sumber foto: www.forumms.com/bira
-----
Rabu, 12 Agustus 2009
Pantai Bira Bukan
Sekadar Pantai
Oleh: Asnawin Aminuddin
Bali boleh punya banyak pantai berpasir
putih. Bali pun boleh senang karena pantai yang mereka miliki banyak
pengunjungnya. Namun, kalau mau jujur, Bali harus mengakui kelebihan Pantai
Bira, di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.
Pantai Bira bukan hanya berpasir putih,
melainkan juga karena pasirnya sejuk meskipun matahari tengah bersinar terang
di siang bolong.
Selain itu, Pantai Bira juga bukan sekadar
pantai, karena juga memiliki batu karang yang berbukit-bukit, gua, sungai,
danau, dan hutan suaka.
Bagi para pengunjung, di Pantai Bira
terdapat sejumlah fasilitas, antara lain restaurant, villa, penginapan,
bungalow, lapangan tenis, tempat karaoke, serta peralatan menyelam.
Pantai Bira juga memiliki terumbu karang
dan pemandangan bawah laut yang sangat indah. Belasan tahun lalu, tepatnya
tahun 1997, penulis sempat menyaksikan pemandangan bawah lautnya dengan
menyelam dua hari berturut-turut.
Di sepanjang Pantai Bira terhampar pasir
putih dan birunya laut, karena pantulan ganggang laut yang beraneka warna.
Selain menikmati pantai pasir putih yang
bening dan halus, pengunjung dapat menikmati keindahan dua pulau yang ada di
depannya yaitu Pulau Liukang Loe dan sebuah pulau tak berpenghuni yang oleh
masyarakat setempat disebut Pulau Betang atau Pulau Kambing.
Pada setiap akhir pekan dan hari-hari
libur lainnya, Pantai Bira selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal, wisatawan
domestik, wisatawan nusantara, bahkan wisatawan mancanegara.
Wisatawan lokal biasanya datang pada pagi
hari dan pulang pada sore atau malam hari, tetapi banyak juga yang menghabiskan
akhir pekan dengan menginap semalam pada salah satu penginapan atau hotel di
sekitar Pantai Bira.
Wisatawan domestik umumnya menginap satu
atau dua malam di Pantai Bira, begitu pun dengan wisatawan nusantara, sedangkan
wisatawan mancanegara biasanya menginap selama beberapa malam.
Salah satu keunikan sekaligus daya tarik
Pantai Bira yaitu pasirnya yang putih dan dingin, meskipun di siang bolong.
Selain dingin, pasirnya juga halus dan lembut seperti tepung.
Menurut penduduk setempat, pasir halus itu
juga tergantung musim. Pada musim barat antara Oktober-April, pasir melimpah.
Tetapi, pada musim angin timur antara April-Oktober, pasir berkurang.
Pemandangan lain yang menarik di Pantai
Bira yaitu aktivitas masyarakat setempat yang menjadikan pantai tersebut
sebagai tempat berdagang dan dermaga penyeberangan ke Pulau Liukangloe. Jejeran
perahu nelayan pun masih terlihat di sepanjang pantai kala mereka tidak melaut.
Pantai Bira memang belum ditata menjadi
tempat tujuan wisata sepenuhnya seperti pantai-pantai yang lain, tetapi
pemandangan dan aktivitas masyarakat setempat sungguh telah menjadi keunikan
dan daya tarik tersendiri.
Lebih menarik lagi, karena antara
masyarakat setempat dan wisatawan, selalu terjadi interaksi, baik untuk
kepentingan bertukar informasi, maupun untuk kepentingan jual beli.
Pada pagi hari, suasana pantai lebih
ramai. Orang-orang setempat mulai membuka warung dagangan. Ada juga yang
menyisiri pantai untuk mencari kerang. Kerang ini kemudian dikreasikan dalam
berbagai bentuk pernak-pernik yang kemudian dijual kepada wisatawan.
Pemandangan lainnya adalah satu per satu
kapal penumpang dari Pulau Liukangloe mulai merapat di bibir pantai.
Masing-masing penumpang menurunkan bekal belanjaannya.
