Tampilkan postingan dengan label Berita Kependudukan / Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Kependudukan / Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 November 2015
Sabtu, 08 Februari 2014
Upaya Pengakuan Hak Lahan bagi Masyarakat Adat Secara Global Melemah
SUKU KAJANG. Wilayah adat Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah Bulukumba, tengah membahas perda masyarakat adat demi memberikan kepastian wilayah adat. (Foto: Christopel Paino)
Jumat, 27 Desember 2013
Belajar Melestarikan Alam Dari Kearifan Lokal Masyarakat Suku Kajang, Bulukumba
Di tengah maraknya eksploitasi hutan yang tidak bijak, hal menarik melihat praktek masyarakat sebagai kearifan lokal suku Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, masih memberikan secercah harapan akan suatu lingkungan yang lestari. Meskipun tanpa pengetahuan formal, mereka tahu bagaimana cara berinteraksi dengan lingkungan hidup. Lingkungan diperlakukannya tidak sebagai hal yang patut dieksploitasi, melainkan sebagai pendamping hidup dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Jumat, 15 November 2013
Mengintip Hutan Kemasyarakatan di Bangkeng Buki’ Bulukumba
Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Hutan Buki' Indah, Bulukumba yang diinisiasi pemerintah daerah setempat, cukup efektif meredam konflik antara pemerintah dan warga. HKm ini dianggap mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat Sekaligus kami bisa menjaga hutan. Apalagi, kini sudah terbit izin pemanfaatan hutan dari pemerintah. (Foto: Wahyu Chandra)
Jumat, 27 September 2013
Bulukumba Rawan Bencana, Masyarakat Perlu Waspada
RAWAN BENCANA. Kepala BPBD Provinsi Sulsel, Syamsibar (tengah), memberikan pengarahan dan penjelasan, pada acara Penilaian Kapasitas Lokal dalam Pengurangan Resiko Bencana, di Hotel Agri, Bulukumba, Kamis, 26 September 2013. Kegiatan tersebut diikuti unsur TNI, SKPD, Camat, Lurah, dan Kepala Desa. (ist)
Rabu, 25 September 2013
Orang Jepang Survei Perilaku Hidup Bersih Orang Bulukumba
Sebanyak 10 orang Jepang akan datang ke Bulukumba untuk melakukan survei terhadap perilaku hidup bersih dan sehat orang Bulukumba, kesehatan ibu dan anak, serta indikator gizi masyarakat Bulukumba. Untuk menjadi relawan, orang Jepang tersebut dilatih bahasa Indonesia selama 70 hari, dan disyaratkan untuk tidak boleh memakai sepeda motor, meski itu hanya dibonceng. Mereka hanya dibolehkan memakai sepeda dan mobil angkutan umum. (int)
Minggu, 07 Agustus 2011
Hutan Kemasyarakatan Bulukumba 2.265 Hektar
HUTAN KEMASYARAKATAN. Masyarakat Kabupaten Bulukumba patut bersyukur, oleh karena pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan menetapkan areal kerja Hutan Kemasyarakatan seluas 2.265 hektar dari total luas hutan Bulukumba seluas 8.453 hektar. Penetapan ini sesuai dengan SK Menteri Kehutanan RI Nomor SK.363/Menhut-II/2011 yang diterima langsung Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan, di Mataram pada medio Juli 2011. (int)
Senin, 06 Juni 2011
Bulukumba Raih Piagam Adipura 2011
ADIPURA. Pemkab Bulukumba dipastikan meraih Piagam Adipura 2011 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Piagam adipura adalah sebuah penghargaan kepada daerah yang ikut serta dalam pembangunan di bidang lingkungan hidup.
---------
Bulukumba Raih Piagam Adipura 2011
Harian Ujungpandang Ekspres
Senin, 06-06-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=66927
BULUKUMBA, UPEKS--Pemkab Bulukumba dipastikan meraih Piagam Adipura 2011 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Piagam adipura adalah sebuah penghargaan kepada daerah yang ikut serta dalam pembangunan di bidang lingkungan hidup. Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan telah menyampaikan informasi mengenai kepastian Bulukumba yang akan mendapat piagam adipura.
Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Bulukumba Muhammad Daud Kahal, Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan akan menerima piagam adipura bersama Bupati Bupati Barru.
