Selasa, 18 Januari 2011

Ratusan Guru Honorer Datangi Bupati Bulukumba


Illustrasi foto guru honorer yang sedang menangis saat melakukan aksi unjukrasa. Puluhan guru honorer di Bulukumba, Selasa, 18 Januari 2011, mendatangi kantor bupati setempat untuk menuntut perbaikan nasib. Seusai pertemuan, Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan menyumbangkan dana Rp 50 juta kepada IGHI Bulukumba. (Saladin/Global)
--------------------------------

Verifikasi Guru Honorer Dituding Tidak Transparan
-Datangi Bupati Bulukumba, Diberi Uang Rp 50 Juta 

Harian Fajar, Makassar
Rabu, 19 Januari 2011
http://www.fajar.co.id/read-20110118191259-verifikasi-honorer-dituding-tidak-transparan


BULUKUMBA -- Ratusan guru honorer mendatangi kantor Bupati Bulukumba, Selasa, 18 Januari 2011. Mereka datang menuntut perbaikan nasib. Mereka menuding, pendataan honorer, khususnya guru dilakukan secara tidak transparan. Akibatnya, banyak merugikan tenaga honorer yang secara faktual mengabdi bertahun-tahun. Bahkan mereka menyebut 480 orang dari 695 guru honorer yang lulus database pada 2005 sampai saat ini masih telantar dan tidak ada kepastian pengangkatannya.

Ironisnya, banyak bermunculan guru honorer yang tidak terdata pada 2005 justru terakomodasi pada pendataan tenaga honorer beberapa waktu lalu. Bahkan mereka yang tergabung dalam organisasi Ikatan Guru Honorer Indonesia (IGHI) Cabang Bulukumba ini mengaku kaget dengan membeludaknya tenaga guru honorer yang dilansir Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bulukumba yang menembus angka 2.000 lebih.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IGHI Bulukumba Awaluddin menegaskan, apa yang dialami guru honorer di Bulukumba sudah sangat memprihatinkan. Pasalnya, apa yang menjadi keresahan dan menjadi tuntutan sejak 2005 lalu hingga saat ini belum ada solusinya. Bahkan menurut Awaluddin pendataan honorer beberapa waktu lalu akan menimbulkan masalah baru karena adanya pembengkakan tenaga honorer yang tidak jelas asal usulnya.

"Sekarang kami minta BKDD agar memprioritaskan kami yang sudah terdata pada 2005," tambahnya.

Kepala Bidang Informasi Kepegawaian dan Pengendalian Pegawai Muhammad Nur Jalil menegaskan, BKDD sangat tergantung dengan data yang disetorkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membawahi setiap tenaga honorer. Termasuk di dalamnya guru honorer. "Kami apa pun yang diberikan, itu yang kami proses," katanya.

Jalal menyebutkan untuk verifikasi tahun ini, sudah ada kepastian memenuhi syarat baru tenaga honorer kategori pertama yakni yang dibiayai APBN atau APBD. Jumlah yang memasukkan berkas untuk kategori ini saja mencapai 578 orang tetapi yang dinyatakan memenuhi syarat hanya 70 orang. Itu pun kata dia, masih akan diverifikasi lagi sebelum ditetapkan Kemenpan. Sedangkan untuk kategori dua yang tidak dibiayai APBN ataupun APBD saat ini masih dalam proses dan belum ada pengumuman berapa yang dinyatakan memenuhi syarat.

Sementara itu, pasca ratusan tenaga honorer ini mendatangi kantor Bupati terjadi kekisruhan di depan ruangan bupati. Penyebabnya, Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan menitip uang Rp50 juta untuk dibagikan kepada para guru ini sebagai ongkos transportasi dan makan. Hanya saja, Ketua DPD IGHI, Awaluddin menolak untuk membagikannya dan beralasan akan digunakan untuk biaya organisasi. Karena desakan ratusan guru honorer, uang tersebut akhirnya dibagikan tetapi tidak lagi atas nama institusi DPD IGHI. (arm)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Majelis Taklim Haerunnisa Tugondeng Miliki 150 Anggota


Kepala Desa sekaligus Pembina Majelis Taklim Haerunnisa Desa Tugondeng, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, Hj Sukawati, foto bersama anggota majelis taklim dalam sebuah kegiatan. Majelis taklim ini beranggotakan 150 orang. (Foto: Istimewa)


--------------------------------

Majelis Taklim Haerunnisa Tugondeng Miliki 150 Anggota

Radio Cempaka Asri, Bulukumba
Jumat, 14 Januari 2011
http://www.rca-fm.com/2011/01/majelis-taklim-haerunnisa-tugondeng.html

Bulukumba, RCAnews - Majelis Taklim Haerunnisa Desa Tugondeng, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, di bawah binaan Kades Tugondeng Hj Sukawati, aktif melakukan pengajian rutin dalam rangka meningkatkan kebersamaan dan wawasan keagamaan bagi anggotanya.

Kades Tugondeng Hj Sukawati menjelaskan, selama beberapa tahun Majelis Taklim yang beranggotakan 150 anggota ini aktif melaksanakan kegiatan, selain  menghadirkan penceramah dalam setiap pengajian juga dirangkaikan dengan arisan.

Setiap pengajian senantiasa diikuti pemerintah desa, pengurus Badan Permusyawaratan Desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Majelis taklim ini juga rutin melakukan pembinaan kepada warga masyarakat, terutama menggenjot program dasa wisma untuk mendukung kegiatan PKK di desa.

''Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang membutuhkan uluran tangan seperti kalau ada warga yang mengalami kesulitan, menderita penyakit, atau mereka yang membutuhkan perhatian,'' kata Sukawati.

Hal yang aktif disosialisasikan akhir-akhir ini adalah program kebersihan dan keindahan yang dicanangkan Bupati Bulukumba untuk meraih Adipura.

''Meskipun penilaiannya di kota, tetapi kami juga sangat merespons terutama bagaimana melakukan gerakan penghijauan. Ini sangat sejalan dengan visi Membangun Desa Menata Kota yang dicanangkan pemerintah kabupaten Bulukumba saat ini,'' ujarnya. (rca/aa)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Pemkab Bulukumba akan Bangun Rumah Sakit Modern




Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan (paling kiri) memberikan penjelasan di hadapan anggota DPRD Bulukumba dan pihak PT. Artanusan Indoetam Samarinda, tentang rencana pembangunan RSUD Bulukumba, di ruang kerjanya, Selasa, 18 Januari 2011. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)


-----------------------------------------

Pemkab Bulukumba akan Bangun Rumah Sakit Modern
- Biaya Ditaksir Sekitar Rp 200 Miliar

Keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba kini dirasakan sudah sangat tidak memadai dibanding dengan kebutuhan dan perkembangan. Masyarakat sudah terlalu sering mengeluh melihat kondisi rumah sakit tersebut, serta pelayanan yang diterima saat berobat. 
Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan pun sudah pernah meninjau dan mengaku kurang puas melihat kondisi rumah sakit tersebut.

Atas keluhan masyarakat dan kondisi tersebut, Pemkab Bulukumba bertekad memperbaiki rumah sakit kebanggaan masyarakat Bulukumba dengan mengubahnya menjadi rumah sakit modern.

Gedung baru RSUD Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba nanti direncanakan sebesar 17.000 meter persegi, dengan kapasitas tempat tidur 200 – 300 buah, serta dilengkapi laboratorium dan berbagai sarana pendukung lainnya.

Langkah awal untuk mewujudkan rencana tersebut telah dimulai dengan pertemuan antara Pemkab Bulukumba bersama anggota DPRD Bulukumba dengan pihak swasta yang akan membangun rumah sakit tersebut, di Ruang Kerja Bupati Bulukumba, Selasa, 18 Januari 2011.

Pada kesempatan itu, pihak swasta yakni PT Artanusa Indoetam Samarinda diberi kesempatan melakukan ekspose.  Namun sebelum ekspose, Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan terlebih dahulu memberikan kata pengantar awal dan menjelaskan bahwa sarana dan prasarana RSUD Sultan Dg Radja untuk lima tahun ke depan sudah tidak memadai lagi.

Beberapa tahun terakhir, pasien sangat membludak tetapi sarana yang ada sangat minim, sehingga perlu upaya antisipasi dengan membangun RSUD yang baru dengan meningkatkan kelasnya menjadi tipe B. Hal itu sangat memungkinkan oleh karena letak geografis Bulukumba yang strategis di regional selatan Sulawesi Selatan.

Zainuddin Hasan juga menjelaskan bahwa PT Artanusa ini sudah mempunyai pengalaman membangun rumah sakit yang lengkap di Kota Tarakan, sehingga pihaknya mengundang pimpinan PT Artanusa untuk mempresentasikan perencanaan pembangunan rumah sakit tersebut secara komprehensip. 

“Pemerintah Bulukumba akan menyiapkan lahan baru seluas lima hektar. Kita berharap pembangunan rumah sakit ini dapat selesai dalam dua tahun, jika negosiasi kerjasamanya sudah selesai,” ujarnya.

Executive Director Artanusa Tandi Yutrison saat ekspose menjelaskan bahwa rumah sakit yang akan dibangun itu adalah rumah sakit modern yang dijamin kualitasnya. Besar gedungnya sekitar 17.000 meter persegi dengan kapasitas tempat tidur 200 – 300 tempat tidur, serta maksimun kunjungan rawat jalan 300 orang perhari, serta laboratorium yang berkapasitas 5000 tes pertahun.

Adapun total biaya pembangunan yang ditawarkan oleh Artanusa sebesar Rp 202,6 milyar, harga ini belum termasuk alat dan perlengkapan di dalamnya.

Mendengar jumlah biaya yang sangat besar tersebut, Bupati dan beberapa anggota DPRD langsung memberikan tanggapan. Menurut Bupati, metode pembayarannya memang bisa dicicil sampai empat tahun, namun bangunannya harus selesai dalam dua tahun dan harga itu pun diharapkan masih bisa disesuaikan dengan harga material yang ada di Bulukumba, sehingga penawaran tersebut masih bisa turun.

