Tampilkan postingan dengan label Berita Pembangunan / Infrastruktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Pembangunan / Infrastruktur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2012

2014, Bulukumba Miliki Bandara


BANDARA PERINTIS. Pemkab Bulukumba menargetkan menyelesaikan pembangunan bandara perintis, di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, sebelum tahun 2014. Sekarang sudah berlangsung visibility study dengan luas areal lahan 150 hektare. Lokasi bandara tak jauh dari Pantai Pasir Putih Tanjung Bira.

Selasa, 08 November 2011

Poros Bulukumba-Makassar, 20 Jembatan Rusak



JEMBATAN RUSAK. Sebanyak 20 jembatan rusak "menghiasi" poros jalan Bulukumba-Makassar. Tampak sebuah truk pengangkut pupuk terprosok di sebuah jembatan yang sedang dikerjakan di Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gatantarang, jalan poros Bulukumba menuju Bantaeng, beberapa waktu lalu. (Foto: Tribunnews.com)

Rabu, 02 November 2011

Warga Menanam Pisang di Jalan Desa


PROTES. Warga tiga dusun di Desa Mattiro Walie menanam pisang di tengah jalan dan memalang jalan yang rusak parah sebagai bentuk protes, karena tidak ada perhatian pemkab. Gambar direkam, Selasa, 1 November 2011. Dari tiga kilometer yang ditanami pisang, sekira dua kilometer belum pernah tersentuh proyek pengaspalan jalan. (Foto: Arman/Fajar)

Minggu, 30 Oktober 2011

TNI Bangun Infrastuktur Desa dan Tuntaskan Berbagai Program


Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan menutup pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 87 Tahun Anggaran 2011, di Lapangan Desa Bonto Bangun, Kecamatan Rilau Ale, Minggu, Oktober 2011. Kegiatan yang dilaksanakan selama kurang lebih 20 hari ini dilaksanakan dimulai pada tanggal 10 Oktober lalu dan berhasil menyelesaikan beberapa pembangunan infrastruktur desa. (Foto: Tribun/Samba)

Kamis, 13 Oktober 2011

TNI Rintis Jalan 2.844 Meter dengan Anggaran Rp 1,1 M



TANDA TANGAN. Kepala Staf Kodam VII Wirabuana Brigjen TNI Heri Mulyono saat menandatangani kerja sama pelaksanaan program TMMD ke-87 di wilayah Kodim 1411 Bulukumba, Senin, 10 Oktober 2011. Program ini berhasil merintis jalan desa sepanjang 2.844 meter di Desa Bontobangun, Kecamatan Rilau Ale. (Foto: ARMAN/FAJAR)

Senin, 26 September 2011

Warga Desa Tibona Keluhkan Jalan yang Tak Kunjung Diperbaiki



JALAN RUSAK. Ini hanya illustrasi jalan rusak. Di Bulukumba, warga Desa Tibona, Kecamatan Bulukumpa, menyesalkan pihak Pemerintah Kabupaten setempat, karena tahun ini kembali tidak mendapatkan jatah perbaikan jalan. Ada 14 kilometer jalanan yang masih rusak di desa yang berbatasan Bulukumba - Sinjai itu. (int)

Senin, 12 September 2011

Bulukumba Dapat Dana Proyek Lebih Besar


HUTAN. Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, memastikan pada tahun 2012 mendatang, Kabupaten Bulukumba akan memperoleh alokasi anggaran yang lebih besar dari pemerintah pusat. Untuk sektor kehutanan, Kabupaten Bulukumba akan mendapatkan alokasi anggaran yang cukup besar, khususnya dalam rangka proyek rehabilitasi hutan dan lahan serta taman hutan raya (tahura).

Senin, 22 Agustus 2011

Bulukumba Absen di Pameran Pembangunan Sulsel

Bulukumba, Kota Palopo, Jeneponto, Bone, Barru, Sidrap, Wajo, Gowa, dan Luwu Timur tidak ikut dalam pameran pembangunan bertajuk Sulsel Incoporatied & Development Expo (SIDE) 2011, di Celebes Convention Centre (CCC), Jl HM Patompo, Makassar, 18-21 Agustus 2011. (Foto: www.muri.org)  

Selasa, 09 Agustus 2011

Bupati Tegur Rekanan Proyek Laston

Foto ilustrasi pengerjaan jalan. Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan salah satu rekanan proyek jalan laston di Desa Karassing, Kecamatan Herlang. Bupati melakukan Inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek tersebut, Jumat, 5 Agustus 2011, dan menemukan jalan sepanjang dua setengah kilometer tersebut yang tidak bagus. Bupati melakukan sidak setelah mendapat laporan dari warga.  