Penyerahan piagam adipura akan dilakukan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup di Balai Sidang Senayan, Jakarta.
"Ini adalah sebuah prestasi sejak Kabupaten Bulukumba menjadi daerah otonom 51 tahun lalu," terang Kabag Humas Bulukumba Daud Kahal, via pesan singkat, Sabtu (4/6/2011).
Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan dijadwalkan akan menerima langsung piagam adipura tersebut. Menurut Daud Kahal, Bupati Zainuddin Hasan mengaku apa yang telah dicapai merupakan berkat upaya dan kerja keras semua pihak baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak.
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]
Kamis, 31 Maret 2011
Hutan di Bulukumba Terancam Gundul
HUTAN GUNDUL. Hutan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, terancam gundul akibat penebangan liar yang diduga dimuluskan oknum-oknum aparat desa dengan imbalan uang. Hal itu diungkapkan Kepala Sub Perlindungan dan Observasi Sumber Daya Hutan Bulukumba Abdul Rahim di Bulukumba, Jumat, 1 April 2011. (Foto: liputan6.com)
-----------------------
Hutan di Bulukumba Terancam Gundul
http://berita.liputan6.com/sosbud/201104/327251/hutan_di_bulukumba_terancam_gundul
01/04/2011
Liputan6.com, Bulukumba:
Hutan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, terancam gundul akibat penebangan liar yang diduga dimuluskan oknum-oknum aparat desa dengan imbalan uang. Hal itu diungkapkan Kepala Sub Perlindungan dan Observasi Sumber Daya Hutan Bulukumba Abdul Rahim di Bulukumba, Jumat, 1 April 2011.
Menurut dia, anggaran untuk pengawasan hutan di Bulukumba sangat sedikit, hanya Rp 60 juta per tahun. Sementara tingkat pengawasan hutan dengan luas 8.453 hektare ditaksir membutuhkan anggaran paling sedikit Rp 250 juta per tahun. Bila hal ini terus dibiarkan, perambahan hutan akan terus dilakukan para penebang, apalagi diduga aparat desa memuluskan langkah mereka.
Saat ini sudah ada enam kasus perambahan hutan yang masuk pengadilan, kemudian disusul 40 kasus lainnya untuk para penebang lokal yang menebang pohon di wilayah sempadan DAS Sungai Palantieng Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba. Namun, lagi-lagi ia mengeluhkan biaya operasional dan penuntasan kasus tersebut harus kandas di tengah jalan akibat keterbatasan anggaran.
Ia menambahkan, beberapa oknum kepala desa diduga telah melakukan "jual beli" lahan untuk dijadikan praktik illegal loging, dan setelah pohon habis lalu dijadikan perkebunan sehingga dengan mudah mendapat cara agar Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) dari hasil perambahan hutan tadi dibayar masyarakat yang berkebun di areal tersebut.
"Bukan rahasia lagi, rata-rata kepala desa bekerja sama dengan pengusaha sengaja menebang pohon di hutan lalu dijadikan perkebunan, padahal modusnya menjual hasil hutan," tandasnya. Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan mengatakan akan berbicara khusus terkait adanya keluhan tentang minimnya anggaran Dinas Kehutanan.(ADO)
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]
Tim Bank Dunia Kunjungi Bulukumba
BANK DUNIA. Tim Bank Dunia yang dipimpin Tanazisochi Lase bertemu dengan Bupati Bulukumba, di ruang kerja Bupati Bulukumba, Kamis, 31 Maret 2011. Mereka mengunjungi Bulukumba dalam rangka melihat langsung pelaksanaan Implementation Support Mission Program Pamsimas periode Maret 2011. (Foto: RCA News)
---------------------------
Tim Bank Dunia Kunjungi Bulukumba
Radio Cempaka Asri, Bulukumba
Kamis, 31 Maret 2011
http://www.rca-fm.com/2011/03/tim-bank-dunia-kunjungi-bulukumba.html
Bulukumba, RCAnews - Tim Bank Dunia yang dipimpin Tanazisochi Lase mengunjungi Bulukumba dalam rangka melihat langsung pelaksanaan Implementation Support Mission Program Pamsimas periode Maret 2011. Selain Tanazisochi yang juga selaku Satker pamsimas Pusat, turut dalam rombongan Enrico Rahadi, Purnomo Susantyo, dan Patricia Sonata.