Anggota DPRD Bulukumba, Fahidin, menyarankan agar pemerintah daerah mengkalkulasi dulu kemampuan dananya, sehingga bangunan tersebut dapat menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

‘’Mungkin ada beberapa item bangunan yang tidak perlu diambil,’’ kata Fahidin. (asnawin)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Senin, 17 Januari 2011

''Suara'' Bupati Bulukumba Laku Rp 95 Juta



SUARA BUPATI. Meskipun bukan penyanyi profesional, ''suara'' dan lagu berjudul ''Kucari Jalan Terbaik'' yang dibawakan oleh Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, ternyata mampu memukau banyak orang. Tidak tanggung-tanggung, suara dan lagu tersebut laku terjual sebesar Rp 95 juta.

Aktivis Minta Tender Ulang Proyek di Bulukumba Dibatalkan

Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, yang menemui pengunjuk rasa mengaku tidak akan menghentikan proses tender DAK pendidikan 2010. Zainudidn juga mengaku tidak akan mencabut surat pembatalan tender. "Yang berhak mencabut jaksa, PTUN atau kadis Diknas," terang Zainuddin Hasan.


--------------------------------

Aktivis Minta Tender Ulang Proyek di Bulukumba Dibatalkan

Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Selasa, 18-01-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=59656


BULUKUMBA, UPEKS--Aktivis Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bulukumba, kembali menggelar aksi demo di kantor bupati Senin (17/1). Demo yang dipimpin mantan ketua PMII Cabang Bulukumba, Ahmad Algazali mengusung sejumlah isu.

Isu yang diusung seperti pembatalan tender proyek DAK pendidikan 2010, tambahan kuota CPNS dengan membayar uang Rp 70 juta, pembangunan masjid agung serta pembagian kredit Rp 5 miliar.

Namun dari sejumlah isu tersebut, pembatalan proyek DAK pendidikan 2010 di Dinas Pendidikan serta kuota tambahan CPNS yang menjadi isu hangat. Ahmad Algazali meminta agar proyek DAK 2010 di Diknas Bulukumba tidak dibatalkan. Sebanyak 71 rekanan telah dinyatakan sebagai pemenang namun dibatalkan.
Saat ini, Pemkab Bulukumba akan melakukan tender ulang.

"Saya minta dipending DAK pendidikan 2010. Rekanan pemegang tender ajukan gugatan ke PTUN," terang Ahmad Algazali.

Terkait dengan tambahan kuota CPNS 50 orang, menurut Ahmad Algazali, ada kejanggalan. Ada calo CPNS yang bermain. Ada permainan uang Rp 70 juta per orang.

"Saya minta polisi tidak menerbitkan SKCK bagi 50 CPNS ini," pinta Ahmad.

Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, yang menemui pengunjuk rasa mengaku tidak akan menghentikan proses tender DAK pendidikan 2010. Zainudidn juga mengaku tidak akan mencabut surat pembatalan tender. "Yang berhak mencabut jaksa, PTUN atau kadis Diknas," terang Zainuddin Hasan.

Terkait dengan kuota tambahan CPNS 50 orang yang disebut-sebut ada permainan uang Rp 70 juta per orang, Bupati Zainuddin Hasan mempersilahkan aktivis PMII menunjuk siapa penerima dan siapa pemberi uang.

"Kalau ada bukti siapa yang memberi dan siapa yang menerima uang, saya akan batalkan kelulusannya," terangnya. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Diwisuda, 155 Santri TKA di Bontotiro


Illustrasi foto anak-anak TPA yang bermain di ruang terbuka direkam http://suraukita-coburg.blogspot.com/2010/08/taman-pendidikan-al-quran-tpa.html. Sebanyak 55 santri dari delapan belas unit TKA/TPA di Kecamatan Bontotiro, diwisuda Sabtu, 15 Januari 2011, di Masjid Jami Nurul Yakin Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba.


------------------------------

Diwisuda, 155 Santri TKA di Bontotiro

Radio Cempaka Asri, Bulukumba
Senin, 17 Januari 2011
http://www.rca-fm.com/2011/01/155-santri-di-bontotiro-tka-diwisuda.html


Bulukumba, RCAnews -  Sebanyak 55 santri Taman Kanak-kanak Al-Qur'an dari delapan belas unit TKA/TPA diwisuda Sabtu (15/1) lalu di Masjid Jami Nurul Yakin Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba.

Wisuda santri dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Andi Mahrus Andis, dihadiri Ketua DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Kabupaten Bulukumba Safiuddin, Camat Bontotiro A. Launru, Kades Bontotangnga Taufiq Sulaeman, dan para orangtua santri.

Asisten Pemerintahan dan Kesra A. Mahrus dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pembinaan generasi muda sehingga mampu untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkadung dalam Al-Qur'an.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan tes kepada sejumlah santri untuk menghafal do'a dan ayat Al-Qur'an dengan memberi hadiah uang kepada setiap yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan. Di antara yang ditunjuk ada mampu menjawab dengan fasih, tetapi ada juga yang grogi sehingga lupa dan tidak mampu menjawab dengan benar. (rca/ma)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Seniman Bulukumba Gelar Workshop Seni Bagi Pelajar


WORKSHOP SENI. Wakil Bupati Bulukumba, Syamsuddin, menabuh gendang tanda dibukanya Workshop Seni yang diadakan Sanggar Seni Budaya Al-Farabi Bulukumba dan diikuti puluhan pelajar, di Gedung PKK Bulukumba, Sabtu malam, 15 Januari 2011. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)

Pengurus Kerukunan Keluarga Bulukumba Dikukuhkan


Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan melantik dan mengukuhkan pengurus Kerukunan Keluarga Bulukumba, di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bulukumba, Sabtu, 15 Januari 2011. KKB diketuai Masykur A. Sulthan dan Sekretaris Andi Badi Sommeng. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)


-------------------------------


Pengurus Kerukunan Keluarga Bulukumba Dikukuhkan
- Masykur Sulthan Ketua, Badi Sommeng Sekretaris


Oleh Humas Bulukumba
- 16 Januari 2011
http://www.facebook.com/note.php?note_id=144689875588458

Pengurus Kerukunan Keluarga Bulukumba (KKB) diharapkan menjadi wadah komunikasi dan informasi dalam rangka turut serta mengambil peran dalam pembangunan di Kabupaten Bulukumba. Permintaan tersebut disampaikan Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan kepada para pengurus KKB saat acara pengukuhan pengurus periode 2011-2014 di pendopo rumah jabatan bupati, Sabtu (15/1) kemarin

Pengurus yang dilantik di antaranya Masykur A. Mansyur Sulthan selaku ketua dan A. Badi Sommeng selaku sekretaris. Sejumlah tokoh Bulukumba yang berada diluar Bulukumba dan pernah berkiprah di KKB turut hadir di antaranya Sadman yang juga mantan direktur PT. Semen Tonasa, H.A. Mansyur Sulthan, A. Ridwan dan sejumlah tokoh lainnya.

Bupati mengatakan peran penting KKB sebagai wadah tentu diharapkan sehingga segala potensi pembangunan daerah bisa dioptimalkan dengan memberi berbagai informasi dan menyumbangkan pemikiran-pemikiran yang kreatif dan inovatif.

Tidak ada yang dapat menyangkal kalau potensi Bulukumba ini sangat luar biasa di daratan, pegunungan, dan lautannya, hanya saja butuh orang-orang yang cerdas dan mau berpikir untuk memajukan Bulukumba.

"Sepanjang kita mau dan bersama-sama untuk maju, tidak ada yang tidak bisa kita lakukan" kata Bupati.

Sebelumnya mantan Ketua KKB, Sadman mengungkapkan jika Bulukumba memiliki potensi yang sangat luar biasa, sehingga butuh orang-orang kreatif untuk mengelolah potensi tersebut.

Sementara itu, Masykur berharap pengurus KKB yang baru dapat memberikan peran dan kontribusi yang lebih besar untuk bersama-sama membangun Bulukumba.

"Kita adalah putra daerah yang memiliki kewajiban untuk  menyumbangkan kemampuan yang kita miliki" pintanya kepada para pengurus.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Bupati Bulukumba Lantik 13 Pejabat Eselon II

Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan melantik 13 pejabat eselon II, di Ruang Pola Kantor Bupati, Senin, 17 Januari 2011. Tampak dalam gambar saat Zainuddin Hasan mendengarkan visi misi calon pejabat di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)


---------------------------

Bupati Bulukumba Lantik 13 Pejabat Eselon II
- Zainuddin Janji Tidak akan ''Impor'' Pejabat


Bulukumba, RCAnews - Proses mutasi akhirnya berlangsung. Sebanyak 13 pejabat eselon II yang berpindah tempat dan empat pejabat eselon tiga yang menduduki jabatan pelaksana tugas (Plt) eselon II dilantik dan diambil sumpahnya untuk menduduki posisi baru dalam Pemerintahan Kabupaten Bulukumba oleh Bupati Zainuddin Hasan di Ruang Pola Kantor Bupati, Senin, 17 Januari 2011.

Dalam mutasi yang pertama kali sejak Bupati dan Wakil Bupati dilantik dua bulan yang lalu, hanya sebagian dari jabatan SKPD yang terganti.

Dalam mutasi ini ada penambahan staf ahli dari 3 menjadi 5, yaitu staf ahli pemerintahan (A. Mahyuddin) dan staf ahli pembangunan (H. Basri)

Bupati dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses mutasi adalah hal yang biasa dan bukan hal luar biasa, karena proses ini telah melalui pertimbangan Baperjakat dan fit and propert test. Sekarang kita tinggal menunggu bagaimana para pejabat ini bekerja secara profesional.

