temuan.

Kontraktor tersebut tidak diberikan rekomendasi bebas temuan, karena tidak menyelesaikann kewajibannya sesuai dengan temuan Inspektorat, BPK, atau BPKP.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Tanjung BIRA, Bulukumba, Kereeen Bangeet.....


Dan kemarin saya dapat kesempatan untuk menikmati tempat wisata yang menurut saya kereeen bangeet.. tempat ini tempat wisata favorit saya walaupun jaraknya dari Makassar lumayan jauh, jarak tempuhnya saja sampai 4 jam dari Makassar sampai di Bulukumba dan 1 jam perjalanan dari Kota bulukumba sampai di Tanjung Bira.. sampai disana saya menginap di Hotel BIRA beach.....

Bulukumba Tidak Ikut Kontes ''Duta Pariwisata Sulsel 2011''


TERBAIK. Pemasangan makhkota untuk ''Putri Pariwisata Sulsel 2011'' yang diraih Yunita Haruna, di Ballroom Fajar Graha Pena, Makassar, Jumat malam, 20 Mei 2011. Yunita Haruna dari Makassar terpilih sebagai juara pertama dengan menyisihkan 21 kontestan lainnya. Kontes ini diikuti peserta dari 14 kabupaten dan kota se-Sulsel. Bulukumba termasuk di antara beberapa kabupaten yang tidak mengikutkan wakilnya. (Foto: Tawakkal/Fajar)

Sidang Gugatan Ketua DPRD Bulukumba Tertunda


DPRD BULUKUMBA. Sidang perdana gugatan perdata Ketua DPRD Bulukumba, Andi Muttamar Mattotorang, di PN Bulukumba, Rabu (18/5/2011), mulai digelar. Gugatan Andi Muttamar terkait Penggantian Antar-waktu (PAW) terhadap dirinya sebagai Ketua DPRD Bulukumba. Sidang perdana ini dipimpin Ketua PN Bulukumba Gandjar Susilo SH didampingi Hakim Anggota, Khaerul SH. Dua tergugat masing-masing pengurus DPD I Golkar Sulsel selaku tergugat pertama dan pengurus DPD II Golkar Bulukumba selaku tergugat kedua tidak hadir di sidang perdana tersebut. (Foto: Asnawin)

----------------

Sidang Gugatan Ketua DPRD Bulukumba Tertunda

Jumat, 20-05-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=66251

BULUKUMBA, UPEKS - Sidang perdana gugatan perdata Ketua DPRD Bulukumba, Andi Muttamar Mattotorang, di PN Bulukumba, Rabu (18/5/2011) mulai digelar. Gugatan Andi Muttamar terkait Penggantian Antar-waktu (PAW) terhadap dirinya sebagai Ketua DPRD. Sidang perdana ini dipimpin Ketua PN Bulukumba Gandjar Susilo SH didampingi Hakim Anggota, Khaerul SH.

Dua tergugat masing-masing pengurus DPD I Golkar Sulsel selaku tergugat pertama dan pengurus DPD II Golkar Bulukumba selaku tergugat kedua tidak hadir di sidang perdana tersebut.

Karena tergugat satu dan tergugat dua tidak hadir di sidang perdana, sehingga Ketua Majelis Hakim Ganjar Susilo SH menunda sidang. Sidang gugatan ketua DPRD Bulukumba Andi Muttamar kembali dijadwalkan, Senin (23/5/2011) pekan depan.

Tim pengacara Muttamar Andi Cakra dan Jalaluddin Jalil yang hadir pada sidang perdana, langsung meninggalkan ruang sidang utama.

Kepada wartawan, kuasa hukum Andi Muttamar, Andi Cakra mengatakan, berdasarkan surat keputusan DPD I Golkar Sulsel yang menjadi dasar memberhentikan Muttamar sebagai ketua DPRD Bulukumba, secara hukum tidak sah. Penerbitan surat keputusan itu sama sekali tidak sesuai dengan hasil rapat pleno pengurus DPD II Golkar yang dilaksanakan di kantor Golkar Bulukumba 1 April 2011 lalu.