Kamis, 16 Juni 2011

Pelabuhan Bira Segera Dikeruk

PELABUHAN BIRA. Pemprov Sulsel berencana mengeruk Pelabuhan Bira, Bulukumba. Pengerukan akan dilakukan saat air surut dan gelombang laut berkurang. Anggaran pengembangan pelabuhan sudah disetujui oleh Kementerian Perhubungan dan masuk dalam program APBN-Perubahan 2011, tetapi baru untuk pengerukan kolam, sedangkan untuk perluasan kolam, pelebaran dermaga, sampai perbaikan tanggul penahan lumpur dan ombak akan dilanjutkan di 2012 dan 2013. (foto: int)
-----------


Pelabuhan Bira Segera Dikeruk

Penulis : Samsul Bahri
Tribun Timur -
Rabu, 15 Juni 2011
http://makassar.tribunnews.com/2011/06/15/pelabuhan-bira-segera-dikeruk

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Provinsi Sulsel berencana mengeruk Pelabuhan Bira, Bulukumba. Pengerukan akan dilakukan saat air surut dan gelombang laut berkurang.

Rencananya, Pemprov Sulsel, melalui Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel akan melakukan pengembangan pelabuhan yang menghubungkan antara Pulau Sulawesi dengan Kepulauan Selayar tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Masykur A Sulthan, kemarin, menjelaskan, anggaran pengembangan pelabuhan sudah disetujui oleh Kementrian Perhubungan dan masuk dalam program APBN perubahan 2011.

Khusus untuk 2011, lanjutnya, baru untuk pengerukan kolam, sementara untuk perluasan kolam, pelebaran dermaga, sampai perbaikan tanggul penahan lumpur dan ombak akan dilanjutkan di 2012 dan 2013.

Masykur mengemukakan, setelah pengerukan selesai, maka kolam dapat menampung dua unit kapal berkapasitas diatas 1.000 ton yang sandar di dermaga.

Sementara anggota DPRD Sulsel asal Selayar Ince Langke mengatakan rehab dan pengembangan pelabuhan bira dilaksanakan 2011-2013 dengan total anggaran antara Rp30-40 miliar yang bersumber dari APBN.

"Kalau air laut surut jadwal penyerangan tersendat. Kalau jadwal kapal pukul 15.00 tertunda sampai pukul 18.00, sama dengan kedatangan, kapal tidak bisa merapat," katanya kepada Antara.

Selain itu, politisi Golkar ini mengemukakan, tanggul penahan lumpur masuk ke kolam juga sudah roboh sehingga harus direhab kembali.

Bahkan, kata dia, pernah ada kapal yang terbalik akibat menabrak reruntuhan tanggul tersebut.(*)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Selasa, 14 Juni 2011

Piagam Adipura Bulukumba Bisa Jadi Tertawaan

BELUM LAYAK. Anggota DPRD Bulukumba Andi Baso Mauragawali mengharapkan pihak Pemkab Bulukumba tidak memburu penghargaan dari pihak pemerintah pusat sebelum kebersihan kota itu betul-betul layak, karena faktanya kota Bulukumba masih kotor dan bisa menjadi bahan tertawaan bagi daerah lainnya.
---------


Piagam Adipura Bulukumba Bisa Jadi Tertawaan

Tribun Timur -
Jumat, 10 Juni 2011
http://makassar.tribunnews.com/2011/06/10/piagam-adipura-bulukumba-bisa-jadi-tertawaan

BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Anggota DPRD Bulukumba Andi Baso Mauragawali mengharapkan pihak Pemkab Bulukumba tidak memburu penghargaan dari pihak pemerintah pusat sebelum kebersihan kota itu betul-betul layak

"Dapat piagam namun faktanya masih kotor, bisa menjadi bahan tertawaan bagi daerah lainnya. Ini 'kan sangat tidak logis dan warga bisa menertawai kita," kata Andi Baso Mauragawali, legislator asal Partai Patriot asal pemilihan Ujung Bulu, Ujung Loe, dan Bonto Bahari itu menanggapi raihan Piagam Adipuran untuk Kabupaten Bulukumba, Jumat (10/06/2011).

Dia mengungkapkan, salah satu tempat yang kerap menjadi tumpukan sampah dan terlihat kumuh adalah Jl Sam Ratulangi dan depan stadion mini Bulukumba.

"Bulukumba belum layak mendapatkan penghargaan Piagam Adipura sebab kenyataan yang ada saat ini sangat berbeda dengan penghargaan tersebut," kata Baso.

Sampah di daerah tersebut masih sangat mudah dijumpai. Bahkan di jalan poros Bulukumba-Sinjai khususnya Jalan Sam Ratulangi terlihat sampah tiap hari berserakan di depan pasar sentral itu.

"Patutlah kita pertanyakan penghargaan itu sebab warga tahu bahwa setiap hari kita telah menjumpai sampah-sampah di pinggir jalan, belum lagi yang menumpuk di tong-tong sampah yang belum diangkut, karena keterbatasan armada," kata Andi Baso Mauragawali.(*)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Minggu, 22 Mei 2011

778 Kontraktor Bulukumba Dapat Rekomendasi ''Bebas Temuan''


KONTRAKTOR. Pemkab Bulukumba memperketat persyaratan yang harus dipenuhi kontraktor yang akan mengikuti tender proyek pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2011. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah kontraktor harus mengantongi rekomendasi bebas temuan yang dikeluarkan Bagian Hukum Setda Bulukumba. (Foto: http://pratamadayautamagroup.files.wordpress.com/2011/01/kontraktor.jpg)

------------------

778 Kontraktor Bulukumba Dapat Rekomendasi ''Bebas Temuan''
- Dipastikan Ikut Tender Proyek 2011


Harian Ujungpandang Ekspres
Senin, 23-05-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=66323

BULUKUMBA, UPEKS--Pemkab Bulukumba memperketat persyaratan yang harus dipenuhi kontraktor yang akan mengikuti tender proyek pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2011. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah kontraktor harus mengantongi rekomendasi bebas temuan yang dikeluarkan Bagian Hukum Setda Bulukumba.

