Selasa, 14 Juni 2011

Piagam Adipura Bulukumba Bisa Jadi Tertawaan

BELUM LAYAK. Anggota DPRD Bulukumba Andi Baso Mauragawali mengharapkan pihak Pemkab Bulukumba tidak memburu penghargaan dari pihak pemerintah pusat sebelum kebersihan kota itu betul-betul layak, karena faktanya kota Bulukumba masih kotor dan bisa menjadi bahan tertawaan bagi daerah lainnya.
---------


Piagam Adipura Bulukumba Bisa Jadi Tertawaan

Tribun Timur -
Jumat, 10 Juni 2011
http://makassar.tribunnews.com/2011/06/10/piagam-adipura-bulukumba-bisa-jadi-tertawaan

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Anggota DPRD Bulukumba Andi Baso Mauragawali mengharapkan pihak Pemkab Bulukumba tidak memburu penghargaan dari pihak pemerintah pusat sebelum kebersihan kota itu betul-betul layak

"Dapat piagam namun faktanya masih kotor, bisa menjadi bahan tertawaan bagi daerah lainnya. Ini 'kan sangat tidak logis dan warga bisa menertawai kita," kata Andi Baso Mauragawali, legislator asal Partai Patriot asal pemilihan Ujung Bulu, Ujung Loe, dan Bonto Bahari itu menanggapi raihan Piagam Adipuran untuk Kabupaten Bulukumba, Jumat (10/06/2011).

Dia mengungkapkan, salah satu tempat yang kerap menjadi tumpukan sampah dan terlihat kumuh adalah Jl Sam Ratulangi dan depan stadion mini Bulukumba.

"Bulukumba belum layak mendapatkan penghargaan Piagam Adipura sebab kenyataan yang ada saat ini sangat berbeda dengan penghargaan tersebut," kata Baso.

Sampah di daerah tersebut masih sangat mudah dijumpai. Bahkan di jalan poros Bulukumba-Sinjai khususnya Jalan Sam Ratulangi terlihat sampah tiap hari berserakan di depan pasar sentral itu.

"Patutlah kita pertanyakan penghargaan itu sebab warga tahu bahwa setiap hari kita telah menjumpai sampah-sampah di pinggir jalan, belum lagi yang menumpuk di tong-tong sampah yang belum diangkut, karena keterbatasan armada," kata Andi Baso Mauragawali.(*)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Pengusaha Kapal Penyeberangan Kecewa kepada Polisi Perairan Bulukumba

KECEWA. Muhammad Darwis, Kepala Cabang KM Minanga Ekspres, mengaku kecewa atas tindakan polisi yang menyita 500 liter bahan bakar minyak bersubsidi milik perusahaan tersebut, karena banyak kapal yang diduga mengangkut BBM ilegal ke Jampea, Selayar, dibiarkan begitu saja oleh polisi. Polisi perairan Bulukumba menghentikan KM Minanga Ekspres dan menyita BBM tersebut beserta satu unit mobil yang mengangkut BBM tersebut. (Foto: Asnawin)
-------


Pengusaha Kapal Penyeberangan Kecewa kepada Polisi Perairan Bulukumba

Tribun Timur -
Selasa, 14 Juni 2011
http://makassar.tribunnews.com/2011/06/14/pengusaha-kapal-penyeberangan-kecewa-pada-polisi-perairan-bulukumba

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Pengusaha transportasi penyeberangan di Bulukumba mengaku kecewa dengan tindakan polisi yang menyita 500 liter bahan bakar minyak bersubsidi milik perusahaan tersebut. Banyak kapal yang diduga mengangkut BBM ilegal ke Jampea, Selayar, dibiarkan oleh polisi.

Hal inilah yang disampaikan Muhammad Darwis, Kepala Cabang KM Minanga Ekspres, kapal yang memuat 500 liter BBM solar dan penumpang dari Bulukumba ke Selayar. Polisi perairan Bulukumba menghentikan kapal ini dan menyita BBM tersebut beserta satu unit mobil yang mengangkut BBM tersebut.

"Polisi tidak boleh pilih kasih menahan BBM milik kami. Jika perlu polisi juga tahan kapal-kapal pengangkut BBM ke Pulau Jampea yang diambil di Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU)," kata M Darwis.

Dia mengatakan bahwa ada beberapa kapal yang sering mengangkut BBM yang dikomersilkan ribuan liter ke dari Bulukumba ke Pulau Jampea.

Kekecewaan Darwis, kepada polisi KPPP di Pelabuhan LeppeE, karena hanya BBM yang akan digunakan melayani penyebrangan Bulukumba ke Benteng, Selayar dan menurutnya bukan untuk dikomersilkan melainkan hanya melayani kebutuhan warga Selayar dan Bulukumba yang ingin melakukan penyebrangan.

Mereka juga mengaku merugi, hanya karena ingin memertahankan jasa penyebrangan itu sehingga tetap melakukan penyeberangan dan mengambil BBM jenis solar di salah satu SPBU di Bulukumba.

Akibat ditahannya BBM milik PT Minanga Ekspres yang akan digunakan untuk berlayar itu, membuat nahkoda kapal tidak dapat berlayar. Sementara penumpang yang terlanjur berada di atas kapal terpaksa diinapkan di salah satu tempat penginapan di Bulukumba.

"Dengan kondisi ini, kami semakin merugi, coba lihat penumpang juga rugi karena seharusnya mereka berangkat kemarin (Senin) lalu, tapi ini baru diberangkatkan, setelah saya pinjam BBM milik kapal pengngkut barang lainnya," kata Darwis.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Bulukumba AKP Alimuddin mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan 500 liter karena dianggap menggunakan BBM bersubsidi.

"Ini sangat jelas kenapa ditahan karena menggunakan BBM yang bersubsidi dan hanya warga biasa. Itu jelas aturannya," kata Alimuddin. (*)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Polisi Bulukumba Tahan Kapal Penumpang

DITAHAN. Aparat Kepolisian KPPP Polres Bulukumba menahan muatan minyak yang akan digunakan oleh kapal penumpang fiber KM Minanga Ekspres, Senin, 13 Juni 2011. Kapal rute Pelabuhan Leppe, Bulukumba, ke Pelabuhan Benteng, Selayar, itu ditahan saat telah memuat penumpang. Sejumlah penumpang tampak marah-marah karena kapal tertahan. (Foto: Tribun Timur/Samsul Bahri)
--------


Polisi Bulukumba Tahan Kapal Penumpang

Tribun Timur -
Senin, 13 Juni 2011
http://makassar.tribunnews.com/2011/06/13/polisi-bulukumba-tahan-kapal-penumpang

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Aparat Kepolisian KPPP Polres Bulukumba menahan muatan minyak yang akan digunakan oleh kapal penumpang fiber KM Minanga Ekspres, Senin, 13 Juni 2011.

Kapal rute Pelabuhan Leppe, Bulukumba, ke Pelabuhan Benteng, Selayar, itu ditahan saat telah memuat penumpang. Sejumlah penumpang tampak marah-marah karena kapal tertahan.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Alimuddin mengatakan, penahanan minyak yang digunakan kapal tersebut karena polisi menilai minyak yang itu merupakan minyak bersubsidi dari pertamina.(*)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Dahan Pohon Patah, Mobil Pencuri Masuk Got

HASIL CURIAN. Warga mengerumungi mobil pencuri yang memuat barang hasil curian. Toyota Avanza dengan nomor polisi DD 260 QG ini terbalik saat menghindari ranting pohon mangga yang patah, di depan Masjid Jami Rahmat, Desa Bontomacinna, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa pagi (14/6/2011).(Foto: Kompas.com/K23-11)
-----------


Dahan Pohon Patah, Mobil Pencuri Masuk Got

Regional.kompas.com
K23-11 | Glori K. Wadrianto |
Selasa, 14 Juni 2011 |
http://regional.kompas.com/read/2011/06/14/14114630/Dahan.Pohon.Patah.Mobil.Pencuri.Masuk.Got

BULUKUMBA, KOMPAS.com - Sebuah mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi DD 260 QG, yang membawa hasil curian terperosok ke dalam saluran air. Kejadian ini memaksa para pencuri di dalam mobil tersebut meninggalkan kendaraan berikut barang-barang curiannya.

Kejadian itu berlangsung di depan Masjid Jami Rahmat, Desa Bontomacinna, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa (14/6/2011) pagi.

Sebelum kecelakaan, mobil berwarna merah tersebut mencoba menghindari dahan pohon mangga yang tiba-tiba patah dan jatuh tepat di tengah badan jalan. Awalnya, warga tak menaruh curiga atas kejadian itu. Mereka pun mendekat ke lokasi sesaat setelah kecelakaan. Anehnya, para penumpang mobil yang berjumlah lima orang malah kabur meninggalkan mobil, begitu melihat banyak warga yang mendekat.

Nah, ketika warga memeriksa isi di dalam mobil, ditemukan berbagai macam barang seperti pakaian, sabun, dan sejumlah barang lainnya.

"Setelah warga periksa isi mobil ternyata ditemukan pakaian serta perlengkapan mandi yang semuanya masih baru," jelas Firdaus, salah satu saksi mata di lokasi kejadian.

Warga yang mencurigai barang tersebut merupakan hasil curian, langsung melapor ke Kantor Polisi Sektor (Polsek) Gantarang. Polisi bersama warga kemudian menderek mobil tersebut keluar dari dalam saluran air dengan menggunakan mobil truk. Barang bukti langsung diamankan di kantor kepolisian setempat.

Dipastikan barang bukti tersebut merupakan hasil curian setelah warga yang bermukim di Desa Bintonyeleng, Kabupaten Bantaeng yang berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba mengenali barang-barang itu sebagai miliknya yang dirampok semalam sebelum kecelakaan.

"Beberapa kios di pasar Bontonyeleng barang-barangnya pada hilang setelah pencuri beraksi," kata Abdul Rahman pemilik barang.

Diduga pelaku yang melakukan aksinya di daerah Kabupaten Bantaeng hendak melarikan diri ke kabupaten lain untuk menjual hasil curiannya.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Senin, 13 Juni 2011

Dua Sekolah di Bulukumba Raih Penghargaan Adiwiyata

PIALA ADIWIYATA. SMPN 1 Pangkep menjadi satu-satunya sekolah di Sulsel yang mendapat penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2011 yang diberikan Menteri Lingkungan Hidup, sedangkan calon Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Sulsel yang mendapatkan penghargaan dari Gubernur Sulsel diraih 13 sekolah se-Sulsel. Dua dari 13 sekolah tersebut berasal dari Bulukumba.