Dengan adanya SK DPD I Golkar Sulsel Nomor Kep-26/DPD-I/PG/2001 tentang Penggantian Antar Waktu ketua DPRD Bulukumba dari fraksi Golkar, Andi Cakra menilai sangat tidak prosedural karena tidak sesuai lagi dengan Peraturan Organisasi ( PO) Dewan Pimpinan Pusat ( DPP) Golkar PO-07/DPP/Golkar/VII/2010 tentang Disiplin dan Sanksi Organisasi serta Pembelaan Diri Pengurus dan atau Anggota Partai Golkar tanggal 2 Juli 2010 sebagaimana diatur dalam pasal 7 dan pasal 13 point 2 huruf f.

Karenanya, Cakra bersama tim pengacara Muttamar yang lain meminta kepada semua pihak agar tetap menghormati proses hukum yang ada. Sebelum ada keputusan hukum yang bersifatr tetap, mereka meminta jangan dilakukan proses PAW terhadap A Muttamar sebagai ketua DPRD Bulukumba demi menghindari efek hukum yang bisa terjadi di kemudian hari, baik hukum pidana maupun hukum perdata.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Balai Besar Siap Prioritaskan Poros Bira - Selayar


DITANAMI PISANG. Jalan Poros Bira - Selayar yang rusak parah membuat warga setempat jengkel sehingga menanam pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes. Beruntung, Balai Besar Jalan Nasional sudah memprioritaskan perbaikan jalan ini. Rekomendasi yang disodorkan warga terkait komitmen perbaikan jalan ini dalam waktu dekat, diteken oleh Ir Albertus, Koordinator untuk wilayah Bulukumba-Sinjai Balai Besar Jalan Nasional Makassar, Kamis, 19 Mei 2011. (Foto: dok/fajar)

---------------

Balai Besar Siap Prioritaskan Poros Bira - Selayar
- Teken Rekomendasi Warga Bira


Harian Fajar, Makassar
Jumat, 20 Mei 2011 |
http://www.fajar.co.id/read-20110519194957-balai-besar-siap-prioritaskan-poros-bira

BULUKUMBA -- Desakan warga Bontobahari agar jalan sepanjang 25 kilometer pada poros Bulukumba - Bira segera dibenahi mulai ada titik terangnya. Buktinya, Kamis, 19 Mei 2011, Balai Besar Jalan Nasional Makassar siap memprioritaskan jalan tersebut.
Bahkan Balai Besar bersedia meneken rekomendasi yang disodorkan warga terkait komitmen perbaikan jalan ini dalam waktu dekat.

Balai Besar Jalan dan Jembatan diwakili Koordinator untuk wilayah Bulukumba-Sinjai, Ir Albertus membubuhkan tanda tangan dengan dua komitmen. Yakni dalam waktu dekat segera melakukan pengerjaan khusus untuk pemeliharaan rutin dan memperjuangkan anggaran pengerjaan fisik pada Perubahan APBN 2011. Rekomendasi ini juga ditandatangani Dinas Cipta Karya Kabupaten Bulukumba disaksikan anggota DPRD Sulsel, Andi Mariattang.

Dalam pertemuan tersebut, Albertus mengungkapkan, pihaknya segera melakukan pemeliharaan rutin ruas jalan yang rusak. Termasuk akan mempertimbangkan anggaran pemeliharaan jalan untuk Bulukumba senilai Rp 3 miliar untuk dialokasikan lebih besar pada jalan ini. Hanya saja, soal ini masih harus dibicarakan karena terkait anggaran pemeliharaan beberapa titik di kabupaten Bulukumba.

"Kalau anggaran pemeliharaan rutin dananya sudah siap jadi tidak ada masalah," katanya di depan warga, Kamis, 19 Mei 2011.

Perwakilan warga, Andi Bali Raja mengatakan, adanya perjanjian tersebut, maka sudah terbangun komitmen untuk perbaikan jalan ini. Komitmen ini, kata dia, yang menjadi perhatian dan akan dikawal terus menerus agar tidak hanya sebatas kesepakatan.

Soal dana Rp 3 miliar yang merupakan dana pemeliharaan jalan untuk Bulukumba, Bali Raja juga meminta agar dana tersebut diberikan porsi yang besar untuk poros Bira. Alasannya, jika hanya perbaikan biasa, maka tidak akan bisa bertahan lama karena jalan ini merupakan jalan poros yang dilalui kendaraan berat khususnya angkutan antar kabupaten.