Kunjungan tim Bank Dunia, Kamis, 31 Maret 2011 itu mengagendakan kunjungan lapangan di lokasi Hiba Insentif Desa (HID) di Desa Bontobulaeng, Kecamatan Bulukumpa, dan selanjutnya melakukan audiensi dengan Bupati Bulukumba di kantor Bupati.
Bersama para satker, tim bank dunia melaporkan perkembangan implementasi pelaksanaan pamsimas yang dilaksanakan di beberapa tempat. Selain di Bulukumpa, juga tersebar di kecamatan lain antara lain di Kecamatan Bontobahari dan di Kecamatan Ujung Loe. Proyek-proyek di antaranya proyek air bersih dan sanitasi yang dikerjakan selama tahun 2008, 2009 dan 2010.
Sementara itu Bupati Bulukumba meminta agar dalam pelaksanaan proyek, perlu dilakukan pengawasan yang ketat, sehingga kualitasnya bisa dipertanggungjawabkan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka waktu yang lama. (rca/ik)
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]
Selasa, 29 Maret 2011
Bulukumba Target 16.933 Peserta KB Baru
Pemkab Bulukumba menindak-lanjuti “Komitmen Kinerja” antara BKKBN Provinsi Sulsel dimana pada tahun ini Bulukumba diberikan target perkiraan permintaan masyarakat (PPM) sebanyak 16.933 peserta KB baru yang akan dijabarkan ke tingkat kecamatan, desa dan kelurahan, dusun dan lingkungan, serta RT.
--------------------------
Bulukumba Target 16.933 Peserta KB Baru
Jajaran Pemerintah Kabupaten Bulukumba mendukung program Keluarga Berencana yang sudah berjalan kurang lebih 41 tahun.
Pemkab Bulukumba juga menindak-lanjuti “Komitmen Kinerja” antara BKKBN Provinsi Sulsel dimana pada tahun ini Bulukumba diberikan target perkiraan permintaan masyarakat (PPM) sebanyak 16.933 peserta KB baru yang akan dijabarkan ke tingkat kecamatan, desa dan kelurahan, dusun dan lingkungan, serta RT.
''Kami juga mengaktifkan kelompok kegiatan (Poktan) di setiap desa, kelurahan, kecamatan, dan terakhir membentuk sarana pelayanan BARUGA SAYANG di setiap kecamatan,'' kata Wabup Bulukumba, Syamsuddin, pada pembukaan Rakerda Pembangunan Kependudukan dan KB Nasional Kab. Bulukumba Tahun 2011, di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Selasa, 29 Maret 2011.
Hadir dalam rapat ini adalah utusan dari BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala BPPKB Bulukumba, Ketua PD-IBI Bulukumba, dan beberapa pejabat Pemkab Bulukumba pada dinas terkait.
Forum Rakerda Pembangunan Kependudukan dan KB Nasional Kabupaten Bulukumba tahun 2011 ini bertujuan untuk mengevaluasi dan melihat perkembangan program KB dalam kurun waktu satu tahun kemarin dan sekaligus menyusun rencana program ke depan dengan merumuskan program strategis yang akan menjadi kesepakatan operasional dengan mitra kerja.
Kepala BKKBN Provinsi Sulsel dalam sambutannya mengatakan masalah pertambahan penduduk yang tidak terkendali adalah masalah yang utama, sehingga pemerintah mengharapkan program KB nasional ini untuk menjadi perhatian kita bersama sehingga dapat menekan laju penduduk dan meningkatkan kualitas penduduk Indonesia.
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]
Rabu, 23 Maret 2011
Kecil Kemungkinan Bulukumba Raih Adipura
CIRI KHAS. Inilah salah satu ciri khas Kabupaten Bulukumba. Jika melihat gambar taman bundaran kota yang di tengah-tengahnya terdapat tiruan perahu phinisi, maka orang akan langsung menyebut bahwa taman phinisi itu berada di pusat kota Kabupaten Bulukumba. Tahun 2011 ini, Bulukumba kecil kemungkinan meraih penghargaan Adipura. (Foto: Asnawin)
--------------------------
Kecil Kemungkinan Bulukumba Raih Adipura
BULUKUMBA, 23 Maret 2011.
