Selasa, 27 Oktober 2009

Lima Figur Bersaing Jadi Ketua KNPI Bulukumba



Anggota DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki, disebut-sebut akan maju bersaing memperebutkan kursi Ketua KNI Bulukumba. Calon lain adalah Andi Buyung (Lurah) Syahruni Haris (mantan ketua KPU Bulukumba), Arum Spink (Ketua KPU Bulukumba), serta Zaenal Basrun (Ketua DPC Partai Karya Perjuangan Bulukumba).

Minggu, 25 Oktober 2009

HM Roem Resmi Ketua DPRD Sulsel



HM Roem Resmi Ketua DPRD Sulsel

Makassar, 26 Oktober 2009

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Bulukumba, Sinjai, Selayar, dan Bantaeng, H. Muhammad Roem, terpilih sebagai Ketua DPRD Sulsel periode 2009-2014.

Mantan Bupati Sinjai itu dilantik bersama tiga wakil Ketua DPRD Sulsel, di Gedung DPRD Sulsel, Jumat, 23 Oktober 2009. Pengambilan sumpah dilakukan Ketua Pengadilan Tinggi Dr HM Arsyad Sanusi SH MH.

Roem sebagai wakil rakyat dari Partai Golkar terpilih sebagai ketua, terutama karena partainya meraih kursi terbanyak yakni 18 kursi, dari 75 kursi di DPRD Sulsel.

Tiga wakil Ketua DPRD Sulsel periode 2009-2014, yaitu Andry S Arief Bulu (Partai Demokrat), Ashabul Kahfi (PAN), dan A Akmal Pasluddin (PKS).

Pengambilan sumpah dihadiri Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Wagub Agus Arifin Nu'mang, Kapolda Sulsel Adang Rochyana, Pangdam VII/Wrb Joko Susilo Utomo, Pangkopsal II Yushan Sayuti, Danlantamal Bambang Wahyudi, Walikota Makassar yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin, Rektor Unhas Idrus Paturusi, serta sejumlah undangan lainnya.

Jumat, 23 Oktober 2009

Tujuh Parpol Dukung Sukri Sappewali

Jumat, 23-10-09 | 23:59 | 52 View
Harian Fajar (www.fajar.co.id)

Tujuh Parpol Dukung Sukri Sappewali
-Orasi di Bawah Pohon Beringin

BULUKUMBA -- AM Sukri Sappewali-Abd Rasyid Sarehong menjadi pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Bulukumba yang pertama deklarasi. Kamis, 22 Oktober kemarin, keduanya melakukan deklarasi di Desa Benteng Palioi, Kecamatan Kindang, Bulukumba. Deklarasi dihadiri ribuan simpatisan dan pendukungnya di daerah ini.

Pasangan ini didukung koalisi tujuh partai politik. Ketujuh parpol yang siap mendukung pasangan ini antara lain Patriot, PKPB, Partai Buruh, PKPI, PPI, Barnas, dan Partai Kedaulatan. Dengan mengantongi dukungan sebanyak tujuh parpol itu, pasangan ini sudah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai cabup dan cawabup.

Deklarasi pasangan cabup dan cawabup ini terbilan istimewa bagi Sukri maupun pendukung panatiknya. Betapa tidak, deklarasi tersebut bersamaan dengan perayaan ulang tahun kelahiran Sukri yang ke-53 tahun. Sebelumnya, Sukri juga melakukan zikir di rumah jabatan bupati pada malam sebelum deklarasi.

Sebelum melakukan orasi, Sukri menegaskan bahwa dipilihnya Benteng Palioi sebagai tempat deklarasi itu, karena daerah tersebut memiliki sejarah penting bagi masyarakat Bulukumba.

Lokasi tersebut merupakan lahan persawahan masyarakat petani, yang di tengahnya terdapat pohon beringin yang cukup besar. Di bawah pohon beringin itu, Sukri dan Rasyid melakukan orasi di hadapan simpatisan dan pendukungnya.

Saat melakukan deklarasi itu, sedikitnya ada 200 kendaraan roda empat yang mengantar, serta ratusan kendaraan sepeda motor. Para pendukung tersebut melakukan kompoi baik pada saat menuju Benteng Palioi, maupun saat mereka membubarkan diri. Deklarasi pasangan cabup-cawabup itu juga mendapat pengawalan ketat dari kepolisian, Satpol PP, maupun petugas LLAJ Dinas Perhubungan.

