Selasa, 19 April 2011
Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba
PANTAI SAMBOANG. Kecamatan Bontotiro adalah salah satu dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Banyak objek wisata di kecamatan ini, antara lain Makam Dato Tiro, permandian alam Samboang, permandian alam Limbua. Kecamatan Bontotiro terdiri atas 12 kelurahan/desa.
------------------
Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba
Kecamatan Bontotiro adalah salah satu dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Banyak objek wisata di kecamatan ini, antara lain Makam Dato Tiro, permandian alam Samboang, permandian alam Limbua. Kecamatan Bontotiro terdiri atas 12 kelurahan/desa.
Makam Dato Tiro terletak di kecamatan bonto tiro. Maulana Abdul Jawad Khatib Bungsu adalah nama asli dari Dato Tiro. Beliau adalah salah seorang penyiar agama Islam pertama di Sulawesi Selatan.
Pantai Samboang terletak di Desa Eka Tiro Kecamatan Bonto Tiro. Panorama yang indah dan lekukan bibir pantai yang landai, serta terumbu karang yang tak jauh dari pantai, menjadikan Samboang berbeda dengan objek wisata pantai lainnya. Di tempat ini pula terdapat pulau kecil yang telah dihubungkan dengan titian sepanjang 20 meter. Bagi wisatawan yang gemar memancing di tempat inilah dapat menyalurkan hobby.
Permandian Alam Limbua terletak di Desa Hila-Hila Kecamatan Bonto Tiro, 1 Km dari Makam Dato Tiro. Permandian Alam Limbua ini mempunyai daya tarik tersendiri untuk dinikmati. Selain tempatnya yang dikelilingi pohon rindang dan siulan kicau burung, permandian ini juga menyatu dengan laut. Tempat ini juga memiliki keunikan yaitu airnya tetap tawar walaupun bercampur dengan air laut.
Kecamatan Bontotiro sekarang terdiri atas 12 kelurahan/desa, yaitu;
- 1. Kelurahan/Desa Batang ----------- (Kodepos : 92572)
- 2. Kelurahan/Desa Bonto Barua --- -- (Kodepos : 92572)
- 3. Kelurahan/Desa Bonto Bulaeng --- (Kodepos : 92572)
- 4. Kelurahan/Desa Bonto Marannu -- (Kodepos : 92572)
- 5. Kelurahan/Desa Bonto Tangnga -- (Kodepos : 92572)
- 6. Kelurahan/Desa Buhung Bundang - (Kodepos : 92572)
- 7. Kelurahan/Desa Caramming ------- (Kodepos : 92572)
- 8. Kelurahan/Desa Dwi Tiro --------- (Kodepos : 92572)
- 9. Kelurahan/Desa Ekatiro ----------- (Kodepos : 92572)
- 10. Kelurahan/Desa Pakubalaho ----- (Kodepos : 92572)
- 11. Kelurahan/Desa Tamalanrea ----- (Kodepos : 92572)
- 12. Kelurahan/Desa Tritiro ---------- (Kodepos : 92572). (asnawin)
Sumber;
- http://id.wikipedia.org/wiki/Bulukumba
- http://bulukumbatourism.com/index.php?option=com_content&view=article&id=5&Itemid=62
- http://bulukumbatourism.com/index.php?option=com_content&view=article&id=20&Itemid=61
- http://bulukumbatourism.com/index.php?option=com_content&view=article&id=50&Itemid=69
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]
Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba
TANJUNG BIRA. Bonto Bahari adalah salah satu dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia. Bonto Bahari berarti "tanah laut". Ada dua ciri khas sekaligus tempat wisata yang cukup terkenal di Kecamatan Bonto Bahari, yaitu Pantai Bira dan tempat pembuatan perahu phinisi.
----------------------
Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba
Bonto Bahari adalah salah satu dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia. Bonto Bahari berarti "tanah laut". Ada dua ciri khas sekaligus tempat wisata yang cukup terkenal di Kecamatan Bonto Bahari, yaitu Pantai Bira dan tempat pembuatan perahu phinisi.
Kecamatan Bonto Bahari terdiri atas delapan desa/kelurahan, yaitu:
- 1. Kelurahan/Desa Ara (Kodepos : 92571)
- 2. Kelurahan/Desa Benjala (Kodepos : 92571)
- 3. Kelurahan/Desa Bira (Kodepos : 92571)
- 4. Kelurahan/Desa Darubiah (Kodepos : 92571)
- 5. Kelurahan/Desa Lembanna (Kodepos : 92571)
- 6. Kelurahan/Desa Sapolohe (Kodepos : 92571)
- 7. Kelurahan/Desa Tanah Beru (Kodepos : 92571)
- 8. Kelurahan/Desa Tanah Lemo (Kodepos : 92571). (asnawin)
Sumber:
- http://id.wikipedia.org/wiki/Bonto_Bahari,_Bulukumba
- http://id.wikipedia.org/wiki/Bulukumba
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]
Bupati Bupati Bulukumba Dari Masa Ke Masa
Secara yuridis formal Kabupaten Bulukumba resmi menjadi daerah tingkat II setelah ditetapkan Lambang Daerah Kabupaten Bulukumba oleh DPRD Kabupaten Bulukumba pada 4 Februari 1960, dan selanjutnya dilakukan pelantikan bupati pertama, yaitu Andi Patarai pada 12 Februari 1960. Sejak saat itu sampai sekarang, Bulukumba telah dipimpin 11 bupati. (Foto: Asnawin)
-------------------------
Bupati Bupati Bulukumba Dari Masa Ke Masa
Peresmian Bulukumba menjadi sebuah nama kabupaten dimulai dari terbitnya Undang–Undang Nomor 29 Tahun 1959, tentang Pembentukan Daerah–daerah Tingkat II di Sulawesi yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba Nomor 5 Tahun 1978, tentang Lambang Daerah.