Zainuddin memastikan tidak akan menerima pejabat dari luar Bulukumba yang ingin menduduki jabatan eselon dua. Menurutnya, banyak pejabat di Bulukumba yang punya kemampuan untuk menduduki jabatan eselon II.

"Saya tidak akan mengimport pejabat, itu janji saya," tandasnya.

Beberapa waktu lalu, ketika masih melakukan uji kepatutan dan kelayakan, Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan mengatakan, berdasarkan penilaiannya, sampai saat ini sebagian besar pimpinan SKPD tidak menduduki posisi yang tepat. Akibatnya, program yang dijalankan tidak bisa mencapai target maksimal. Dari kajian ini, Zainuddin mengaku akan melakukan perombakan total dengan mengedepankan kompetensi.

"Saya minta semua pimpinan SKPD saat ini memaparkan program yang ingin dia jalankan. Dari situ saya bisa menilainya dia cocok pada posisi mana," kata Zainuddin, Jumat, 7 Januari 2011. (rca/ik - asnawin) 

Nama-nama pejabat yang dilantik sebagai berikut :
-------------------------------------------------------
1. Ir. Nurdin Radja - Asisten II Bidang Ekbang
(sebelumnya Kepala BPPKB)
2. Dra. Hj. R. Kr. Suginna --Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan
(sebelumnya Kepala Inspektorat)
3. Drs. H. Muh. Basri P, MM -- Staf Ahli Bidang Pembanguna
(sebelumnya staf ahli pemerintahan, kemasyarakatan dan SDM
4. Ir. Hj. A. Syarfiah Patunru -- Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM
(sebelumnya Kepala Badan Ketahanan Pangan)
5. Drs. A. Mahyuddin -- Staf Ahli Bidang Pemerintahan
(sebelumnya Kepala BPMPD)
6. Drs. A. Syafrul Patunru -- Kepala Inspektorat
(sebelumnya Kepala DPKD)
7. Dra. Andi Bahagia Amin -- Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah
(sebelumnya Kadi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata)
8. Drs. H. Muh. Sabir -- Plt. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
(merangkap Kepala Kantor Perizinan)
9. Ir. H. A. Bachtiar Arief, MTP -- Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, Perpustakaan, dan Kearsipan
(sebelumnya Kepala Dinas Tata Ruang)
10. drh. Hj. Rustinah, MP -- Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan
(sebelumnya staf ahli) 
11. Hj. Hartatiah AS, SE -- Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
(sebelumnya Kepala BKDD)
12. Dra. A. Nurdiana, MM -- Kepala Dinas Pengelola Keuangan Daerah
(sebelumnya menjabat Kabag Keuangan Setda)
13. dr. Dian Wellyati -- Kepala Dinas Kesehatan

(sebelumnya menjabat Kabid di Dinas Kesehatan)
14. Drs. Rosali A. Liong, MSi -- Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika
(sebelumnya Litbang)
15. Drs. Achmad Sukri -- Plt. Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya)
16. Drs. A. Nasaruddin Gau -- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
(sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan)
17. A. Irwan Idjo, SE -- Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, Perindustrian, dan Energi
(sebelumnya Asisten II Bidang Ekbang). (asnawin)

Sumber berita:
1. Radio Cempaka Asri, Bulukumba
- Senin, 17 Januari 2011
- http://www.rca-fm.com/2011/01/sebanyak-13-pejabat-eselon-ii-dilantik.html

2. Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
- Selasa, 18 Januari 2011
- http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=59653

3. Facebook Humas Bulukumba
- Senin, 17 Januari 2011
- http://www.facebook.com/note.php?created&&note_id=10150124950651565#!/note.php?note_id=144906965566749


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Warga Bulukumba Ikut Fun Bike di Makassar

MENEROBOS HUJAN. Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (tengah) bersama peserta Fun Bike Fajar TV di halaman Gedung Graha Pena Makassar, Minggu, 16 Januari. Kegiatan ini dilepas Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang. (Foto: Nurhadi/Fajar)

Angin Kencang Kembali Terjadi di Butta Panrita Lopi



Angin kencang kembali terjadi di Butta Panrita Lopi, Kabupaten Bulukumba, Senin, 17 Januari 2011, sekitar pukul 14.00 wita dan masih terus terasa hingga ke pelosok kecamatan seperti di Desa Kindang, kecamatan yang terjauh dari sebelah barat kota Bulukumba, tepatnya di kaki gunung Bawakaraeng. Bahkan hingga ke Kabupaten Bantaeng, Selayar, dan Sinjai. (Foto: Syamsul Bahri/Tribun Timur) 


---------------------------------------

Angin Kencang Kembali Terjadi di Butta Panrita Lopi
- Pemprov Sulsel Keluarkan Instruksi Siaga


Laporan Wartawan Tribun-Timur, Syamsul Bahri
Tribunnews.com - Senin, 17 Januari 2011
http://www.tribunnews.com/2011/01/17/pemprov-sulsel-keluarkan-instruksi-siaga

TRIBUNNEWS.COM, BULUKUMBA --- Angin kencang kembali terjadi di Butta Panrita Lopi, Kabupaten Bulukumba, Senin (17/1/2011). Karenanya Pemerintah setempat mengeluarkan instruksi Siaga.

Angin kecang di Butta Panrita Lopi tersebut terjadi Senin, 17 Januari 2011, sekitar pukul 14.00 wita dan masih terus terasa hingga ke pelosok kecamatan seperti di Desa Kindang, kecamatan yang terjauh dari sebelah barat kota Bulukumba, tepatnya di kaki gunung Bawakaraeng. Bahkan hingga ke Kabupaten Bantaeng, Selayar, dan Sinjai.

"Angin masih cukup kencang disini sama seperti kemarin," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabuapaten Sinjai, Irwan Suaib.

Menurut Suaib, angin kencang itu yang sudah terjadi sejak seminggu terakhir ini sehingga pemerintah Sulsel telah menginstruksikan agar kepada semua kepala daerah, bupati dan walikota, termasuk camat hingga lurah dan kepala desa di Sulsel untuk siaga.

Instruksi Siaga ini disampaikan langsung oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, saat rapat koordinasi bidang ekonomi dan pemaparan potensi ekonomi Pemprov Sulsel di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 17 Januari 2011.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Jembatan Jalan Poros Makassar - Bulukumba Rusak


JEMBATAN RUSAK. Illustrasi foto jembatan rusak yang direkam dari situs web padangkini.com. Jembatan Tamanroya, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, yang merupakan jalan poros Makassar-Bulukumba, kini mengalami kerusakan parah akibat beban tonase yang berlebihan, ditambah hujan yang terus mengguyur selama dua hari terakhir. (Foto: Herman/padangkini.com)

-------------------------------------------------

Jembatan Tamanroya Jeneponto Rusak
- Jalur Utama Makassar-Bulukumba


Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Senin, 17-01-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=59626

JENEPONTO, UPEKS—Bupati Jeneponto, Drs H Radjamilo MP, didampingi Kabag Humas Pemkab Jeneponto, Syamsi Lili, serta sejumlah satuan lantas polres, meninjau Jembatan Tamanroya Kelurahan Tamanroya Kecamatan Tamalatea.

Jembatan itu mengalami kerusakan parah akibat beban tonase yang berlebihan, ditambah hujan yang terus mengguyur selama dua hari terakhir. Dalam peninjauan itu, Bupati Jeneponto, Radjamilo bersama Kasat Lantas Polres Jeneponto, AKP H Edy Supriadi, meminta agar jembatan itu segera diperbaiki.

“Paling tidak perbaikan darurat, mengingat jembatan ini merupakan jalur utama kendaraan arah Makassar ke Jeneponto, serta Bantaeng, Bulukumba, Sinjai dan Selayar,” tegas Radjamilo.

Menurutnya, kerusakan jembatan ini dapat mengakibatkan kecelakaan lalulintas dan merugikan pengguna jalan, apabila tidak segera diperbaiki. Untuk mengantisipasi hal tersebut, bupati melakukan pembicaraan melalui telepon ke pejabat Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Samaila, untuk segera mengambil langkah-langkah perbaikan, agar arus lalu lintas di Jembatan Tamanroya bisa kembali berjalan lancar, mengingat kewenangan perbaikan jembatan tersebut berada di tingakat Provinsi Sulsel. ()

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Minggu, 16 Januari 2011

Bupati Bulukumba Mendapat Gelar ''Puto Pahali Daeng Painro''


GELAR ADAT. Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan (kanan) saat dikukuhkan oleh Pemimpin Adat Amma Towa, Puto Palasa, pada upacara pemberian gelar adat, di rumah adat tempat pertemuan, Sobbu, Desa Tanah Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Minggu, 16 Januari 2011. (Foto: Humas Pemkab Bulukumba)

Pemkab Bulukumba Lamban Tangani Sengketa Irigasi

 
Aliran Sungai Bialo yang selama ini cukup untuk mengairi sawah petani di Bulukumba, kini sudah berkurang karena lebih banyak mengalir ke wilayah Bantaeng. Petani yang lahan kebun dan sawahnya mengandalkan aliran air dari Sungai Bialo kini bingung untuk mendapatkan sumber suplai air irigasi. 
 
 
-------------------------------- 
Pemkab Bulukumba Lamban Tangani Sengketa Irigasi
 
Harian Fajar, Makassar
Minggu, 16 Januari 2011
http://lokalnews.fajar.co.id/read/113936/123/pemkab--lamban-tangani-sengketa-irigasi 
 
BULUKUMBA -- Sengketa irigasi induk pada perbatasan Bulukumba-Bantaeng yang belum terselesaikan menuai kritikan dari legislator di DPRD Bulukumba. Pemkab dinilai lamban dalam mencari solusi terbaik masalah tersebut.

Ketua Komisi A DPRD Bulukumba yang membidangi masalah perairan, Andi Syahrir Sahib mengaku kecewa dengan pernyataan bupati Bulukumba Zainuddin Hasan berjanji menyelesaikan masalah itu dengan cepat tapi belum juga terwujud hingga kini.