Minggu, 12 Juni 2011

DPRD Bulukumba Rekomendasikan Pembatalan Tender Proyek

GEDUNG DPRD BULUKUMBA. DPRD Bulukumba merekomendasikan kepada Pemkab Bulukumba untuk membatalkan hasil lelang 63 paket proyek fisik tahun anggaran 2011. Keputusan DPRD Bulukumba itu diambil setelah Rapat Dengar Pendapat lintas komisi DPRD Bulukumba dengan pejabat Bulukumba yang terkait dengan lelang 63 paket proyek, Rabu, 8 Juni 2011, tidak membuahkan hasil.
--------------


DPRD Bulukumba Rekomendasikan Pembatalan Tender Proyek


Harian Ujungpandang Ekspres
Sabtu, 11-06-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=67257&jenis=Fokus

BULUKUMBA, UPEKS--DPRD Bulukumba merekomendasikan kepada Pemkab Bulukumba untuk membatalkan hasil lelang 63 paket proyek fisik tahun anggaran 2011. Keputusan DPRD Bulukumba itu diambil setelah Rapat Dengar Pendapat lintas komisi DPRD Bulukumba dengan pejabat Bulukumba yang terkait dengan lelang 63 paket proyek tidak membuahkan hasil.

Penjelasan Asisten II Sukri Halim, Kabag Ekbang Umar Naim, serta ketua Pokja 2 Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa, Marwan, tidak memuaskan 27 anggota DPRD Bulukumba yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat, di Gedung DPRD Bulukumba, Rabu (8/6).

Ada beberapa temuan DPRD Bulukumba dalam lelang 63 paket proyek yang berakhir dengan perusakan Kantor Bupati Bulukumba. Menurut legislator PBB, Zulkiflie Saiye, temuan tersebut meliputi dokumen tender di simpan di rumah Ketua Panitia Tender, Marwan.

Selain itu, evaluasi pelelangan juga dilakukan ketua panitia tender. Pada saat kejadian perusakan kantor bupati, Wakil Bupati Syamsuddin, memerintahkan Sat Pol PP untuk menjemput dokumen lelang di rumah Ketua Panitia Tender, Marwan.

Namun hingga rapat dengar pendapat digelar, dokumen lelang masih tersimpan di rumah ketua panitia. Padahal,sesuai ketentuan, dokumen lelang seharusnya disimpan di Sekretariat ULP Barang dan Jasa.

"Berdasarkan fakta tersebut, kita rekomendasikan lelang dibatalkan dan ditender ulang,"terang Zulkiflie Saiye, Kamis (9/6).

Anggota DPRD Bulukumba lainnya, H Rudi membenarkan keputusan anggota DPRD Bulukumba yang merekomendasikan pembatalan hasil lelang 63 paket proyek. Rudi mengatakan, 27 anggota DPRD Bulukumba yang hadir dalam rapat dengar pendapat tersebut semuanya menyetujui lelang dibatalkan.

Tidak hanya 63 paket proyek yang dibatalkan, DPRD juga merekomendasikan pembatalan semua lelang proyek yang ditanda-tangani Plt Asisten II, Sukri Halim.

"Hingga saat ini, Plt Asisten II Sukri Halim, belum mengantongi SK Bupati selaku ketua ULP Barang dan Jasa. Oleh karena itu, semua keputusannya ilegal," terang Rudi. ()

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Polres Bulukumba Benarkan Ada Polisi Masuk Kafe

Forum Ummat Islam (FUI) Kabupaten Bulukumba mendatangi kantor Mapolres Bulukumba untuk melaporkan oknum anggota polri yang telah mengatasnamakan dirinya sebagai anggota Polda Sulselbar yang minum minuman keras di salah satu kafe di Pantai Merpati, Bulukumba, Kamis (09/06/2011). Setelah melakukan pengecekan, Kapolres Bulukumba AKBP Arif Rahman membenarkan hal tersebut.
-------------


Polres Bulukumba Benarkan Ada Polisi Masuk Kafe

Tribun Timur -
Kamis, 9 Juni 2011
http://makassar.tribunnews.com/2011/06/09/polres-bulukumba-benarkan-ada-polisi-masuk-kafe

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Terkait laporan Forum Umat Islam (FUI) Bulukumba bahwa ada oknum polisi yang pesta minuman keras di Kafe Murni, Pantai Merpati, Kapolres Bulukumba AKBP Arif Rahman membenarkan hal tersebut.

"Saya baru tahu bahwa ada polisi yang pesta miras di kafe itu setelah mendapat laporan dari FUI Bulukumba. Itu pun setelah saya mengkonfirmasi langsung kepada Polda Sulselbar," kata Kapolres Bulukumba AKBP Arif Rahman, Kamis (09/06/2011).

Menurut Arif, memang benar ada anggota Polda Sulselbar ke Selayar pada Minggu (05/06/2011).

"Tapi karena kemalaman dalam perjalanan, mereka bermalam di Bulukumba. Mungkin saat itu mereka minum. Kabid Humas Poda Sulselbar telah mengonfirmasikan hal itu, tapi jumlahnya hanya empat orang, bukan 11 orang seperti laporan FUI Bulukumba," kata Arif.

Arif berterima kasih atas laporan FUI karena dengan demikian membantu polisi menjaga citranya. Namun Arif tidak menjelaskan, apakah laporan itu ditindaklanjuti.

Melapor ke Mapolres Bulukumba

Sebelumnya, Forum Ummat Islam (FUI) Kabupaten Bulukumba mendatangi kantor Mapolres Bulukumba untuk melaporkan oknum anggota polri yang telah mengatasnamakan dirinya sebagai anggota Polda Sulselbar yang minum minuman keras di salah satu kafe di Pantai Merpati, Kamis (09/06/2011).

Ketua FUI Bulukumba Ahmad Kadir bersama sekretaris FUI Laode Hardiman memimpin langsung anggota FUI melapor ke kantor polisi itu dan menemui Kapolres Bulukumba AKBP Arif Rahman.

"Kami kesini menyampaikan laporan dari warga bahwa ada 11 orang yang mengaku anggota Polda Sulselbar yang minum minuman keras (miras) di Kafe Kurnia, Pantai Merpati, Minggu (5/6) malam," kata Ahmad Kadir kepada Kapolres Bulukumba itu.

"Ini penting dilakukan jangan sampai ada oknum yang mengaku anggota Polri, padahal sesungguhnya bukan," kata Ahmad Kadir.(*)

Penjual Miras

Kepada wartawan, FUI Bulukumba mengaku menyayangkan Bupati Bulukumba yang tidak tegas kepada pemilik kafe yang menjual minuman keras. Sebagian warung penjual minuman keras bahkan dekat dengan kantor bupati.

"Kami sangat menyayangkan sikap Pemkab Bulukumba yang tidak menegakkan aturannya dan membantu aparat kepolisian dengan melarang dan mencabut izin kafe yang masih menjual minuman keras," kata Sekretaris FUI Bulukumba Laode Hardiman saat melapor di Mapolres Bulukumba, Kamis (09/06/2011).

Menurut FUI, beberapa warga sudah berani meminum minuman keras di kafe. Kegiatan bahkan makin marak seusai Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Lapangan Pemuda Bulukumba.

FUI berharap ada sangsi yang jelas dan Pemkab Bulukumba bersama dengan polisi dan warga harus melakukan pencegahan agar tidak muncul dampak negatif terhadap warga.(*)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Pelaku Pemerkosa Bebas Setelah Menikahi Korbannya

MENIKAH. Seorang pelajar putri kelas II salah satu SMP di Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang menjadi korban perkosaan akhirnya menikah. Suaminya tak lain adalah pelaku pemerkosa yang masih berstatus mahasiswa sebuah PTS di Makassar. Pernikahan mereka dilangsungkan di Mapolsek Panakkukang, Makassar, Sabtu, 11 Juni 2011.

Kamis, 09 Juni 2011

DPRD Bulukumba Panggil ULP dan Asisten II

KANTOR BUPATI BULUKUMBA. DPRD Bulukumba akan memanggil Asisten II Bulukumba Bidang Ekonomi dan Pembangunan, serta Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Bulukumba, terkait kisruh tender proyek 2011. Akibat kisruh lelang proyek 2011 baru-baru ini mengakibatkan pengrusakan terhadap sejumlah failitas di Kantor Bupati Bulukumba.
--------


DPRD Bulukumba Panggil ULP dan Asisten II

Harian Ujungpandang Ekspres
Rabu, 08-06-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=67061

BULUKUMBA, UPEKS - DPRD Bulukumba akan memanggil Asisten II Bulukumba Bidang Ekonomi dan Pembangunan, serta Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Bulukumba.

DPRD Bulukumba akan meminta keterangan dari Asisten II serta ULP Bulukumba terkait kisruh tender proyek 2011.

Akibat kisruh lelang proyek 2011 baru-baru ini mengakibatkan pengrusakan terhadap sejumlah failitas di Kantor Bupati Bulukumba.

"Kita akan minta keterangan dari Pemkab Bulukumba kenapa sampai lelang proyek 2011 menjadi ribut. Kantor Bupati Bulukumba kemudian dirusak. Pintu dan jendela yang terbuat dari kayu dihancurkan," kata Zulkiflie Saiye, Anggota DPRD Bulukumba, Selasa (7/6).

Asisten II Bulukumba akan dimintai keterangan oleh Komis B DPRD Bulukumba karena jabatannya selaku ketua ULP Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Bulukumba. Sementara itu, kata Zulkiflie, kabag Ekbang Bulukumba juga dipanggil kerena jabatannya selaku Sekretaris ULP Barang dan Jasa.

Politisi dari Partai Bulan Bintang itu berharap, aparat dari Pemkab Bulukumba itu bisa menjelaskan ke Komisi B DPRD Bulukumba perihal kisruh tender proyek di Pemkab Bulukumba. Zulkiflie juga berharap, kelompok kerja (Pokja) yang menangani tender proyek sampai kisruh itu terjadi juga dibawa ke DPRD Bulukumba.

"Itu tanggung-jawab ketua dan sekertaris ULP barang dan jasa untuk sama-sama Pokja 2 ULP datang ke DPRD Bulukumba memberi penjelasan," terang Zulkiflie.