Hingga saat ini, Bagian Hukum Setda Bulukumba mencatat jumlah kontraktor yang memenuhi syarat mengikuti tender proyek di lingkungan Pemkab Bulukumba mencapai 778 kontraktor. Sebahagian besar dari 778 kontraktor tersebut berasal dari luar Bulukumba.

"Kontraktor yang akan mengikuti tender 2011 adalah mereka yang bebas temuan, baik temuan Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan, serta temuan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan," kata Ali Saleng SH, Kepala Bagian Hukum Setda Bulukumba, Jumat (20/5).

Menurut Ali Saleng, temuan Inspektorat, BPK dan BPKP yang dimaksud adalah temuan proyek yang bermasalah, apakah sifatnya pengembalian uang proyek atau pekerjaannya yang bermasalah.

"Termasuk kontraktor yang di black list," terang Ali Saleng.

Persyaratan bagi kontraktor mengantongi rekomendasi bebas temuan sebelum mengikuti tender proyek 2011, sangat menguntungkan bagi Pemkab Bulukumba.

"Tahun 2010 lalu, uang negara yang berhasil dikembalikan dari kontraktor yang bermasalah tercatat sekitar Rp 3 miliar," kata Ali Saleng.

Tidak semua kontraktor yang bermohon langsung diberi rekomendasi bebas temuan. Kontraktor yang dapat surat bebas temuan adalah kontraktor yang sudah menyelesaikan kewajibannya. Dari puluhan kontraktor yang bermohon, ada sekitar Lima kontraktor yang tidak diberikan rekomendasi bebas temuan.

Kontraktor tersebut tidak diberikan rekomendasi bebas temuan, karena tidak menyelesaikann kewajibannya sesuai dengan temuan Inspektorat, BPK, atau BPKP.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Balai Besar Siap Prioritaskan Poros Bira - Selayar


DITANAMI PISANG. Jalan Poros Bira - Selayar yang rusak parah membuat warga setempat jengkel sehingga menanam pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes. Beruntung, Balai Besar Jalan Nasional sudah memprioritaskan perbaikan jalan ini. Rekomendasi yang disodorkan warga terkait komitmen perbaikan jalan ini dalam waktu dekat, diteken oleh Ir Albertus, Koordinator untuk wilayah Bulukumba-Sinjai Balai Besar Jalan Nasional Makassar, Kamis, 19 Mei 2011. (Foto: dok/fajar)

---------------

Balai Besar Siap Prioritaskan Poros Bira - Selayar
- Teken Rekomendasi Warga Bira


Harian Fajar, Makassar
Jumat, 20 Mei 2011 |
http://www.fajar.co.id/read-20110519194957-balai-besar-siap-prioritaskan-poros-bira

BULUKUMBA -- Desakan warga Bontobahari agar jalan sepanjang 25 kilometer pada poros Bulukumba - Bira segera dibenahi mulai ada titik terangnya. Buktinya, Kamis, 19 Mei 2011, Balai Besar Jalan Nasional Makassar siap memprioritaskan jalan tersebut.
Bahkan Balai Besar bersedia meneken rekomendasi yang disodorkan warga terkait komitmen perbaikan jalan ini dalam waktu dekat.

Balai Besar Jalan dan Jembatan diwakili Koordinator untuk wilayah Bulukumba-Sinjai, Ir Albertus membubuhkan tanda tangan dengan dua komitmen. Yakni dalam waktu dekat segera melakukan pengerjaan khusus untuk pemeliharaan rutin dan memperjuangkan anggaran pengerjaan fisik pada Perubahan APBN 2011. Rekomendasi ini juga ditandatangani Dinas Cipta Karya Kabupaten Bulukumba disaksikan anggota DPRD Sulsel, Andi Mariattang.

Dalam pertemuan tersebut, Albertus mengungkapkan, pihaknya segera melakukan pemeliharaan rutin ruas jalan yang rusak. Termasuk akan mempertimbangkan anggaran pemeliharaan jalan untuk Bulukumba senilai Rp 3 miliar untuk dialokasikan lebih besar pada jalan ini. Hanya saja, soal ini masih harus dibicarakan karena terkait anggaran pemeliharaan beberapa titik di kabupaten Bulukumba.

"Kalau anggaran pemeliharaan rutin dananya sudah siap jadi tidak ada masalah," katanya di depan warga, Kamis, 19 Mei 2011.

Perwakilan warga, Andi Bali Raja mengatakan, adanya perjanjian tersebut, maka sudah terbangun komitmen untuk perbaikan jalan ini. Komitmen ini, kata dia, yang menjadi perhatian dan akan dikawal terus menerus agar tidak hanya sebatas kesepakatan.