"Petani butuh solusi cepat. Hal ini sudah berulang kali disuarakan oleh petani tapi toh kenapa sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya. Ini persoalan perut karena lahan petani di depan mata akan kesulitan air untuk pengairannya. Harusnya pemkab sigap, jangan diam seperti ini," tandas Syahrir, Sabtu 15 Januari 2011.

Selain itu, lanjut Syahrir persoalan utama yang dihadapi petani saat ini adalah musim tanam. Dengan kondisi demikian, lanjutnya petani bingung akan mendapatkan sumber suplai air irigasi. Pasalnya, aliran Sungai Bialo yang selama ini cukup untuk mengairi sawah mereka sudah berkurang karena lebih banyak mengalir ke wilayah Bantaeng. "Apakah ini mau dibiarkan, saya tahu persis pembagian air sangat tidak adil," tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan mengaku akan membahas persoalan itu di jajarannya sebelum memasuki masa tanam. Syahrir membeberkan, Zainuddin juga pernah menjamin bahwa ribuan hektare lahan pada wilayah perbatasan Bulukumba ini tidak akan terkena dampaknya. (arm)
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

saya anak pantai, haha :)



Ngasoy Geboy di Pantai Samboang, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba. Kalo di pantai saya merasa BEBAS dan LEPAS! Makanya saya lebih suka mejeng di pantai, mungkin karena saya keturunan anak Bulukumba kali yah?



-----------------------

saya anak pantai, haha :)

Oleh: Alvidha Septianingrum Sastromihardjo

(Sabtu, 25 September 2010, http://alstrojobaru.blogspot.com/2010/09/saya-anak-pantai-haha.html)
 
Nda tau kenapa juga yah? Kalo di pantai saya merasa BEBAS dan LEPAS! Makanya saya lebih suka mejeng di pantai, mungkin karena saya keturunan anak Bulukumba kali yah? Yang identik dengan pantainya yang aduhay hay hay aduh asiknya! Membuat diriku tergila-gila (lagu dangdut favorit saya nih! HAHAHA :p)

Kalo Yonski demen kongkow di gunung dan lembah, saya sebaliknya saya hobi ngasoy di pantai. Sembarang pantai apa. Oia, pantai yang paling the best buat saya itu Pantai Selatan (Pelabuhan Ratu, sayang foto2nya ada di HAPE lama dan hape yang lama sudah di?? DIJUAL! Kasiaa!) dan saya juga suka Pantai Samboang (Bulukumba).

Saya pernah belajar WSBB (Wawasan Sosial Budaya Bahari), katanya anak yang tinggal di GUNUNG (lirik Yonski) dan anak yang tinggal di PANTAI (lirik saya) berbeda sifat. Anak gunung cenderung lebih cool sedang anak pantai cenderung lebih hot dan gaul gila! Maksud saya emosi lebih meledak-ledak kalo anak pantai, karena PANAS dak kayak di gunung dingin semriwing merasuk hingga ke rusuk :p .Tapi kalo saya perhatikan, iya juga sih.. Yonski kan besar di gunung dan hutan, jadi memang iya agak pendiam dan cool ki (KULKAS) HAHAHA, and me? Liat saja dari tulisanku! Sudah meledak-ledak, apalagi kalo ketemu langsung? Ah.. Kalem ja iya :p Kalem dari Hongkong!

Banyak inspirasi yang bisa saya dapatkan dari pantai, hanya mendengar desiran ombak, saya sudah senang dan bahagia serta banyak ide yang mengalir. Hehehehe. Yah i love beach lah! Begitu mi mungkin kalo kelahiran Bulukumba di? Selain suka nongkrong di pantai, saya juga suka bikin pinisi :p HAHAHA.





Samboang Beach, Bulukumba.........

Yah itulah ekdua foto saya yang paling yahut di Samboang Beach, Bulukumba! I LOVE IT ! Hahahaha :)
Oke sekian dlu postingan saya sodara2.
Wassalam

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Sabtu, 15 Januari 2011

Pemkab Bentuk Panitia HUT ke-51 Bulukumba


Guna menyemarakkan kota Bulukumba dan menyambut HUT ke-51 Kabupaten Bulukumba tahun 2011, masyarakat setempat diminta memasang lampion di depan rumah masing-masing. Puncak acara dilaksanakan pada 4 Februari 2011 di Lapangan Pemuda Bulukumba.


-------------------------------------------- 


Pemkab Bentuk Panitia HUT ke-51 Bulukumba

- Warga Diminta Ciptakan Kebersihan dan Keindahan
- Diramaikan Lomba Perahu, Lomba Kendaraan Hias, Lomba Seni Budaya
- Masyarakat Diminta Memasang Lampion di Depan Rumah Masing-masing
- Puncak Acara 4 Februari 2011 di Lapangan Pemuda


Radio Cempaka Asri, Bulukumba
Jumat, 14 Januari 2011
http://www.rca-fm.com/2011/01/panitia-hari-jadi-bulukumba-ke-51.html

Bulukumba, RCAnews - Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulukumba ke 51 Pemerintah Kabupaten membentuk Panitia Pelaksana yang melibat seluruh elemen masyarakat.


Kabag Humas Pemkab Bulukumba Daud Kahal kepada pengelola blog kabupatenbulukumba.blogspot.com, Asnawin, Ahad, 16 Januari 2011, menjelaskan, Pemkab Bulukumba mempercayakan A Irwan Idjo (Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Bulukumba) sebagai Ketua Panitia.

''Puncak acaranya dilaksanakan pada 4 Februari 2011, di Lapangan Pemuda Bulukumba,'' kata Daud Kahal.


Pembentukan panitia pelaksana tertuang dalam Keputusan Bupati Bulukumba Nomor 05/I/2011 tanggal 6 Januari 2011. Berdasarkan surat keputusan bupati tersebut, panitia pelaksana telah melaksanakan rapat di ruang pola kantor bupati, Jumat, 14 Januari 2011.

Rapat dipimpin langsung Bupati H. Zainuddin Hasan, dihadiri unsur pimpinan daerah di antaranya Dandim Letkol Art Agung Senoadji, Kapolres AKBP, Ketua Pengadilan Negeri Ganjar Susilo, Wakil Bupati H. Syamsuddin, Sekretaris Daerah H. A. Untung dan unsur panitia pelaksana.

Bupati Bulukumba H. Zainuddin Hasan mengharapkan pelaksanaan hari jadi Kabupaten Bulukumba bisa berlangsung semarak dan menampilkan hal-hal yang lain dari tahun-tahun sebelumnya. Ini dimaksudkan agar ada nuansa baru yang dapat dirasakan di Kabupaten Bulukumba.

Agar nampak hingga di desa-desa maka seluruh warga diminta berpartisipasi terutama terkait kebersihan dan keindahan. Juga diminta untuk terlibat dalam lomba-lomba yang sifatnya massal di tempat masing-masing, termasuk menggelar lomba perahu, kendaraan hias dan seni budaya yang bernafaskan keagamaan.

"Sebaiknya masyarakat memasang lampion di depan rumah masing-masing sehingga nampak semarak" harap Bupati.

Pada pelaksanaan hari jadi tahun ini panitia juga berencana akan melaksanakan kegiatan zikir dan tausyiah, pameran atau Bulukumba Expo dan puncak peringatan yang akan berlangsung 4 Februari 2011 di lapangan Pemuda Bulukumba. (rca/ik - asnawin)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Jumat, 14 Januari 2011

Uji Model Geometri Konstruksi Pelindung Kolam Pelabuhan Bira di Bulukumba


HEXAPOD. Judul postingan ini adalah judul dari skripsi aku, panjang yah hehehe.... berikut adalah abstrak dari skripsi ku. skripsi ini sih bisa dibilang ga mutu mungkin krna hasilnya juga ga terlalu memuaskan plus akunya yang kurang pandai menyimpulkan hikhik. (Foto: Lia Amelia)

Uji Model Dimensi Konstruksi Pelindung Kolam Pelabuhan Bira Di Bulukumba

 


Persiapan uji coba foil di Pantai Bira, Bulukumba, pada November 2009. Ini adalah bagian dari survei terhadap pemecah gelombang dan sekaligus mengujicobakan alat yang ingin digunakan temanku untuk penelitian mengenai foil. (Foto: dok pribadi Lia Amelia)

Truk dan Penumpang Tertahan di Bira


PELABUHAN BIRA. Illustrasi foto Pelabuhan Bira, Bulukumba, pada saat cuaca bagus. Kamis, 13 Januari 2011, di pelabuhan ini, puluhan truk dan puluhan penumpang tertahan akibat terjadi cuaca ekstrem. Tertahannya puluhan truk dan penumpang kapal motor pelabuhan (KMP) tujuan Pamatata, Kepulauan Selayar, maupun Nusa Tenggara Timur (NTT), disebabkan tingginya gelombang laut mencapai antara tiga hingga meter di perairan Selayar. (Foto: Lomar Dasika)

--------------------------------------

Truk dan Penumpang Tertahan di Bira

Jumat, 14 Januari 2011 00:35
http://www.makassarterkini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1754:truk-dan-penumpang-tertahan-di-bira&catid=44:info-terkini&Itemid=139

BULUKUMBA – Puluhan truk dan puluhan penumpang tertahan di Pelabuhan Tanjung Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Kamis, 13 Januari 2011, akibat terjadi cuaca ekstrem. Tertahannya puluhan truk dan penumpang kapal motor pelabuhan (KMP) tujuan Pamatata, Kepulauan Selayar, maupun Nusa Tenggara Timur (NTT), disebabkan tingginya gelombang laut mencapai antara tiga hingga meter di perairan Selayar.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) kepada pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Bira, Pamatata, cuaca buruk diperkirakan berlangsung hingga Senin (15/1).