Anggota DPRD Sulsel, Mariattang juga mendukung hal itu. Menurut dia, tidak ada alasan membiarkan jalan ini rusak. Bila tidak, kerusakannya makin parah dan otomatis akan membutuhkan anggaran yang lebih besar lagi. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Rabu, 18 Mei 2011

Daftar Tunggu CJH Bulukumba Antre hingga 2024


JAMAAH HAJI. Membaiknya ekonomi masyarakat menjadi salah satu faktor minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji. Namun ditengah terus bertambahnya daftar tunggu CJH Bulukumba, peluang masyarakat untuk menunaikan ibadah haji secepat mungkin menjadi terganggu. Masyarakat harus antre. Kantor Kementrian Agama Bulukumba melansir, daftar tunggu CJH Bulukumba saat ini sudah mencapai angka 4.844 orang.

Statistik Blog Kabupaten Bulukumba Per 18 Mei 2011


Blog Kabupaten Bulukumba (http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/) yang saya buat pada 21 Juli 2009, kini telah dikunjungi lebih dari 85 ribu kali, termasuk belasan ribu kunjungan dari mancanegara (53 negara). Mudah-mudahan persembahan saya ini mendapat penghargaan dari pemerintah dan masyarakat Bulukumba.

Travel Note to Bulukumba


Dari Makassar, ibukota Sulawesi Selatan ke Bulukumba, perlu menelusuri jalan darat sepanjang 153 km. Jauh? Relatif sebenarnya, karena pertanyaan sebenarnya, bagaimana kami menyusurinya? Terus terang saja, berhubung jadwal kami ketat, maka kami mesti “ngebut” menggilas jalanan. Jadi ketika siang Boeing 737-900ER Lion Air mendarat di bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, kami langsung mengambil sebuah Nissan Livina X-Gear yang telah disiapkan. (Foto: Gegen)

52 Siswa SMA Tidak Lulus di Bulukumba


UN SMA. Secara keseluruhan tingkat kelulusan UN SMA dan sederajat Tahun 2011 di Bulukumba mencapai 98%. Dari total 4.009 siswa yang mengikuti UN, ada sekitar 52 siswa yang tidak lulus. Prestasi terbaik dicatatkan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Bulukumba yang tingkat kelulusannya mencapai 100%, sedangkan siswa SMA mencapai 98,33%. (Foto: Asnawin)

Separuh Lebih PNS Pemkab Bulukumba Bolos


KANTOR BUPATI. Rupanya cuti bersama yang disambung dengan libur nasional belum cukup bagi para pegawai negeri sipil (PNS). Pada Rabu (18/5/2011) ini separuh lebih PNS di Kantor Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, bolos kerja. Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, mengaku kecewa dan berjanji akan memberi sanksi tegas kepada para PNS yang mangkir. (Foto: Asnawin)

-------------------

Separuh Lebih PNS Pemkab Bulukumba Bolos

Okezone.com
Rabu, 18 Mei 2011 09:02 wib
http://news.okezone.com/read/2011/05/18/340/458146/separuh-lebih-pns-pemkab-bulukumba-bolos

BULUKUMBA- Rupanya cuti bersama yang disambung dengan libur nasional belum cukup bagi para pegawai negeri sipil (PNS). Pada Rabu (18/5/2011) ini separuh lebih PNS di Kantor Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, bolos kerja.

Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, mengaku kecewa dan berjanji akan memberi sanksi tegas kepada para PNS yang mangkir.

Apel pagi di halaman kantor kabupaten hanya diikuti puluhan PNS, padahal jumlah PNS yang bekerja di lingkup kantor pemkab lebih 100 orang.

Bupati Bulukumba Zainuddin Hazan setelah apel pagi langsung melakukan inspeksi mendadak ke ruang-ruang kantor Pemkab. Dia meminta agar setiap kepala bagian mencatat PNS yang tidak hadir atau terlambat masuk.

Pantauan di sejumlah kantor-kantor dan dinas terlihat lengang. Seperti di kantor Dinas Lingkungan Hidup, PNS yang mengisi buku daftar hadir hanya tiga orang. Padahal jumlah PNS yang tercatat di kantor lingkungan hidup sebanyak 20 orang.