Soal dana Rp 3 miliar yang merupakan dana pemeliharaan jalan untuk Bulukumba, Bali Raja juga meminta agar dana tersebut diberikan porsi yang besar untuk poros Bira. Alasannya, jika hanya perbaikan biasa, maka tidak akan bisa bertahan lama karena jalan ini merupakan jalan poros yang dilalui kendaraan berat khususnya angkutan antar kabupaten.

Anggota DPRD Sulsel, Mariattang juga mendukung hal itu. Menurut dia, tidak ada alasan membiarkan jalan ini rusak. Bila tidak, kerusakannya makin parah dan otomatis akan membutuhkan anggaran yang lebih besar lagi. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Senin, 09 Mei 2011

Warga Bulukumba Usir Bupati Selayar


MOBIL BUPATI. Sambil mendapat pengawalan ketat dari polisi, kendaraan dinas dengan nomor polisi DD 1 J milik Bupati Selayar, Syahril Wahab, mencari jalan alternatif setelah ribuan warga menutup jalan provinsi di Tanaberu, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Minggu siang, 8 Mei 2011. (Foto: Kompas.com/k23-11)

------------------

Warga Bulukumba Usir Bupati Selayar

Kompas.com
K23-11 | Tri Wahono | Minggu, 8 Mei 2011 |
http://regional.kompas.com/read/2011/05/08/14220031/Warga.Bulukumba.Usir.Bupati.Selayar

BULUKUMBA, KOMPAS.com - Ribuan warga Tanah Beru, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan terpaksa memblokir jalan Bupati Selayar, Syahrir Wahab yang ikut terjebak di tengah jalan trans sulawesi yang telah ditutup oleh warga, Minggu siang (8/5/2011).

Warga menutup ruas jalan tersebut dengan merentangkan kain sepanjang 100 meter dan menanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang.

Pantauan Kompas.com di lapangan, pengusiran itu dilakukan setelah Bupati Selayar menolak untuk memberikan orasinya di depan ribuan warga yang sedang berunjuk rasa, terkait perbaikan jalan yang menghubungkan tujuh kabupaten di bagian selatan.

"Menurut Pak Gubernur, jalan ini sudah ada anggarannya, tinggal prosedurnya yang akan dijalani dan saya akan ikut bicara dengan Pak Gubernur mengenai jalan ini. Kepada beliau saya sudah katakan biasanya jarak yang saya tempuh empat jam, namun sekarang sudah tujuh jam lebih dari pelabuhan Bulukumba ke Kota Makassar," kata Syahril saat didesak oleh warga untuk menyampaikan orasi dalam bentuk dukungan perbaikan jalan.

Menurut warga, apa yang diucapkan Gubernur Propinsi Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo kepada Bupati Selayar sudah merupakan janji-janji Gubernur tiga tahun lalu kepada warga namun sampai saat ini, jalan yang merupakan akses wisata internasional tak kunjung diperbaiki.

Karena tidak diizinkan jalan, kendaraan yang ditumpangi Bupati Selayar dengan plat merah bernomor polisi DD 1 J ini terpaksa harus mencari jalan alternatif agar bisa keluar dari kerumunan warga yang telah menutup jalan sepanjang tiga kilo meter.

Selain merentangkan kain putih dengan berbagai tulisan serta menanam pohon pisang ditengah jalan, warga juga menggunakan jaring nelayan dan memalang jalang dengan menggunakan bambu, agar kendaraan tidak baik roda dua hingga roda empat tidak dapat melewati jalan tersebut. Bahkan warga juga membakar sejumlah ban bekas di tengah jalan. Namun aparat kepolisian baik dari Polsek Bontobahari dan Polres Bulukumba langsung memadamkan api yang telah membakar sejumlah ban bekas tersebut.

Aksi pemblokiran jalan yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita dan baru berakhir pada pukul 13.00 waktu setempat baru berakhir setelah puluhan satuan pengendali huru hara dikerahkan untuk membubarkan warga.

Ini merupakan aksi yang ketiga kalinya mereka lakukan, namun tak pernah digubris oleh pemerintah. Warga khususnya yang bermukim di Tanah Beru akan terus turun ke jalan dan menutup jalan akses pelabuhan penyebrangan Bira, pantai pasir putih dan pembuatan kapal pinisi yang sering dilewati oleh turis manca negara maupun turis lokal, sampai perbaikan jalan sepanjang 17 kilometer dilakukan.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Kamis, 05 Mei 2011

Poros Bulukumba-Bira Segera Dianggarkan


HARI BAKTI. Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang memukul gong saat membuka secara resmi Pencanangan Hari Bakti Gotong Royong di Lapangan Pemuda Bulukumba. Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang berjanji segera memberikan perhatian atas kerusakan Jalan Poros Bulukumba-Bira. (Foto: Arman/Fajar)

------------------

Poros Bulukumba-Bira Segera Dianggarkan
- Wagub Sulsel Resmikan Hari Bakti Gotong Royong se-Sulsel


Harian Fajar, Makassar
Kamis, 05 Mei 2011 |
http://www.fajar.co.id/read-20110504192327-poros-bulukumbabira-segera-dianggarkan

BULUKUMBA -- Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang berjanji segera memberikan perhatian atas kerusakan Jalan Poros Bulukumba-Bira. Bahkan dia menjadwalkan akan segera melakukan pembicaraan dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Makassar untuk mencari jalan keluar perbaikan jalan tersebut.