Kepala Cabang ASDP Bira dan Pamatata Muh Fitri Natriawan mengatakan, cuaca buruk membuat pihak ASDP mengeluarkan larangan agar KMP tidak berlayar dan menunggu hingga cuaca kembali normal.

“Cuaca kali ini cukup ekstrem sehingga kami terpaksa mengeluarkan larangan karena tingginya ombak yang mencapai di atas normal,” katanya kemarin.

Pihak ASDP tidak memberlakukan jadwal keberangkatan. Tinggal menunggu cuaca normal, KMP langsung berangkat, seperti KMP Bonto Haru, sudah diberangkatkan subuh kemarin.

“Kalau memberlakukan jadwal dapat dipastikan terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan,” tuturnya.

Tingginya ombak di perairan Selayar dijadikan patokan bagi pelayaran di lain di Indonesia. Para nakhoda kapal menganggap ombak di Selat Selayar paling tinggi ombaknya ketimbang selat lain di Indonesia bagian timur.

“Tidak heran banyak kapal merapat di selat menunggu informasi ombak di Selat Selayar,” ujarnya.

Cuaca ekstrem dan angin kencang terjadi sejak tiga hari lalu hingga kemarin. Sebelumnya pihak ASDP juga melarang KMP untuk berlayar yang mengakibatkan puluhan truk terpaksa parkir di lokasi pelabuhan dan ratusan menumpang menginap di pelabuhan menunggu cuaca kembali normal.

Sementara itu, hujan yang mengguyur daerah hulu Sungai Jeneberangdalamduahariterakhircukup tinggi. Intensitas hujan jauh di atas normal dan cenderung ekstrem.

PPK Sedimen Bawakaraeng Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan- Jeneberang, Haeruddin C Maddi, mengatakan, dari kondisi ekstremnya cuaca saat ini mengakibatkan dua kali terjadi banjir debris atau lumpur pada Rabu (12/1) dini hari.

“Pertama tadi malam (Rabu) sekitar pukul 01.00 dini hari dan kedua terjadi pukul 17.00 Wita.Begitu besarnya aliran debris tersebut sehingga sempat melimpas kira-kira satu meter di atas jembatan KD-1 (konsolidasi dam) dan KD- 2,” katanya.

Beberapa jam selama banjir debris akses jalan tersebut dilarang dilintasi masyarakat karena sangat berbahaya. Bahkan akses dari dan ke Kecamatan Parigi untuk sementara ditutup karena ada longsoran di sekitar jalan. Karena itu, masyarakat yang akan ke Kota Malino dan ke pusat Gowa diimbau tidak melalui jalur Parigi atau melintasi KD- 1 dan KD-2 tersebut.

‘’Sebaiknya untuk lebih aman, memanfaatkan Jembatan Daraha di wilayah Lengkese (masih di Kecamatan Parigi). Kami juga mengimbau warga yang bermukim di sepanjang sungai meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi beraktivitas di dekat daerah aliran sungai (DAS),” tuturnya. (SI-herni amir/baharuddin) 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Kamis, 13 Januari 2011

English for Tourism….Tanjung Bira


Subhanallah…pantai Bira ternyata sangat indah. Pasirnya putih banget. Aku jarang ke pantai sih, makanya terkagum-kagum kayak gini. heheheh. Di Wajo sihh gak ada deh.... Inilah saya bersama teman-teman berfoto bersama di Pantai Bira, Bulukumba.




-------------------------
English for Tourism….Tanjung Bira



Oleh Afnan
Dari - http://afnanspace.blogspot.com/search/label/Jalan%20Jalan

(Tulisan ini dimuat di blog http://afnanspace.blogspot.com/ oleh Afnan, pada Kamis, 30 Desember 2010. Saya tertarik membaca tulisan dan foto2nya, jadi saya berkomentar dan meminta izin di blognya untuk memuat ulang tulisan dan foto2nya di blog ini. Saya tidak tahu nama asli Afnan, tetapi dari blognya saya kira namanya memang Afnan. Di akun facebooknya, Afnan memakai nama Princess Phe Ziig. Gadis berjilbab kelahiran Wajo, 5 Juli 1989, ini adalah anak bungsu dari 3 bersaudara dan kuliah di Universitas Negeri Makassar, program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris, angkatan 2007/2008)


-----------------------------------------------------------------------------

Tanggal 23 september yang lalu kelasQu berangkat ke Bira. Gak semuanya, sebagian kecilnya aj siih. Sebagian yang lain malah keliling Jawa-Bali selama 2 minggu. Sementara kami yang lainnya lebih memilih berangkat ke Bulukumba.

Ini bukan hanya sekedar jalan-jalan loh. Tapi untuk memenuhi tugas mata kuliah semester 7 “english for tourism & industri”. Kalo bukan karena tugas kuliah aku sih males ikut. Aku bukan tipe cewek yang suka jalan-jalan gitu. Apalagi harus keluar uang sekitar 4 ratus ribu. Huhuuuhuh…kalo aku pake buat shopping bisa dapet banyak baju tuh..heheh..Oh ya…karena ini perjalanan kuliah, so sepulang dari sana harus bikin laporan perjalanan dan bikin brosur tentang Bira.

Rencananya di sana lima hari. Dari hari  jumat sampe hari senin pulang kembali ke makassar.

Berangkat dengan mobil rental yang akan siap mengantar kami jalan-jalan selama lima hari di sana. Perjalanan menghabiskan waktu 3 jam. Gak lama kok. Kalo pulang ke Siwa bisa sampe 8 jam bahkan lebih. Kami bermalam dulu di rumahnya pate sambil memulihkan tenaga. Rumahnya pate bagus banget loh, besar. Padahal selama di perjalanan selalu bilang kalo rumahnya tu jelek banget dan wcnya jauh di belakanag rumah. Hahah…dasar Pate. Brrrrr…udaranya dingin banget. Ya iya sih dingin, terletak di lereng gunung gituu.




Keesokan harinya hari jumat, 24 september jam 8 berangkat deh ke Bira. Lumayan jauh juga tempatnya dari rumahnya Pate. Perjalanan sekitar dua jam. Sampai di sana langsung cari penginapan. Dapat satu penginapan dengan dua kamar. Harga per kamarnya 250ribu permalam. Karena kami di sini rencananya dua malam jadi bayar 1juta deeh. Kamarnya ber AC sih. Bayangkan kalo gak ada ACnya duhh….bisa di bayangkan panasnya. Ouh yah…kamarnya dibagi berdasarkan kelompok. Kelompok Bira & kelompok Phinisi. Aku masuk di kelompok Bira. Jadi kamar ditempati berdasarkan kelompok.

Setelah masuk kamar langsung istirahat. Setelah makan siang tentunya.

Sore hari langsung deeh..jalan-jalan ke pantai. Ada yang mau mandi sihh…aku gak sihh. Ribet. Tapi, sampai di pantai malah banyak yg gak jadi mandi. Hehehh…

Subhanallah…pantainya indah. Pasirnya putih banget. Aku jarang ke pantai sih, makanya terkagum-kagum kayak gini. heheheh. Di wajo sihh gak ada  deh.

Sayang..sunsetnya ketutup awan. Oh ya…sempat foto bareng juga sama bule. Sudah tua sih, muknya mirip banget sama Pak Nasiruddin dosen kami..heheh. Cuman englishnya gak terlalu lancar, karena dia orang Jerman.



Keesokan harinya kita berangkat ke tempat pembuatan kapal Phinisi. Kapal khas Bulukumba yang sangat melegenda. Kapal Phinisi itu dalam pembuatannya tidak menggunakan paku dan baut. Ada pasak khusus yang di buat. Woow…keren banget. Kata pembuatnya, pembuatannya menghabiskan waktu satu tahun. Dan menelan biaya sekitar 3 miliar hanya untuk pembuatan kapalnya saja. Belum termasuk mesin loooh. Sebelum dimulai pembuatannnya, diadakan upacar adat terlebih dahulu. Begitu pun apabila nanti Phinisi akan dilepas ke laut, maka akan ada upacar adat untuk melepas perahu Phinisi berlayar.

Pantai di tempat pembuatan Phinisi juga gak kalah indah loh. Hanya lebih sunyi.



Keesokan harinya kita kembali ke rumahnya Pate dulu. Menginap semalam lalu keesokan harinya kembali ke makassar. kami sempat singgah juga di permandian Ermes di kabupaten Bantaeng.

by “princess”

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Legislator Gorontalo Berkunjung ke Bulukumba


Enam anggota DPRD Provinsi Gorontalo dipimpin ketuanya, Abdllah A Kariem, berkunjung ke Kabupaten Bulukumba, Kamis, 13 Januari 2011, dalam rangka melihat dan mendapatkan data tentang potensi daerah ini, khususnya rumput laut dan komoditas perikanan, serta potensi kehutanan.


------------------------------

Legislator Gorontalo Berkunjung ke Bulukumba

Radio Cempaka Asri, Bulukumba
Kamis, 13 Januari 2011
http://www.rca-fm.com/2011/01/legislator-gorontalo-kunjungi-bulukumba.html

Bulukumba, RCAnews - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo berkunjung ke Kabupaten Bulukumba dalam rangka melihat dan mendapatkan data tentang potensi daerah ini, khususnya rumput laut dan komoditas perikanan, serta potensi kehutanan.

Kedatangan anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang berjumlah enam orang  dipimpin Ketua DPRD H. Abdullah A. Kariem, diterima Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan di Kantor Bupati Bulukumba, Kamis, 13 Januari 2011.

Pertemuan antara pejabat dua daerah tersebut berlangsung akrab oleh karena Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan adalah mantan Bupati Pohuwato Propinsi Gorontalo yang dinilai sukses selama kepemimpinannya.

Selain Abdullah A. Kariem turut dalam rombongan H. Tamsil A. Poha, H. Thamrin Hunowu, Hj. Nurjannah H. Yusuf, Tien Suharti Mobilu dan M. Kris Wartabone.