Hasil verifikasi tahap pertama yang dilakukan oleh tim penilai dari provinsi, Kabupaten Bulukumba masih berada pada peringkat ke-16 dari 18 kota kategori sedang di Sulawesi Selatan, sehingga Bulukumba masih diragukan alias kecil kemungkinan meraih penghargaan Adipura 2011.
Informasi tersebut diungkapkan Anwar Latif, utusan Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulsel saat tampil sebagai pembicara didampingi Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Bulukumba, Pasakai, pada acara Sosialisasi Adipura, di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Selasa, 22 Maret 2011.
“Olehnya itu, prioritas kerja yang mesti dilakukan dalam beberapa bulan ke depan adalah melakukan pembersihan drainase pada area perumahan, penanaman pohon peneduh, serta tersedianya tempat sampah di depan rumah-rumah warga,” kata Anwar Latif.
Asisten III Setda Bulukumba, Andi Bau Amal saat memberikan sambutan pembukaan acara sosialisasi, mengatakan, mewujudkan kota yang bersih dan sehat bukanlah hal yang mudah, karena selain harus ada komitmen dari pemerintah, juga dibutuhkan kesadaran dan partisipasi dari masyarakat untuk bersama-sama menciptakan dan menjaga kebersihan kota.
Dia menekankan kepada seluruh peserta, khususnya para Lurah se-Kecamatan Ujung Bulu, para kepala sekolah, BUMN, serta instansi terkait, untuk serius menindaklanjuti hal-hal yang menjadi rekomendasi kerja dari sosialisasi Adipura ini.
''Optimalisasi peran dan dukungan semua pihak menjadi hal penting agar Kabupaten Bulukumba bisa meraih penghargaan Adipura tahun ini,'' tandas Bau Amal. (win/r)
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]
Sabtu, 19 Februari 2011
Seminar: Bulukumba Menuju Tata Lingkungan Sehat dan Bersih
Selatan Culture Institute (SCI), sebuah organisasi pemberdayaan lingkungan hidup di Sulawesi Selatan, akan menggelar seminar sehari pendidikan lingkungan hidup dengan tema "Menuju Tata Lingkungan Yang Sehat dan Bersih", di Gedung Juang '45 Bulukumba, mulai pukul 09.00 wita, Kamis 24 Februari 2011.
---------------------------
Seminar: Bulukumba Menuju Tata Lingkungan Sehat dan Bersih
Radio Cempaka Asri, Bulukumba
Jumat, 18 Februari 2011
http://www.rca-fm.com/2011/02/bulukumba-menuju-tata-lingkungan-sehat.html
Bulukumba, RCAnews - Selatan Culture Institute (SCI), sebuah organisasi pemberdayaan lingkungan hidup di Sulawesi Selatan, akan menggelar seminar sehari pendidikan lingkungan hidup dengan tema "Menuju Tata Lingkungan Yang Sehat dan Bersih", di Gedung Juang '45 Bulukumba, mulai pukul 09.00 wita, Kamis 24 Februari 2011.
Seminar diadakan sebagai bagian dari program optimalisasi penyadaran dan kampanye lingkungan hidup yang bersih dan sehat bagi masyarakat Bulukumba. SCI menggandeng RCA 102,5 FM Bulukumba sebagai media partner dan didukung oleh Pemkab Bulukumba sebagai salah satu pihak fasililtator. Beberapa lembaga lainnya juga ikut andil menjadi sponsor yaitu Jaringan Pergerakan Rakyat (Jipek) Bulukumba dan Geo Green Institute Bulukumba.
Ketua panitia seminar, Arie M Dirganthara mengatakan, seminar sehari ini menyasar target audiens yang berasal dari berbagai kalangan terutama pegawai, pendidik, dan mahasiswa sebagai kelompok yang dinilai mampu melanjutkan kampanye di lingkungan mereka masing-masing.
Fasilitas seminar berupa snack, lunch dan sertifikat. Seminar bertopik lingkungan ini menghadirkan pembicara staf ahli Kementerian Lingkungan Hidup Provinsi Sulsel, Anis Kurniawan SS MA, dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bulukumba, Andi Akbar Amir SSos.