Akhirnya setelah dilakukan seminar sehari pada tanggal 28 Maret 1994 dengan narasumber Prof Dr H Ahmad Mattulada (ahli sejarah dan budaya), maka ditetapkanlah hari jadi Kabupaten Bulukumba, yaitu tanggal 4 Februari 1960 melalui Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 1994.
Secara yuridis formal Kabupaten Bulukumba resmi menjadi daerah tingkat II setelah ditetapkan Lambang Daerah Kabupaten Bulukumba oleh DPRD Kabupaten Bulukumba pada tanggal 4 Februari 1960 dan selanjutnya dilakukan pelantikan bupati pertama, yaitu Andi Patarai pada tanggal 12 Februari 1960.
Sejak saat itu sampai sekarang, Bulukumba telah dipimpin 11 bupati. Berikut daftar Bupati Bupati Bulukumba Dari Masa ke Masa:
1. Andi Patarai (12 Februari 1960 - 1966)
2. Andi Bakri Tandaramang (1966-1978)
3. Amien Situru (1978, Pjs)
4. HA Hasanuddin (1978-1980)
5. Malik Hambali (1980-1985)
6. HA Kube Dauda (1985-1990)
7. Andi Tamrin (1990-1995)
8. HA Patabai Pabokori (1995-2005)
9. AM Sukri Sappewali (2005-2010)
10. Azikin Solthan (2010, Plt)
11. Zainuddin Hasan (2010-2015). (asnawin)
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bulukumba
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]
Dikawal Polisi Bulukumba, Tersangka Curanmor Ikut UN
UJIAN NASIONAL. Seorang polisi Polres Bulukumba, Sulawesi Selatan melakukan penjagaan terhadap seorang peserta Ujian Nasional yang sedang mengikuti ujian. Peserta Ujian tersebut merupakan tersangka kasus pencurian motor di halaman RSUD Bulukumba, dua minggu lalu. (Foto: k23-11)
---------------------------
Dikawal Polisi Bulukumba, Tersangka Curanmor Ikut UN
Harian Kompas
K23-11 | Glori K. Wadrianto |
Selasa, 19 April 2011
http://regional.kompas.com/read/2011/04/19/09502686/Dikawal.Polisi.Tersangka.Curanmor.Ikut.UN
BULUKUMBA, KOMPAS.com — Seorang peserta ujian nasional, Edi Wahyudi, mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Resor Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa (19/4/2011).
Edi harus dikawal setelah melakukan tindak kejahatan. Ia tertangkap tangan mencuri sepeda motor pengunjung yang terparkir di halaman RSUD Bulukumba, dua minggu sebelum UN dilaksanakan.
Berbeda dengan peserta lainnya, Edi, yang merupakan keponakan salah seorang anggota Dewan di Bulukumba ini, harus mengikuti ujian dengan pengasingan. Ia mengerjakan soal di OSIS SMU Negeri 2, yang hanya berukuran 2 meter x 4 meter. Tak hanya itu, di sekitarnya ada lima anggota polisi yang menjaga.
Menurut wali kelas Edi, Sukmawati, ia sangat terkejut saat mengetahui ada siswanya yang ditangkap oleh polisi terkait kasus pencurian motor. Menurut Sukmawati, Edi merupakan anak pendiam di sekolah, bahkan tak pernah membuat onar. Bahkan, Edi kerap mengikuti organisasi kepramukaan.
Berdasarkan data yang diperoleh Kompas.com dari Polres Bulukumba, Edi tertangkap tangan setelah kembali beraksi di halaman RSUD Bulukumba. Sebelumnya, Edi berhasil menggondol salah satu sepeda motor tanpa pelat nomor polisi yang sedang terparkir di halaman rumah sakit. Dari tangan pelaku, polisi menyita sebuah sepeda motor hasil curiannya, yang saat ini masih diamankan di markas Polres.
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]
Dianggap Ganggu Ujian Siswa di Bulukumba, Konser ''Ungu'' Diprotes
BAND UNGU. Pasha Ungu (kiri) tampil di depan ribuan penggemarnya dalam salah satu konser di Jakarta. Konser grup band ''Ungu'' yang rencananya digelar di Stadion Mini Bulukumba, Selasa malam, 19 April 2011, diprotes sejumlah anggota masyarakat, terutama yang anaknya sedang mengikuti Ujian Nasional SMA dan sekolah sederajat. (Foto: KOMPAS/FIKRIA HIDAYAT)
Langganan:
Postingan (Atom)