Menurut Abdullah, potensi rumput laut Bulukumba sangat besar dengan panjang pantainya yang sangat memungkinkan untuk budidaya rumput laut. Selain itu informasi tentang sektor lainnya sangat menarik untuk dijadikan bahan masukan untuk pembangunan di daerahnya.

"Di bawah kepemimpinan pak Zainuddin, Bulukumba pasti akan lebih maju, karena di daerah orang lain saja beliau bisa sukses, apalagi di daerah kelahirannya sendiri," ujar Abdullah. (rca/ry)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Staf Kedubes AS Kunjungi ''Desa Muslim'' di Bulukumba





Staf kedutaan besar Amerika Serikat Hilary Dauer dan Political Asistant Benny Junito berkunjung ke ''Desa Muslim'' Desa Padang Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Kamis, 13 Januari 2011. Hilary adalah Political Islam Officer pada Kedutaan Besar Amerika Serikat.


--------------------------

Staf Kedubes AS Kunjungi ''Desa Muslim'' di Bulukumba

Radio Cempaka Asri, Bulukumba
Kamis, 13 Januari 2011
http://www.rca-fm.com/2011/01/staf-kedubes-amerika-kunjungi-desa.html

Bulukumba, RCAnews - Staf kedutaan besar Amerika Serikat Hilary Dauer dan Political Asistant Benny Junito berkunjung ke ''Desa Muslim'' Desa Padang Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Kamis, 13 Januari 2011. Hilary adalah Political Islam Officer pada Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Sebelum berkunjung ke Desa Padang, kedua staf kedubes AS tersebut diterima Wakil Bupati Bulukumba Syamsuddin, didampingi Kepala Bappeda H. Burhanuddin Kadir Asisten Pemerintahan dan Kesra A. Mahrus, Pejabat dari Kantor Kementrian Agama M. Yunus, dan beberapa pejabat lainnya, di ruang kerja waki bupati.

Kepada keduanya Syamsuddin menggambarkan berbagai hal tentang Bulukumba di antaranya potensi daerah dan perda-perda di bidang keagamaan. Hillary mengaku tertarik berkunjung ke Bulukumba, karena sering mendapat informasi dari media terkait pelaksanaan perda dan desa muslim Padang.

''Saat berada di Desa Padang Hillary mendapat penjelasan dari Kepala Desa Padang A. Rukman tentang kondisi sosio kultural masyarakatnya. Hillary menanggapi dan mengaku kedatangannya untuk melihat langsung Desa Padang  menjadi salah satu bentuk perhatian  dan semoga bisa terjalin kerjasama yang baik ke depan,'' ungkap Syamsuddin.

Usai mengunjungi Desa Padang, kedua Staf Kedubes AS berkesempatan mengunjungi Kawasan Industri Pembuatan Perahu Phinisi di Tanah Beru.

"Saya kagum ini sangat luar biasa masyarakat disini, dengan keterampilan membuat perahu yang demikian" kata Hilary dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih. (rca/ik)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Bupati Bulukumba Instruksikan Pegawai Shalat Jama'ah


Komitmen Bupati Bulukumba untuk melaksanakan Perda Keagamaan semakin nyata, hal tersebut dibuktikan dengan keluarnya instruksi Bupati Bulukumba kepada seluruh pegawai untuk melaksanakan shalat berjama'ah di masjid dan mushollah kantor masing-masing mulai Kamis 13/1. Illustrasi foto direkam dari http://www.vivaborneo.com/ramadhan-pegawai-shalat-berjamaah.htm. (foto: Heru)

-------------------------------
Bupati Bulukumba Instruksikan Pegawai Shalat Jama'ah

Radio Cempaka Asri, Bulukumba
Kamis, 13 Januari 2011
http://www.rca-fm.com/2011/01/bupati-bulukumba-instruksikan-pegawai.html

Bulukumba, RCAnews - Komitmen Bupati Bulukumba untuk melaksanakan Perda Keagamaan semakin nyata, hal tersebut dibuktikan dengan keluarnya instruksi Bupati Bulukumba kepada seluruh pegawai untuk melaksanakan shalat berjama'ah di masjid dan mushollah kantor masing-masing mulai Kamis 13/1.

"Saya instruksikan kepada seluruh pegawai yang beragama islam untuk shalat berjama'ah setiap waktu shalat baik dhuhur maupun ashar ditempat ibadah di kantor masing-masing, setiap mendengar waktu adzan segera kita tinggalkan pekerjaan dan mengerjakan shalat," kata Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan saat memberikan pengarahan pada apel pagi di kantor sekretariat daerah Bulukumba, Kamis pagi, 13 Januari 2011.

Mantan Bupati Pohuwato itu menambahkan; "Setiap waktu shalat mohon saya diingatkan agar kita bisa shalat berjama'ah, mari kita makmurkan masjid atau mushallah yang ada di kantor masing-masing."

Menurut Zainuddin, ibadah shalat di tempat kerja juga penting untuk diperhatikan dan umat diharapkan tidak lalai hanya karena mengejar kepentingan dunia, tetapi melupakan akhirat.

"Ini juga untuk menunjukkan bahwa Perda yang kita miliki bukan sekadar pajangan, melainkan ada aplikasi nyata yang dapat kita tunjukkan," tutur Bupati. (foto: istimewa/rca/aa)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Ombak 4 Meter, Nelayan Bulukumba Dilarang Melaut


Tinggi ombak 3-4 meter di perairan Bulukumba dan Selayar membuat pihak Syahbandar Bulukumba melarang pemilik kapal melakukan penyeberangan kapal feri tujuan Bira Bulukumba ke  Pamatata Selayar, NTT, Sulawesi Tenggara, dan tujuan lainnya.


----------------------------------

Ombak 4 Meter, Nelayan Bulukumba Dilarang Melaut

Radio Cempaka Asri, Bulukumba
Jumat, 14 Januari 2011
http://www.rca-fm.com/2011/01/ombak-4-meter-nelayan-dilarang-melaut.html

Bulukumba, RCAnews - Tinggi ombak 3-4 meter di perairan Bulukumba dan Selayar membuat pihak Syahbandar Bulukumba melarang pemilik kapal melakukan  penyeberangan kapal feri tujuan Bira Bulukumba ke  Pamatata Selayar, NTT, Sulawesi Tenggara, dan tujuan lainnya.

Gelombang air laut di wilayah perairan Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Selayar mencapai empat meter sejak dua hari terakhir. Larangan ini juga berlaku bagi kapal nelayan pencari ikan dan pengangkut barang.

"Sepanjang Januari 2011 baru kali ini ombak setinggi itu. Kami baru memperbolehkan para nelayan berlayar jika ombak telah normal dan angin kencang sudah reda," kata Rustam, Kepala Syahbandar Bulukumba, Jumat, 14 Januari 2011.

Sebelumnya Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar merilis informasi, ombak dengan ketinggian 3-5 meter selama sepekan ke depan akan terjadi di Sulawesi Selatan bagian selatan khususnya perairan Selayar dan selat Makassar bagian selatan.

BMG memprediksi ombak besar berkisar tiga meter selama sepekan juga terjadi di sepanjang selat Makassar, sampai Teluk Bone bagian selatan. Sementara untuk angin kencang, BMG memprediksi puncaknya terjadi selama Januari, namun itu tidak terlalu lama. Potensi angin kencang terjadi sore dan malam hari. (rca/ma)


12 Kapal Patroli Disiagakan

Situs web Tempo interaktif, pada Kamis, 13 Januari 2011 (http://www.tempointeraktif.com/hg/makassar/2011/01/13/brk,20110113-305928,id.html) memberitakan bahwa Direktorat Kepolisian Perairan Polda Sulawesi Selatan dan Barat menyiagakan 12 unit kapal patroli. Tujuannya, untuk mengantisipasi kecelakaan laut akibat cuaca ektrem dan gelombang tinggi.

"Sepekan ke depan petugas patroli rutin jaga di pos masing-masing," kata Direktur Polair, Komisaris Besar Agus Sutikno, Kamis siang, 13 Januari 2011.

Agus mengatakan, penempatan 12 unit kapal tersebut tersebar ke beberapa tempat. Tiga kapal di perairan Makassar, perairan Bulukumba, Pareparen, Mamuju, Bone, Sinjai, Barang Lompo, Pangkep Pulau Kalmas, dan pulau Makarangana masing-masing satu unit kapal patroli.

Kapal itu dilengkapi dengan alat komunikasi yang memadai. Juga memuat sejumlah pelampung dan alat pertolongan pertama kepada korban tenggelam.

Peringatan dini juga disampaikan jajaran Direktorat Polair kepada nelayan di 12 titik tersebut. Untuk sementara, nelayan diminta tidak beraktivitas melaut hingga cuaca kembali normal.

"Yang kerap menjadi perhatian adalah pulau-pulau bagian terluar yang biasanya sulit dijangkau. Kami menempatkan personel untuk membantu melaporkan perkembangan situasi di tempat itu," ujar Agus.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Pantai Bira : Sepotong Surga di Bulukumba


Saat petang menjelang, bersama kawan-kawan, saya bermain bola di atas hamparan pasir putih ditemani cahaya mentari yang perlahan meredup menuju tempat peraduannya. Keindahan senja begitu terasa memukau dari pesisir tempat kami berdiri. Saya berdecak kagum menyaksikan keindahan alam yang menakjubkan itu.

----------------------------------------------

Pantai Bira : Sepotong Surga di Bulukumba



Oleh Amril Taufik Gobel

http://berbagiwawasan.wordpress.com/2010/12/15/pantai-bira-sepotong-surga-di-bulukumba/

Kenangan itu rasanya masih lengket di benak saya. Ketika itu, pada 1993, saya bersama kawan-kawan satu angkatan di Jurusan Teknik Mesin Unhas Makassar berwisata ke pantai eksotis yang terletak di ujung selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.