Zainuddin berjanji akan memberikan sanksi tegas berupa surat teguran dan sanksi disiplin sesuai aturan pemerintah daerah.
(Jabbar Bahring/SUN TV/ton)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Selasa, 17 Mei 2011

Bulukumba Siap Gelar STQ Sulsel Ke-27


STQ. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bulukumba siap menggelar pelaksaan lomba Sari Tilawatil Qur'an (STQ) tingkat Sulsel ke-27, Kamis, 19 Mei 2011 hingga Senin, 23 Mei 2011. Tampak ketika Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan membuka STQ yang dirangkaikan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1432 Hijriyah Tingkat Kabupaten Bulukumba, di Lapangan Kalumpang, Desa Tritiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, Rabu, 9 Maret 2011. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)

Awas, Hipnotis Lewat Telepon


HIPNOTIS. Kasus penipuan dengan modus hipnotis lewat telepon terus memakan korbannya. Mereka kebanyakan orang-orang kecil yang tidak paham dan relatif mudah percaya akan bujuk rayu. Salah satu korbannya seorang ibu rumah tangga dari Kelurahan Loka, Kecamatan Ujungbulu, Bulukumba, yang juga bekerja sebagai guru honorer, Andi Nikmawati.

-----------------------

Awas, Hipnotis Lewat Telepon

Vincent Hakim R
Liputan6.com
http://berita.liputan6.com/daerah/201105/334857/awas_hipnotis_lewat_telepon


18/05/2011 10:20
Liputan6.com, Bulukumba: Kasus penipuan dengan modus hipnotis lewat telepon terus memakan korbannya. Mereka kebanyakan orang-orang kecil yang tidak paham dan relatif mudah percaya akan bujuk rayu.

Salah satu korbannya seorang ibu rumah tangga dari Kelurahan Loka, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba, yang juga bekerja sebagai guru honorer, Andi Nikmawati. Total uang yang telah diambil penipu berjumlah Rp 23 juta. Uang itu diperolehnya dari hasil pinjam sanak kerabat, menggadaikan surat-surat berharga, dan bahkan hingga menjual beberapa barang milik pribadi.

Andi Nikmawati mengaku, mulanya ada orang menelepon dirinya melalui nomor HP-nya. Penelepon mengaku bernama Satria yang bekerja sebagai polisi di kesatuan Polairud Batam Kepulauan Riau. Setelah telepon pertama, Satria yang mengaku berpangkat kapten itu rutin menghubungi Andi Nikmawati janda polisi.

Satria yang memiliki dua nomor HP (0812.76310251 dan 0812.68300291) itu akhirnya meminta bantuan Andi agar mentransfer sejumlah uang untuk biaya kepindahan tugasnya ke wilayah Bulukumba, Sulawesi Selatan. Satria berjanji akan segera mengembalikan, bahkan tiga kali lipat saat ia sudah pindah.

Seolah seperti kerbau dicucuk hidungnya, Andi pun menyanggupi untuk membantu dan mentransfer sejumlah uang hingga akhirnya mencapai jumlah total Rp 23 juta. Wanita janda polisi ini mentransfer ke rekening BRI Cabang Bulukumba dengan nomor rekening 0175-01031260505 atas nama Rusli.

Transfer kedua, juga ke BRI Cabang Bulukumba ke rekening 5574-01010602531 atas nama Sutan Mursinal. Transfer yang ketiga kalinya melalui kantor BNI Cabang Bulukumba ke rekening 0412-480644 atas nama Muliana. Hingga kini Andi belum pernah sekali pun bertemu langsung dengan pria yang mengaku bernama Satria itu.

Kepada Liputan6.com, Andi mengaku diancam akan dijebloskan ke penjara bila melaporkan peristiwa ini ke polisi. Karena salah satu nama orang yang ditransfer, yakni Muliana adalah istri pejabat atasan Satria di Polairud Batam.

Andi telah melaporkan peristiwa ini ke Polres Bulukumba. Menurut wanita warga Kelurahan Loka, Kabupaten Bulukumba ini, seorang tetangganya juga menjadi korban dan telah kehilangan uang Rp 5 juta.