Seperti diketahui, sejumlah rekanan mengamuk di Kantor Bupati Bulukumba dengan memecah pintu dan jendela kaca. Mereka tidak puas dengan hasil kerja Pokja 2 yang melelang 62 paket proyek fisik.

Mereka menuding, Pokja 2 ULP Bulukumba melanggar Keppres Pengadaan Barang dan Jasa. Panitia tender 62 paket proyek yang tergabung dalam Pokja 2 ULP Bulukumba dituding 'main-mata' dengan rekanan tertentu. ()

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Lima Pemkab Kerja Sama dengan USAID

KERJA SAMA. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan lima perwakilan pemkab/ pemkot se-Sulsel meneken kerja sama Kinerja-USAID di Ruang Data Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (08/06/2011). Asisten Pemkot Makassar Agar Jaya, Wabup Barru Anwar Aksa, Wabup Bulukumba Syamsuddin, Bupati Lutra Arifin Djunaid, dan Bupati Luwu Andi Mudzakkar (dari kiri ke kanan). (Foto: Tribun Timur/Aqsa Riandy Pananrang)
--------


Lima Pemkab Kerja Sama dengan USAID

Tribun Timur - Rabu, 8 Juni 2011
http://makassar.tribunnews.com/2011/06/08/5-pemkab-kerja-sama-dengan-usaid

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Lima kabupaten/ kota se-Sulsel menandatangani nota kerja sama dengan Kinerja-USAID di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (08/06/2011).

Penandatanganan kerja sama bagi penerima bantuan teknis USAID tersebut dilakukan Deputy Chief of Party Kinerja USAID Jana Hertz dengan lima kepala daerah atau yang mewakili.

Mereka di antaranya Bupati Luwu Andi Mudzakkar, Bupati Luwu Utara (Lutra) Arifin Djunaid, Wakil Bupati Bulukumba Syamsuddin, Wakil Bupati Barru Anwar Aksa, serta Asisten IV Bidang Administrasi Pemkot Makassar Agar Jaya yang mewakili Wali Kota Makassar.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ikut menandatangani kesepahaman kerja sama tersebut.

Jana menjelaskan kelima daerah tersebut dipilih berdasarkan hasil seleksi yang sudah berlangsung sejak Januari 2011 lalu. Kinerja-USAID bersama tiap pemda akan bersama-sama meningkatkan pelayanan publik utamanya di tiga sektor yakni kesehatan, pendidikan, serta peningkatan ekonomi atau investasi melalui pelayanan perizinan satu atap.(*)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kadis Kelautan dan Perikanan Meninggal Dunia

Salah seorang putra terbaik Bulukumba, Muhammad Hasyim, meninggal dunia, Selasa, 7 Juni 2011. Pria asal Ara yang kini menjabat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bulukumba, meninggal dunia setelah dirawat selama sepuluh hari di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar, Selasa, 7 Juni 2011.

Selasa, 07 Juni 2011

Pemkab Bulukumba Minta Bantuan Polisi dan TNI


KANTOR BUPATI. Wakil Bupati (Wabub) Kabupaten Bulukumba Syamsuddin meminta bantuan kepada polisi dan TNI untuk menjaga keamanan menyusul makin maraknya aksi unjuk rasa masyarakat di daerah Butta Panrita Lopi tersebut. Permintaan tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas terkait persoalan potensi munculnya konflik di kalangan warga dan aparat pemerintah di ruang rapat Wabub, Selasa (7/6)/2011).
----------


Pemkab Bulukumba Minta Bantuan Polisi dan TNI

Tribun Timur - Selasa, 7 Juni 2011
http://makassar.tribunnews.com/2011/06/07/pemkab-bulukumba-minta-bantuan-polisi-dan-tni

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Wakil Bupati (Wabub) Kabupaten Bulukumba Syamsuddin meminta bantuan kepada polisi dan TNI untuk menjaga keamanan menyusul makin maraknya aksi unjuk rasa masyarakat di daerah Butta Panrita Lopi tersebut.

Permintaan tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas terkait persoalan potensi munculnya konflik di kalangan warga dan aparat pemerintah di ruang rapat Wabub, Selasa (7/6)/2011).

Syamsuddin mengatakan, perlu ada langkah startegis guna mengantisipasi munculnya keluhan warga yang dapat mengganggu stabilitas pemerintahan di daerah itu.

"Ke depan kami akan berkoordinasi dan kerjasama dengan semua pihak, khususnya berkoordinasi kerja antara aparat pemerintah dengan pihak keamanan, baik pihak kepolisian dan juga pihak TNI membantu pemkab menstabilkan masalah itu," harap Syamsuddin.

Beberapa titik rawan yang memiliki potensi konflik dan memiliki eskalasi besar di kalangan warga diantaranya sengketa lahan perkebunan karet antara pihak warga dan pihak manajmen PT London Sumatera (Lonsum) yang sampai sekarang masih perlu dicarikan solusi penyelesaiannya.

Selain itu, masalah pembangunan infrastruktur jalan poros Bulukumba-Bira yang juga akhir-akhir sering disorot oleh warga karena memang kondisinya telah parah. Demikian pula potensi konflik tapal batas antara Bulukumba - Sinjai, dan juga Bulukumba-Selayar. (*)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Senin, 06 Juni 2011

Sekolah Disegel, Ujian Semester SMA PGRI Bulukumba Ditunda


DISEGEL WARGA. SMA PGRI Bulukumba, Sulawesi Selatan, terpaksa menunda pelaksanaan ujian semester bagi siswa kelas 1 dan 2. Sebab, warga masih menduduki gedung sekolah tersebut hingga Senin (6/6/2011). Warga bahkan menyegel pintu gerbang sekolah sehingga guru dan siswa telantar di depan gedung. (SunTv - Foto Suntv)

Bulukumba Raih Piagam Adipura 2011


ADIPURA. Pemkab Bulukumba dipastikan meraih Piagam Adipura 2011 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Piagam adipura adalah sebuah penghargaan kepada daerah yang ikut serta dalam pembangunan di bidang lingkungan hidup.
---------


Bulukumba Raih Piagam Adipura 2011

Harian Ujungpandang Ekspres
Senin, 06-06-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=66927

BULUKUMBA, UPEKS--Pemkab Bulukumba dipastikan meraih Piagam Adipura 2011 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Piagam adipura adalah sebuah penghargaan kepada daerah yang ikut serta dalam pembangunan di bidang lingkungan hidup. Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan telah menyampaikan informasi mengenai kepastian Bulukumba yang akan mendapat piagam adipura.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Bulukumba Muhammad Daud Kahal, Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan akan menerima piagam adipura bersama Bupati Bupati Barru.

Penyerahan piagam adipura akan dilakukan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup di Balai Sidang Senayan, Jakarta.

"Ini adalah sebuah prestasi sejak Kabupaten Bulukumba menjadi daerah otonom 51 tahun lalu," terang Kabag Humas Bulukumba Daud Kahal, via pesan singkat, Sabtu (4/6/2011).

Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan dijadwalkan akan menerima langsung piagam adipura tersebut. Menurut Daud Kahal, Bupati Zainuddin Hasan mengaku apa yang telah dicapai merupakan berkat upaya dan kerja keras semua pihak baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Sulsel Boyong 16 Orang ke STQ Nasional XII


STQ DI BULUKUMBA. Kontingen Sulawesi Selatan memboyong 16 orang qari dan qariah dalam kafilah seleksi tilawatil qur'an (STQ) Nasional ke-22 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ke-16 putra/putri terbaik Sulsel tersebut merupakan hasil seleksi tingkat provinsi di Bulukumba bulan lalu. (Foto: Asnawin)

Jumat, 03 Juni 2011

Kontraktor Ngamuk, Kantor Bupati Bulukumba Dirusak


DIRUSAK. Sejumlah kontraktor melakukan aksi pengrusakan di Kantor Bupati Bulukumba di Jl Jenderal Sudirman, Rabu (1/6/2011) malam. Sejumlah pintu kaca dan jendela kaca hancur. Aksi pengrusakan itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.00 WITA. (Foto: Kompas.com/k23-11)

---------------

Kontraktor Ngamuk, Kantor Bupati Bulukmba Dirusak

Harian Ujunpandang Ekspres
Jumat, 03-06-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=66897

BULUKUMBA, UPEKS--Sejumlah kontraktor melakukan aksi pengrusakan di Kantor Bupati Bulukumba di Jl Jenderal Sudirman, Rabu (1/6/2011) malam. Sejumlah pintu kaca dan jendela kaca hancur. Aksi pengrusakan itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.00 WITA.

Pantauan Upeks di lokasi kejadian, Kamis (2/6) kemarin, kaca masih berserakan di lantai. Dua pintu utama blok Aula Kantor Bupati Bulukumba bagian belakang kacanya hancur.

Beberapa ruangan yang kacanya hancur adalah ruangan Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang), Euang Staf Bagian Ekbang, Ruang Unit layanan Pengadaan ULP) Barang dan Jasa, Ruang Kepala Bagian Keuangan, Ruang Staf Bagian Keuangan. Kaca papan pemungumuman proyek ULP juga ikut dihancurkan.

Sementara itu, di blok bagian depan beberapa ruangan jendela dan pintu kaca hancur. Di blok bagian depan ini, dua pintu utama yang terbuat dari kaca juga ikut dihancurkan. Termasuk, dua ruangan yang tidak jauh ruang kerja Asisten I juga ikut dipecahkan.

Tidak lama setelah kejadian itu, Wakil Bupati Bulukumba H Syamsuddin, datang ke Kantor Bupati Bulukumba. Wabup melihat dari dekat bekas-bekas pengrusakan pintu dan jendela kaca. Terutama, ruangan ULP barang dan jasa. Aksi pengrusakan ini dipicu ketidakpuasan kontraktor terhadap pengumuman tender proyek 2011.

Wabup Syamsuddin mengaku kecewa dengan aksi pengrusakan kantor bupati. Kalau ada yang salah, bukan kantor bupati yang salah. Terkait dengan ketidakpuasan kontraktor terhadap tender, Wabup Syamsuddin mengaku segera memanggil panitia tender.

Kepala Reserse dan Kriminal Polres Bulukumba, AKP Alimuddin, kepada wartawan, mengaku peristiwa pengrusakan kantor bupati terjadi pada malam hari sekitar pukul 19.00 WITA. Beberapa saat setelah kejadian, polisi langsung ke TKP, namun sudah tidak ada lagi orang yang ditemukan.

Namun disinyalir, pelaku pengrusakan kantor bupati adalah orang orang yang kecewa terhadap hasil pengumuman tender yang diumumkan sore hari.

