Tampilkan postingan dengan label berita hukum / kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita hukum / kriminal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Januari 2014

Prajurit Asal Bulukumba Tewas di Papua


Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali kehilangan salah seorang prajuritnya. Kali ini terjadi di Papua dalam sebuah insiden baku tembak antara pasukan TNI Angkatan Darat dengan kelompok bersenjata di Papua, Jumat, 24 Januari 2014. Prajurit TNI yang tewas yaitu Pratu Sugiarto, anggota Batalion Infanteri 753 Arga Vira Tama, kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan. (int)

Kamis, 16 Januari 2014

Kepala Sekolah "Sunat" Dana Bantuan untuk Siswa Miskin


Kepala Sekolah Negeri 192 Tanahtoa Kajang, Akhmad S SPd, membenarkan adanya pemotongan untuk biaya transportasi (sewa mobil) dalam rangka mengurus pencairan dana bantuan bagi siswa miskin. (Foto: Rahim Musbar)

Jumat, 27 Desember 2013

Bendahara Golkar Bulukumba Jadi Tersangka Korupsi


Kepolisian Resort Bulukumba menetapkan Bendahara Partai Golkar Bulukumba, Arifuddin, sebagai tersangka korupsi pada kasus pengadaan perangakat teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Bulukumba. Selain Arifuddin, pejabat pembuat komitmen Muhammad Ajis juga ditetapkan sebagai tersangka pada kasus korupsi yang menghabiskan anggaran Rp 2,14 miliar itu. (int)

Jumat, 02 Agustus 2013

Kasus Silariang: Satu Tewas, Tiga Rumah Dibakar



Grafis Kawin Lari. Kawin lari yang sering disebut silariang menelan korban di Bulukumba. Mempelai laki-laki tewas ditikam keluarga perempuan. Pihak keluarga laki-laki yang tidak menerima penikaman itu membalas dengan membakar tiga rumah milik keluarga pihak perempuan.

Kamis, 16 Agustus 2012

Mudik Bawa Pistol, Mahasiswa IPDN Jatinangor Diringkus


Seorang mahasiswa praja tingkat II di Institut Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor (IPDN Jatinangor), Andi M Zainul Darmaputra (20), diringkus karena membawa senjata api saat mudik di Makassar. Ia ditangkap pada Kamis (16/8/2012) sekitar pukul 22.00 Wita. Zainul adalah putra dari mantan Bupati Bulukumba, Andy Syukri.

Sabtu, 17 Desember 2011

Kejari Bulukumba Diduga Miliki Oknum Jaksa-jaksa "Nakal"


Di Bulukumba misalnya, Kejaksaan Negeri diduga memiliki oknum jaksa-jaksa "nakal" yang menilai hukum dengan lembaran-lembaran rupiah. Praktik mafia yang terjadi adalah dengan memperjualbelikan hukum, bahkan diwarnai tawar menawar "harga" antara oknum jaksa dengan terdakwa.(Karikatur: Ata/Fajar)

Selasa, 06 Desember 2011

Bulukumba Juara Lomba Kadarkum Provinsi Sulsel 2011

Wakil Bulukumba, Andi Ayatullah (ketiga dari kiri), foto bersama Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang (keempat dari kiri) dan penerima piala Lomba Kadarkum Tahun 2011, di Hotel Lamacca, Makassar, Selasa, 6 Desember 2011. (ist)

Rabu, 30 November 2011

Polisi Bulukumba Sita Ratusan Liter Ballo Impor


BALLO. Ratusan liter minuman keras (Miras), jenis ballo (tuak) yang "diimpor" dari daerah lain, diamankan polisi di Kabupaten Bulukumba, Rabu (30/11) dini hari. Tiga warga diamankan juga diamankan.
---------------

Rabu, 02 November 2011

MK: Bupati Bulukumba Sah


Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan keputusan terpilihnya Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan dan Wakil Bupati Bulukumba H Syamsuddin (Saidin) tetap sah dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Hal itu tertuang dalam Surat MK No 159/PAN.MK/X/2011, 31 Oktober 2011, perihal jawaban atas permohonan konsultasi Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangki, yang ditandatangani Panitera Kasanur Sidaruk.