Andi Nikmawati berharap agar para pelaku ditangkap dan penipuan dengan modus hipnotis lewat telepon ini tidak menimpa orang lain.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Tak Lulus, Siswa Mengamuk dan Histeris


PENGUMUMAN. Sejumlah siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menangis histeris saat mengetahui dirinya tidak lulus ujian nasional (UN). Bahkan seorang siswa mengamuk dan kejar-kejaran dengan siswa lainnya yang hendak mendiamkan. (foto illustrasi)

Pembuatan Kapal Phinisi Terbengkalai


PHINISI. Keterbatasan dana membuat pembuatan sejumlah kapal phinisi dan kapal barang terbengkalai, di tepi pantai kawasan industri pembuatan kapal phinisi, di Desa Tanah Beru, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Warga tanah Beru menggunakan kapal phinisi yang terbengkalai sebagai tempat berlindung dari sinar terik matahari. (k23-11)

Senin, 16 Mei 2011

Polisi Serahkan Berkas ''HP'' ke Kejari Bulukumba


Polisi menyerahkan berkas perkara anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, ''HP'' ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, Kamis, 12 Mei 2011. ''HP'' adalah Anggota DPRD Bulukumba periode 2009-2014 dari Fraksi Golkar, tersangka dugaan pemalsuan surat, tanda-tangan Patola bin Raja, dan penggunaan stempel Partai Golkar.

-----------------

Polisi Serahkan Berkas ''HP'' ke Kejari Bulukumba

Harian Ujungpandang Ekspres
Senin, 16-05-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=66042

BULUKUMBA, UPEKS--Polisi menyerahkan berkas perkara anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, ''HP'' ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, Kamis, 12 Mei 2011.

''HP'' adalah Anggota DPRD Bulukumba periode 2009-2014 dari Fraksi Golkar, tersangka dugaan pemalsuan surat, tanda-tangan Patola bin Raja, dan penggunaan stempel Partai Golkar.

Penyidik kepolisiaan bersama parat kejaksaan langsung menggelar perkara terhadap berkas perkara anggota DPRD Bulukumba, HP. Kepala Kejari Bulukumba, Syamsul Arifin SH, belum memberikan keterangan secara detail terkait hasil gelar perkara HP.

Kepada wartawan, Syamsul Arifin mengaku hasil gelar perkara belum bisa dipublikasikan karena masih dalam tahap pengkajian. Kejaksaan masih melakukan kajian terutama pasal-pasal yang disangkakan kepada HP.

Sebelumnya, Koordinator Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Bulukumba, Makmur Masda, meminta Polisi menuntaskan berkara perkara anggota DPRD Bulukumba Hamzah Pangki.

Makmur mengatakan, kalau memang cukup bukti, polisi harus melanjutkan kasus tersebut. Tetapi kalau tidak cukup bukti, terbitkan SP3 dan polisi menjelaskan kenapa kasus tersebut dihentikan.

Polres Bulukumba telah melimpahkan berkas perkara Nomor C.101/39/III/Reskrim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba tanggal 15 Maret 2010. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bulukumba melakukan penelitian berkas perkara tahap pertama laporan pemalsuan surat, tanda-tangan, Patola bin Raja, dan penggunaan stempel Partai Golkar yang digunakan tersangka Hamzah Pangki.

Setelah melakukan penelitian, JPU kemudian mengembalikan berkas perkara nomor C.101/39/III/Reskrim dengan surat Kejari Bulukumba Nomor B.103/R.4.22//Epp.1/103/2010, tanggal 18 Maret 2010 tentang pemberitahuan hasil penyidikan belum lengkap (P.18) serta surat Nomor B.104/R.4.22/Epp.1/03/2010 tentang tentang petunjuk untuk dilengkapi (P.18).

JPU Kejari Bulukumba meminta polisi menyita surat Nomor 45/PG-BLK/XII/2009 tertanggal 9 Desember 2009 yang dipalsukan oleh tersangka untuk dijadikan barang bukti. Atas petunjuk JPU tersebut, Polisi telah melakukan upaya paksa dengan menggeledah rumah tempat tinggal tersangka HP, di kompleks kapas Bulukumba dengan surat perintah penggeledahan nomor SP DAH/103/III/2010/Reskrim. Namun setelah digeledah, polisi tidak menemukan surat tersebut.

Polisi juga mencari bukti pengiriman di kantor PT Pos untuk mencari alamat pengirim DPD Golkar Bulukumba dan alamat tujuan surat DPD I Partai Golkar Sulsel di Makassar. Namun polisi tidak menemukan bukti pengiriman. Dan, kepala sekretariat DPD I Partai Golkar Sulsel di Makassar telah membuat surat pernyataan bahwa surat tersebut tidak dikirim aslinya.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]