Penanggung jawab acara seminar, Tengku Firmansyah mengatakan, seminar ini bisa dikatakan sebagai refleksi atas berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia dan telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup.
"Sesuai dengan program dari SCI yakni upaya-upaya preventif dengan menyadarkan masyarakat untuk berlaku hidup sehat, berlaku hidup bersih dan berlaku sesuai dengan pola kesehatan," katanya.
Formulir pendaftaran dapat diperoleh di studio RCA 102,5 FM, Jl. Pepaya No.1 Bulukumba. Informasi selengkapnya bisa menghubungi contact person 08884217968 (Arie), 081343746445 (Aras), atau 085255662009 (Basran). Seminar ini terbuka untuk umum. (rca/ik)
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]
Minggu, 13 Februari 2011
CPNS Bulukumba Diwajibkan Tanam Pohon
TANAM POHON. Sebanyak 228 Calon Pegawai Negeri Sipil dan 328 PNS yang akan disumpah, diwajibkan menanam pohon sebelum menerima surat keputusan (SK) dan mengikuti penyumpahan yang akan dilaksanakan, Jum'at, 11 Februari 2011. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)
---------------------------
CPNS Bulukumba Diwajibkan Tanam Pohon
BULUKUMBA. 14 Februari 2011.
Sebanyak 228 Calon Pegawai Negeri Sipil dan 328 PNS yang akan disumpah, diwajibkan menanam pohon sebelum menerima surat keputusan (SK) dan mengikuti penyumpahan yang akan dilaksanakan, Jum'at, 11 Februari 2011.
Kegiatan menanam pohon diwajibkan bagi para calon pegawai dan merawatnya sampai tumbuh dengan baik.
Program pemerintah untuk menciptakan keteduhan dalam rangka meraih Adipura harus didukung oleh semua pihak khususnya jajaran pemerintah daerah.
Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan menginstruksikan Badan Kepagawaian dan Diklat Daerah menggerakkan calon PNS untuk melakukan aksi tanam pohon setiap CPNS satu pohon.
Aksi tanam pohon serentak telah dilakukan disepanjang jalan Bhakti Adiguna sekitar jalan Cendana Kelurahan Caile, karena termasuk kawasan perkotaan yang akan menjadi salah satu lokasi penilaian Adipura karena berada dekat dengan Pasar Sentral Bulukumba.
"Ini adalah kebijakan Bupati yang mesti dilaksanakan dan harus mendapatkan dukungan semua pihak khususnya CPNS yang akan menjadi aparatur Pemerintah Daerah," kata Kabag Humas dan Protokol Daud Kahal.
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]
Senin, 10 Januari 2011
Hanya 20% Penduduk Bulukumba Kantongi Akte Kelahiran
Penduduk Bulukumba, yang memiliki akte kelahiran hanya sekitar 20%. Angka tersebut terbilang rendah dari jumlah penduduk Bulukumba yang mencapai 400 ribu jiwa. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bulukumba, meminta masyarakat untuk secara sukarela mengurus akte kelahiran.
------------------------------
Hanya 20% Penduduk Bulukumba Kantongi Akte Kelahiran
Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Selasa, 11-01-2011
BULUKUMBA, UPEKS—Penduduk Bulukumba, yang memiliki akte kelahiran hanya sekitar 20%. Angka tersebut terbilang rendah dari jumlah penduduk Bulukumba yang mencapai 400 ribu jiwa.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bulukumba, meminta masyarakat untuk secara sukarela mengurus akte kelahiran. Kepala Bidang Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bulukumba, Drs Alfian, menyampaikan hal itu kemarin.
Ia mengatakan, jumlah penduduk Bulukumba yang memiliki akte kelahiran disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengurus akte kelahiran.
“Masyarakat baru mau mengurus akte kelahiran ketika ada urusan yang mendesak. Seperti mau sekolah atau urusan lainnya. Padahal, menurut ketentuan, setiap orang yang baru lahir sudah harus dicatat paling lambat 60 hari setelah lahir,” terang Alfian.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bulukumba, terus melakukan sosialisasi di tengah masyarakat. Dari sosialisasi tersebut, masyarakat Bulukumba diharapkan pro aktif mengurus akte kelahiran.