Apalagi, kata dia, tidak hanya warga Bulukumba yang dirugikan dengan adanya kerusakan jalan ini, tetapi secara keseluruhan mengganggu transportasi daerah. Pasalnya, selain mengganggu akses menuju Bira, jalan tersebut adalah penghubung antara Bulukumba dan Selayar.

Hanya saja, menurut Agus, masyarakat Bulukumba harus menyadari bahwa poros Bulukumba-Bira termasuk kategori jalan nasional. Oleh karena itu, tidak menjadi kewenangan Pemprov Sulsel, melainkan kewajiban pemerintah pusat.

"Iya saya akui memang itu sangat mendesak diperbaiki. Saya juga sudah dengar kalau warga sudah melakukan reaksi atas kerusakan jalan tersebut. Kita akan berupaya mencarikan jalan keluarnya," kata Agus usai meresmikan pencanangan Hari Bakti Gotong Royong se-Sulsel di Lapangan Pemuda Bulukumba, Rabu, 4 Mei 2011.

Ditanya soal kapan penganggaran dilakukan, Agus mengatakan, akan melakukan pembicaraan dengan pihak terkait. Khususnya pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional yang memiliki tanggungjawab atas kerusakan jalan yang masuk kategori jalan nasional. Termasuk dia juga akan mempertanyakan soal adanya informasi terkait dana perbaikan jalan poros ini pada 2010 tapi ditarik lantaran disatukan dengan paket Jalan Poros Bulukumpa yang terjadi penolakan pembebasalan lahan.

"Tunggu saya cek dulu itu dananya. Betul tidak ada seperti itu. Yang jelas akan diusahakan segera ada anggarannya yang turun untuk perbaikan jalan ini. Termasuk kemungkinan pergeseran anggaran untuk dialokasikan untuk perbaikan ini. Kalau bisa ada pergeseran anggaran kenapa tidak, cuma butuh dianalisis dulu pengalokasian anggaran tersebut," tambahnya.

Anggota DPRD dari daerah pemilihan Bontobahari, Bahman mengatakan, dirinya sudah mendapat kabar bahwa perbaikan jalan tersebut sudah dianggarkan. Hanya saja, kesalahan pemprov lantaran menggabungkan anggaran dua daerah yang berbeda. Padahal, kata dia, seandainya tidak digabung poros Bulukumba-Bira sudah dikerjakan karena tidak ada kendala maupun perlawanan warga terkait jalan ini.

"Berbeda dengan Poros Bulukumpa yang ternyata ada masalah soal pembebasan lahan. Di sinilah titik persoalannya. Yang dirugikan adalah masyarakat Bontobahari yang sehari-hari melewati jalan ini," ujar Bahman. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Selasa, 03 Mei 2011

1.410 Warga Bulukumba Terima Ganti Rugi Pembebasan Lahan Jalan


GANTI RUGI. Sebanyak 1.410 Warga Terkena Dampak Proyek (WTP) pembebasan lahan pelebaran jalan nasional paket ESS-04 poros Bulukumba-Tondong Sinjai, menerima pembayaran ganti rugi dari pemerintah melalui Pemkab Bulukumba, di Sanggar Kegiatan Belajar SKB Bulukumba, Selasa, 3 Mei 2011. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)

---------------------------

1.410 Warga Bulukumba Terima Ganti Rugi Pembebasan Lahan Jalan

BULUKUMBA. Sebanyak 1.410 Warga Terkena Dampak Proyek (WTP) pembebasan lahan pelebaran jalan nasional paket ESS-04 poros Bulukumba-Tondong Sinjai, menerima pembayaran ganti rugi dari pemerintah melalui Pemkab Bulukumba, di Sanggar Kegiatan Belajar SKB Bulukumba, Selasa, 3 Mei 2011.

Ganti rugi tersebut diserahkan Bupati Bulukumba H. Zainuddin Hasan secara simbolis. Total dana ganti rugi yang diserahkan sebesar Rp 9,5 milyar lebih. Secara keseluruhan biaya ganti rugi pembebasan lahan untuk poros ini sebesar Rp 9,9 milyar lebih yang akan dibayarkan kepada 1.455 WTP, namun mereka yang belum kebagian sementara menunggu proses pencairan tersisa. Penyerahan ganti rugi tersebut dilakukan dalam bentuk buku tabungan BNI.

Bupati Bulukumba Zainuddin menyampaikan apresiasi terhadap warga yang telah secara ikhlas menerima ganti rugi pembebasan lahan tersebut.

"Ini adalah amal jariyah jika dilakukan secara ikhlas demi untuk kepentingan pembangunan," ujar Bupati.