Sementara itu, kepada wartawan, ketua Gabungan Pengusaha Konsruksi Indonesia (Gapensi) Bulukumba, HA Gunawan, menyebut panitia pelaksana tender adalah pihak yang harus bertanggungjawab. Gunawan meminta polisi mengamankan panitia tender karena dianggap penyebab terjadinya aksi pengrusakan.

Terkait Tender

"Diduga penyerangan ini ada kaitannnya dengan masalah tender sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Bulukumba. Kami belum tahu siapa pelakunya." jelas Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Bulukumba, Daud Kahal, saat mengecek sejumlah ruangan yang menjadi sasaran amuk massa.

Menurut Kahal, penyerangan itu perkirakan setelah azan Magrib, namun baru diketahui setelah pukul 20.00 Wita, saat salah seorang pegawai datang ke kantor bupati dan melihat pecahan kaca sudah berserakan.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja yang bertugas menjaga kantor bupati, lebih terfokus melakukan pengamanan di pos jaga dibagian depan sebelah.

Pelaku diduga masuk dari pintu samping sebelah kiri tanpa penjagaan petugas, sehingga mereka leluasa masuk dan merusak sejumlah kaca ruangan di bagian belakang. Aksi mereka rupanya tidak terdengar petugas jaga.

Menurut Ketua Asosiasi Bulukumba, Haji Gunawan, kasus penyerangan seharusnya tidak terjadi, jika Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan menepati janji kontrak politiknya saat pilkada. Saat itu Zainuddin berjanji akan menyerahkan proyek pembangunan dengan anggaran Rp 400 juta ke bawah kepada para kontraktor lokal.

Namun kenyataaannya, saat pengumuman pemenang tender proyek di sejumlah pembangunan dikeluarkan menjelang hari libur panjang ini, ternyata umumnya dimenangkan kontraktor yang berasal dari luar Kabupaten Bulukumba.

Polres Bulukumba yang menerima laporan terkait penyerangan kantor bupati tersebut, langsung turun tangan ke tempat kejadian perkara (TKP).

Di TKP polisi menemukan sepotong balok kayu yang terbungkus dengan selembar kertas pengumuman pemenang tender di sekitar pecahan kaca yang berserakan. Diduga potongan kayu yang yang digunakan untuk menghancurkan sejumlah kaca di kantor bupati itu terdapat sidik jari pelaku.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Legislator Bulukumba DPO Polda Jatim


DPO. Karena diduga terlibat pengangkutan kayu ilegal, salah seorang legislator di Bulukumba dari Partai Barisan Nasional (Barnas) Muhammad Amar Ma'ruf dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur. (Foto: int)

---------------------

Legislator Bulukumba DPO Polda Jatim

Harian Ujungpandang Ekspres
Jumat, 03 Juni 2011 |
http://www.fajar.co.id/read-20110602190619-legislator-bulukumba-dpo-polda-jatim

BULUKUMBA -- Karena diduga terlibat pengangkutan kayu ilegal, salah seorang legislator di Bulukumba dari Partai Barisan Nasional (Barnas) Muhammad Amar Ma'ruf dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Saat ini, anggota Polda Jatim sudah tiba di Bulukumba untuk melakukan pemanggilan paksa kepada Amar Ma'ruf. Penyebabnya, dua kali pemanggilan secara patut, tidak dipenuhi anggota Komisi A DPRD Bulukumba tersebut.

Amar Ma'ruf ditetapkan sebagai DPO dan menjadi tersangka setelah kayu sekira lima kontainer yang diangkut dari Bulukumba ke Surabaya ditahan anggota Kesatuan Penjagaan Pantai dan Pelabuhan (KP3) Polres Surabaya, April lalu.

Penetapan Amar Ma'ruf sebagai DPO dibenarkan Kapolres Bulukumba, AKBP Arief Rahman. Hanya saja, kata dia, Polres Bulukumba tidak terlibat secara langsung dalam kasus ini lantaran dugaan perbuatan pidananya terjadi di wilayah Polda Jatim.

Dia juga membenarkan bahwa penetapan DPO dilakukan karena tersangka sudah dua kali dipanggil namun tidak pernah memenuhi panggilan. Atas tindakan tersangka ini, Polda Jawa Timur kemudian memilih untuk menjemput tersangka di Bulukumba.

"Yah betul dia berstatus DPO Polda Jatim. Kayu yang dia angkut ke Surabaya ditangkap anggota KP3 Surabaya," ujar Arief Rahman, Kamis, 2 Juni 2011.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sampai saat ini, anggota Polda Jatim yang datang di Bulukumba belum menemukan tersangka, lantaran tidak diketahui dimana keberadaannya. Dia menghilang setelah mengetahui ada anggota Polda Jawa Timur yang datang di Bulukumba.

Meski begitu, konfirmasi berhasil didapatkan dari Amar Ma'ruf. Dia membantah telah dipanggil dua kali secara patut. Menurutnya, sampai saat ini dia baru sekali dipanggil penyidik Polda Jatim. Itu pun, kata dia, tanggal dan harinya salah, sehingga dia memutuskan untuk tidak menghadiri panggilan tersebut.

Ia bahkan menuding Polres Bulukumba yang mengeluarkan surat DPO secara tiba-tiba meskipun pemanggilan sebelumnya tidak dia hadiri karena dianggap cacat hukum. Atas kasus ini, ia menilai ada rekayasa yang sengaja dilakukan untuk menyudutkan dirinya.

"Pernah ada panggilan satu kali. Cuma tanggal dan harinya salah (cacat hukum). Dan tidak pernah ada panggilan susulan, tiba-tiba ada surat DPO Kapolres Bulukumba," demikian Amar Ma'ruf via pesan pendek yang dikirim kepada wartawan.

Dalam pesan tersebut, Amar Ma'ruf juga menegaskan bahwa kasus yang menimpa dirinya adalah rekayasa. Baginya, itu adalah kemunduran dalam penegakan hukum. Alasannya, prosedur pemanggilan dan penetapan dirinya sebagai DPO tidak mengindahkan aturan yang seharusnya dijalankan.

"Tolong disampaikan semua teman-teman media, prosedur yang salah dan kasus direkayasa," tulisnya.

Melalui nomor tersebut, FAJAR sempat menghubungi Amar lagi, namun tidak diangkat. Setelah beberapa kali dihubungi, nomor itu sudah tidak aktif. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Bupati Bulukumba Bayar PBB Rp 3,1 Juta


RUJAB BUPATI. Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan membayar PBB untuk rumah jabatan (Rujab) Bupati Bulukumba tahun 2011 sebesar Rp 3,1 juta lebih, pada Pekan Panutan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan 2011, di Aula Kantor Bupati Bulukumba, Senin (30/5/2011). Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga 6 Juni 2011. (Foto: Asnawin)
---------------


PBB Rujab Bupati Bulukumba Rp 3,1 Juta
- 16 Kades Setor PBB Rp 232 Juta


Harian Ujungpandang Ekspres
Rabu, 01-06-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=66803

BULUKUMBA, UPEKS--Pemkab Bulukumba bersama Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KP3) Bulukumba, menggelar kegiatan Pekan Panutan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 2011, Senin (30/5/2011). Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga 6 Juni 2011.

Kegiatan pekan panutan pembayaran PBB 2011 yang dibuka di Aula Kantor Bupati Bulukumba diawali oleh Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan yang membayar PBB untuk rumah jabatan (Rujab) Bupati Bulukumba. Jumlah PBB Rujab Bupati Bulukumba tahun 2011 ini Rp 3,1 juta lebih.

Selain Bupati Bulukumba, 16 kepala desa (Kades) juga membayar pajak. Total PBB dari 16 kades tersebut lebih dari Rp 232 juta. Di acara pekan panutan pembayaran PBB 2011, Pemkab Bulukumba menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bulukumba dalam rangka optimalisasi pencapaian target pajak, khususnya PBB.

Acara pembukaan pekan panutan pajak PBB 2011, berlangsung meriah. Bupati memberikan penghargaan kepada para camat, kepala desa dan masyarakat yang patuh dan disiplin dalam membayar PBB.

Zainuddin Hasan berjanji akan memberikan reward atau penghargaan bagi para pengelolah pajak yang dapat merealisasikan penagihan pajak sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Zainuddin juga meminta kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bulukumba, Herman yang turut hadir pada acara ini untuk melakukan pembinaan, koordinasi dan konsultasi secara intens kepada para pengelola pajak, khususnya para kolektor atau petugas penagihan yang ada di desa-desa, agar optimalisasi penerimaan PBB dapat tercapai sebesar Rp 3,7 miliar.

Sementara itu, Kepala Bidang Penagihan Dinas Pengeolaan Keuangan Daerah Bulukumba, Andi Mappaita, hingga bulan Mei ini realisasi penerimaan PBB sudah mencapai 40 persen dari target Rp 3,7 miliar. Mappaita berharap, dengan sisa waktu 1 semester kedepan, target penerimaan pajak dapat terealisasi secara optimal.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Selasa, 31 Mei 2011

DPRD Tolak PAW Ketua DPRD Bulukumba


DPRD BULUKUMBA. Rencana pergantian antarwaktu (PAW) ketua DPRD Bulukumba Andi Muttamar Mattotorang, akhirnya kandas di tengah jalan. DPRD Bulukumba gagal mengambil keputusan terhadap usulan Partai Golkar terhadap PAW ketua DPRD Bulukumba, dalam sidang paripurna DPRD, Senin (30/5/2011). (Foto: Asnawin)

----------

DPRD Tolak PAW Ketua DPRD Bulukumba

Harian Ujungpandang Ekspres
Selasa, 31-05-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=66726&jenis=Fokus

BULUKUMBA, UPEKS--Rencana pergantian antarwaktu (PAW) ketua DPRD Bulukumba Andi Muttamar Mattotorang, akhirnya kandas di tengah jalan. DPRD Bulukumba gagal mengambil keputusan terhadap usulan Partai Golkar terhadap PAW ketua DPRD Bulukumba, dalam sidang paripurna DPRD, Senin (30/5/2011).

Sidang paripurna DPRD yang dipimpin wakil ketua DPRD Bulukumba HA Edy Manaf (PAN) dengan agenda pengumuman PAW ketua DPRD, gagal mengambil keputusan karena tidak qourum. Hanya 18 anggota DPRD dari 40 anggota DPRD Bulukumba yang hadir.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) 16 Tahun 2010 tentang pedoman penyusunan tata tertib DPRD, paraipurna pergantian pimpinan DPRD sekurang-kurangnya dihadiri 2/3 dari jumlah anggota DPRD.