Jumat, 28 Oktober 2011

PN Surabaya Akan Hadirkan Anggota DPRD Bulukumba


Zulkifli Sayye dan Amiruddin R, dua anggota komisi B, DPRD Bulukumba, bakal datang ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Rencananya, mereka bakal dihadirkan sebagai saksi dalam perkara dugaan ilegal logging, atas terdakwa Gunawan Suhartono, pekan depan. (int)

Kamis, 29 September 2011

Putra Bulukumba Gagal Lolos Hakim Agung




Putra Bulukumba, Dr HM Daming Sunusi SH MH, gagal meraih simpati anggota Komisi DPR RI dan tak masuk dalam enam besar perolehan suara sebagai calon Hakim Agung RI dalam uji kepatutan dan kelayakan, di Gedung DPR RI, Kamis, 29 September 2011.

Senin, 12 September 2011

Terdakwa DAK Divonis Empat Tahun


Satu lagi terdakwa koruspsi di Bulukumba dijatuhi vonis bersalah. Jaka, rekanan pengadaan buku dan alat peraga pada proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan pada 2007, divonis empat tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA). Dia dinyatakan terbukti bersalah dan merugikan keuangan negara senilai Rp 2 miliar. (int)

Rabu, 24 Agustus 2011

Narkoba di Bulukumba Dipasok dari Malaysia


Satuan Narkoba Polres Kabupaten Bulukumba menyebutkan, jaringan peredaran narkotika dan obat-obat terlarang lainnya hingga masuk ke Bulukumba berasal dari negara Malaysia. Kasat Narkoba Polres Bulukumba AKP Umar Siatta mengatakan, banyaknya pelaku narkoba di Bulukumba yang terungkap rata-rata pelakunya mengaku memperoleh narkoba itu dari Makassar. (int)  

Selasa, 16 Agustus 2011

Gara-gara Pohon Jati, Warga Bulukumba Dilapor ke Polisi

Gara-gara pohon jati, dua orang warga Desa Batukaropa, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba berselisih dan berujung ke polisi. Dalam kasus ini, seorang anggota polisi dari Polres Bulukumba, Bripka Baso Amir, diduga ikut mengintimidasi keluarga pelapor.  

Napi Korupsi Dapat Remisi

REMISI. Sebanyak 124 dari 140 narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Taccorong Kelas 2A Bulukumba resmi mendapatkan pengurangan masa tahanan. Masing-masing napi mendapat remisi bervariasi mulai dari satu bulan hingga delapan bulan. Penyerahan administrasi secara resmi pemberian remisi tersebut dilakukan seusai upacara detik-detik peringatan HUT Kemerdekaan RI di Bulukumba, Rabu, 17 Agustus 2011.  

Senin, 15 Agustus 2011

Anggota KPU Sulsel Mangkir

MANGKIR. Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Ziaurrahman (baju putih bergaris), tidak hadir (mangkir) memberikan kesaksikan di Pengadilan Negeri (PN) Bulukumba, Senin, 15 Agustus 2011. KPU Sulsel akan dimintai keterangannya, selaku saksi ahli dalam kasus dugaan pemalsuan tandatangan sekretaris Partai Merdeka Bulukumba, Andi Misdar, dengan tersangka Ketua Partai Merdeka Bulukumba, HM Darwis. (Foto: Tribun Timur/Ali)  

Sabtu, 13 Agustus 2011

Kapolres Siap Buktikan Keterlibatan Kepala Kesbangpol

DUKUNG JUSMIN. Puluhan warga yang mengatasnamakan diri solidaritas warga untuk Jusmin Abdhi berunjuk rasa di Mapolres Bulukumba, Kamis, 11 Agustus 2011. Mereka menuntut Kapolres segera dicopot dari jabatannya karena diduga berada di balik rekayasa kasus tipu daya untuk memaksakan Jusmin Cs tersangkut kasus hukum, yakni dugaan kepemilikan sabu-sabu. (Foto: Arman/Fajar)  

Senin, 08 Agustus 2011

Djusmin Mengaku Kasusnya Direkayasa

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Bulukumba, Djusmin Abdhie, mengaku dijebak dan kriminalisasi, saat ditangkap Satuan Anti Narkoba Polres Bulukumba, Kamis dini hari lalu (4 Agustus 2011), di kediamannya di Jalan Gadjah Mada.  