Alfian menambahkan, akhir Desember 2010 lalu, jumlah penduduk Bulukumba yang mengambil akte kelahiran terbilang banyak.
“Lebih dari 5000 lembar akte kelahiran,” terang Alfian.
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]
Kamis, 23 Desember 2010
Tentara Tanam Ribuan Pohon di Bulukumba
TANAM POHON. Puluhan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1411 Bulukumba, melakukan penanaman pohon di Kota Bulukumba. Kegiatan penghijauan kota yang dilakukan anggota TNI itu sudah berlangsung beberapa hari terakhir ini. (foto: upeks)
-------------------------------------------------
Tentara Tanam Ribuan Pohon di Bulukumba
- TNI Dukung Bulukumba Raih Adipura 2012
Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Jumat, 24-12-2010
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=58309
BULUKUMBA, UPEKS—Puluhan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1411 Bulukumba, melakukan penanaman pohon di Kota Bulukumba. Kegiatan penghijauan kota yang dilakukan anggota TNI itu sudah berlangsung beberapa hari terakhir ini.
Ribuan tanaman pohon berbagai jenis tersebut ditanam dalam rangka mendukung program pemerintah tanam satu miliar pohon. Selain itu, kegiatan penghijauan kota yang dipimpin langsung komandan Kodim 1411 Bulukumba, Letkol Agung Senoaji, juga dimaksudkan mendukung program pemerintah kabupaten (Pemkab) Bulukumba meraih Adipura 2012 mendatang.
Ribuan tanaman pohon ditanam disejumlah jalan strategis di dalam kota Bulukumba. Selain anggota TNI, Kodim 1411 Bulukumba juga melibatkan pelajar dan PT Askes Bulukumba, dalam kegiatan penghijauan kota. Pantauan Upeks, Kamis (23/12) kemarin, penanaman pohon berlangsung disepanjang Jalan Matahari.
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]
Rabu, 22 Desember 2010
Sulit Ciptakan Lingkungan Bersih dan Rindang di Bulukumba
Kesadaran warga masyarakat di Kelurahan Loka Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, dinilai masih rendah, hal ini mengakibatkan banyaknya tanaman yang sudah ditanam pada berbagai kegiatan mati atau habis dimakan ternak. Begitu pula dalam membuang sampah sehingga banyak selokan yang tersumbat.
--------------------------------
Sulit Ciptakan Lingkungan Bersih dan Rindang di Bulukumba
Radio Cempaka Asri, Bulukumba
Senin, 20 Desember 2010
http://www.rca-fm.com/2010/12/lurah-loka-kesadaran-warga-masih-rendah.html
Bulukumba, RCAnews- Kesadaran warga masyarakat di Kelurahan Loka Kecamatan Ujung Bulu dinilai masih rendah, hal ini mengakibatkan banyaknya tanaman yang sudah ditanam pada berbagai kegiatan mati atau habis dimakan ternak. Begitu pula dalam membuang sampah sehingga banyak selokan yang tersumbat.
Lurah Loka Andi Husniar menyampaikan hal itu saat melaporkan kondisi Kelurahan Loka saat ini di hadapan Bupati H. Zainuddin Hasan, pada rapat koordinasi kebersihan dan keindahan kota di ruang rapat Bupati Bulukumba, Senin, 20 Desember 2010.
Husniar mengungkapkan sudah sekian kali dilakukan gerakan penanaman pohon dan sudah sering dihimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat tetapi tidak diindahkan masyarakat, ini karena masyarakat kurang sadar akan pentingnya kebersihan dan keindahan serta pentingnya pepohonan untuk menciptakan penghijauan kota dan udara bersih.
"Kalau kebiasaan warga melepas ternak dan membuang sampah sembarangan terus terjadi, maka sulit untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan rindang, tapi saya akan terus berusaha memberikan pemahaman kepada warga masyarakat saya" kata Lurah Loka.
Menanggapi keluhan Lurah Loka, Bupati berjanji untuk memberikan dukungan terutama pemahaman kepada warga pemilik ternak, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama mesti dilibatkan untuk membantu memberikan sosialisasi.