Rombongan kami berangkat dengan menyewa bis dari Makassar. Pantai Bira terletak sekitar 40 km dari Kota Bulukumba, atau 200 km dari Kota Makassar. Perjalanan dari Kota Makassar ke Kota Bulukumba dapat ditempuh menggunakan angkutan umum berupa mobil Kijang, Panther atau Innova dengan tarif sebesar Rp 35 ribu.



Inilah suasana Pantai Bira saat kami bermain bola. Pasirnya putih dan sejuk. 










Selanjutnya, dari Kota Bulukumba ke Tanjung Bira dapat ditempuh menggunakan mobil pete-pete (mikrolet) dengan tarif berkisar antara Rp 8.000- Rp 10 ribu. Total waktu perjalanan dari Kota Makassar ke Tanjung Bira sekitar 3,5-4 jam. Tarif masuk ke lokasi Pantai Bira sebesar Rp 5000/orang. Jadwal penerbangan ke Makassar dari kota-kota besar di Indonesia cukup sering, sehingga bukanlah hal sulit bila Anda berminat berkunjung ke surga tropis di Bulukumba ini.

Begitu tiba di sana, saya langsung merasakan kehangatan pantai. Aroma laut yang dihembuskan angin sepoi-sepoi serta pasir pantai yang putih, bersih dan lembut laksana tepung langsung membuat saya jatuh cinta di pandangan pertama pada pantai destinasi wisata turis mancanegara maupun lokal untuk berlibur ini.



Saat petang menjelang, bersama kawan-kawan, saya bermain bola di atas hamparan pasir putih ditemani cahaya mentari yang perlahan meredup menuju tempat peraduannya. Keindahan senja begitu terasa memukau dari pesisir tempat kami berdiri. Saya berdecak kagum menyaksikan keindahan alam yang menakjubkan itu. Di kejauhan, matahari tenggelam perlahan menyemburatkan cahaya jingga yang membias lepas di hamparan laut. Nampak dua perahu nelayan berlayar di kejauhan kian menambah kontras keindahan.





Kawasan wisata Pantai Tanjung Bira dilengkapi berbagai fasilitas, seperti restoran, penginapan, villa, bungalow, dan hotel dengan tarif mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 600 ribu per hari. Di tempat ini juga terdapat persewaan perlengkapan diving dan snorkeling dengan tarif Rp 30 ribu. Bagi pengunjung yang selesai berenang di pantai, disediakan kamar mandi umum dan air tawar untuk membersihkan pasir dan air laut yang masih lengket di badan.

Bagi pengunjung yang ingin berkeliling di sekitar pantai, tersedia persewaan motor dengan tarif Rp 65 ribu. Di kawasan pantai juga terdapat pelabuhan kapal ferry yang siap mengantarkan pengunjung yang ingin berwisata selam ke Pulau Selayar.

Malam harinya, saya tak melewatkan waktu menikmati malam di Pantai Biru dengan menyusurinya tanpa alas kaki. Sensasinya terasa berbeda ketika kaki dilangkahkan di atas pasir yang lembut seraya menikmati debur ombak menerpa bibir pantai. Setelah itu kami mampir di sebuah rumah makan, dan di sana kami dengan lahap menyantap hidangan makan malam menggiurkan; ikan bakar dan sajian makanan laut khas Bulukumba.

Pagi harinya, saat matahari ramah menyapa dan cahayanya memantul cemerlang di laut yang biru jernih, saya langsung tergoda untuk berenang dan melewatkan waktu lebih panjang menikmati pesona surga di Bulukumba ini. Beberapa kawan saya memilih untuk menyelam dan menyaksikan keindahan terumbu karang di sekujur garis pantai Bira ini. Sungguh sangat menyenangkan!

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Rabu, 12 Januari 2011

Lima Nama Calon Sekda Bulukumba Beredar


Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, tengah menjaring calon Sekda Bulukumba yang akan menggantikan HA Untung AP. Lima nama mulai beredar di masyarakat. Mereka adalah Ir Nurdin Radja, Andi Bau Amal, Nawri Majjaga, Ir Syafrullah Arief serta Ir Burhanuddin Kadir.


-----------------------------------
Lima Nama Calon Sekda Bulukumba Beredar
- Anggota DPRD Sebut Nurdin Radja


Harian Ujungpandang Ekspres
Kamis, 13-01-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=59433

BULUKUMBA, UPEKS—Sekertaris Daerah (Sekda) Bulukumba, yang saat ini dijabat HA Untung AP, akan segera berakhir. Bila tidak ada aral melintang, masa jabatan Sekda HA Untung AP berakhir Maret 2011.

Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, tengah menjaring calon Sekda Bulukumba yang akan menggantikan HA Untung AP. Lima nama mulai beredar di masyarakat. Mereka adalah Ir Nurdin Radja, Andi Bau Amal, Nawri Majjaga, Ir Syafrullah Arief serta Ir Burhanuddin Kadir.

Nurdin Radja adalah Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Bulukumba. Andi Bau Amal, Asisten III Setda Bulukumba. Syafrullah Arief, Kepala Dinas Bina Marga Bulukumba. Burhanuddin Kadir kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah Bulukumba. Sementara itu, Nawir Majjaga, adalah pejabat di Pemkab Takalar.

“Lima nama itu layak menjadi Sekda Bulukumba. Mereka sangat profesional dan kemapuannya (SDM) sudah tidak diragukan,” kata Abd Radjab SH, anggota DPRD Bulukumba, yang dikonfirmasi terkait beredarnya nama-nama calon Sekda Bulukumba pengganti HA Untung AP.

Anggota Komisi A DPRD Bulukumba itu, mengaku dari lima nama yang beredar itu, Bupati Zainuddin Hasan tentu sudah mempertimbangkan kemampuan dan kapabilitas mereka.

“Kalau boleh menyebut nama, pak Nurdin Radja sangat layak menjadi Sekda Bulukumba. Selain pamong senior, integritasnya tidak diragukan lagi. Tapi, yang lain juga layak jadi Sekda Bulukumba,” terang Abd Radjab, di sela-sela Musda III PAN Bulukumba, di Hotel Arini 2 Bulukumba. 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Bulukumba Termasuk 11 Kabupaten Rawan Bencana di Sulsel


BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyatakan, 11 kabupaten di Sulsel rawan bencana banjir, longsor, dan puting beliung yakni Kabupaten Bone,Wajo,Palopo, Luwu Timur, Enrekang, Toraja, Gowa, Takalar, Sinjai, Bulukumba, dan Selayar. 


----------------------------------
Bulukumba Termasuk 11 Kabupaten Rawan Bencana di Sulsel

Kamis, 13 Januari 2011 00:39
http://www.makassarterkini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1748:11-kabupaten-rawan-bencana&catid=44:info-terkini&Itemid=139
Berita dikutip dari Harian Seputar Indonesia Sulawesi Selatan


BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyatakan, 11 kabupaten di Sulsel rawan bencana. Kabupaten yang terancam bencana banjir, longsor, dan puting beliung yakni Kabupaten Bone,Wajo,Palopo, Luwu Timur, Enrekang, Toraja untuk wilayah utara. Sementara, pada wilayah selatan yakni Kabupaten Gowa, Takalar, Sinjai, Bulukumba, dan Selayar.

Diperkirakan, potensi kerawanan bencana akan berlangsung hingga akhir Februari, mendatang. Berdasarkan hasil kordinasi BPBD Sulsel dan BKMG IV Makassar, cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, potensial menimbulkan bencana baik di darat maupun di laut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulsel Andi Mappagio mengungkapkan, pihaknya telah mengaktifkan posko-posko pemantauan bencana yang dibentuk pada 11 kabupaten tersebut. Logistik berupa tenda, peralatan penyelamatan, dan logistik telah disiapkan untuk mengantisifasi bencana yang sewaktu-waktu terjadi.

“Imbauan ke 11 daerah ini sudah diinformasikan sejak awal Januari ke setiap pos-pos pemantauan bencana yang telah dibentuk. Ini dilakukan agar sistem informasi bencana bisa cepat dan terpadu, sehingga pemberian bantuan bisa dilakukan secara sigap pula,” jelasnya kepada SINDO, kemarin.

Berdasarkan data BPBD, hingga pertengah Januari, sudah ada dua kabupaten yang menyampaikan permintaan bantuan penanggulangan bencana ke Pemprov Sulsel yakni Kabupaten Bone dan Takalar. Bantuan itu, berupa logistik makanan siap saji, perahu karet, tenda komando, tikar dan kebutuhan penanggulangan bencana lainnya.

“Kabupaten Bone sudah meminta bantuan berupa pengiriman perahu karet, tenda komando untuk mengevakuasi sejumlah korban banjir. Sedangkan, untuk Takalar baru saja kami mengirimkan bantuan makanan siap saji,dan kebutuhan logistik lainnya karena diwilayah itu terjadi puting beliung,” terangnya.

Kendati menyebut dua wilayah itu sedang dalam bencana, namun Mappagio tidak merinci bagian mana saja di kabupaten itu yang terkena bencana, karena laporan permintaan yang masuk atas nama pemda setempat. Sedangkan,di wilayah lain perbatasan Palopo dan Luwu Timur sudah diperoleh informasi terjadi longsor mengakibatkan jembatan putus, tapi belum ada permintaan bantuan. Mappagio menjelaskan, logistik dan peralatan penanganan bencana di gudang BPBD saat ini masih memadai, sehingga dipastikan permintaan bantuan masyarakat bisa diatasi.

Apalagi, di awal tahun ini melalui bantuan pemerintah pusat melalui APBN, pihaknya sudah menerima bantuan prasarana siaga bencana.

“Kami imbau masyarakat tetap waspada menghadapi ancaman bencana,dan diharapkan menyampaikan informasi ke sejumlah posko pemantauan jika mengetahui ada wilayah terkena bencana,” harapnya.

Anggota Komisi E DPRD Sulsel Adil Patu mengatakan, BPBD Sulsel sudah seharusnya siap siaga bencana, apalagi kondisi cuaca beberapa hari terakhir di Sulsel begitu ekstrem.

Kondisi ekstremnya cuaca ini tidak boleh diabaikan, dan seharusnya sedini mungkin telah melakukan proteksi terhadap sejumlah daerah yang diprediksi rawan bencana.

“BPBD harus senantiasa berkoordinasi dengan BMG,untuk mengetahui perkembangan cuaca di Sulsel setiap saat. Supaya, bisa lakukan antisipasi dan melakukan persiapan menghadapi bencana utamanya untuk memenuhi kebutuhan logistik dan kebutuhan bencana lainnya,” katanya.

Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMG Wilayah IV Makassar Sujarwo menyatakan, hujan masih akan turun di Makassar dan wilayah sekitarnya dengan kecepatan sedang. Hujan diprediksi berlangsung di pagi hari hingga siang hari. Daerah-daerah yang diperkirakan bakal hujan di pagi hari,yakni, Sungguminasa, Maros, Pangkep, Barru, Takalar, dan Sinjai.

Kemudian di siang hari diprediksi terjadi di Makale, Enrekang, Polewali, Mamasa, Pinrang, dan Parepare. Dia menambahkan, suhu udara permukaan secara umum berkisar antara 23 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 50 hingga 98 persen,dengan angina bertiup dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan antara delapan hingga 36 km perjam. (SI-suwarny dammar) 

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Ayah Hamili Anak di Bulukumba


Tindakan amoral dilakukan seorang ayah berinisial "UT", 48, Warga Desa Pataro, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba,  yang tega menyetubuhi anaknya sendiri hingga hamil. Anaknya yang berinisial "AR" itu baru berusia 19 tahun dan masih duduk di bangku SMA.


--------------------------------

Ayah Hamili Anak di Bulukumba

Harian Fajar, Makassar
Kamis, 13 Januari 2011
http://lokalnews.fajar.co.id/read/113762/123/ayah-hamili-anak

BULUKUMBA -- Tindakan amoral dilakukan seorang ayah berinisial "UT", 48. Warga Desa Pataro, Kecamatan Herlang ini tega menyetubuhi anaknya sendiri hingga hamil. Anaknya yang berinisial "AR" itu baru berusia 19 tahun dan masih duduk di bangku SMA.

Ia kini mengandung janin ayahnya yang sudah berusia enam bulan. Perbuatan bejat ini sudah berulang kali dilakukan "UT" di rumahnya sendiri sejak awal 2010 namun baru ketahuan beberapa waktu lalu saat perut anaknya mulai membuncit.

Korban yang tidak bisa lagi menyembunyikan aibnya pun melapor ke Polsek Herlang atas apa yang menimpanya. Pelaku bahkan nyaris saja menjadi aksi bulan-bulanan keluarga korban tetapi berkat pendekatan aparat kepolisian Polsek Herlang akhirnya pelaku bisa diselamatkan dan diamankan di Polsek sebelum diantar ke Lapas Taccorong, Bulukumba. Pelaku ditangkap di rumahnya pada selasa, 11 Januari, sekira pukul 20.00.

Di hadapan polisi, pelaku mengakui telah melakukan hubungan intim dengan anaknya sendiri berulang-ulang. Dia berdalih perbuatan itu dilakukan lantaran tidak tahan melihat kemolekan tubuh anaknya apalagi istri yang juga ibu dari korban sudah meninggal dunia. Di rumahnya dia hanya tinggal dengan korban dan adik korban yang masih kecil. "Saya tidak sadar lakukan itu," kilahnya.

AR mengatakan, perbuatan ayahnya ini dilakukan di rumahnya dengan cara memaksanya. Dia mengaku sudah menolak dan mencoba melawan tetapi ayahnya justru mengancam akan memukulnya jika tidak melayani nafsu birahinya tersebut. Akhirnya, karena takut dia pun menyerahkan tubuhnya pada ayah yang seharusnya melindunginya tersebut.

"Saya sudah melawan pak, tapi saya tidak kuasa melawan karena saya selalu diancam. Awalnya masih tidak apa-apa tetapi waktu kandungan saya semakin membesar saya sudah bingung mau buat apa lagi. Karena pasti ketahuan juga, makanya sekarang saya sudah hamil enam bulan," ucapnya.

Kapolsek Herlan AKP Nur Alam membenarkan adanya laporan tersebut dan menurut penutuan korban saat diinterogasi sudah mengandung enam bulan. "Pelaku sudah dikirim ke Lapas Taccorong untuk menghindari tindakan anarkis dari warga atau keluarga korban," katanya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bulukumba AKP Alimuddin mengakui, kejadian ini sudah ditangani penyidik. Pelaku, kata dia, diancam pasal 294 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHP) dan atau pasal 81 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 dengan pidana maksimal tujuh tahun penjara.

"Kita akan segera rampungkan berkasnya supaya sesegera mungkin dilimpahkan ke pengadilan," kata Alimuddin. (arm)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Selasa, 11 Januari 2011

Uchu and Friends Band dan Artis KDI Tampil di Bulukumba


DATANG KE BULUKUMBA. Uchu and Friends band, kelompok musik asal makassar yang kini telah go nasional dengan album rekaman perdana dengan single hits "Selingkuh Asyik Juga" akan hadir di Lapangan Pemuda Bulukumba, Rabu, 12 Januari 2011.

Investor Korea Berminat Kembangkan Biofuel di Bulukumba





Pengusaha Korea dengan bendera perusahaan Samyang berminat berinvestasi dalam pengembangan Biofuel dari tanaman ubi kayu yang dapat menjadi energi alternatif untuk kebutuhan listrik, bahan bakar minyak, pelumas dan lainnya. Pemkab Bulukumba diminta menyiapkan lima ribu hektar kebun inti.

-----------------------------------

Investor Korea Berminat Kembangkan Biofuel di Bulukumba

Radio Cempaka Asri, Bulukumba
Senin, 10 Januari 2011
http://www.rca-fm.com/2011/01/investor-korea-berminat-kembangkan.html

Bulukumba, RCAnews -  Minat para investor untuk mengolah potensi alam Bulukumba semakin besar, setelah action dengan Rice Processing Complex (RPC) pabrik penggilingan beras modern dan Clean Renewable Energy (CRE) industri biomass penghasil energy, kini pengusaha Korea dengan bendera perusahaan Samyang juga berminat berinvestasi dalam pengembangan Biofuel dari tanaman ubi kayu.

Kedatangan Direktur Samyang David Beak menemui Bupati Bulukumba H. Zainuddin Hasan pekan lalu, direspon cepat oleh pemkab dengan melakukan pertemuan untuk inventarisasi lahanpengembangan ubi kayu.

Melalui pertemuan yang dipimpin Wakil Bupati Syamsuddin di ruang rapat bupati Senin (10/1), yang dihadiri Kepala Bappeda Burhanuddin Kadir, Kadis Pertanian Azikin Patedduri, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Rustinah, para camat dan penyuluh lapangan dari sepuluh kecamatan, disepakati untuk segera melakukan inventarisasi lahan yang dipersyaratkan pihak Samyang, yakni lima ribu hektar kebun inti sekaligus di dalamnya akan dibangun pabrik/industri pembuatan Biofuel yang dapat menjadi energi alternatif untuk kebutuhan listrik, bahan bakar minyak, pelumas dan lainnya.

''Kita akan petakan lahan kritis dan tidak produktif selama ini untuk menjadi lokasi pengembangan tanaman ubi kayu,'' kata Burhanuddin Kadir Kepala Bappeda Bulukumba, saat pertemuan.

Burhanuddin juga menjelaskan kalau ketertarikan investor korea karena pertimbangan bahwa Bulukumba merupakan agro ekosistem dan kewilayahan yang sesuai dengan pengembangan ubi kayu.

''Selain itu, secara geografis Bulukumba sangat strategis di kawasan Selatan Sulsel,'' ujarnya.

Sementara itu, saat memberi arahan Wakil Bupati Syamsuddin mengakui jika investasi sangat dibutuhkan untuk membangun Bulukumba. (rca/ik)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]

Senin, 10 Januari 2011

Hanya 20% Penduduk Bulukumba Kantongi Akte Kelahiran


Penduduk Bulukumba, yang memiliki akte kelahiran hanya sekitar 20%. Angka tersebut terbilang rendah dari jumlah penduduk Bulukumba yang mencapai 400 ribu jiwa. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bulukumba, meminta masyarakat untuk secara sukarela mengurus akte kelahiran.


------------------------------

Hanya 20% Penduduk Bulukumba Kantongi Akte Kelahiran

Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Selasa, 11-01-2011


BULUKUMBA, UPEKS—Penduduk Bulukumba, yang memiliki akte kelahiran hanya sekitar 20%. Angka tersebut terbilang rendah dari jumlah penduduk Bulukumba yang mencapai 400 ribu jiwa.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bulukumba, meminta masyarakat untuk secara sukarela mengurus akte kelahiran. Kepala Bidang Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bulukumba, Drs Alfian, menyampaikan hal itu kemarin.

Ia mengatakan, jumlah penduduk Bulukumba yang memiliki akte kelahiran disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengurus akte kelahiran.

“Masyarakat baru mau mengurus akte kelahiran ketika ada urusan yang mendesak. Seperti mau sekolah atau urusan lainnya. Padahal, menurut ketentuan, setiap orang yang baru lahir sudah harus dicatat paling lambat 60 hari setelah lahir,” terang Alfian.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bulukumba, terus melakukan sosialisasi di tengah masyarakat. Dari sosialisasi tersebut, masyarakat Bulukumba diharapkan pro aktif mengurus akte kelahiran.

Alfian menambahkan, akhir Desember 2010 lalu, jumlah penduduk Bulukumba yang mengambil akte kelahiran terbilang banyak.

“Lebih dari 5000 lembar akte kelahiran,” terang Alfian.


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/.]