Wisatawan biasanya memilih untuk bangun
pagi-pagi agar tidak ketinggalan momen matahari terbit (sunrise) dari balik
gunung. Setelah itu, mereka langsung memulai segala aktivitas yang biasa
dilakukan di pantai, terutama berenang atau mandi-mandi di pinggir pantai
dengan menyewa ban karet yang tarifnya Rp 2.000 s/d 5.000 per jam.
Pada sore hari, wisatawan dapat
menyaksikan orang-orang dari seberang pulau yang terlihat kembali dari
aktivitasnya dan siap pulang dengan barang-barang hasil belanjaan
masing-masing.
Wisatawan juga dapat menyaksikan matahari
terbenam (sunset) di laut lepas. Iring-iringan perahu yang meninggalkan pantai
menampilkan siluet yang sangat indah dan menjadi terapi mata bagi siapa saja
yang menyaksikannya.
Selain keunikan pasir dan airnya, Pantai
Bira juga memiliki batu karang yang berbukit-bukit, gua, sungai, danau, dan
hutan suaka.
Bagi para pengunjung, di Pantai Bira
terdapat sejumlah fasilitas, antara lain restaurant, villa, penginapan,
bungalow, lapangan tenis, tempat karaoke, serta peralatan menyelam.
Pantai Bira juga memiliki terumbu karang
dan pemandangan bawah laut yang sangat indah. Belasan tahun lalu, tepatnya
tahun 1997, penulis sempat menyaksikan pemandangan bawah lautnya dengan
menyelam dua hari berturut-turut.
Bagaimana Anda ke Bira?
Pantai Pasir Putih Tanjung Bira terletak
di daerah ujung paling selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan
Bontobahari, Kabupaten Bulukumba. Jarak dari ibukota Kabupaten Bulukumba ke
Pantai Bira berkisar 40 kilometer, sedangkan jarak ibukota Kabupaten Bulukumba
dari Makassar yaitu sekitar 150 kilometer.
Perjalanan dari Kota Makassar ke ibukota
Kabupaten Bulukumba dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum di Terminal
Tamalate, berupa mobil Kijang, Panther, atau Innova dengan tarif sebesar Rp
40.000. Lama perjalanan dari Makassar ke Bulukumba sekitar 3 s/d 4 jam.
Dari ibukota Kabupaten Bulukumba ke
Tanjung Bira perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan mobil pete’-pete’
(mikrolet) dengan tarif berkisar antara Rp 8.000,- hingga Rp 10.000. Waktu
tempuh berkisar 30 s/d 45 menit.
Jika mau, mobil angkutan umum dapat pula
disewa (carteran) dari Terminal Tamalate Makassar ke Pantai Bira atau
sebaliknya dengan tarif sekitar Rp 400.000 s/d Rp 500.000.
Tiket Masuk
Biaya tiket masuk ke lokasi Pantai Tanjung
Bira Rp 2.500/orang bagi wisatawan lokal dan Rp 5.000/orang bagi wisatawan
mancanegara.
Akomodasi
Kawasan wisata Pantai Tanjung Bira kini
memiliki berbagai fasilitas, seperti restoran, penginapan, villa, bungalow, dan
hotel dengan tarif yang bervariasi. Tarif kamar berkisar antara Rp 100.000 s/d
Rp 600.000 per hari.
Di Pantai Bira juga juga terdapat
persewaan perlengkapan menyelam (diving dan snorkling) dengan tarif Rp
30.000,-.
Bagi pengunjung yang selesai berenang di
pantai, disediakan kamar mandi umum dan air tawar untuk membersihkan pasir dan
air laut yang masih lengket di badan.
Jika anda ingin berkeliling di sekitar
pantai, tersedia pula persewaan motor dengan tarif Rp 65.000 / hari.
Kalau anda ingin menyeberang ke Kabupaten
Selayar, di Pelabuhan Bira (sekitar dua kilometer sebelum kawasan Pantai Pasit
Putih Tanjung Bira), ada dua buah kapal ferry yang siap mengantar,
masing-masing pada pagi dan sore hari.***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar