Tampilkan postingan dengan label berita ekonomi / bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita ekonomi / bisnis. Tampilkan semua postingan
Senin, 07 Oktober 2013
Bank Sulselbar Bulukumba Bangun Gedung Mewah
TIDAK REFRESENTATIF. Kantor Bank Sulselbar Cabang Bulukumba, yang terletak di Jl Sudirman 48, dinilai sudah tidak refresentatif lagi, apalagi dengan omzet triliunan rupiah. Foto ini diabadikan pada 28 Maret 2011. Bank Sulselbar Bulukumba kini tengah membangun gedung baru senilai Rp 4,7 miliar. (Foto: Asnawin)
Sabtu, 17 Desember 2011
PT Midi Utama Bangun Tiga Pasar Modern di Bulukumba
ALFAMIDI. PT Midi Utama Indonesia, akan membuka pasar modern di sejumlah tempat di kota Bulukumba. PT Midi Utama, tengah merampungkan pembangunan pasar modern yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan HA Sultan, serta Jalan Gajah Mada. (int)
Jumat, 28 Oktober 2011
40 Jenis Rokok Gunakan Cukai Palsu
Anggota DPRD Bulukumba, Zulkifli Saiye, menemukan penggunaan cukai palsu pada puluhan jenis rokok yang beredar di masyarakat. Penggunaan cukai palsu itu, tertera pada sekitar 40 jenis rokok dari berbagai merek. Setiap bungkus rokok yang menggunakan cukai palsu yang ditemukan itu, tertera 10 hingga 12 batang rokok. Namun setelah dibuka, jumlah batang rokok antara 16 hingga 20 batang.
Senin, 03 Oktober 2011
Potensi Pajak Burung Walet Rp 800 Juta
BURUNG WALET. Potensi penerimaan pajak dari usaha sarang burung walet, juga cukup menjanjikan bagi Pemkab Bulukumba. Produksi sarang burung walet setiap panen per triwulan antara 200 kilogram hingga 300 kilogram. Harga perkilogramnya berkisar antara Rp 8 hingga Rp 12 juta. Estimasi pendapatan daerah bila tarif pajaknya ditetapkan sebesar 10% dari harga satuan, maka potensi pendapatan daerah per tahun berkisar Rp 800 juta. (int)
Selasa, 30 Agustus 2011
Di Bulukumba, Daging Kuda Lebih Laris
Pedagang daging kuda di pasar tradisional Tanete, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin (29/8/2011). Satu hari jelang Lebaran, peminat daging kuda di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, lebih banyak dibandingkan dengan pembeli daging sapi atau daging kerbau. (Foto: Kompas.com/k23-11 )
Senin, 15 Agustus 2011
Pembangunan Mal Mega Zanur Langgar RUTR
MELANGGAR. Mal Mega Zanur yang diduga dibangun pada kawasan hijau di pertigaan jalan poros dari arah Sinjai menuju Bulukumba kota dan Pasar Sentral Bulukumba, sehingga melanggar Perda Tata Ruang. Kebijakan pembangunan mal ini dinilai semata-mata melihat potensi usaha, sehingga Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan tidak lagi melihat aturan sepanjang menguntungkan secara pribadi. (Foto: Arman/Fajar)
Sabtu, 13 Agustus 2011
Mal Mega Zanur Hanya Bermodal UKL-UPL
Sorotan terhadap pembangunan mal Mega Zanur milik Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan yang dicurigai tidak memiliki Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) akhirnya ditanggapi Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Bulukumba. KLH mengakui bahwa bangunan mal tersebut memang tidak memiliki dokumen Amdal. Bangunan tersebut hanya berdokumen Usaha Kelestarian Lingkungan (UKL) dan Usaha Pengendalian Lingkungan (UPL). (Foto: Asnawin)
Selasa, 24 Mei 2011
Mall Mega Zanur Bulukumba Mulai Dibangun
MALL DAN HOTEL. Pembangunan Mall dan Hotel Mega Zanur Bulukumba telah dimulai. Investasi pembangunan Mall dan Hotel yang berada dalam naungan PT Mega Zanur Group dan terletak di pertigaan Jl sam Ratulangi dan Jl Kusuma Bangsa Bulukumba itu, ditaksir bakal menelan anggaran sekitar Rp 35 milyar dengan kontruksi lima lantai. (Foto: Asnawin)
Selasa, 17 Mei 2011
Pembuatan Kapal Phinisi Terbengkalai
PHINISI. Keterbatasan dana membuat pembuatan sejumlah kapal phinisi dan kapal barang terbengkalai, di tepi pantai kawasan industri pembuatan kapal phinisi, di Desa Tanah Beru, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Warga tanah Beru menggunakan kapal phinisi yang terbengkalai sebagai tempat berlindung dari sinar terik matahari. (k23-11)
Sabtu, 23 April 2011
Priyo Wurianto Jabat Manajer PLN Bulukumba
PLN BULUKUMBA. GM PLN Sultanbatara, Ahmad Siang (kiri) menyerahkan Surat Keputusan pengangkatan Manajer PLN Cabang Bulukumba kepada Priyo Wurianto, di Ruang Rapim Lantai II Kantor Wilayah PLN Sultanbatara, Senin, 18 April 2011. Priyo Wurianto sebelumnya menjabat DM Komersil PLN Palembang. (Foto: http://www.pln.co.id/sulselrabar/)
Senin, 21 Maret 2011
Wabup Bulukumba Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLK Bulukumba, Kilat Guntur, mengatakan pelatihan ini akan berlangsung selama satu bulan. Sebanyak delapan paket kejuruan akan diberikan kepada peserta pelatihan, yaitu otomotif, listrik, elektronika, las listrik, busana, menjahit, bordir, serta pelatihan kejuruan perikanan air tawar dan peternakan unggas. (int)
Selasa, 22 Februari 2011
Warga Manyampa Demo PLN Bulukumba
Sejumlah warga dari Desa Manyampa, Kecamatan Ujungloe, berunjuk rasa di depan kantor PT PLN Panrita Lopi, Bulukumba, Senin, 21 Februari 2011. Komunitas warga Manyampa, meminta pihak PT PLN Panrita Lopi, menindak-lanjuti penyambungan listrik di SMP 6 Ujungloe, yang terletak di Desa Manyampa.