Sebelumnya, dalam rapat paripurna DPRD Bulukumba yang digelar Rabu (25/5) lalu, dengan agenda yang sama, DPRD Bulukumba juga gagal mengambil keputusan. Rapat paripurna juga tidak qourum. Sesuai dengan PP 16 tahun 2010 tersebut, DPRD Bulukumba sudah tidak dapat lagi melakukan rapat paripurna berikutnya dengan agenda PAW ketua DPRD Bulukumba.

Dengan demikian, usulan pergantian ketua DPRD Bulukumba Andi Muttamar Mattotorang, tidak dapat dilanjutkan alias berhenti.

"Sidang paripurna hari ini tidak qourum maka, sidang tidak dapat dilanjutkan. Karena tidak qourum, maka, ini akan menjadi bagian dari rekomendasi DPRD Bulukumba ke gubernur," kata Wakil Ketua DPRD Bulukumba HA Edy Manaf, sebelum menutup sidang.

Dalam sidang paripurna usulan PAW ketua DPRD Bulukumba, Edy Manaf didampingi wakil ketua DPRD Husbiannas Alsi (Demokrat). Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan bersama unsur muspida, serta para kepala SKPD. Dalam sidang paripurna PAW ketua DPRD Bulukumba kemarin berjalan panas dan alot. Ketua sidang sempat menskorsing sidang karena terjadi perdebatan.

Anggota DPRD Bulukumba Pahidin (PDK) ngotot sidang paripurna tetap dilanjutkan. Namun usulan Pahidin tersebut disanggah anggota DPRD Bulukumba lainnya. Anggota DPRD Andi Muragawali, menolak sidang paripurna dengan alasan tidak qourum dan bertentang dengan PP 16/2010. Alhasil, sidang paripurna kemudian ditutup oleh Edy Manaf dengan alasan tidak qourum.

Partai Golkar Sulsel mengusulkan PAW ketua DPRD Bulukumba Andi Muttamar. Golkar Sulsel menetapkan Hamzah Pangki, anggota DPRD Bulukumba, sebagai pengganti Muttamar. Usulan PAW tersebut ditengarai bermasalah dan tidak sesuai dengan PO Golkar 07/2010 serta PP 16/2010.

Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan, menyerahkan laporan keterangan pertanggung jawaban (LPKj) Bupati 2010, dalam sidang paripurna, Senin (30/5/2011).

Sidang paripurna dengan agenda penyerahan LKPj Bupati 2010, dipimpin wakil ketua DPRD Bulukumba Edy Manaf. DPRD Bulukumba juga membentuk panitia khusus (pansus) LKPj Bupati 2010. ()

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Masyarakat Kajang Minta HGU Lonsum Diukur Ulang


MASYARAKAT KAJANG. Pemuka adat Kajang menyentuhkan kakinya dengan besi panas untuk meyakinkan kejujurannya. Seratusan masyarakat Kajang, Bulukumba mengelar aksi demo di kantor bupati dan DPRD Bulukumba, Senin (30/5/2011). Aksi demo yang digelar terkait dengan hak guna usaha (HGU) PT Lonsum, produsen karet mentah. (FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/IP/1)

Minggu, 29 Mei 2011

Air Tergenang di Pusat Kota Bulukumba


GENANGAN AIR. Salah satu titik ruas jalan yang tergenang air di pusat Kota Bulukumba. Lokasi ini terletak di seputaran Taman Lingaran Phinisi di depan Rumah Jabatan Kapolres Bulukumba yang juga berdekatan dengan Kantor Bupati Bulukumba. Sejumlah jalan juga tergenang akibat drainase yag buruk. Gambar direkam, Minggu, 29 Mei. (Foto: Arman/Fajar)


Sumber berita gambar:
- http://www.fajar.co.id/read-20110529191753-legislator-diduga-terima-sppd-ganda/
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Foto-foto SD Negeri 97 Sampeang, Bulukumba


CERIA. Anak-anak, dimana pun berada selalu ceria. Keceriaan itu juga terlihat dari wajah murid-murid SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, seperti saat penulis berkunjung ke sekolah itu, Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin)




GEDUNG SEKOLAH. Salah satu gedung yang terdiri atas beberapa ruangan belajar SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, yang saya abadikan pada Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin)


MENGAJAR. Seorang guru sedang mengajar di salah satu ruangan kelas SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, seperti saat saya berkunjung ke sekolah itu, Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin)


POHON BESAR. Pohon-pohon besar dan rindang tampak menaungi salah satu gedung SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, seperti terlihat saat saya berkunjung ke sekolah itu, Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin)


MEMBERSIHKAN. Seorang murid kelas IV bernama Sufirah tampak membersihkan ruangan kelasnya sebelum pulang sekolah, di SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, seperti terlihat saat saya berkunjung ke sekolah itu, Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin).


RUANG KKG. Gedung ini sebenarnya dibangun sebagai Ruang Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus II Wilayah III Tingkat SD Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, tetapi karena tidak setiap hari digunakan, maka pihak pengelola SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, memfungsigandakan gedung ini sebagai Ruangan Perpustakaan Sekolah. (Foto: Asnawin)


FOTO BERSAMA. Sejumlah murid bersama guru olahraga SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, dengan senang hati menerima ajakan penulis untuk foto bersama saat saya berkunjung ke sekolah itu, Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin)


KEPALA SEKOLAH. Baso Aswar SPd MSi (46) sudah 23 tahun mengabdi sebagai guru Sekolah Dasar di Bulukumba. Pria kelahiran Erelebu, Kecamatan Bontotiro, 10 Januari 1967 ini telah mengantongi ijazah magister (S2) dan juga sudah empat tahun menjadi Kepala Sekolah d SD 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. (Foto: Asnawin)


SELAMAT DATANG. Sejumlah murid SD 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba ini seolah-olah mengucapkan selamat datang kepada penulis saat berkunjung ke sekolah itu, Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Hamid Rahman Resmi Pimpin Muhammadiyah Bulukumba


MASJID MUHAMMADIYAH. Pengurus Muhammadiyah, Aisyiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah Bulukumba, dilantik oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, di Kampus I STKIP Muhammadiyah Bulukumba, Sabtu (28/5/2011). Salah satu pusat kegiatan dakwah pengurus, anggota, dan simpatisan Muhammadiyah Bulukumba yaitu di Masjid Muhammadiyah, Jl M Sirfin Bulukumba. (Foto: Asnawin)

SD Negeri 97 Sampeang, Bulukumba


FOTO BERSAMA. Kepala sekolah dan guru SD Negeri 97 Sampeang, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, foto bersama di samping papan nama sekolah tersebut, Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin)

Banjir Bandang, Kendaraan Terjebak Macet


BANJIR. Sungai Tekolajae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, meluap membuat jalan trans propinsi yang menghubungkan delapan kabupaten terputus. Akibatnya puluhan kendaraan terjebak kemacetan yang panjang. (Foto: Kompas.com/k23-11)

-------------

Banjir Bandang, Kendaraan Terjebak Macet

K23-11 |
Benny N Joewono |
Minggu, 29 Mei 2011 |
http://regional.kompas.com/read/2011/05/29/14453024/Banjir.Bandang.Kendaraan.Terjebak.Macet/

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Hujan deras yang terus turun sejak malam hingga Minggu (29/5/2011) pagi membuat puluhan kendaraan terjebak di jalan lintas transprovinsi Kabupaten Bulukumba yang menghubungkan beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan bagian selatan.

Pantauan Kompas.com di lapangan, tidak sedikit kendaraan mobil ataupun sepeda motor yang berusaha menerobos derasnya air, yang menggenangi jalan poros Sinjai-Bulukumba tersebut, terpaksa mogok dan harus didorong dikarenakan mesin kendaraan terendam genangan air Sungai Tekolajae yang meluap di Kecamatan Gantarang.

Kemacetan yang sudah berlangsung selama lebih dari dua jam itu membuat para pengguna jalan tidak bisa berbuat banyak. Mereka terpaksa harus menunggu air hingga surut.

Hal tersebut dialami oleh Iwan, salah satu sopir angkutan umum.

"Sudah dua jam lebih saya menunggu, airnya belum juga surut. Saya tidak berani melewati banjir karena arusnya cukup kencang, banyak kendaraan yang mogok di tengah genangan banjir," katanya.

Tidak adanya jalan alternatif lainnya membuat antrean kemacetan semakin panjang. Pengguna jalan berharap pemerintah segera memperbaiki jalan yang merupakan satu-satunya yang menuju Kota Makassar.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Memilih Bertani, Meninggalkan Bangku Kuliah


Megarahman (46) bersama Iffah, salah seorang anaknya, di tangga rumahnya di Dusun Pangi-pangi, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Jumat, 20 Mei 2011. Pria kelahiran 15 Juni 1965 ini meninggalkan bangku kuliah pada semester akhir dan memilih menjadi petani demi menemani orangtuanya. (Foto: Asnawin)

Sabtu, 28 Mei 2011

Masjid Muhammadiyah Bulukumba


MASJID MUHAMMADIYAH. Tak banyak masjid di Indonesia yang memakai nama Muhammadiyah, tetapi pengurus, anggota, dan simpatisan Muhammadiyah di Bulukumba memberi nama Masjid Muhammadiyah pada masjid yang terletak di Jl M Sirfin, di pusat keramaian kota Kabupaten Bulukumba. Gambar ini direkam pada Kamis, 19 Mei 2011. (Foto: Asnawin)

Jumat, 27 Mei 2011

Trip To Tanjung Bira


TANJUNG BIRA. Kami sangat menikmati suasana di pantai Tanjung Bira, Bulukumba. Badan yang seharian capek setelah melakukan perjalanan berjam-jam dari Makassar ke Bulukumba terasa hilang entah kemana. Mungkin karena kami memang sudah lama merindukan suasana Tanjung Bira yang memang ternyata sangat indah dan sejuk.... (Foto: http://deebluezky.blogspot.com/)

Kamis, 26 Mei 2011

Lima Ruko di Bulukumba Hangus Dilalap Si Jago Merah


KEBAKARAN. Beginilah situasi dan kondisi beberapa jam setelah terjadinya kebakaran di kawasan pertokoan di Jalan Haji Andi Sultan, Bulukumba, hangus dilalap si jago merah, Kamis dini hari, 26 Mei 2011. Lima unit ruko yang terbakar itu adalah toko purnama, Toko Lotus, Toko Tanahberu, Apotik Panca Sakti, serta Rumah Makan Karya Saudara. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)

---------------

Lima Ruko di Bulukumba Hangus Dilalap Si Jago Merah

oleh Humas Bulukumba pada 26 Mei 2011
http://www.facebook.com/notes/humas-bulukumba/lima-ruko-hangus-dilalap-si-jago-merah/174970002560445

Lima rumah toko (Ruko) di kawasan pertokoan di Jalan Haji Andi Sultan, Bulukumba, hangus dilalap si jago merah, Kamis dini hari (26/5). Api melahap seluruh isi ruko yang terletak di kawasan pertokoan yang terletak di pusat kota Bulukumba.