Pembangunan jalan menurut Bupati merupakan tuntutan yang sangat mendesak mengingat perkembangan mobilitas pengguna jalan yang semakin meningkat dengan pesat, sehingga dibutuhkan sarana dan kualitas jalan yang baik.

Pemkab dan warga patut bersyukur, kata Bupati, karena jalan ini dibiayai atas pinjaman pemerintah Australia kepada pemerintah Indonesia sebesar Rp 200 milyar lebih.

"Saya mengajak seluruh warga untuk mendukung dan mengawasi pelaksanaan pembangunan jalan ini sehingga kualitasnya bisa dijamin," ajak Bupati.


Kepala Bagian Pertanahan Taufiq mengungkapkan panjang jalan poros ESS-04 dan ESS-05 poros Bulukumba-Tondong Sinjai yang akan dikerjakan sepanjang kurang lebih 40 kilometer.

''Proyek ini dilaksanakan melalui EINRIP (Eastern Indonesia National Road Improvement,'' kata Taufiq saat menyampaikan laporan. (win/r)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Minggu, 01 Mei 2011

Warga Tanaberu Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan


DITANAMI PISANG. Sejumlah warga menanam pohon pisang di badan jalan yang berlubang di Tanah Beru, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sabtu siang, 30 April 2011. Mereka kesal karena jalan provinsi tersebut sudah lama dibiarkan dalam kondisi rusak, sehingga sangat merugikan warga sekitar. (Foto: Kompas.com/k23-11)

---------------------

Warga Tanaberu Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

Kompas.com
K23-11 | I Made Asdhiana |
Sabtu, 30 April 2011 |
http://regional.kompas.com/read/2011/04/30/16320640/Kesal.Warga.Tanam.Pohon.Pisang

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Kesal dengan pemerintah yang tak kunjung peduli, warga terpaksa merusaki kebun-kebun mereka dengan menebangi dan mencabuti pohon pisang untuk kembali menanamnya di tengah jalan provinsi yang telah rusak parah, Sabtu (30/4/2011) siang.

"Warga di sini sudah kesal, kenapa jalan provinsi ini belum juga diperbaiki, jalan rusak ini bukan baru kemarin, tetapi sudah bertahun-tahun," ujar Alimin, salah seorang warga yang bermukim di Tanah Beru.

Jalan yang menghubungkan enam kabupaten, seperti Kepulauan Selayar, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Jenepoto, Kabupaten Takalar, Kabupeten Gowa, serta Kota Makassar ini rusak parah sepanjang 17 kilometer. Sudah seluruh badan jalan dipenuhi dengan lubang besar dan kecil.

Warga yang bermukim di Tanah Beru, Kecamatan Bontobahri, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, ini merasa dirugikan. Pasalnya, semenjak jalan dipenuhi lubang yang sewaktu-waktu kendaraan menjadi rusak ketika sedang melintasi jalan tersebut mengalami kerugian lebih banyak.

Dalam aksi protes penanaman pohon pisang ini, tidak hanya diikuti oleh kaum pria saja, tetapi kaum ibu rumah tangga hingga anak-anak mereka ikut andil menanam pohon pisang di badan jalan yang merupakan akses pariwisata itu.

Satu per satu batang pohon pisang ditanam tepat di bagian lubang yang digenangi dengan air hujan. Mereka berharap aksi mereka dapat diperhatikan oleh pemerintah untuk segera memperbaiki jalan tersebut.

Akibat jalan rusak, tidak sedikit pengendara yang melewati jalan tersebut terjatuh hingga memakan korban jiwa. Aksi warga di tengah guyuran hujan deras tersebut membuat kendaraan, baik truk, kendaraan pribadi, angkutan umum, maupun kendraaan roda dua yang melalui jalan yang ditanami pohon pisang menjadi terhalang.

Untuk melalui jalan yang ditanami pohon pisang, warga terpaksa membuka jalur sistem buka tutup. Aksi mereka akan berakhir jika jalan transprovinsi ini diperbaiki. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Jumat, 29 April 2011

Poros Jeneponto-Bantaeng-Bulukumba-Sinjai Segera Dikerjakan


MULAI DIKERJAKAN. Jalan Poros Bantaeng yang sudah mulai dikerjakan. Pelebaran jalan ini merupakan rangkaian pelebaran trans Sulawesi dari Jeneponto hingga Sinjai. Pekerjaan itu memungkinkan setelah pembebasan lahannya tuntas, termasuk poros Bantaeng-Bulukumba (27 km). (Foto: EKA NUGRAHA/FAJAR)

----------------

Lahan Tuntas untuk Tiga Paket
- Poros Jeneponto-Bantaeng-Bulukumba-Sinjai Segera Dikerjakan


Harian Fajar, Makassar
Sabtu, 30 April 2011 |
http://www.fajar.co.id/read-20110429191513-lahan-tuntas-untuk-tiga-paket
 
MAKASSAR -- Proyek pelebaran jalan trans Sulawesi, khususnya Jeneponto-Sinjai segera dikerjakan untuk tiga paket. Pekerjaan itu memungkinkan setelah pembebasan lahannya tuntas. Tiga paket dimaksud yakni Jeneponto-Bantaeng (28 km), Bantaeng-Bulukumba (27 km), dan Bulukumba-Tondong 1, Tondong 2, dan Tondong 3 masing-masing satu Paket.