"Kebiasaan buruk warga masyarakat ini harus kita ubah jika kita ingin tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan rindang". ucap Bupati. (rca/ma)
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]
Rabu, 16 Desember 2009
Pemkab Bulukumba Bagikan 150 Ribu Bibit Pohon
Pemkab Bulukumba Bagikan 150 Ribu Bibit Pohon
Laporan: samsul bahri/Mursalim
Harian Tribun Timur (www.tribun-timur.com)
Selasa, 15 Desember 2009
BULUKUMBA, TRIBUN - Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Melalui Dinas Kehutanan (Dishut) menyiapkan pohon akhir tahun ini sebanyak 150.000 pohon untuk mencegah banjir dan longsor. Pohon tersebut disediakan Dinas Kehutanan Bulukumba untuk dutanam di Bulukumba.
"Bibit ini untuk mencegah banjir dan tanah longsor. Bibit ini tidak boleh dibawa ke Bantaeng dan Sinjai, meski punya kebun di sana," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bulukumba, Andi Misbawati, Selasa (15/12).
Siapa saja bisa mengambil bibit pohon itu dan menanam khususnya di daerah hulu sungai dan tempat rawan longsor dan banjir.(*)
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]
Laporan: samsul bahri/Mursalim
Harian Tribun Timur (www.tribun-timur.com)
Selasa, 15 Desember 2009
BULUKUMBA, TRIBUN - Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Melalui Dinas Kehutanan (Dishut) menyiapkan pohon akhir tahun ini sebanyak 150.000 pohon untuk mencegah banjir dan longsor. Pohon tersebut disediakan Dinas Kehutanan Bulukumba untuk dutanam di Bulukumba.
"Bibit ini untuk mencegah banjir dan tanah longsor. Bibit ini tidak boleh dibawa ke Bantaeng dan Sinjai, meski punya kebun di sana," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bulukumba, Andi Misbawati, Selasa (15/12).
Siapa saja bisa mengambil bibit pohon itu dan menanam khususnya di daerah hulu sungai dan tempat rawan longsor dan banjir.(*)
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]
Jumat, 09 Oktober 2009
Lahan Kritis di Kabupaten Bulukumba

Lahan Kritis di Kabupaten Bulukumba
Sumber: www.bpdas-jeneberang.net
Direkam pada Sabtu, 10 Oktober 2009
Kabupaten Bulukumba terletak ± 165 km arah tenggara kota Makassar. Kabupaten seluas 1.154,67 km2 ini berpusat di Bulukumba. Secara administratif, pemerintahan kabupaten Bulukumba terbagi atas 10 kecamatan, 98 desa, dan 27 kelurahan. Penduduk kabupaten Bulukumba saat ini mencapai ± 371.453 jiwa, yang terdiri dari 172.081 laki-laki dan 199.372 perempuan.
Mayoritas masyarakat Bulukumba hidup dari sektor pertanian, perkebunan, nelayan, tambak, perdagangan dan jasa. Masyarakat Bulukumba berasal dari suku Makassar dan mayoritas memeluk agama Islam.
Pembangunan sektor kehutanan di kabupaten Bulukumba ditangani oleh Dinas Kehutanan. Kabupaten Bulukumba memiliki kawasan hutan seluas 9.380 ha yang terdiri atas 3.485 ha hutan konservasi, 4.436 ha hutan lindung, 1.459 ha hutan produksi.
Saat ini di wilayah Kabupaten Bulukumba terdapat lahan kritis seluas 27.848 ha, dimana 7.651 ha berada di dalam kawasan hutan dan 20.197 ha berada di luar kawasan hutan.
Untuk mengurangi luasan lahan kritis di wilayah Kabupaten Bulukumba, Dishut Bulukumba telah melakukan berbagai kegiatan rehabilitasi lahan, salah satunya dengan program GN-RHL ( GERHAN ) yang baru dimulai pada tahun 2004.
Kegiatan GN-RHL / GERHAN Kabupaten Bulukumba
Kegiatan dalam rangka Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan di kabupaten Bulukumba baru dilaksanakan pada tahun 2004.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan berkoordinasi dengan BP DAS Jeneberang Walanae, serta Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan. Sasaran lokasi GN-RHL Kabupaten Bulukumba untuk tahun 2004 mencakup arel seluas 625 ha ( 150 ha DK dan 475 ha LK ) di 3 Kecamatan dan 8 desa.