Kawasan pertokoan yang terbakar itu tidak jauh dari kantor Bupati Bulukumba. Lima unit ruko yang terbakar itu adalah toko purnama, Toko Lotus, toko Tanahberu, Apotik Panca Sakti, serta Rumah Makan Karya Saudara.

Menurut saksi mata, api mulai melahap bangunan ruko sekitar pukul 01.30 Wita Kamis dini hari. Menurut Irfan, sepertinya api mulai terlihat diruko tanahberu, yang menjual alat-alat pancing serta sepeda. Api begitu cepat menjalar ke ruko didekatnya.

Begitu api mulai kelihatan, Irfan mengaku segera membangunkan pemilik ruko yang sudah tertidur lelap. Irfan tempat tinggalnya persis didepan tempat kebakaran, mengaku berusaha terus membangunkan pemilik ruko. Bahkan, diakui Irfan, ia ke bagian belakang ruko di rumah jabatan Kapolres Bulukumba AKBP Arif Rahman, membangunkan orang nomor satu di Polres Bulukumba itu.

Sekitar satu jam api membakar kawasan pertokoan itu, armada pemadam kebakaran dari Pemkab Bulukumba mulai datang. Mereka terus berusaha memadamkan api. Api terus menjalar membakar ruko yang ada didekatnya. Bantuan pun datang dari armada pemadam kebakaran dari Pemkab Bantaeng. Tim pemadam kebakaran berupaya agar api tidak terus membakar satu rumah tinggal milik H Syuaib dan satu unit ruko Matahari, milik Christ Thamrin. Upaya ini pun berhasil. Rumah milik H Syuaib dan ruko Matahari tidak dilalap sijago merah.

Api baru bisa dikendalikan sekitar pukul 05.00 Wita. Namun hingga siang kemarin, tim pemadam kebakaran masih terus memadamkan sisa-sisa api. Tidak diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Polisi belum bisa memastikan apakah kebakaran di kawasan pertokoan itu disebabkan arus pendek listrik atau penyebab lainnya.

Polisi sudah memasang garis polisi untuk kepentingan penyeledikan. Akibat kebakaran itu, kerugian ditaksir lebih dari Rp1,5 miliar. Selain itu, salah seorang warga keturunan yang diketahui bernama Herman (73), ditemukan tewas terpanggang. Herman adalah adalah pemilik ruko Tanahberu. Jasad Herman baru bisa diambil pagi hari. Jasad Herman kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Bulukumba.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kebakaran di Bulukumba Telan Satu Korban Jiwa


KORBAN JIWA. Kebakaran hebat melanda Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (26/5/2011) sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Selain enam rumah toko (ruko) di kompleks pertokoan, Jalan Andi Sulthan, habis terbakar, petugas kebakaran juga menemukan jasad seorang kakek bernama Herman (80). Tampak ketika petugas mengevakuasi jenazah Herman (80) yang kondisinya hangus terbakar. (Foto: k23-11/Kompas.com)

---------------

Kebakaran di Bulukumba Telan Satu Korban Jiwa

K23-11 | Glori K. Wadrianto |
Kamis, 26 Mei 2011
http://regional.kompas.com/read/2011/05/26/11175179/Kebakaran.Bulukumba.Telan.1.Korban.Jiwa

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Kebakaran hebat melanda Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (26/5/2011) sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Selain enam rumah toko (ruko) di kompleks pertokoan, Jalan Andi Sulthan, habis terbakar, petugas kebakaran juga menemukan jasad seorang kakek bernama Herman (80).

Herman ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan seluruh tubuh hangus terbakar sehingga nyaris tak bisa dikenali. Tubuh Herman terkapar di lantai satu ruko miliknya. Diduga, korban hendak menyelamatkan diri, tetapi terjebak dalam kobaran api di dalam rumahnya.

Sementara seorang petugas pemadam dari Kabupaten Bantaeng, Suherman, juga dilarikan ke rumah sakit. Tangan kanan Suherman tergores atap seng saat dia ingin membongkar serpihan atap yang bertumpuk di dalam ruko seusai pemadaman.

Selama dua jam, api baru dapat dijinakkan setelah petugas dari Kabupaten Bantaeng datang membantu petugas pemadam kebakaran Bulukumba yang terkendala alat selang semprot air sudah tua.

Hingga saat ini penyebab dan asal mula api belum diketahui. Aparat kepolisian Polres Bulukumba masih terus melakukan penyelidikan di sekitar tempat kejadian perkara.

Warga sangat menyayangkan kondisi peralatan milik Kabupaten Bulukumba yang sudah tidak layak pakai. Telah terjadi dua kasus kebakaran yang menimbulkan korban jiwa, tetapi tidak bisa ditangani sendiri oleh petugas kebakaran Bulukumba. Aparat selalu meminta bantuan dari tetangga kabupaten, seperti Bantaeng dan Sinjai, yang memiliki peralatan lebih bagus.

"Peralatan kebakaran milik Bulukumba sudah harus diganti. Kerja petugas akan sia-sia jika peralatan utama mereka belum diganti," ujar seorang warga, Rahman, kepada Kompas.com.

Salah satu petugas kebakaran Bulukumba, yang enggan disebut namanya, mengatakan, kerusakan peralatan sudah dikoordinasikan oleh kepala dinas pemadam kebakaran sejak 2009, tetapi sampai saat ini hampir seluruh peralatan yang ada belum diganti.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kejati Sulsel Periksa Anggota DPRD Bulukumba


ABDUL KAHAR MUSLIM. Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel akan memeriksa lima anggota DPRD Bulukumba terkait dengan dana pelayanan kesehatan di Bulukumba, Kamis, 26 Mei 2011. Kelima anggota DPRD Bulukumba yang akan dimintai keterangan oleh Kajati Sulsel adalah Abd Kahar Muslim, Amiruddin, Zulkiflie Saiye, HA Pangerang, serta Andi Tenri Allang.

------------

Kejati Sulsel Periksa Anggota DPRD Bulukumba

Harian Ujungpandang Ekspres
Kamis, 26-05-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=66528&jenis=Fokus

BULUKUMBA, UPEKS--Sejumlah anggota DPRD Bulukumba akan dimintai keterangan oleh Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel terkait dengan dana pelayanan kesehatan di Bulukumba. Sesuai dengan surat yang dikirim ke DPRD Bulukumba, Kejati Sulsel akan memeriksa anggota DPRD Bulukumba pada Kamis (26/5) atau hari ini.

Kelima anggota DPRD Bulukumba yang akan dimintai keterangan oleh Kajati Sulsel adalah Abd Kahar Muslim, Amiruddin, Zulkiflie Saiye, HA Pangerang, serta Andi Tenri Allang.

Rencana pemeriksaan anggota DPRD Bulukumba oleh Kejati Sulsel tertuang dalam surat bernomor R-364/R.3/Dek.3/05/2011 tertanggal 23 Mei 2011. Sekretaris DPRD Bulukumba HA Kurnyadi SH yang dikonfirmasi wartawan membenarkan rencana pemeriksaan anggota DPRD Bulukumba oleh Kajati Sulsel.

Kepada wartawan, Kurniady mengaku telah menerima surat dari Kajati Sulsel. Sementara itu, anggota DPRD Bulukumba yang namanya masuk dalam daftar yang akan dimintai keterangan adalah H Amiruddin. Politisi dari PSI itu siap memberikan keterangan kepada kejaksaan.

Sebelumnya, anggota DPRD Bulukumba lainnya, HA Pangerang, yang namannya juga masuk dalam daftar yang diperiksa oleh Kejati Sulsel mendesak agar Kejati Sulsel menuntaskan kasus dana kesehatan di Bulukumba. Apalagi, Kejati Sulsel sudah pernah memeriksa mantan Kadis Kesehatan Bulukumba Rusni Sufran dan Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Bulukumba Diahmarni Gandhis.

Kajati Sulsel memeriksa Rusni Sufran dan Diahmarni Gandhis terkait dengan dana pelayanan kesehatan tahun 2009 dan 2010. Dana tersebut disebut-sebut bermasalah. Dokter dan perawat di Bulukumba sebahagian dana jasa mereka belum dibayarkan hingga sekarang, padahal anggaran pelayanan kesehatan yang dianggarakan mencapai Rp4,6 miliar. Puncaknya, para dokter dan perawat melakukan mogok kerja karena uang jasa mereka tahun 2009 dan 2010 belum dibayarkan. ()

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Legislator Absen, Paripurna DPRD Bulukumba Batal


DPRD BULUKUMBA. Gara-gara belasan legislator absen, Rapat Paripurna DPRD Bulukumba dengan agenda penetapan Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki, menggantikan Andi Muttamar Mattotorang, Rabu 25 Mei 2011, terpaksa batal. Rapat dinyatakan tidak kuorum. Dari 40 anggota DPRD Bulukumba, hanya 18 orang yang hadir. Selebihnya, tidak masuk dengan alasan beragam. (Foto: Asnawin)

-----------------

Legislator Absen, Paripurna DPRD Bulukumba Batal

Harian Fajar, Makassar
Kamis, 26 Mei 2011
http://www.fajar.co.id/read-20110525190128-legislator-absen-paripurna-dprd-batal

BULUKUMBA -- Gara-gara belasan legislator absen, Rapat Paripurna DPRD Bulukumba dengan agenda penetapan Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki, menggantikan Andi Muttamar Mattotorang, Rabu 25 Mei 2011, terpaksa batal. Rapat dinyatakan tidak kuorum. Dari 40 anggota DPRD Bulukumba, hanya 18 orang yang hadir. Selebihnya, tidak masuk dengan alasan beragam.