Bahkan banyaknya pendukung dan simpatisan yang menghadiri deklarasi itu, mengakibatkan jalan di desa tersebut mengalami kemacetan hingga tiga jam.

Dalam orasi politiknya, Sukri mengaku optimis bisa memenangkan pertarungan pilkada di daerah ini yang kedua kalinya. Tidak tanggung-tanggung, pada setiap kecamatan, Sukri menargetkan kemenangan antara 60-70 persen suara. (sah)

Andi Sukri Sappewali Tinggalkan Ahmad Gani



Andi Sukri Sappewali Tinggalkan Ahmad Gani

Thursday, 22 October 2009
Harian Seputar Indonesia Sulawesi Selatan (www.seputar-indonesia.com)
direkam pada 23 Oktober 2009

BULUKUMBA (SI) – Andi Sukri Sappewali meninggalkan Andi Ahmad Gani yang sebelumnya disebut- sebut sebagai pendamping (bakal calon wakil bupati) untuk maju berpasangan di Pilkada Bulukumba 2010.Bakal calon bupati incumbentitu justru memilih Rasyid Saherong, salah satu pejabat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Makassar.

Tidak dipilihnya Ahmad Gani sebagai pendamping, membuat tim sukses dosen UMI Makassar itu bekerja keras menjadikannya bukan lagi cawabup, tapi cabup.”Kami sebagai tim sukses optimistis dapat meraih simpati dan dukungan masyarakat menjadikan Ahmad Gani sebagai bupati di Butta Panrita Lopi ini,” kata tim media Ahmad Gani,Ilham Sikki, saat ditemui wartawan di Kafe Agri Bulukumba,kemarin. Menurut Ketua Gerakan Pemuda Balla Saraja (GPB) Bulukumba ini, tim telah membangun komunikasi dengan beberapa parpol dan melakukan sosialisasi di beberapa wilayah Bulu-kumba.

Dia menegaskan, dari hasil sosialisasi, Ahmad Gani mendapat dukungan dari alumni UMI Makassar serta beberapa organisasi pemuda dan keagamaan di Bulukumba. Para tokoh tersebut memberikan dukungan penuh kepada Ahmad Gani maju sebagai cabup. ”Dalam waktu dekat Ahmad Gani akan memilih figur yang akan mendampinginya pada Pilkada Juni 20- 10 mendatang.Tim sukses mengisyaratkan, figur yang akan mendampingi Ahmad Gani dari kalangan muda,”tandasnya.

Sebelumnya,Ahmad Gani telah menyampaikan visi dan misi di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Bulukumba. Tim 9 Partai Golkar memberi respons positif terhadap Ahmad Gani.Figur Ahmad Gani dinilai memiliki kemampuan membangun Kabupaten Bulukumba. ”Mampu bekerja sama dengan pemerintah pusat sehingga APBN lebih banyak mengalir ke Bulukumba. APBD tidak akan cukup membangun Bulukumba,” ungkap Ahmad Gani dalam pemaparan visi dan misi,pekan lalu.

Sementara itu, keputusan Partai Golkar membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati dan melakukan survei sebelum menentukan usungan, memiliki daya tarik tersendiri bagi tokoh nonkader. Di Bulukumba, hingga pendaftaran ditutup pekan lalu, tercatat 11 bakal calon bupati yang mengambil formulir pendaftaran. Sebagian besar berasal dari luar Partai Golkar,baik kalangan birokrat maupun politisi partai lain. Di antaranya bakal calon bupati incumbentAndi Sukri Sappewali, Wakil Bupati Andi Padasi, Kabag Pemerintahan Pemkot Makassar Gani Sirman, Isradi Zainal, Andi Ridwan, Ahmad Gani, Darwis, Sarifuddin Hamjar, Mahfud Edi, Edy Manaf,dan Juharta.