Jumlah tanaman yang dibutuhkan mencapai 643.500 batang yang terdiri dari tanaman MPTS ( Alpukat, nangka, mangga, sukun, Kemiri ) dan tanaman kayu-kayuan (Mahoni, Bayam jawa, suren, gmelina, albizia, dan jati), serta bibit tanaman mangrove.
Bibit tanaman yang GN-RHL di kabupaten Bulukumba baik tanaman kayu, MPTS maupun mangrove berasal dari perusahaan pengada bibit C.V. Kama Jaya dan PT Inhutani I Unit III Makassar.
Bibit tersebut dibagikan kepada masyarakat yang tergabung dalam 17 kelompok tani di sekitar lokasi kegiatan. Dalam pelaksanaannya, kelompok tani tersebut mendapatkan bimbingan teknis maupun non teknis dari Dishut Bulukumba dan BP DAS Jeneberang Walanae. Selain itu dalam rangka penguatan kelembagaan, kelompok-kelompok tani tersebut didampingi oleh anggota LSM PLHM Bulukumba. (asnawin)
Hutan Jati di Bulukumba Terbakar

keterangan gambar: Hutan Jati di Bulukumba (foto: www.bpdas-jeneberang.net)
Hutan Jati di Bulukumba Terbakar
Sumber berita:
-Seputar Indonesia Sulawesi Selatan (www.seputar-indonesia.com)
-Tribun Timur (www.tribun-timur.com)
Direkam pada Sabtu, 10 Oktober 2009
BULUKUMBA (SI) – Hutan pohon jati seluas tiga hektare (ha) di Kirasa, Desa Polewai, Kecamatan Gantarang Bulukumba, seluas tiga hektare habis dilalap api, (Rabu, 30 September 2009).
Lokasi tersebut berbatasan dengan permukiman penduduk dan sebuah SPBU milik Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Bulukumba, Edy Manaf. Tidak ada yang mengetahui pasti penyebab kejadian tersebut.
Warga setempat menjelaskan, mereka melihat api membubung di tengah hutan lindung jati yang sebagian besar telah mengering daun-daunnya.
"Tidak ada yang ketahui pasti penyebanya, karena tiba-tiba api membubung setinggi tiga meter di tengah kawasan hutan lindung," kata Nur, warga setempat.
Informasi lain menyebutkan bahwa api diduga dari sebatang puntung rokok yang kemungkinan tidak sengaja dilempar pengendara, karena jarak lahan pohon jati dengan jalan raya hanya sekitar dua meter.
Tiga kendaraan operasional milik petugas pemadam kebakaran di Bulukumba dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Kobaran api dapat dikuasai petugas sekitar tiga jam kemudian.
“Kami hanya menduga saja sumber api tersebut. Tidak mungkin lahan ini sengaja dibakar orang. Warga tidak mempunyai kepentingan, sehingga sangat tidak mungkin kebakaran ini disengaja,” kata warga lainnya.
Petugas juga hingga kini belum dapat menaksir kerugian secara material akibat kebakaran tersebut. Ketua Tim III Pemadam Kebakaran Bulukumba Muh Nur mengatakan, petugas langsung ke lokasi setelah mendapat laporan warga tentang adanya kebakaran lahan di Bijawang.
Petugas langsung menindaklanjuti dengan mengerahkan tiga mobil operasional ke lokasi.
“Api dengan mudah dipadamkan petugas, di samping medannya tidak terlalu sulit, laporan cepat diterima petugas sehingga dengan mudah diatasi. Meski demikian, sudah ada pohon jati yang musnah terbakar,” ungkapnya saat ditemui di lokasi kebakaran, kemarin.
Selama Kemarau 36 Kali
Data dari Dinas Pemadam Kebakaran Bulukumba, peristiwa kebakaran di Bulukumba selama musim kemarau tahun ini sebanyak 36 kali. Data ini meliputi kebakaran rumah dan kantor. Sedangkan kebakaran hutan baru kali ini terjadi.
"Selama musim kemarau tahun ini telah 36 kali terjadi kebakaran dan sebagian besar adalah kebakaran rumah dan belum ada korban jiwa. Tetapi kerugian mencapai ratusan juta rupiah," jelas M Nur. (asnawin)
Langganan:
Postingan (Atom)
