Dari 22 anggota DPRD yang tidak hadir lima orang menyatakan izin dan 17 orang tanpa alasan yang jelas. Bahkan empat dari anggota Badan Kehormatan (BK) juga tidak muncul yakni Ketua BK H Bachri dan tiga anggotanya masing-masing, H Askar, H Masdar, dan Andi Mustiaman.

Ketidakhadiran lebih dari setengah anggota DPRD ini tidak hanya menunda penetapan ketua DPRD, tetapi juga menghambat dua agenda lainnya yang juga akan dilaksanakan kemarin. Yakni penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Bulukumba 2010 dan pembentukan pansus LKPj tersebut.

Padahal, pada saat yang sama semua pimpinan SKPD lingkup pemkab Bulukumba, bupati dan wakil bupati serta Muspida minus kepala Pengadilan Negeri (PN) Bulukumba sudah hadir memenuhi undangan sekretariat DPRD.

Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan usai rapat mengatakan, dengan adanya peristiwa itu, maka yang merasa kecewa adalah masyarakat Bulukumba. Sebab, banyak agenda yang tertunda apalagi semua pimpinan SKPD sudah meninggalkan tugasnya demimenghadiri paripurna.

"Saya cuma berharap pada saat dijadwalkan tidak seperti ini lagi. Karena ini tidak hanya sebatas menetapkan ketua DPRD tetapi juga paripurna penyerahan. Sengaja digabung agar efektif tetapi hasilnya begini. Anda lihat sendiri kan. Tapi intinya saya menghargai dan tidak mau mencampuri urusan DPRD. Kami dieksekutif adalah mitra," ujar Zainuddin.

Sementara itu, Wakil Ketua I yang juga pelaksana tugas (plt) Ketua DPRD Bulukumba, Andi Edy Manaf sebelum menutup sidang tersebut menyatakan bahwa kejadian itu menjadi cerminan legislator Bulukumba. Menurutnya, sangat tidak wajar rapat tertinggi yakni rapat paripurna tidak dihadiri anggota DPRD.

Bahkan dia sangat menyayangkan karena anggota BK yang seharusnya menegakkan kedisiplinan dengan menjaga tata tertib DPRD justru tidak hadir dalam paripurna tersebut.

"Silahkan Anda menilai dengan perilaku seperti ini," katanya.

Edi mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat di Badan Musyawarah (Bamus) untuk menetapkan jadwal kembali. Rapat tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Kamis, 26 Mei.

"Jadi nanti kalau dibuka dan tidak kuorum, maka akan diskorsing dulu untuk menunggu anggota DPRD yang belum hadir. Kalau nanti tetap saja tidak datang, maka sidang dilanjutkan. Itu sudah sesuai dengan tata tertib DPRD yang mengatur soal rapat paripurna. Jadi saya pastikan pada paripurna selanjutnya sudah tidak ada masalah lagi," tambah legislator PAN ini.

Aktivis Mengecam

Batalnya Rapat Paripurna DPRD Bulukumba mendapat kecaman dari aktivis dan perwakilan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Koordinator Kopel Bulukumba, Makmur Masda menilai bahwa itu adalah bentuk pembangkangan terhadap undang-undang.

Seharusnya, kata Makmur, anggota DPRD tetap hadir. Persoalan akan menolak atau tidak bisa dilakukan saat rapat paripurna digelar.

"Kalau seperti ini ibaratnya seperti tidak lagi menjunjung tinggi demokrasi. Aturannya dewan harus hadir dulu. Apalagi, kalau merasa lebih banyak yang menolak kan bisa hadir dan kemudian menolak dalam forum. Apa salahnya begitu," tegas Makmur.

Aktivis Aliansi Masyarakat Penegak Demokrasi, Musyafir menilai sikap dewan tersebut kekanak-kanakan. Musyafir bahkan mengecam sikap empat anggota Badan Kehormatan (BK) yang tidak hadir dalam rapat tertinggi DPRD ini.

"Bagaimana kalau dia yang akan memanggil, sementara dia sendiri yang melanggar. Kalau begitu lebih baik BK dibubarkan saja," ucap Musyafir yang juga hadir memantau perkembangan paripurna DPRD kemarin.

Salah seorang perwakilan eksekutif yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS), Ardi Yunus bahkan secara tegas memprotes aksi tidak hadir anggota DPRD dalam rapat paripurna. PNS yang bertugas sebagai pengawas Disdikpora di Kecamatan Bulukumpa ini menyatakan bahwa sangat tidak etis anggota DPRD mengundang eksekutif hadir namun ternyata justru tidak hadir. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

STKIP Muhammadiyah Bulukumba Kini Jadi Pilihan Pertama


STKIP MUHAMMADIYAH BULUKUMBA. Perguruan tinggi swasta yang ada di Kabupaten Bulukumba dan sekitarnya sudah cukup banyak. Khusus di Bulukumba, tercatat sudah ada lima PTS. Namun berdasarkan data dan fakta yang ada, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bulukumba kini telah menjadi pilihan pertama bagi calon mahasiswa baru di "Butta Panrita Lopi" dan sekitarnya. (Foto: Asnawin)

Rabu, 25 Mei 2011

Mantan Napi Masih Pimpin Rapat di DPRD Bulukumba


MANTAN NAPI. Hearing Komisi D DPRD Bulukumba dipimpin mantan narapidana (napi), Djuharta (depan baju coklat sedang bicara), Selasa, 24 Mei 2011. Djuharta tampil sebagai pimpinan sidang dan mengklaim diri sudah kembali menduduki jabatan Ketua Komisi D setelah dipenjara September, tahun lalu. Alasannya, sampai saat ini dirinya belum diberhentikan termasuk belum ada proses pemberhentian dari partainya. (Foto: Arman/Fajar)

--------------

Mantan Napi Masih Pimpin Rapat di DPRD Bulukumba
- Saat Hearing Komisi D dengan Kemenag Bulukumba


Oleh : Muhammad Arman
Harian Fajar, Makassar
Rabu, 25 Mei 2011 |
http://www.fajar.co.id/read-20110524194024-mantan-napi-masih-pimpin-rapat

BULUKUMBA -- Pemandangan berbeda sekaligus aneh kembali terlihat di gedung DPRD Bulukumba, Selasa, 24 Mei. Mantan terpidana korupsi, Djuharta terlihat hadir saat komisi D melakukan hearing dengan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bulukumba.

Bahkan Djuharta tampil sebagai pimpinan sidang dan mengklaim diri sudah kembali menduduki jabatan Ketua Komisi D setelah dipenjara September, tahun lalu. Alasannya, sampai saat ini dirinya belum diberhentikan termasuk belum ada proses pemberhentian dari partainya.

Mengetahui keterlibatan Djuharta dalam rapat tersebut, Koordinator Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Bulukumba, Makmur Masda langsung mengecam tindakan ini.

Menurutnya, apa yang dilakukan Djuharta adalah pelanggaran etika sekaligus tata tertib DPRD yang tidak membenarkan seorang mantan terpidana beraktivitas lagi. Makmur malah menyebut Djuharta seharusnya sudah diproses partainya atas kasus yang menyeret namanya.

"Itu aneh dan sangat tidak beralasan kalau dia pimpin rapat. Bagaimana caranya mau memimpin rapat kalau statusnya belum jelas," katanya.

Djuharta sudah divonis bersalah dan sudah menjalani pidana. Sesuai UU Nomor 27 tahun 2009 dan PP Nomor 16 Tahun 2010 sudah tidak ada jalan lagi bagi dia untuk hadir melakukan kerja-kerja seperti anggota DPRD lainnya.

"Saya heran kalau dia bertindak seperti itu," kecam Makmur, Selasa, 24 Mei 2011.

Makmur menegaskan, dirinya akan menyampaikan masalah ini pada partai yang menjadi kendaraan politik Djuharta yakni PKPI.

"Dia harus diproses karena itu adalah perintah undang-undang," tambahnya.

Djuharta yang ditemui usai memimpin sidang tidak banyak berkomentar. Dia hanya sempat menyatakan bahwa dirinya sudah mulai bertugas seperti biasanya. Termasuk dia mengklaim bahwa dirinya saat ini sudah mulai bekerja berdasarkan statusnya sebagai anggota DPRD Bulukumba.

"Iya saya sudah bertugas kembali, tidak usah diperdebatkanlah," katanya singkat.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Bulukumba, Andi Kurniady sudah menegaskan bahwa sebaiknya Djuharta tidak melakukan tindakan lebih dulu seperti anggota DPRD lainnya. Dia meminta Djuharta bersabar dulu sambil menunggu kepastian statusnya. Apalagi saat ini, kasus dirinya yang tidak diinginkan partainya untuk diganti melalui proses PAW sedang dikomunikasi baik kepada pemprov maupun pada Mahkamah Konstitusi.

Sementara itu, beberapa anggota Badan Kehormatan (BK) yang dihubungi Fajar tidak ada yang berhasil dikontak. Dua anggota BK masing-masing H Masdar dan H Askar HL nomornya aktif namun tidak diangkat. Hanya saja, jika merujuk pada pernyataan Ketua BK, H Bachri dia menyatakan bahwa dirinya tidak bisa berbuat banyak karena kasus Djuharta adalah hal yang berbeda. Alasannya, dia tidak diproses partainya selama ini.

"Makanya harus ada pihak yang keberatan baru bisa diproses," kata Bachri. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kapolres Bulukumba: Aco Hendak Menyerang Polisi


Kepala Kepolisian Resor Bulukumba AKBP Arief Rahman menjelaskan, Aco (38) terpaksa ditembak karena mencoba menyerang Briptu Syamsul dengan menggunakan senjata tajam badik, Selasa (24/5/2011) malam. Menurut polisi, ketika itu Aco bersama sembilan rekannya kedapatan hendak mencuri getah karet di lahan milik PT London Sumatera, Desa Ganta, Kecamatan Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

--------------

Kapolres Bulukumba: Aco Hendak Menyerang Polisi

K23-11 | Nasru Alam Aziz |
Kompas.com
Rabu, 25 Mei 2011 |
http://regional.kompas.com/read/2011/05/25/16245785/Kapolres.Aco.Hendak.Menyerang.Polisi

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Resor Bulukumba AKBP Arief Rahman menjelaskan, Aco (38) terpaksa ditembak karena mencoba menyerang Briptu Syamsul dengan menggunakan senjata tajam badik, Selasa (24/5/2011) malam.