Senin, 21 Februari 2011
Ketua Kadin Bulukumba: Harus Ada Penguatan Kelembagaan
DISKUSI. Dari kiri, Ketua Umum Kadin Makassar Amirullah Abbas, Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto, Ketua Umum Kadin Sulsel Zulkarnain Arief, dan Wakil Ketua Umum Kadin Sulsel Zulkifli Gani Ottoh dalam diskusi dengan pengurus Kadin se-Sulsel, di Hotel Grand Clarion & Convention, Minggu, 20 Februari 2011. (Foto: Aswad Syam/Fajar)
Minggu, 13 Februari 2011
Polisi Gagalkan Keberangkatan 61 Calon TKI Ilegal
Aparat Kepolisian dari Polres Pelabuhan Makassar, Minggu (13/2), menggagalkan keberangkatan 61 calon tenaga kerja indonesia (TKI) ilegal, termasuk dari Kabupaten Bulukumba, yang rencananya akan berangkat dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/sa)
Minggu, 06 Februari 2011
Bulukumba Terima Bantuan PNPM Rp 7.725 Miliar
Pada peringatan Hari Jadi ke-51 Kabupaten Bulukumba, Menko Kesra Agung Laksono menyerahkan sertifikasi bantuan langsung masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri tahun 2011 sebesar Rp 7,725 Miliar, terdiri atas PNPM Mandiri Pedesaan sebesar Rp 7,5 miliar dan PNPM Mandiri Perkotaan untuk satu kecamatan sebesar Rp 2,25 juta.
Jumat, 04 Februari 2011
Kadin Sulsel Bawa Investor ke Bulukumba
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Selatan (Kadin Sulsel) H Zulkifli Gani Ottoh membawa pengusaha nasional Johnny Leonardy ke Kabupaten Bulukumba bertemu Bupati Bulukumba H Zainuddin Hasan, Kamis, 3 Januari 2011.
Bulukumba di Tangan Bupati Zainuddin Hasan
PENGGILINGAN BERAS. Rice Processing Complex (RPC) atau pabrik penggilingan beras modern telah dimulai pembangunannya di Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, yang ditandai peletakan batu pertama oleh Bupati Zainuddin Hasan, Kamis, 3 Februari 2011. Nilai invetasinya Rp 26 miliar dan RPC tersebut berkapasitas 100 ton per hari.
Minggu, 30 Januari 2011
Bulukumba Belum Siap Kelola BPHTB
Ketua DPD REI Sulsel Jamaluddin Jafar, mengatakan, penjualan perumahan di awal tahun ini hingga akhir Januari 2011 ini diproyeksi melambat. Pemicunya, pemerintah daerah tidak siap mengelola Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Yang siap hanya Makassar dan Gowa, sedangkan daerah lainnya seperti Bulukumba, Parepare di bulan ini tidak ada transaksi karena mereka belum siap.
-------------------------------
Bulukumba Belum Siap Kelola BPHTB
- Penerapan BPHTB Perlambat Penjualan Rumah
Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Jumat, 28-01-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=60492
MAKASSAR, UPEKS-- Penjualan perumahan di awal tahun ini hingga akhir Januari 2011 ini diproyeksi melambat. Ketua DPD Realestate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, Jamaluddin Jafar, kepada Upeks, mengatakan, hal itu dipicu ketidaksiapan pemerintah daerah mengelola Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
"Yang siap hanya Makassar dan Gowa, sedangkan daerah lainnya seperti Bulukumba, Parepare di bulan ini tidak ada transaksi karena mereka belum siap," katanya.