"Untuk tiga paket, itu lahannya sudah bebas. Sisa dua yang sementara dalam proses, yakni paket Bulukumba-Tondong 2 dan Bulukumba-Tondong 3," ujar Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Ir Nurdin Samaila di kantornya di Baddoka, Jumat, 29 April.

Nurdin merinci, Jalan Poros Jeneponto-Sinjai saat ini masih berlebar 4,5 meter. Setelah dikerjakan nantinya akan menjadi enam meter dengan bahu jalan masing-masing 1,5 meter. Jadi, tiap jalur punya dua lajur.

"Paket ini dibiayai dari program Eastern Indonesia National Roads Improvement Project (EINRIP)," ujar Nurdin.

Kata dia, untuk paket satu, itu sudah terbit surat perintah kerja (SPK) pada 17 Maret 2011 dengan anggaran Rp 99 miliar. Jumlah itu sudah termasuk untuk pembangunan beberapa jembatan. Saat ini, lanjut Nurdin, mobilisasi alat dan material sudah mulai dilakukan.

"Paket dua, Bantaeng-Bulukumba itu sudah terbit SPK-nya sejak akhir 2009, sehingga awal 2010 mulai dikerjakan. Jaraknya 27 kilometer ditambah lima jembatan dan perbaikan beberapa lainnya dengan anggaran Rp 124 miliar," sebutnya.

Adapun paket Bulukumba-Tondong 1, minggu lalu baru tuntas pembebasan lahannya. Karena itu, berkas administrasinya baru dibawa ke Jakarta untuk segera diterbitkan kontraknya. Untuk paket ini anggarannya Rp 95 miliar.

"Dua paket lainnya yang belum tuntas lahannya diestimasi butuh anggaran Rp 100 miliar per paket," ungkapnya.

Nurdin mengatakan, batas toleransi untuk proyek multiyears ini adalah Maret 2013. Oleh karena itu, ia berharap, semua paket itu bisa selesai tepat waktu. Bila tidak, ia khawatir akan ada masalah. Apalagi, anggaran yang digunakan adalah bantuan luar negeri.

"Selain itu, kita juga sudah kontrak untuk satu paket dalam kota Bantaeng untuk empat kilometer," ujarnya.

Maros-Parepare

Sementara itu, untuk pelebaran Jalan Poros Maros-Parepare diakui Nurdin memang masih ada beberapa titik yang sangat sulit pembebasan lahannya. Karena itu, atas koordinasi dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, diputuskan untuk meninggalkan yang memang betul-betul tidak bisa tersentuh. Diperirakan masih ada 6 km yang benar-benar belum bebas. Antara lain di Kota Pangkep, Maros, 300 meter di perbatasan Barru-Pangkep, dan beberapa titik lainnya.

"Tadinya ada 28 km yang sangat sulit dibebaskan. Tapi lambat laun bisa, sehingga sampai 22 km sudah dibebaskan. Sisa 6 km yang benar-benar belum tersentuh," ungkapnya.

Yang sudah dibebaskan, kata Nurdin, semua sudah kontrak, sehingga sementara dikerjakan. Termasuk 11 dari 24 jembatan yang sudah terkontrak. Sisanya dibuat multiyears yang diharapkan selesai pada 2012.

"Mudah-mudahan saat mudik lebaran, pelebaran jalan ini sudah benar-benar dirasakan manfaatnya," katanya. (har)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Selasa, 26 April 2011

Murid SD Pun Demo Minta Perbaikan Jalan di Bulukumba


UNJUKRASA. Warga Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa, 26 April 2011, menahan bus asal Kepulauan Selayar tujuan Makassar saat melakukan aksi penutupan jalan sebagai bentuk protes atas ketidakpedulian pemerintah terhadap rusaknya jalan poros Bulukumba-Bira-Selayar sepanjang kurang lebih 17 kilomoter. (Foto: Kompas/k23-11)

------------------------

Murid SD Pun Demo Minta Perbaikan Jalan
- Jalan Poros Bulukumba-Bira-Selayar Rusak Parah


Kompas.com
K23-11 | Glori K. Wadrianto |
Selasa, 26 April 2011 |
http://regional.kompas.com/read/2011/04/26/16371090/Murid.SD.Pun.Demo.Minta.Perbaikan.Jalan

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Sekitar 17 kilometer jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Selayar dan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, rusak berat selama kurun waktu dua tahun. Namun, anehnya jalan yang kerap dilalui Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo tersebut hingga kini belum juga diperbaiki.

Bahkan saking parahnya jalan yang terletak di Kecamatan Bontobahari tersebut, tidak sedikit kendaraan yang rusak akibat sering melewati jalan satu-satunya menuju kepulauan Selayar itu.

Seperti yang dialami salah seorang sopir antarkabupaten, Karim. Kepada Kompas.com, Selasa (26/4/2011) Karim mengeluhkan kerapkali melewati jalan di Kecamatan Bontobahari menuju Pelabuhan Bira, ban mobilnya tiba-tiba rusak karena banyaknya lubang besar maupun lubang kecil sudah tidak dapat dihindari.