Jumat, 05 Agustus 2011

Kakesbang Bulukumba Tertangkap Nyabu


PESTA SHABU. Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kakesbang Pol) Bulukumba Jusmin Abdhie ditangkap unit Satuan Narkoba Polres Bulukumba, saat pesta narkoba di rumah kontrakannya di Bulukumba (versi lain mengatakan Kakesbang ditangkap di rumah dinasnya Jl Gajah Mada), Kamis dinihari, 4 Agustus 2011. Jusmin ditangkap bersama salah seorang staf Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Makassar Syamsuri, dan tiga rekannya, yakni Basri Yulianto, Irham Rahimin, dan Hamzah.

Jumat, 01 Juli 2011

Polisi Tetapkan Tersangka Perusakan Kantor Bupati

KANTOR BUPATI BULUKUMBA. Polres Bulukumba telah menetapkan seorang tersangka pelaku perusakan Kantor Bupati Bulukumba, tetapi pihak kepolisian meminta agar nama tersangka diinisialkan dengan alasan masih melakukan pengembangan dan membidik pelaku lainnya. Tersangka tersebut berinisial "IW", 35, karyawan salah satu bank swasta yang sekaligus berprofesi sebagai kontraktor. (Foto: Asnawin)


-----------------

Polisi Tetapkan Tersangka Perusakan Kantor Bupati

Harian Fajar, Makassar
Jumat, 1 Juli 2011 |
http://www.fajar.co.id/read-20110630201149-polisi-tetapkan-tersangka-perusakan-kantor-bupati

BULUKUMBA -- Pengusutan aparat kepolisian terhadap pelaku perusakan Kantor Bupati Bulukumba mulai membuahkan hasil. Buktinya, polisi sudah menetapkan satu tersangka, Kamis, 30 Juni 2011.

Hanya saja, pihak kepolisian meminta agar nama tersangka diinisialkan dengan alasan masih melakukan pengembangan dan membidik pelaku lainnya. Tersangka tersebut berinisial "IW", 35, karyawan salah satu bank swasta yang sekaligus berprofesi sebagai kontraktor.

Kapolres Bulukumba, AKBP Arief Rahman mengatakan, keterliban tersangka dalam perusakan tersebut diduga kuat karena merasa kecewa dengan hasil pengumuman tender seratus paket proyek yang tidak dia menangkan. Saat ini, kata Arief, pihaknya sudah menahan tersangka di Polres Bulukumba dan sekarang sedang dimintai keterangan terkait insiden 1 Juni lalu ini.

"Yah kami sudah tahan itu. Sudah ada di kantor. Namanya sudah ada tapi tolong diinisialkan aja yah. Kami masih mengembangkan ini," ujar Kapolres.

Ia menegaskan, pihaknya yakin masih ada pelaku lainnya. Demikian juga soal motif, dipastikan soal proyek. "Itu dugaan yang sangat beralasan. Apalagi dia juga ini kontraktor. Jadi pasti karena kecewa," kata Arief, Kamis 30 Juni 2011.

Sebelumnya, Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan mengatakan, pihaknya sangat berharap kepolisian bisa membongkar oknum-oknum yang terlibat dalam perusakan kantor pemerintah ini. Bahkan dia meminta agar pihak kepolisian tidak setengah-setengah untuk mengungkap kasus ini karena perusakan fasilitas umum adalah kesalahan besar.

Menurutnya, jika ada yang diprotes atau dikritik tidak boleh dilakukan dengan cara-cara anarkis. Pasalnya, jika itu dilakukan sudah merupakan tindakan kriminal murni dan memang harus diproses secara hukum siapa pun yang terlibat.

"Saya selaku bupati hanya meminta agar hal ini bisa terungkap. Kita tidak mau hal seperti ini terulang kembali setiap ada sesuatu yang tidak diterima dilampiaskan dengan cara merusak. Ini tentu tidak boleh dibiarkan dan menjadi tugas polisi," kata Zainuddin. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/]