Menurut polisi, ketika itu Aco bersama sembilan rekannya kedapatan hendak mencuri getah karet di lahan milik PT London Sumatera, Desa Ganta, Kecamatan Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Dari tangan pelaku, polisi menyita enam karung getah karet dan sebilah badik. Sementara pelaku dirawat di RSUD Sulthan Daeng Raja dan kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar.

Aco sendiri sedang mengambil getah karet di perkebunan itu atas permintaan Ambo, guru SD Sapanang, dengan upah Rp 50.000. Aco yang mengaku baru pertama kali masuk di wilayah perkebunan PT London Sumatera datang seorang diri. Saat hendak mengambil getah karet, tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah belakang. Tubuhnya tertembus peluru dari punggung hingga pundak dan menggores pipinya.

Muri, tokoh masyarakat yang berada di sekitar tempat kejadian, menceritakan, anggota Brimob yang sedang berpatroli melepaskan tembakan tiga kali saat melihat sekitar 10 orang berada di dalam kawasan perkebunan pada malam hari itu.

Sebelumnya diberitakan (http://regional.kompas.com/read/2011/05/25/11263441/Oknum.Brimob.Tembak.Seorang.Warga) bahwa seorang petani, Aco (38), dilarikan ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Sulthan Daeng Radja, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, setelah mengalami luka tembak di punggung tembus ke pundak dan menggores pipi kiri, Selasa malam (24/5/2011) sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Penembakan terjadi saat korban yang adalah warga Dusun Dangara, Desa Sapanang, Kecamatan Kajang, berada di area perkebunan pohon karet milik PT London Sumatra yang terletak di Desa Ganta, Kecamatan Kajang, pada malam hari.

Di rumah sakit, korban dengan suara lemah mengaku ditembak seorang pria berseragam polisi saat ia baru tiba di perkebunan karet untuk mengambil sisa getah karet kering. Kehadiran korban di dalam area perkebunan atas perintah salah seorang oknum guru SD Sapanang bernama Ambo. Ambo adalah residivis kasus curanmor. Aco diminta mengambil sisa getah karet dengan imbalan Rp 50.000.

"Saya cuma disuruh mengambil getah karet oleh Ambo dengan upah Rp 50.000. Saya langsung terjatuh ke tanah seusai ditembak. Saya baru mengetahui pria itu adalah polisi setelah mengangkat tubuh saya," ujar korban.

Karena luka tembak yang dialami korban terbilang parah, tim medis RSUD Sulthan Daeng Radja merujuk korban ke RS Bhayangkara Makassar sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Hal itu dilakukan setelah tim medis menjahit dua luka bekas proyektil agar aliran darah terhenti.

Sementara itu, Muhammad Rusli dari Bagian Humas PT London Sumatra, yang ditemui di rumah sakit, enggan memberikan keterangan terkait kasus ini. Dengan singkat Rusli hanya menjawab, saat itu anggota Brimob yang ditugaskan menjaga di area perkebunan sedang melakukan patroli karena marak pencurian getah karet.

"Maaf ya, saya lagi sibuk, saya harus urus administrasi korban. Marak sekali pencurian ternak, anggota Brimob memang sedang patroli," katanya singkat sambil pergi meninggalkan wartawan.

Data yang berhasil dihimpun di lapangan, kasus penembakan dengan menggunakan peluru tajam tersebut melibatkan seorang anggota Brimob, yakni Briptu RM, dari kesatuan Detasemen 'C' Pelopor Kabupaten Bone.

Sementara itu, laporan dari Polres Bulukumba juga mencatat, dalam sebulan terakhir, sudah tiga kasus pencurian getah karet berhasil diungkap. Adanya penembakan yang melibatkan oknum anggota Brimob itu dibenarkan oleh Muri, salah satu warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara.

Muri, kepada wartawan, mengaku mendengar suara tembakan sebanyak tiga kali di area perkebunan karet PT London Sumatra. Muri menjelaskan, saat penggerebekan, korban memang terlihat bersama rekan-rekannya yang berjumlah 10 orang lebih seperti hendak mencuri getah karet.

Namun, kesembilan rekannya berhasil melarikan diri saat dua anggota Brimob akan menangkap mereka. Karena berusaha kabur, anggota Brimob terpaksa melepaskan peluru ke arah para pelaku.

"Mereka mau mencuri getah karet. Dalam sebulan ini pencurian getah karet semakin marak. Secara kebetulan, anggota Brimob sedang patroli dan menangkap basah para pelaku," tegasnya.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Penyedap Rasa Sebabkan Ratusan Warga Bulukumba Gatal-gatal


Penyakit gatal menyerang ratusan warga Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Warga merasa resah dan takut karena diduga penyakit akan menular, terutama ke anak-anak. Penyakit yang belum diketahui jenisnya ini bahkan membuat tubuh anak-anak ditumbuhi luka bernanah. Menurut warga, gatal juga diikuti dengan rasa perih di tubuh. Parahnya, penyakit ini sudah menyerang hampir setahun. (Foto ilustrasi direkam dari abc.net.au)

--------------

Penyedap Rasa Sebabkan Ratusan Warga Bulukumba Gatal-gatal
- Telah Merenggut Nyawa Seorang Warga di Desa Bulo-Bulo


(Jabbar Bahring/SUN TV/ton)
Rabu, 25 Mei 2011
http://news.okezone.com/read/2011/05/25/340/460753/penyedap-rasa-sebabkan-ratusan-warga-bulukumba-gatal

BULUKUMBA- Penyakit gatal menyerang ratusan warga Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Warga merasa resah dan takut karena diduga penyakit akan menular, terutama ke anak-anak.

Penyakit yang belum diketahui jenisnya ini bahkan membuat tubuh anak-anak ditumbuhi luka bernanah. Menurut warga, gatal juga diikuti dengan rasa perih di tubuh. Parahnya, penyakit ini sudah menyerang hampir setahun.

Warga terpaksa membatasi pergaulan, bahkan dengan anggota keluarga sendiri, karena takut tertular.

Kondisi terparah dialami warga di Kelurahan Ballasaraja, Bulukumpa. Warga umumnya mengalami luka koreng dan bernanah. Warga Ballasaraja mengaku pernah memeriksakan diri ke puskesmas setempat, namun obat yang diberikan dokter tidak mempan.

Salah seorang warga Ballasaraja yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, sudah 6 bulan keluarganya terserang gatal-gatal. Meski sudah berobat ke puskesmas atau ke dokter, namun penyakit tak kunjung sembuh, malah semakin parah.

Tak sedikit warga kini lebih memilih mengobati gatal-gatal tersebut dengan ramuan-ramuan yang dibuat sendiri.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr Dian Wellyati, Rabu, 25 Mei 2011, menganggap penyakit tersebut hanya gatal biasa. Dia beralasan, gatal-gatal yang menimpa ratusan warga disebabkan terlalu banyak mengonsumsi penyedap rasa. Namun Dian tidak menyebut jenis penyedap rasa yang dimaksud.

Meski wabah gatal-gatal ini telah menyerang warga Bulukumpa hampir setahun lamanya, namun pemerintah setempat belum pernah melakukan penyuluhan ataupun tindakan konkret agar wabah tidak meluas.

Padahal, penyakit ini telah merenggut nyawa seorang warga di Desa Bulo-Bulo. Korban meninggal setelah disuntik petugas medis di puskesmas setempat.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Selasa, 24 Mei 2011

DPRD Bulukumba Bahas LKPj, Anggota Pansus, dan Pergantian Ketua


HAMZAH PANGKI. DPRD Bulukumba akan menggelar sidang paripurna dengan tiga agenda, Rabu (25/5) hari ini. Ketiga agenda tersebut adalah penyerahan LPKj bupati 2010, penetapan anggota pansus, serta pengumuman pergantian ketua DPRD Bulukumba yang saat ini dijabat Andi Mutamar Mattotorang. DPD Golkar Sulsel telah menetapkan Hamzah Pangki selaku penggaanti Andi Muttamar.

------------------

Hari Ini, DPRD Bulukumba Rapat Paripurna
- Bahas Tiga Agenda

Harian Ujungpandang Ekspres
Rabu, 25-05-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=66453

BULUKUMBA, UPEKS-DPRD Bulukumba akan menggelar sidang paripurna dengan tiga agenda, Rabu (25/5) hari ini. Ketiga agenda tersebut adalah penyerahan LPKj bupati 2010, penetapan anggota pansus, serta pengumuman pergantian ketua DPRD Bulukumba yang saat ini dijabat Andi Mutamar Mattotorang.

Undangan paripurna DPRD yang ditanda-tangani Wakil Ketua DPRD HA Edy Manaf, mendapat tanggapan beragam dari anggota DPRD Bulukumba.

Politisi PBB, Zulkiflie Saiye menandaskan, undangan tersebut bertentangan dengan PP 16/2010. Seharusnya, pergantian ketua DPRD tidak boleh dicampur aduk dengan agenda lain, seperti agenda LKPj APBD 2010 dan penetapan anggota pansus.

Selain itu, menurut Zulkiflie penetapan nama-nama anggota pansus LKPj bupati 2010 tidak diputuskan pada rapat paripurna, melainkan diserahkan ke masing-masing fraksi untuk mengusulkan siapa nama yang diajukan masuk sebagai anggota pansus lalu diparipurnakan.

Ditegaskan Zulkiflie, ada upaya oknum tertentu untuk mengganti Andi Muttamar.

"Ini sudah terlihat sebelumnya ada kekeliruan prosedur terkait soal penunjukan Hamzah Pangki sebagai ketua Fraksi. Buktinya, wakil ketua DPRD Bulukumba Edy Manaf menyurat ke ketua DPD II Golkar Bulukumba Zainuddin Hasan dengan alasan di tubuh fraksi Golkar terjadi dualisme kepemimpinan," terangnya.

Terkait dengan keputusan DPD Golkar Sulsel yang menetapkan Hamzah Pangki selaku penggaanti Andi Muttamar sebagai ketua DPRD Bulukumba, ditanggapi keras oleh poltisi PDP, HA Pangerang.

Kepada wartawan, Andi Pangerang, mengatakan pengganti Andi Muttamar yang ditunjuk DPD I Golkar Sulsel ternyata sedang berproses hukum. Hamzah Pangki berstatus tersangka dugaan pemalsuan tanda tangan. Berkas perkara Hamzah Pangki ini sudah ditangan Kejari Bulukumba. Bila mengacu kepada aturan yang ada, Hamzah Pangki sulit dilantik menjadi ketua DPRD Bulukumba sepanjang statusnya sebagai tersangka belum dicabut.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]