Aturan tersebut, lanjut Jamal, dianggap sangat merugikan para developer khususnya yang fokus menggarap perumahan di luar Makassar dan Gowa. Jamal mengeluhkan, jika penjualan rumah rata-rata mencapai 1.000 unit sebulan dengan beban BPHTB mencapai 5%, maka akan menimbulkan kerugian bagi pemerintah daerah dan para pengembang.
"Ini mulai membuat para anggota mengeluh dan resah dengan kondisi ini, karena selama Januari ini belum ada transaksi sama sekali yang hanya terkendala BPHTB," jelasnya.
Padahal, beber Jamal, penjualan rumah tahun ini ditarget bisa mencapai 17.000 unit dan angka itu telah mendapat dukungan dari BTN yang siap menyalurkan kreditnya. Selain itu dukungan dari PLN pun sudah memberikan respon positif dan siap menyukseskan target REI melalui pemenuhan listrik untuk perumahan.
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]
Bupati Bulukumba Limpahkan Kewenangan ke Camat
Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, menyerahkan sebagian kewenangannya kepada camat. Pelimpahan sebagian wewenang itu, untuk mendekatkan pelayanan publik ke masyarakat. Kewenangan yang dilimpahkan antara lain pengurusan SITU, HO, dan SIUP. (Foto: Arman/Fajar)
-------------------------------
Bupati Bulukumba Limpahkan Kewenangan ke Camat
- SITU dan SIUP Skala Kecil Diurus di Kecamatan
Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Jumat, 28-01-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=60572
BULUKUMBA, UPEKS--Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, menyerahkan sebagian kewenangannya kepada camat. Pelimpahan sebagian wewenang itu, untuk mendekatkan pelayanan publik ke masyarakat.
Kewenangan bupati yang dilimpahkan kepada camat, yaitu pengurusan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Izin Gangguan (HO) untuk golongan empat dan lima, serta Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau usaha modal Rp100 juta ke bawah.
Pelimpahan sebagian kewenangan Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, tertuang dalam peraturan bupati Nomor:kpts.45/XII/2010 tentang pelaksanaan tugas-tugas umum pemerintahan kecamatan dan pelimpahan sebagian kewenagan bupati kepada camat.
Pelimpahan kewenangan secara resmi, berlangsung di ruang rapat bupati yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Bulukumba, HA Untung AP, Kamis, 27 Januari 2011. Hadir para camat dalam rapat pelimpahan kewenangan kemarin. Turut hadir, Kadis Pengelolaan Keuangan, Andi Nurdiana, Kepala Inspektorat, A Syafrul Patunru, serta Kabag Hukum, Ali Saleng.
Sekda Bulukumba, HA Untung AP mengatakan, pelimpahan pengurusan perizinan kepada camat dapat mencegah terjadinya pemalsuan surat izin, oleh karena camat serta kepala desa dan lurah, sangat mengetahui persis masyarakatnya apabila melakukan pengurusan izin.
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]
Bulukumba akan Bangun Industri Pengolahan Ikan
Dirjen Produksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan Perikanan Prof Dr Martani Huseini, mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan Bulukumba menjadi kawasan pengembangan kelautan perikanan dengan membangun industri pengolahan ikan, dan pusat pembuatan perahu tangkap ikan.
---------------------------------
Bulukumba akan Bangun Industri Pengolahan Ikan
Laporan Wartawan Tribun Timur.com, Syamsul Bahri
Jumat, 28 Januari 2011
http://www.tribunnews.com/2011/01/28/bulukumba-akan-bangun-industri-pengolahan-ikan
TRIBUNNEWS.COM, BULUKUMBA --- Pelabuhan Leppe’e di Bulukumba ditargetkan menjadi kawasan pengembangan kelautan perikanan dengan pembangunan industri pengolahan ikan, dan pusat pembuatan perahu tangkap ikan.
Demikian dijanjikan Dirjen Produksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan Perikanan Prof Dr Martani Huseini, saat berkunjung ke Bulukumba, Jumat (28/1/2011). Kunjungan Martani ke wilayah itu dalam rangka survey lapangan melihat langsung potensi kelautan dan perikanan Bulukumba.
Dalam kunjungannya, Martani didampingi Kadis Perikanan, Hasyim dan Asisten II, Nurdin Raja dan Direktur Pengolahan Hasil Perikanan Dr Santoso. Mereka mendatangi Pelabuhan Leppe’e dan berdialog langsung dengan para nelayan tangkap yang sementara mangkal di pelabuhan.
Martani juga mengunjungi kawasan pembuatan perahu Tanah Beru dan Pelabuhan Tanjung Bira. Martani menilai, letak geografis dan data perikanan kelautan Bulukumba, sangat potensial untuk dikembangkan.
Karena itu, demikian Martani, kementerian akan menargetkan Bulukumba menjadi kawasan pengembangan kelautan perikanan dengan membangun industri pengolahan ikan, dan pusat pembuatan perahu tangkap ikan.
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]
Langganan:
Postingan (Atom)
