Bahkan, selama jalan tersebut semakin rusak dirinya mengalami kerugian yang banyak, pasalnya dirinya kerap mengeluarkan dana lebih untuk memberi makanan para penumpangnya ketika ditinggalkan kapal feri dan terpaksa menginap di pelabuhan.

"Tekor Mba, syukur-syukur jika kendaraan tidak rusak. Jika rusak yah apa boleh buat, pengeluaran bertambah, sementara penghasilan sudah pas-pasan. Bahkan kami sopir biasanya minjam uang ke sopir lainnya," jelasnya.

Parahnya  kerusakan jalan membuat warga Kecamatan Bontobahari kesal dan menutup jalan transprovinsi itu dengan merentangkan spanduk di tengah jalan hingga memacetkan jalan yang menghubungkan tujuh kabupaten.

Tidak ayal, aksi warga itu disambut dengan puluhan anak SD yang baru saja pulang ujian. Mereka ikut melakukan aksinya di tengah jalan. Masih memegang perlengkapan ujian, murid-murid tersebut dengan lantang meminta perbaikan jalan di kampung mereka.  

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]

Selasa, 29 Maret 2011

Baru Poros Bantaeng-Bulukumba yang Dikerjakan



Poros jalan arah selatan dari Jeneponto ke Sinjai, yang sekarang dikerjakan baru poros Bantaeng-Bulukumba, sementara yang lain sedang dalam proses kontrak. Tahun ini, anggaran yang disiapkan pemerintah pusat untuk poros arah selatan memang sebesar Rp 500 miliar, namum baru bisa terserap sekitar 20%.

-----------------------

Baru Poros Bantaeng-Bulukumba yang Dikerjakan

- Curah Hujan, Picu Peningkatan Jalan Rusak 10%

Harian Ujungpandang Ekspres
Selasa, 29-03-2011

http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=63998

MAKASSAR, UPEKS--Kondisi jalan di Sulawesi Selatan cukup memprihatinkan. Terlebih lagi tingginya curah hujan yang terus mengguyur, membuat jalan rusak meningkat sekira 5-10%. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Latif, kepada Upeks di Kantor DPRD Sulsel, Senin, 28 Maret 2011.

Sementara itu, kinerja sejumlah proyek di Sulsel juga terus dipacu. Menurut Latif, khusus untuk pengerjaan jalan Poros Jeneponto-Sinjai yang menelan anggaran sekira Rp 500 miliar, serapannya baru sekira 20%.

Latif mengatakan untuk poros arah selatan dari Jeneponto ke Sinjai, yang sekarang dikerjakan baru poros Bantaeng-Bulukumba, yang lain sedang dalam proses kontrak.

"Tahun ini anggaran yang disiapkan pemerintah pusat untuk poros arah selatan memang sebesar Rp 500 miliar, namum baru bisa terserap sekitar 20% karena baru poros Bantaeng-Bulukumba yang saat ini sedang dikerjakan," ujar Latief, kemarin.

Namun untuk poros Jeneponto-Bantaeng menurut Latif saat ini sudah ada surat perintah kerja (SPK) tinggal menunggu waktu untuk dikerjakan, karena seluruh persoalan lahannya sudah selesai. Pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran khusus poros Jeneponto-Bantaeng sebesar Rp 100 miliar.

Sedangkan untuk poros Bulukumba-Tanete kata Latief pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran sebesar kurang lebih Rp 70 miliar, dan untuk poros Tanete-Tondom serta poros Tondom-Sinjai anggaran yang telah disiapkan sekitar kurang lebih Rp 200 miliar.

"Pokoknya total untuk poros arah selatan, anggaran yang disiapkan dari APBN tahun ini sebesar Rp 500 miliar. Poros arah selatan meliputi Kabupaten Jeneponto hingga Sinjai," tegas Latief.

Sementara itu untuk poros Sungguminasa-Malino papar Latief, pemerintah pusat juga telah menyiapkan anggaran melalui APBN 2011 kurang lebih mencapai Rp 50 miliar.

"Sekitar Rp 30 miliar dari anggaran tersebut sudah terkontrak, dan sejak Februari lalu proses pekerjaannya sudah dimulai," tutur Latief.

Sementara sisanya atau sekitar Rp 20 miliar dari anggaran tersebut lanjut dia, masih dalam proses persiapan pelelangan. Pihaknya berharap hingga akhir tahun ini poros Sungguminasa-Malino bisa diselesaikan, karena sebagian sudah dalam proses pekerjaan. Latief juga menyebutkan total panjang jalan nasional yang ada di di Sulsel yaitu 1.700 kilometer.

Sementara itu dia juga menyebutkan dari total anggaran APBN sebesar Rp 800 miliar yang diperuntukkan untuk infrastruktur jalan dan jembatan di Sulsel tahun ini, jumlah itu hanya bisa memperbaiki sekitar 70% kondisi jalan nasional yang rusak di Sulsel.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]