“ Namun, dari 11 nama ini, ada tiga di antaranya tidak mengembalikan formulir, yakni Edy Manaf, Mahfud, dan Juharta,” ujar juru bicara Tim Pilkada Golkar Bulukumba Risman Pasigai kemarin. (baharuddin/arif saleh)

Ketua PPRN Bulukumba Polisikan Sekretarisnya

Kamis, 15-10-2009
Harian Berita Kota Makassar (beritakotamakassar.com)
Direkam pada 23 Oktober 2009


Ketua PPRN Bulukumba Polisikan Sekretarisnya

BULUKUMBA, BKM -- Tarik menarik di internal Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) dalam pencalonan bupati Bulukumba memakan korban.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPRN Bulukumba, H Haleng, Rabu (14/10), melaporkan Sekretarisnya, Hadrawis, ke Mapolres Bulukumba. Hadrawis diduga memalsukan tanda tangannya soal rekomendasi balon bupati Bulukumba, yang dikirim ke DPW PPRN Sulsel.
"Saya terpaksa melapor ke polisi, karena saya tidak pernah membubuhkan tanda tangan untuk rekomendasi balon bupati Bulukumba, apalagi dalam rekomendasi itu belum ada paket balon wakil bupati,’" ujar Haleng, kemarin. Hal senada disampaikan saat diminta keterangan oleh Penyidik Reskrim Polres Bulukumba, Syahruddin.
Menurut Haleng, dirinya baru mengetahui jika tanda tangannya dipalsukan setelah pihak DPW PPRN Sulsel menelepon. Dalam surat rekomendasi yang dikirim Hadrawis tersebut, PPRN mengusung AM Sukri A Sappewali sebagai balon bupati.
"Sebenarnya saya tidak persoalkan nama calon bupati yang akan diusul PPRN. Hanya saja kan ada mekanismenya, dan saya selaku ketua sama sekali tidak dilibatkan. Kenapa tanda tangan saya ada. Rekomendasi itu tidak sah, karena tanda tangan saya palsu," tegasnya.
Dijelaskan Haleng, dalam aturan di PPRN, jika hendak mengusulkan nama calon bupati tidak boleh tunggal. Artinya jangan hanya calon bupati saja yang direkomendasikan, tetapi harus satu paket.
"Saya tidak persoalkan nama kandidat, pokoknya siapapun orangnya, saya setuju saja asalkan sesuai mekanisme partai. Inikan fatal karena rekomendasi dikirim ke DPW, bukan tanda tangan saya selaku ketua," ujarnya sambil menambahkan, PPRN, akan memberi dukungan kepada kandidat yang sejalan dengan visi misi partai, termasuk AM Sukri A Sappewali.
Selain melaporkan ke polisi, Haleng juga berencana akan terbang ke Jakarta, hari ini (Kamis, red) menemui Ketua Umum PPRN, Amalia Ahmad Yani, untuk menyampaikan kasus yang dialaminya. Sebab, persoalan pemalsuan tanda tangan tidak boleh ditolerir.
Menyinggung adanya rumor bahwa Ketua PPRN Bulukumba menjual dukungan kepada kandidat tertentu sebesar Rp 350 juta, spontan Haleng menampik tudingan itu. "Kalau benar saya menjual dukungan kepada kandidat, harus bisa dibuktikan. Pokoknya saya siap meletakkan jabatan kalau tudingan itu bisa dibuktikan," tegasnya.
Meski begitu, Haleng tidak menampik kalau dirinya pernah ketemu dengan kandidat lain yaitu Zainuddin dan Syamsuddin (Sekkab Bantaeng) yang berencana maju pada pilkada Bulukumba).
"Saya akui pernah bertemu dengan Zainuddin dan Syamsuddin. Keduanya berniat untuk menggunakan PPRN. Saat itu keduanya menjanjikan, kalau diusung PPRN pada pilkada, keduanya akan memberi kontribusi ke PPRN. Itupun tidak disebutkan nilainya, dan wajar saja jika seseorang diberi rekomendasi kemudian orang ini memberi kontribusi," katanya. ujarnya.
Selain ketua PPRN yang dimintai keterangan, penyidik juga memeriksa saksi lainnya yang juga pengurus PPRN Bulukumba. Menurut Penyidik Syahruddin, penyidik Satuan Reskrim yang menangani kasus itu, menegaskan, pihaknya akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan. "Insya Allah, Senin depan, terlapor akan kami periksa,’" katanya. ((MD2/R5))